Mag-log inKeesokan harinya, Clara dan Dylan menghadiri sebuah pesta koktail bersama.Tidak lama setelah mereka tiba, Vanessa dan rombongannya juga sampai di lokasi.Mereka segera melihat Clara dan Dylan yang berdiri tak jauh dari sana.Begitu melihat Clara, ekspresi Diana dan Fani langsung berubah masam.Alasannya sederhana, karena gaun yang dikenakan Clara sama dengan gaun yang baru-baru ini diincar Vanessa.Gaun itu bernilai lebih dari dua miliar. Jika itu terjadi dulu, Vanessa pasti akan langsung membelinya tanpa berpikir panjang.Tetapi kali ini .…Selain gaun itu, gelang dan kalung Clara juga merupakan mahakarya dari seorang desainer terkenal dengan nilai hampir dua puluh miliar.Meskipun gaun dan perhiasan yang dikenakan Vanessa juga baru dan bermerek, namun dari segi harga dan kualitas, jauh lebih murah daripada yang melekat di tubuh Clara.Vanessa sebelumnya pernah beberapa kali mengenakan gaun dan perhiasan yang tak ternilai harganya, ditambah lagi dengan penampilannya yang memang sanga
Meskipun Vanessa jarang berkumpul bersama mereka dalam dua atau tiga bulan terakhir.Namun, Gading berasumsi bahwa Edward dan Vanessa pastilah sering bertemu.Melihat Edward dan Vanessa tetap membicarakan urusan sendiri saat pertemuan mereka yang jarang terjadi, membuat Gading sengaja menggodanya.Mata Vanessa sedikit meredup saat mendengar hal itu, tetapi dia segera tersenyum dan berkata jujur, "Kami nggak bertemu setiap hari. Aku dan Edward juga jarang bertemu akhir-akhir ini."Vanessa mengatakan itu karena tahu bahwa terkadang saat mengatakan yang sebenarnya, justru orang lain tidak akan percaya.Bahkan jika mereka memercayainya pun, mereka akan tetap berasumsi bahwa keduanya hanya sibuk dengan urusan masing-masing, bukan berpikir bahwa mereka mungkin sedang memiliki masalah hubungan asmara.Benar saja, setelah dia berbicara, Gading tersenyum dan berkata, "Iya, iya. Aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Kalian lanjutkan saja, oke?"Mereka segera mengganti topik pembicaraan.Malam i
Setelah membahas urusan bisnis selama beberapa waktu, mereka akhirnya berhenti untuk beristirahat sambil mengobrol santai, saat itu ponsel Clara berdering.Itu panggilan telepon dari Elsa.Setelah berpamitan singkat kepada yang lain, dia bangkit untuk menjawab telepon sambil berjalan keluar, "Elsa, ada apa?""Tania sudah kembali dan nanti mengundang kita makan malam. Apa Mama mau ikut?"Clara menjawab, "Maaf ya, Mama masih ada acara malam ini, jadi nggak bisa ikut dengan kalian."Kemudian, dia membuka pintu dan keluar dari ruangan.Dia benar-benar sibuk dan tidak bisa pergi.Setelah mengobrol sebentar dengan Elsa di luar, Clara kembali untuk melanjutkan diskusi tentang pekerjaan dengan Edward dan yang lainnya.Setelah urusan pekerjaan selesai, Clara dan Gery pergi lebih dulu.Edward melanjutkan obrolan dengan Azka sebentar, lalu pulang menjemput Elsa untuk pergi makan malam.Elsa sudah lama tidak bertemu Tania, dia telah menyiapkan cukup banyak hadiah untuk Tania dan merasa sangat bers
Saat mereka sedang berbicara, sebuah akun berita tiba-tiba menyiarkan laporan tentang konferensi akademis terkait Kecerdasan Buatan.Ternyata waktu penyelenggaran konferensi akademis tingkat tinggi dan bersejarah di Negara Latvin itu akan segera tiba, seorang reporter menanyakan kepada panitia konferensi siapa saja yang akan diundang tahun ini.Panitia tersebut menyebutkan tujuh atau delapan nama tokoh, dan sialnya ada nama Clara dan Dylan di antaranya.Menurut panitia tersebut, undangan sudah dikirim dan mereka sedang menunggu tanggapan dari Clara dan para undangan lainnya. Selain itu, dia juga menyatakan sangat berharap dapat bertemu dengan Clara, Dylan, dan lainnya untuk berdiskusi lebih mendalam demi mempromosikan pengembangan komprehensif di bidang Kecerdasan Buatan.Melihat berita itu, wajah Diana langsung berubah muram. Dia menoleh ke arah Vanessa dan bertanya, "Kak, apa kau juga menerima undangan?"Meskipun Diana tidak sepenuhnya memahami pentingnya konferensi ini, penyebutan t
