FAZER LOGINJamuan makan Nainggolan Group dan Anggasta Group dijadwalkan pada malam yang sama.Bahkan, acara keduanya berada di hotel yang sama, hanya berbeda lantai saja.Clara dan Dylan pergi ke jamuan makan Anggasta Group terlebih dahulu.Setelah mengetahui kedatangan mereka, Edward segera keluar untuk menyambut mereka.Setelah bertukar sapa, Dylan kemudian berkata, "Karena Pak Edward sangat sibuk, silakan dilanjutkan saja. Nggak perlu terlalu sungkan."Edward mengangguk. "Terima kasih atas pengertiannya, Pak Dylan. Jika membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk menghubungi saya."Setelah menyapa Clara, Edward pergi untuk melayani tamu lainnya.Edward telah menghabiskan waktu lama di jamuan makan mereka kemarin. Meskipun Clara dan Dylan sebenarnya tidak ingin berlama-lama di jamuan makan Anggasta Group, namun mereka tetap bertahan hingga pertengahan acara. Setelah itu, mereka langsung naik ke lantai atas menuju jamuan makan Nainggolan Group.Melihat kedatangan Clara, Dani tampak sangat gembira. Se
Edward dan Dani sudah lama tidak bertemu dan jarang berkomunikasi. Mereka pun mengobrol tentang beberapa urusan perusahaan masing-masing dan berlangsung cukup menyenangkan.Doni merasa tidak berniat berteman dengan mereka, jadi dia tidak ingin membuang waktu lagi untuk berbasa-basi. Setelah mengobrol singkat dengan mereka, dia pun mencari alasan untuk pergi.Setelah itu, perhatiannya tertuju pada Clara dan Dylan yang sedang menerima tamu.Dia memperhatikan bahwa Dylan tetap memperlakukan Clara seperti sebelumnya. Bahkan, saat jamuan makan hampir berakhir, Dylan meminta Clara untuk mengantar Edward dan Dani keluar.Dylan jelas tidak memasukkan apa yang dikatakannya hari itu ke dalam hati!Apakah dia begitu memercayai Clara?Ekspresi Doni menjadi muram seketika.Clara yang tidak mengetahui apa yang dipikirkan Doni, mengantar Edward dan Dani meninggalkan aula perjamuan dengan sopan. "Terima kasih banyak atas kedatangan kalian berdua. Mohon maaf kalau ada kekurangan dalam penyambutan."Dan
"Datang sangat awal?""Iya, sekitar jam delapan." Doni terdiam, pandangannya menyapu kerumunan dan terfokus ke arah Edward.Edward saat itu sedang asyik berbincang dan sepertinya tidak berniat pergi.Jadi … dia memang tidak berencana menghadiri jamuan makan X-Tech?Saat itu, Edward juga menyadari kehadiran Doni, dia mengangkat gelasnya, dan tersenyum tipis ke arah Doni. Namun, sebelum mereka sempat lanjut berbicara, Dylan dan Clara sudah berjalan menghampiri Doni."Maaf karena sudah terlambat menyambut Anda, Pak Doni. Semoga Anda bisa memaklumi."Doni menarik kembali pandangannya. "Pak Dylan dan Bu Clara, jangan terlalu sungkan."Sebelum mereka sempat berbasa-basi lebih lama, Dani juga tiba. "Maaf, urusan hari ini agak banyak, jadi saya datang terlambat."Dibandingkan dengan Doni, sikap Dylan terhadap Dani jauh lebih baik dan sopan. "Nggak masalah, Pak Dani. Kehadiran Anda saja sudah merupakan suatu kehormatan bagi Morti Group."Doni memperhatikan bahwa Dani juga tidak menghadiri jamu
Pesan telah terkirim cukup lama, tetapi tidak ada yang membalas.Gading: [???] Melihat masih tidak ada balasan, dia akhirnya menelepon Edward. Setelah Edward menjawab, dia bertanya, "Hari ini ada pesta jamuan X-Tech. Kau di mana? Kenapa belum datang?"Edward menjawab, "Aku ada urusan hari ini."Gading berkata, "Jadi, kau nggak datang?"Edward berkata, "Iya. Selamat bersenang-senang."Gading tertegun. Sebelum bisa bertanya lebih banyak, Edward sudah mengatakan bahwa dia memiliki urusan penting lain dan langsung menutup telepon.Gading hanya terdiam. Namun, karena Edward sudah mengatakan itu, dia tidak bertanya lebih lanjut.Menurutnya, mengingat betapa Edward sangat menghargai Vanessa, maka Edward tidak akan absen kecuali dia memang benar-benar tidak bisa pergi.Setelah menutup telepon, tepat ketika dia hendak menelepon Dani, ternyata Dani sudah meneleponnya lebih dulu. "Aku ada urusan, jadi nggak bisa ke sana."Gading pun menghela napas. "Ya sudah. Kalian berdua ini memang sangat si
Namun, Vanessa tidak berniat memberi tahu siapa pun tentang hal itu.Masalah apakah Dani telah mengirimkan undangan kepada mereka atau tidak, itu bisa dikesampingkan untuk saat ini.Ervan lebih mengkhawatirkan hal lain."Vanessa, kau harus segera mengurus soal Edward."Vanessa menjawab, "Iya, aku tahu."Dia tahu Ervan mengatakan hal itu karena proyek penelitian perusahaan teknologi Gori Group hampir berhenti beroperasi karena kekurangan dana.Sebenarnya, walaupun Ervan tidak mengatakannya, Vanessa sendiri akan segera menyelesaikan masalah dengan Edward.Karena bukan hanya Gori Group yang kekurangan dana, X-Tech juga ... sangat membutuhkan uang.Baik Gori Group maupun X-Tech adalah perusahaan teknologi dengan proyek yang membutuhkan investasi berkelanjutan dan substansial. Sebelumnya, dengan bantuan Edward, mereka tidak perlu khawatir tentang hal ini, tetapi sekarang ....Keesokan harinya, Vanessa pergi ke Anggasta Group.Tetapi Edward tidak ada di kantor.Rio yang ada di sana.Vanessa
Dani tidak menanggapi di grup.Vanessa juga tidak.Gading mengira semua orang akan tertarik dengan pesan yang baru saja dia kirim di obrolan grup, tetapi yang mengejutkannya adalah tidak ada yang menanggapi bahkan setelah pesan itu dikirim agak lama.Gading: [??? Di mana kalian? Halo? Apa ada orang?]Dani melihatnya dan menjawab: [Sibuk.]Vanessa melihatnya dan setelah beberapa saat, juga menjawab: [Sibuk.]Gading: [...]Pada saat itu, Edward akhirnya menjawab: [Nggak ada waktu.]Gading: [...][Apa kalian semua sangat sibuk?]Edward: [Iya. Kita ngobrol lagi lain kali.]Setelah mengirim pesan itu, Edward pun tidak lagi menanggapi.Dani benar-benar sibuk. Setelah menanggapi Gading beberapa kalimat, dia tidak mengatakan apa pun lagi.Vanessa melihat Edward muncul sebentar lalu langsung keluar jaringan. Dia tidak membalas obrolan grup, tetapi hanya menatap kosong layar ponsel sambil agak termenung.Sejak beberapa hari lalu, setelah diam-diam menghubungi Rio untuk mencegatnya di jamuan maka







