Share

Bab 60

Author: Ratih Larasati
Melly datang dengan beberapa anggota dewan direksi, langkahnya tegas dan penuh tekanan.

Dia berdiri tepat di depan Shelly, tatapannya seolah ingin menelan Shelly hidup-hidup.

“Kamu tahu tidak, masalah ini sudah menimbulkan kerugian sebesar apa untuk Grup Dominion?!”

Tuduhan langsung dilontarkan tanpa jeda, dengan nada penuh kepastian, seolah-olah kesalahan itu sudah pasti milik Shelly.

Melly memang selalu tegas dan dominan. Shelly tahu itu.

Namun saat ini, satu-satunya harapannya adalah pada Jef
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 446

    "Hah?"Hati Tania langsung mencelos. "Apa yang terjadi lagi? Kenapa kamu datang ke kantor pagi-pagi sekali?"Shelly berdiri di depan gedung perusahaan sambil mendongak menatap bangunan yang menjulang tinggi itu. "Nanti setelah semuanya selesai, baru aku ceritakan."Dia menutup telepon, lalu melangkah masuk ke dalam perusahaan.Kantor masih benar-benar sepi. Dia memang sengaja datang lebih awal agar bisa naik ke lantai paling atas sebelum ada orang lain yang datang.Tak disangka, Jeffry sudah di kantor.Beberapa saat kemudian, di dalam ruang kerja Jeffry.Shelly berdiri di tengah ruangan.Sebelum datang, dia sudah mempersiapkan diri dengan matang. Dia telah menyusun kata-kata yang ingin diucapkan, bahkan melatihnya berulang kali dalam hati.Namun saat benar-benar berdiri di hadapan Jeffry, tak satu kata pun mampu keluar dari mulutnya.Jeffry membuka laci di sisi kanan mejanya, lalu mengeluarkan sebuah surat pengunduran diri dan mendorongnya ke hadapan Shelly."Tandatangani."Shelly spon

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 445

    Kalau Keluarga Wijaya juga mengira anak itu adalah anak Harrison, mereka pasti juga akan datang mencarinya!Baru lepas dari Keluarga Anderson, lalu harus menghadapi Keluarga Wijaya.Bukankah itu sama saja berpindah dari satu lubang api ke lubang api lainnya?Apa Shelly memang merasa hidupnya terlalu lancar?Sama saja menyinggung dua keluarga sekaligus."Shelly, membuktikan kepada Keluarga Anderson bahwa anak ini bukan anak Jeffry memang sangat sulit. Tapi membuktikan kepada keluargaku bahwa anak ini bukan anakku, justru sangat mudah."Harrison menganalisis dengan serius."Ayahku dan yang lainnya pasti akan merahasiakan hal ini. Aku terang-terangan merekrutmu di depan umum, itu sama saja menampar wajah Jeffry. Ayahku pasti malah senang."Selama Shelly bisa membuktikan kepada Keluarga Wijaya bahwa anak itu bukan anak Harrison ....Keluarga Wijaya tidak akan berusaha menghentikan rumor-rumor itu.Karena setiap rumor yang beredar adalah tamparan bagi Keluarga Anderson.Situasi seperti ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 444

    "Yang mencarimu bukan hanya dia, tapi kami berdua."Harrison berjalan menghampiri Shelly, lalu berdiri di sampingnya sambil menunduk menatapnya."Aku ingin mengundangmu bergabung bekerja di Grup Vantara. Pak Jeffry bilang, keputusan ada di tanganmu."Mata Shelly sedikit membesar. Dia menatap Harrison dengan tidak percaya, lalu beralih memandang Jeffry.Jeffry tetap berdiri di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun, memancarkan aura seorang pengendali situasi.Meskipun Harrison mengatakan keputusan ada di tangan Shelly ....Shelly tahu betul bahwa keputusan sebenarnya tetap berada di tangan Jeffry."Pak Harrison, jangan bercanda. Saya bahkan masih menjalani cuti melahirkan.""Aku menghargai orang berbakat," jawab Harrison tanpa ragu. "Kalau kamu setuju, kita bisa langsung urus proses masuk kerjamu. Cuti melahirkanmu tetap berlanjut, dan gajimu akan tetap aku bayar."Ekspresinya sangat serius.Mengatakannya di hadapan begitu banyak orang membuktikan bahwa dia sama sekali tidak sedang berca