Vanessa berkata, "Aku sudah bilang."Diana menimpali, "Terus, Kak Edward ...."Vanessa menjelaskan secara singkat apa yang telah terjadi.Diana berkata, "Hanya itu? Nggak ... ada yang lain?""Nggak ada."Diana terkejut, dan setelah menyadari apa yang telah terjadi, dia berkata, "Apa itu berarti Kak Edward nggak mau membantu kita?"Rita dan yang lainnya tetap diam.Sikap Edward seperti itu memang jelas menunjukkan bahwa dia tidak ingin membantu.Dia tak kuasa berkata, "Kalau Kak Edward nggak mau membantu, kita ...."Mereka harus mengumpulkan uang sendiri.Adapun cara mengumpulkan uangnya, tentu saja dengan menjual sebagian harta mereka untuk keadaan darurat.Lagipula, mereka sudah menginvestasikan dana yang mereka miliki sebelum tahun baru.Ekspresi Rita tadinya tidak terlalu senang, tetapi sekarang dia telah kembali tenang, dan berkata, "Ini hanya untuk keadaan darurat. Masih ada kesempatan untuk Vanessa memperbaiki hubungan dengan Edward."Diana menggigit bibirnya. "Tapi ... tapi ....
Pada tanggal delapan, Clara sudah kembali bekerja di Morti Group seperti biasa.Dua hari kemudian, Clara mewakili Morti Group menghadiri rapat bersama pemerintah.Saat dia tiba di lokasi pertemuan dan hendak duduk, dia melihat Vanessa.Vanessa juga melihatnya, tetapi dengan cepat memalingkan muka.Pandangannya menyapu sekeliling ruang rapat, tetapi dia tidak melihat Edward.Tepat ketika Vanessa berpikir Edward tidak akan muncul, dia akhirnya muncul tepat sebelum rapat dimulai.Vanessa langsung menghela napas lega.Namun, ketika melihat Edward duduk di sebelah Clara, senyum yang baru saja muncul di bibirnya langsung memudar, dan sorot matanya menjadi sedikit muram.Di sana, setelah Edward duduk, dia menyapa Clara, "Selamat pagi."Clara menjawab, "... Selamat pagi."Setelah itu, Clara memalingkan wajah dan tidak lagi menghiraukan.Rapat dimulai, dan Edward pun tidak berbicara lagi.Selama waktu istirahat, Vanessa berjalan mendekati Edward. "Edward." Edward mengangguk saat melihatnya.Va
Ketika mereka sampai di rumah, nenek Keluarga Anggasta masih terjaga.Baru setelah melihat Clara benar-benar kembali bersama Edward, dia kembali ke kamarnya dan beristirahat dengan tenang.Setelah naik ke lantai atas, Clara menelepon pamannya dan memberitahunya tentang perkembangan masalah itu.Sete
Pada saat itu, Elsa juga melihat Clara keluar sambil bawa koper. “Ma?”"Iya." Clara tersadar, menutup pintu, dan berkata, "Mama ada urusan, jadi pulang duluan. Kamu dan ayah tetap tinggal di sini dan bersenang-senang."Elsa mengangguk cepat. "Oke, Ma."Clara menyeret kopernya ke bawah, ketika tiba d
Karena posisi sudut dan ketinggian, orang-orang dalam konferensi video hanya dapat melihat orang yang masuk dari pintu itu punya perawakan yang proporsional, terlihat elegan dan tenang.Hanya dengan melihat sikapnya sekilas, semua orang bisa tahu dia bukanlah orang biasa.Tapi mereka tidak dapat mel
Clara sontak kaget.Dia memang merasa sedikit malu, tetapi tidak terlalu. Lagi pula, mereka sudah jadi suami istri, dan telah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan berkali-kali dalam beberapa tahun awal.Selama bertahun-tahun pernikahannya, dia selalu berharap Edward akan jatuh cinta padanya.







