Share

Bab 266

Penulis: Elenor
Dalam kasus itu, Elsa kemungkinan besar akan melewati tahun baru di Keluarga Anggasta.

Nenek Hermosa di dalam hatinya enggan berpisah dengan Elsa, dan juga merasa sedih untuk Clara.

Hati Clara merasa tenang, lalu dia menghibur Nenek Hermosa dengan berkata, "Nenek, aku baik-baik saja, yang penting Elsa bahagia."

Tetapi Nenek Hermosa mengira dia memaksakan senyumnya hanya karena tidak ingin membuatnya khawatir.

Nenek Hermosa menghela napas dan tidak menyebutkannya lagi.

Setelah sarapan, Clara, Ari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (72)
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
kasihan Clara....jd korban ke obsesi an suami dan anaknya pd vanesa
goodnovel comment avatar
Chindy Hanny Offical
𝚃𝚑𝚘𝚛 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚟𝚊𝚗𝚎𝚜𝚊 𝚝𝚛𝚜 𝚢𝚐 𝚍𝚒 𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚊𝚑, 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚔𝚎𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚟𝚘𝚗𝚒𝚜 𝚗𝚢𝚊.... 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚘𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚛 𝚎𝚍𝚠𝚘𝚛𝚍 𝚊𝚙𝚊 ?
goodnovel comment avatar
Chindy Hanny Offical
𝚃𝚑𝚘𝚛 𝚟𝚎𝚛𝚜𝚒 𝚕𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚊𝚑 𝚌𝚊𝚙𝚎 𝚝𝚊𝚞 𝚗𝚘𝚗𝚝𝚘𝚗 𝚒𝚔𝚕𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚞𝚝𝚎𝚛² 𝚝𝚛𝚜 𝚎𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚙𝚊𝚗? 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚢𝚐 𝚍𝚒𝚌𝚛𝚘𝚘𝚖 𝚜𝚎𝚙𝚘𝚝𝚘𝚗𝚐² 𝚌𝚊𝚙𝚎 𝚍𝚎𝚑
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 751

    Edward sudah mengucapkan selamat kepada Clara, tetapi karena dia bersikap seolah-olah baru saja mengetahui tentang penghargaan yang diterima Clara, maka Clara tidak punya pilihan selain ikut bermain, "Terima kasih.""Sama-sama."Setelah itu, mereka tidak saling mengobrol lagi.Clara dan Edward segera pergi.Melihat Clara dan Edward berinteraksi seperti orang asing, Rendi semakin merasa hubungan mereka mungkin tidak sesederhana yang dia pikirkan sebelumnya.Setelah mereka pergi, saat Pak Yakob hendak berbalik dan kembali ke lantai atas, Rendi tiba-tiba bertanya, "Apa ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan tahun ini?"Jika ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan, maka kehadiran Edward secara langsung di acara penghargaan itu memang akan menjadi cara yang bagus untuk sekaligus mempromosikan produk Anggasta Group.Jika tidak ….Pak Yakob menjawab, "Nggak ada." Kemudian, dia balik bertanya, "Kenapa Anda bertanya begitu?""Nggak apa-apa, cuma ingi

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 750

    Melihat kekaguman semua orang pada Clara, serta senyuman di wajah wanita itu, Rendi merasa sangat kesal.Dia hanya diam, lalu berbalik dan naik ke lantai atas sendirian.Sore itu, Clara dan timnya akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka, dan memperkirakan tidak perlu datang ke Anggasta Group selama dua minggu ke depan.Pak Yakob dari Anggasta Group pun dengan sopan menawarkan untuk mengantar sendiri Clara dan timnya ke lobi.Rendi dan kelompoknya juga kebetulan akan kembali ke perusahaan untuk menangani beberapa urusan, jadi mereka menunggu bersama-sama di pintu masuk lift.Lift tiba dengan cepat. Namun saat pintu terbuka, semua orang langsung tertegun. Pak Yakob dengan cepat bereaksi, dia tersenyum sambil menyapa, "Pak Edward, Pak Aris."Edward mengangguk, pandangannya menyapu pada rombongan yang ada di depannya. Dia dengan santai bertanya, "Kalian mau ke mana?""Strukturnya sudah selesai, jadi Bu Clara dan timnya akan kembali ke Morti Group. Saya mau mengantarkan mereka ke bawah."Ed

