Share

Bab 856

Author: Elenor
Elsa refleks mundur selangkah lagi yang semakin memperlebar jarak antara dirinya dan Vanessa. "Aku nggak mau. Aku mau pulang dan makan di rumah."

Vanessa tersenyum. "Ya sudah. Kalau begitu, Tante ikut ...."

"Aku mau pulang sendiri." Khawatir Vanessa tidak mengerti, Elsa menatapnya dan mengulangi ucapannya, "Aku mau pulang sendiri."

Ekspresi Vanessa berubah menjadi suram, dia lalu melangkah maju. "Elsa ...."

Namun, sebelum dia selesai berbicara, sopir Elsa sudah menghentikannya. "Bu Vanessa, tolo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (32)
goodnovel comment avatar
delima
Dyla harapan Van sma tuan muda selain Ed ada lg si gading...wkwk. gading plg ccok sma Van soalnya udh tau Van kelakuan bgtu ttp aja dukung klo Ed mau ttp sma Van. cm dia yg g mikirin soal moral..Doni aja sadar skrang
goodnovel comment avatar
gina nurwulan
gedeg ya sama bapak nya
goodnovel comment avatar
dyla
soraya harapan Va tinggal Ed doang.. kalo liat pov gading doni (fans Va dulu) berarti Va skrg udh ga mungkin lg dapetin tuan muda circle atas, reputasi nya udh hancur. Pdhal sebelum nya (mis ga ketemu Ed) Va udh pasti bisa jadi istri salah satu tuan muda
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 856

    Elsa refleks mundur selangkah lagi yang semakin memperlebar jarak antara dirinya dan Vanessa. "Aku nggak mau. Aku mau pulang dan makan di rumah."Vanessa tersenyum. "Ya sudah. Kalau begitu, Tante ikut ....""Aku mau pulang sendiri." Khawatir Vanessa tidak mengerti, Elsa menatapnya dan mengulangi ucapannya, "Aku mau pulang sendiri."Ekspresi Vanessa berubah menjadi suram, dia lalu melangkah maju. "Elsa ...."Namun, sebelum dia selesai berbicara, sopir Elsa sudah menghentikannya. "Bu Vanessa, tolong berhenti."Vanessa menatap Elsa dan berbicara, "Elsa ...."Elsa tidak menjawabnya. Dia berbalik, langsung membuka pintu mobil dan masuk.Melihat Elsa yang sudah masuk ke mobil, maka sopirnya juga ikut berbalik.Menatap mobil Elsa menghilang di tengah arus lalu lintas, bibir Vanessa terkatup rapat.Meskipun Elsa tidak pernah menjawab telepon atau pun membalas pesannya sejak pesta jamuan di Dr. Luwana, tetapi Vanessa tidak terlalu memikirkannya.Dia percaya bahwa ketika waktunya tepat nanti, di

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 855

    Karena jika menyerah sekarang, mereka bukan hanya akan kehilangan segalanya tetapi juga dibebani oleh hutang.Oleh karena itu, mereka harus bisa menarik Edward ke sisi mereka kembali.Rita menatap Vanessa. "Vanessa, soal Edward ...."Vanessa mengulangi jawaban yang sama, "Iya, aku tahu. Aku akan menghubunginya."Rita mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi.Dia selalu berpikir bahwa dirinya cukup mahir dalam berurusan dengan pria dan memahami jalan pikiran mereka, namun ... dia harus mengakui bahwa seluruh sikap Edward sejak pesta jamuan Dr. Luwana hingga sekarang berada di luar perhitungannya.Bahkan, dia sendiri pun ikut kebingungan.Vanessa menyelesaikan sarapannya dan langsung pergi ke kantor.Kemajuan pekerjaan di X-Tech sering kali terhambat, dan hal tersebut membuatnya sangat sibuk. Dia baru saja berbicara dengan seseorang ketika Diana menelepon. "Kak, Kak Edward sudah kembali! Dia baru saja menghadiri konferensi pers peluncuran produk Anggasta Group, aku melihat video siaran

