MasukMungkin dia sudah menduga akan jawaban Clara yang seperti itu, Edward tersenyum dan berkata, "Elsa juga ikut."Clara tertegun. "Elsa juga ikut?"Mereka akan membahas urusan penting, membawa seorang anak kecil ikut serta ....Edward menjawab, "Dia sudah tahu hubungan kita."Clara semakin terkejut.Jika ada orang lain mengetahui hubungannya dengan Edward, tanpa ragu, pasti Edward yang telah memberitahukannya.Meskipun dia tidak tahu mengapa Edward memberi tahu temannya tentang hal itu, tetapi dia tidak bertanya lebih lanjut, dan hanya berkata, "Oke."Dia makan sedikit untuk mengganjal perut, lalu naik lagi ke kamar untuk merias tipis wajahnya. Setelah itu, masuk ke mobil Edward, dan mereka pun pergi.Nama temannya Edward itu, Azka Mananta. Dia berusia sekitar tiga puluh tahun.Dia sudah pernah bertemu Elsa sebelumnya, setelah menyapa Elsa dan Edward, dia lalu mengulurkan tangan kepada Clara sambil tersenyum, dan berkata, "Aku sudah banyak mendengar tentangmu ...." Dia berpikir sejenak se
Morti Group akhirnya memenangkan lelang proyek tersebut.Kegagalan Gori Group untuk memenangkan proyek tersebut sebenarnya sudah bisa diperkirakan oleh Keluarga Gori dan Sanjaya.Namun, melihat begitu banyak perusahaan besar yang ikut bersaing, dan ternyata Morti Group yang akhirnya keluar sebagai pemenang, Keluarga Gori dan Sanjaya semakin merasa kecewa.Mereka tentu saja kecewa karena telah gagal memenangkan lelang proyek itu.Namun, selain masalah itu, mereka pun memiliki kekhawatiran lain.Misalnya, proyek teknologi yang dikembangkan Gori Group dengan bantuan Edward kembali menemui jalan buntu. Proses pengembangan selanjutnya pun kembali terhambat oleh masalah pendanaan.Bukan hanya Gori Group, tetapi X-Tech juga menghadapi kesulitan yang sama.Jika pendanaan tidak mencukupi, maka semua proyek yang mereka kerjakan akan bermasalah.Tetapi saat ini, mereka tidak memiliki modal sebanyak itu .……Clara sama sekali tidak tahu tentang situasi antara Edward dan Vanessa.Setelah memenangka
Setelah ragu-ragu sejenak, Vanessa akhirnya menjelaskan tujuannya menghubungi Edward.Edward berkata, "Sepertinya aku pernah dengar tentang proyek ini sebelumnya. Apa tanggal lelangnya sudah dekat? Perusahaan mana saja yang ikut?"Vanessa pun menyebutkan beberapa perusahaan yang ikut bersaing dalam lelang tersebut.Termasuk perusahaan besar seperti Jetwave Labs, Inditech dan beberapa perusahaan besar lainnya.Dan tentu saja, Morti Group juga termasuk di antaranya.Setelah mendengar itu, Edward berkata, "Ada begitu banyak perusahaan besar yang ikut serta, kecil kemungkinannya Gori Group bisa menang."Vanessa tentu saja sudah tahu hal itu.Bukan hanya dia, tetapi Ervan dan yang lainnya juga sudah tahu.Namun, jika Edward bersedia membantu menyempurnakan materi proposal, membuka beberapa jalur koneksi, dan memberikan sedikit jaminan, maka masih ada peluang bagi mereka untuk memenangkan proyek itu.Tentu saja, Vanessa tidak bisa mengatakan hal itu secara langsung dan terbuka.Selain itu, m
Mendengar itu, Fani langsung mengerutkan kening dan berkata dengan cemas, "Terus ... kita harus gimana? Kalau nggak ada bantuan Edward, mustahil kita bisa memenangkan lelang proyek ini."Memang benar. Vanessa mencari Edward kali ini memang untuk meminta bantuannya agar bisa memenangkan proyek pemerintah yang mereka incar.Oleh karena itu, Vanessa telah menelepon Edward pagi ini, tetapi tidak ada yang menjawab. Itulah sebabnya dia langsung pergi ke Anggasta Group.Namun yang mengejutkan, dia harus kembali pulang dengan tangan kosong.Masalah ini sangat penting, Ervan juga sedang menunggu kabar dari Vanessa.Untuk itu, dia sampai datang sendiri ke X-Tech. Melihat Vanessa sudah kembali padahal waktu belum menunjukkan jam satu siang, dia sudah bisa menebak hasilnya, "Nggak ketemu Edward ya?"Vanessa menunduk dan menjawab, "Iya, Rio bilang dia sedang pergi untuk urusan bisnis."Ervan pun mengerutkan kening.Dia sebenarnya sudah mendengar tentang masalah antara Vanessa dan Edward.Sama seper
Clara tahu apa maksud kedatangan Richard menemuinya.Dia sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan sebelumnya.Namun, sikap Richard yang seperti ini ….Dia berhenti sejenak, menatap Richard, dan berkata dengan nada serius, "Maaf, mungkin aku nggak akan mempertimbangkan untuk memulai hubungan baru dalam waktu yang cukup lama. Jadi Pak Richard, mulai sekarang kau ...."Clara tidak ingin menggantung perasaan pria itu.Richard mengerti apa maksudnya, sebelum Clara selesai bicara, dia langsung berkata, "Aku paham maksudmu, tapi kau nggak perlu sampai membujukku begitu."Setelah mengatakan itu, dia dengan lembut menyodorkan buket bunga ke pelukan Clara. "Semoga kau suka."Melihat Clara tetap berdiri diam, dia tersenyum dan berkata, "Kau naik saja, aku nggak akan ganggu lagi."Clara menatap buket bunga di tangannya, tertegun sejenak, dan akhirnya menggelengkan kepala, lalu mengembalikan bunga-bunga itu kepada Richard. "Terima kasih, tapi … maaf."Setelah itu, dia tidak berkata apa-apa lagi,
Agra dan Doni sama-sama meragukan apa yang sudah mereka dengar.Setelah menyadari apa yang telah terjadi, mereka berdua masih sulit untuk percaya.Namun, reaksi Richard tidak tampak seperti bercanda.Lagipula, dengan kepribadian Richard, mereka tahu dia bukan tipe orang yang suka bercanda seperti itu.Agra menelan ludah dan berkata, "Jadi, kau ...."Orang itu sudah menikah! Apa yang bisa dia lakukan? Apakah … dia akan benar-benar menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang lain?Meskipun dia merasa bahwa dengan kualitas yang dimiliki Richard, sangat mudah baginya untuk merebut istri orang lain jika dia mau, tetapi ....Richard berkata, "Dia akan segera bercerai." Melihat reaksi mereka, khawatir kalau mereka akan salah paham, dia lalu segera menambahkan, "Mereka memang sudah dalam proses perceraian."Agra dan Doni tentu saja memercayai penjelasan Richard, akhirnya mereka menghela napas lega.Setelah perasaannya lebih santai, Agra mulai bergosip lagi, "Siapa dia?" Dia belum pernah melih