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 749

    Saat itu, teman Prof Nian menatapnya dan tersenyum, lalu berkata, "Kalau Anda sudah mengatakan nggak suka pada seseorang, orang itu pasti benar-benar buruk."Prof Nian dan Clara belum pergi jauh, jadi Vanessa dan Rendi tentu saja juga mendengar ucapannya.Ketika Vanessa menyapa dengan sopan, sikap Prof Nian dingin dan jelas mengabaikannya. Wajah Rendi langsung berubah suram. Namun melihat Prof Nian dan temannya sengaja meremehkan Vanessa, Rendi menjadi semakin marah.Dia tahu Prof Nian dan orang yang tidak dikenalnya itu telah meremehkan Vanessa karena Clara yang telah menyesatkan mereka.Meskipun begitu, dia masih sangat marah, karena seseorang seperti Prof Nian ternyata bisa menghakimi Vanessa tanpa memahami kebenaran yang sesungguhnya.Melihat punggung mereka, ekspresi Rendi menjadi dingin.Rendi ingin melihat jika Prof Nian mengetahui sifat asli Clara apakah dia akan merasa menyesal karena sudah menyakiti seorang gadis muda begitu saja dan mudah sekali memercayai fitnah!Memikirkan

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 748

    Clara tiba di restoran, namun dia hanya melihat Elsa di ruangan itu. Sedangkan Edward, dia tidak terlihat di mana pun.Elsa menghela napas dan berkata, "Ayah baru saja menerima telepon dan bilang kalau dia ada urusan mendadak, jadi harus pergi."Clara hanya bergumam, dan tak bertanya lebih lanjut.Baginya, hadir atau tidaknya Edward tidak ada bedanya.…Setelah beristirahat selama dua hari di akhir pekan, Clara menghabiskan sebagian besar waktunya di hari Senin itu dengan pergi ke Anggasta Group. Karena Panora dan Anggasta Group baru saja memulai kerja sama, maka dia sesekali berpapasan dengan Rendi.Pada hari Rabu sekitar tengah hari, Clara dan timnya telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Pak Yakob dari Anggasta Group ingin mengundang mereka makan siang.Clara menolaknya dengan sopan, "Saya sudah ada janji siang ini, mungkin lain kali saja.""Baiklah, kalau begitu lain kali saja."Rendi dan yang lainnya juga berada di sana ketika Clara sedang berbicara dengan Pak Yakob.Pak Yakob juga

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 747

    Namun .... Edward memiliki urusan lain yang harus dikerjakan.Setelah selesai makan, dia meminta sopirnya untuk mengantar Vanessa dan Rendi kembali ke kantor, sedangkan dia pergi terlebih dahulu.Di dalam mobil, Rendi menatap Vanessa dan bertanya, "Apa Clara masih mengganggumu?"Di konferensi teknologi beberapa hari yang lalu, meskipun mereka sempat mengobrol, namun karena ada banyak orang di sekitar, jadi mereka tidak memiliki kesempatan untuk berbicara berdua saja.Sekarang adalah kesempatan yang baik.Mendengar pertanyaan itu, sorot mata Vanessa menjadi gelap, dia lalu berkata, "Selain orang-orang dan urusan yang berhubungan dengan Morti Group, dia tidak memiliki kemampuan untuk menggangguku."Mendengar Vanessa mengatakan hal itu, Rendi berasumsi Vanessa hanya sedang meremehkan perilaku Clara dan merasa meskipun Clara telah mencapai beberapa kesuksesan melalui cara-cara yang tidak jujur, namun jika dia lepas dari Morti Group dan Dylan, Clara tetaplah tidak akan berarti apa-apa.Dia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 746

    Pada saat itu, lift tiba di lantai tujuannya.Sebelum keluar, Rendi sempat berkata, "Apa kau punya waktu nanti siang? Aku ingin makan siang bersamamu dan juga Pak Edward."Saat menyebut nama Edward, pandangannya tertuju pada Clara yang sudah keluar dari lift bersama rombongannya, dan mengabaikan mereka sejak tadi.Vanessa berpikir sejenak, lalu berkata, "Aku bisa, tapi Edward punya banyak pekerjaan yang harus dibahas akhir-akhir ini. Sepertinya dia sudah punya rencana lain untuk makan siang. Bagaimana kalau aku tanyakan dulu, nanti aku kabari lagi?""Oke." Clara dan Rendi bekerja di lantai yang sama di Anggasta Group, mereka sesekali berpapasan tetapi saling mengabaikan.Sekitar tengah hari, Clara makan siang dengan seorang teknisi Morti Group di kantin kantor, sementara Rendi menerima telepon dari Vanessa yang mengatakan bahwa Edward telah menunda jadwal sebelumnya dan memesan ruangan untuk mengundangnya makan siang.Vanessa sempat mengatakan bahwa Edward sangat sibuk pagi itu, sehin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status