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 443

    "Memangnya kamu siapa?"Shanen memotong ucapan pria itu. "Jeffry, aku hanya meminta penjelasan untuk Elora, bukan bermaksud mempersulit kamu. Kalau anak yang dikandung Shelly bukan anakmu, lalu coba katakan, anak itu milik siapa? Sebagai atasannya, kamu berhak tahu soal ini.""Mempersulit aku?" Sudut bibir Jeffry terangkat membentuk senyum dingin. "Jangankan mempersulit aku, kamu bahkan nggak pantas mempersulit dia."Wajah Shanen langsung berubah muram.Jeffry terang-terangan membela Shelly di depan semua orang!"Kalau begitu, bolehkah aku menganggap kalau secara tidak langsung kamu mengakui bahwa anak dalam kandungan Shelly adalah anakmu?"Jeffry menyipitkan sedikit mata tajamnya. Tatapannya kepada Shanen seolah sedang memandang selembar plester busuk yang tidak bisa dilepaskan.Menjijikkan.Namun masalah ini menyangkut anak yang dikandung Shelly.Jika dia ingin menjaga harga diri Shelly, apa pun pilihannya akan menempatkannya dalam situasi yang sulit."Siapa ayah dari anak yang dikan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 442

    "Baik."Meski merasa sangat bersalah, Shelly tetap harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Dia berbalik dan berjalan keluar dari aula jamuan.Di tengah kerumunan, pria yang berdiri paling menonjol itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arahnya, lalu menatap punggungnya yang ramping dan mulus.Hampir dalam sekejap, Jeffry langsung mengenalinya.Shelly datang bersama Harrison.Wajah Jeffry seketika menjadi sedikit lebih suram tanpa bisa dia kendalikan.Orang yang sedang berbicara dengannya mendadak merasakan hawa dingin menjalar di punggung. Kalimat yang belum selesai diucapkan pun langsung terhenti.Beberapa orang mengikuti arah pandangan Jeffry, tetapi yang mereka lihat hanyalah Harrison.Semua orang tahu hubungan Jeffry dan Harrison tidak akur. Kini tampaknya rumor itu memang benar.Hanya saja, mereka tidak menyangka kebencian itu sedalam ini, sampai-sampai ekspresi Jeffry langsung berubah begitu melihat Harrison."Maaf, saya permisi sebentar."Jeffry meletakkan gelas angg

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 441

    Jamuan dimulai pukul enam sore.Setelah mengantar Nana pulang, Shelly makan siang dan beristirahat sejenak sebelum mulai bersiap menghadiri jamuan.Gaun hitam yang dikenakannya tidak memperlihatkan perut hamilnya, malah membuat kulitnya tampak semakin cerah.Meski tanpa riasan, wajahnya sama sekali tidak terlihat pucat. Justru karena berat badannya bertambah beberapa kilogram, rona wajahnya tampak jauh lebih segar.Dia membawa tasnya dan keluar rumah. Harrison sudah datang lebih dulu dengan mobil balap Rolls-Royce, menunggunya di depan pintu.Pria itu bersandar di badan mobil sambil menunduk memainkan ponselnya.Mendengar suara pintu terbuka, dia mengangkat kelopak matanya sekilas untuk melihat, lalu kembali menunduk menatap layar ponsel.Beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba mengangkat kepala dan menoleh lagiSinar matahari senja yang condong ke barat menyinari tubuh Shelly, membuat kulit putihnya memancarkan semburat keemasan.Rambut hitam panjangnya diikat menjadi ekor kuda, ujung r

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 206

    Napas Shelly seketika tertahan. Dia segera menjelaskan, “Saya merasa urusan pernikahan Anda dengan Nona Elora jauh lebih penting.”Sebagai sekretaris Jeffry, dia memang memiliki wewenang untuk menyesuaikan jadwal kerja secara wajar.Selama ini Jeffry tidak pernah mempermasalahkannya.Namun kali ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 205

    “Karena kamu yang pandai mengungkapkan perasaan, urusan itu biar kamu saja yang mengurusnya.”Melihat dirinya tidak berhasil membujuk Melly, Nenek Mina pun berbalik sambil memanggil Kakek Yanto.“Ayo, kita naik dan tidur.”Kakek Yanto merapikan satu per satu bidak gomoku di papan, lalu bangkit mengi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status