Share

Bab 370

Penulis: Elenor
Gery sama sekali tidak menemukan kesempatan untuk bermain arung jeram bersama Clara.

Namun, saat makan malam, dia sekali lagi "tidak sengaja" bertemu Clara dan Keluarga Hermosa.

Paman dan bibinya Clara dengan hangat mengundang dia dan temannya untuk duduk dan makan malam bersama mereka.

Setelah mengetahui dia adalah anggota Keluarga Levian, Bagas bertanya dengan rasa ingin tahu, "Kenapa kamu tiba-tiba kembali ke Marola untuk kembangkan karirmu?"

Memikirkan niat awalnya kembali ke Marola, Gery be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (192)
goodnovel comment avatar
fransiscalizyana
Edward punya spektrum kuat kepribadian NPD. Betulkah aku, Thor?
goodnovel comment avatar
Salbiyah 05
cerita ya terlalu bertele-tele, lama "jd bosan degan cerita yah...
goodnovel comment avatar
Sutrima Rima
Edward pea
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 879

    Vanessa penasaran apakah Edward sudah mendengar tentang putusan pengadilan terkait perusahaan keluarganya ....Sambil memegang ponsel, Vanessa menatap nomor Edward cukup lama sebelum akhirnya meneleponnya.Tetap saja, tidak ada jawaban.Melihat Vanessa mencoba menghubungi Edward, anggota Keluarga Gori dan Sanjaya lainnya langsung terdiam, menatapnya dengan penuh harap.Ketika jelas bahwa Edward tidak mengangkat panggilan Vanessa, mata Diana menjadi semakin merah. "Dia tetap nggak jawab. Sebenarnya apa maksudnya Kak Edward?"Yang lain pun memikirkan hal yang sama.Namun, sekarang bukan saatnya untuk mengeluh.Ekspresi Rita tetap tenang dan dingin. "Diana, jangan ganggu sepupumu."Diana menyeka air matanya. "Maaf, Tante. Aku cuma ... merasa sangat takut."Jika Edward benar-benar memutuskan untuk lepas tangan, maka kedua keluarga itu tidak akan memiliki apa-apa lagi.Terbiasa hidup dalam kemewahan sejak kecil, membayangkan bahwa keluarganya akan menghadapi kebangkrutan dan utang yang menu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 878

    Sekalipun Gery tidak mengatakan apa pun, Anggi sendiri juga tidak berniat membahas masalah itu.Belajar dari pengalaman sebelumnya, dia sudah tidak berniat untuk ikut campur dalam urusan orang lain lagi.Mendapat jaminan dari Anggi, Gery tidak berkata apa-apa lagi lalu berbalik pergi.Saat Gery berlalu, pandangan Anggi beralih ke arah Clara yang berdiri tidak jauh dari sana. Melihat Clara menjauh dari kerumunan, dia pun menghampiri. "Bu Clara."Clara terhenti, dengan ekspresi tetap datar. "Ada urusan apa, Bu Anggi?"Sambil menundukkan kepala, Anggi berkata dengan sopan, "Aku sudah gagal menilai watak orang yang sebenarnya, dan akhirnya menimbulkan masalah buatmu. Itu kesalahanku … aku minta maaf."Clara menatapnya lalu menjawab dengan nada datar, "Oh ya?"Tanpa sepatah kata pun, Clara langsung berbalik dan melangkah pergi.Melihatnya menjauh, Anggi berseru lagi, "Aku minta maaf."Clara tidak berhenti, dan tidak pula menoleh ke belakang.Dylan memperhatikan interaksi tersebut. Setelah C

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 877

    Setelah berkata demikian, tuan rumah acara menoleh ke arah Joseph dan menambahkan, "Pak Joseph, mereka berdua adalah Pak Dylan dan Bu Clara dari Morti Group."Joseph mengangguk lalu menjabat tangan Dylan dan Clara. "Pak Dylan, Bu Clara … saya sudah sering mendengar tentang kehebatan kalian berdua.""Anda terlalu sungkan, Pak Joseph."Setelah berbasa-basi sejenak, Joseph berkata, "Perusahaan saya memiliki sebuah proyek yang ingin saya kerjasamakan dengan kalian berdua. Apakah kalian ada waktu untuk kita bicara lebih lanjut tentang hal ini?"Dylan menjawab, "Tentu saja bisa."Melihat mereka hendak membahas urusan bisnis, tuan rumah acara tersebut pun mencari alasan untuk pamit.Joseph membawa serta seorang ilmuwan dari perusahaannya. Setelah perkenalan singkat, Clara dan Dylan mulai berbincang dengan ilmuwan tersebut. Joseph kabarnya tidak memiliki latar belakang di bidang Kecerdasan Teknologi, sehingga dia hanya menyimak dari samping dan sesekali menyela pada poin-poin penting, meskipun

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 876

    Mengingat kembali ekspresi acuh tak acuh Joseph Darmana, Vanessa menggelengkan kepala dan berkata, "Kami hanya pernah bertemu sekali, nggak bisa dibilang sudah saling mengenal."Sudah lebih dari setengah bulan sejak pertemuan terakhir mereka. Dia mengira Joseph sudah meninggalkan ibu kota, jadi Vanessa tidak menyangka akan berpapasan dengannya lagi di sini.…Malam itu, setelah selesai bekerja, Clara dan Dylan menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh salah satu mitra bisnis mereka.Begitu berada di dalam mobil, Clara memijat pelipisnya. Dia menyadari bahwa selama dua minggu terakhir, dirinya begitu sibuk dengan penelitian dan pengembangan proyek baru perusahaan hingga jarang sekali berkomunikasi dengan Elsa. Dia pun memutuskan untuk menelepon putrinya.Meskipun Elsa juga jarang menghubunginya selama dua minggu terakhir, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari ibunya. "Halo, Mama."Senyum tersungging di wajah Clara. "Halo. Kau sudah makan malam?""Sudah," jawab Elsa. "Mam

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 875

    Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?""Nggak usah."Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan.""Nggak perlu repot-repot."Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.Sekitar sepuluh menit kemudian, Elsa terbangun. Saat turun ke lantai bawah, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Edward berkata, "Mamamu ada urusan, jadi dia harus pulang dulu.""Oh ...."Begitu bangun dan tidak melihat Clara di sisinya, Elsa sebenarnya sudah bisa menduga hal itu.Elsa mengerucutkan bibir dan tidak berkata apa-apa. Dia lalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makanannya.Edward duduk di sampingnya dan mengulurkan tangan untuk memeriksa dahinya. "Demamnya sudah benar-benar reda. Ap

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 874

    Edward mengambil mangkuk dari tangan Clara lalu menyuapkan beberapa sendok bubur kepada Elsa. Setelah itu, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, “Sepertinya ada makanan lain yang disiapkan di dapur. Bagaimana kalau kau turun dan makan dulu?”Sebenarnya, Clara tidak merasa lapar.Namun, dia dan Edward memang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan. Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak berada di ruangan yang sama saat berada di dekat Elsa.Clara mengangguk dan berkata kepada Elsa, “Elsa, Mama mau turun dulu untuk makan sebentar. Nanti Mama kembali lagi.”Elsa menjawab dengan patuh, “Iya, Ma.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Clara berbalik dan melangkah turun.Begitu sosok Clara menghilang di balik pintu, Elsa pun mengalihkan pandangannya. Senyum di wajahnya lenyap saat menatap Edward.Menyadari ada sesuatu yang mengganjal di pikiran putrinya, Edward mengusap sudut mulut Elsa lalu bertanya, “Ingin bicara apa?”Elsa mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimut dengan kedua tang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status