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 854

    Edward berkata, "Apa kau yakin? Apa kau nggak kangen sama mamamu?"Elsa memalingkan wajahnya. "Kalau aku kangen, aku akan hubungi mama sendiri, nggak perlu dibantu."Edward mendengarkan, dia memandang ke arah putrinya. Saat hendak berbicara, ponsel Elsa berdering.Itu panggilan telepon dari Clara.Elsa melihat ke layar dan menjawab panggilan itu setelah dua detik. "Mama.""Iya, ini Mama," jawab Clara di sisi lain telepon. "Apa kau mau merayakan Festival Musim Gugur besok bersama Mama?"Elsa masih enggan dekat dengannya sekarang. Clara tidak tahu apakah putrinya itu akan bersedia untuk datang dan merayakan festival di rumah Keluarga Hermosa bersama dengannya, tetapi dia tetap harus bertanya.Elsa merasa ragu-ragu sejenak dan kemudian berkata, "Aku masih belum tahu. Aku tanya ayah dulu. Kalau sudah, aku akan kabari Mama nanti.""Oke." Clara berkata, "Jangan lupa kabari Mama, ya.""Iya, Ma." Elsa berkata, "Sampai jumpa, Mama.""... Sampai jumpa."Setelah Clara selesai berbicara, Elsa lang

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 853

    Dalam benak Gading, sosok Elsa itu selalu ceria dan bahagia. Jika dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, dia pasti akan segera memberi tahu Edward. Jadi, apa yang mungkin bisa membuat anak itu tidak bahagia?Elsa menggulir layar gawai-nya tanpa mendongak dan berkata, "Aku nggak sedih." Biasanya ketika mereka bertemu, Elsa akan selalu tersenyum dan jelas terlihat bahwa dia sedang bahagia.Jika digoda, dia pasti akan langsung membalas dengan penuh semangat. Fakta bahwa sikapnya yang tetap diam dan acuh tak acuh setelah digoda seolah-olah tidak ingin berbicara dengan siapa pun, membuat Gading yakin bahwa Elsa memang benar-benar sedang kesal.Gading baru saja hendak menggoda Elsa dan bertanya apa yang sudah membuatnya tidak bahagia, namun tiba-tiba Dani terbatuk ringan. "Sekarang giliranmu memesan.""Aku sudah pesan.""Pesan dua lagi."Gading terkejut. "Nafsu makanmu besar sekali hari ini?"Dani tidak menanggapi.Selama perjalanan mereka liburan ke laut terakhir kali, Dani memperh

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 852

    Selama beberapa hari berikutnya, Clara disibukkan dengan urusan perusahaan.Hari itu, Dylan tiba-tiba berkata kepadanya, "X-Tech baru-baru ini sudah kehilangan beberapa teknisi ahli mereka.""Iya," kata Clara. "Aku juga sudah mendengarnya.""Beberapa investor mereka juga sudah menarik diri, tapi masih ada beberapa yang belum menarik investasi mereka. Mereka mungkin masih menunggu dan ingin melihat apakah Edward akan bertindak atau nggak." Dylan tersenyum dan menambahkan, "Kabarnya, Panora juga ikut menarik investasinya."Panora adalah perusahaannya Doni Wijaya.Clara mengangguk.Dylan tidak bisa menahan diri untuk berkata, "Padahal kalau dilihat-lihat, dulu Doni tampak benar-benar terpesona pada Vanessa. Aku cukup terkejut saat tahu dia menarik investasinya dengan tegas."Clara tidak peduli dengan urusan Doni, sehingga tidak menanggapi.Dylan kemudian bertanya, "Apa Edward belum kembali?"Clara menggelengkan kepala. "Aku nggak tahu."Clara sama sekali belum menghubungi Elsa selama empa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 851

    Malam itu, Elsa makan sate, bermain balok susun, dan lanjut memandang bintang-bintang, kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.Keesokan harinya, selain saat membahas urusan pekerjaan dengan Dylan dan beberapa staf perusahaan, Clara hampir selalu mengajak Elsa bersamanya.Dylan dan Gery beberapa kali mencoba mendekati Elsa.Elsa akan menyapa dan mengucapkan terima kasih dengan patuh, tetapi hubungan mereka dengan anak itu sama sekali tidak menjadi lebih akrab.Awalnya, mereka mengira Elsa adalah anak yang pemalu, tetapi mereka segera menyadari bahwa dia sendiri yang sedang menolak pendekatan mereka.Elsa hanya tidak ingin berteman dengan mereka.Mengenai perasaan Elsa di masa lalu terhadap Vanessa, meskipun Dylan merasa kasihan pada Clara, namun dia tidak sepenuhnya menyalahkan Elsa karena anak itu masih kecil dan belum mengerti apa-apa.Lagipula, Elsa adalah putrinya Clara. Jadi, bagaimana mungkin dia tidak ingin menyayangi anak itu dengan tulus?Namun, dengan sikap Elsa saat ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status