Home / Romansa / Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi / Bab 60. Cemburu yang Tidak Mau Diakui

Share

Bab 60. Cemburu yang Tidak Mau Diakui

Author: Sweety
last update Last Updated: 2026-01-03 22:00:09

Ballroom di salah satu lantai atas tower berkilau malam itu. Lampu kristal memantulkan cahaya hangat. Musik lembut mengalun, bercampur dengung percakapan dan tawa karyawan RCA Investments.

Di layar LED raksasa, video perjalanan perusahaan diputar. Potongan demi potongan membuat ruangan hening sesaat. Tepuk tangan menyusul ketika Reon sang CEO naik ke podium. Lelaki tampan dengan blazer hitam itu memberikan welcome speech singkat. Lugas. Tidak berlebihan. Tepat sasaran.

Makan malam pun dimulai. Hidangan berlapis disajikan rapi, gelas-gelas kristal beradu pelan. Suasana mencair.

Lalu tibalah sesi yang paling ditunggu. Award dan door prize.

Ellena duduk tegak di kursinya. Meski pikirannya sesekali melayang pada hal-hal yang tidak ingin dia pikirkan—tentang Reon—Ellena memaksa dirinya fokus. Di tangannya, ponsel menyala. Nomor kupon undiannya sudah Ellena catat rapi. Banyak.

"Wah, kupon undian Kak Ellena banyak juga," celetuk Vino.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 63. Bercinta dalam Mimpi?

    Begitu tiba di ruangan istirahatnya dalam suite, Reon mendudukkan Ellena di atas kasur. Tangannya dengan pelan mengangkat paha Ellena dan menarik lepas gaun sekretarisnya itu. Kini, tersisa kain segitiga yang ada di tubuh gadis itu, menutupi intinya. Reon menurunkan badannya, Ellena menyambut dengan kedua lengan yang bertumpu pada bahu lelaki itu. "Kamu semakin cantik, Elle," ujar Reon dengan suara beratnya yang parau. Jemarinya terangkat membelai rambut hitam halus Ellena, kemudian wajah lembut gadis itu.Dada Ellena naik turun, napasnya berat, jemarinya naik menyentuh rahang tegas Reon. "Kamu juga makin tampan, Reon."Detik berikutnya, Ellena melepaskan blazer Reon dan menarik kaos hitam lelaki itu ke atas. Kini, tubuh atletis Reon dengan otot-otot seksi terpampang jelas. Pandangan sayu mereka terkunci beberapa saat. Setelah itu, Reon membaringkan Ellena dan melumat bibir sekretarisnya yang merah. Reon merasakan jantungnya

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 62. Ellena dan Reon di Bawah Lampu Redup

    Dugaan Vino benar, Reon dan Ellena tidak hanya berciuman di ruangan transisi yang minim cahaya itu, mereka melakukan sesuatu yang lebih intim dengan penuh gairah. Badan mereka saling merapat, Reon bahkan bisa merasakan tonjolan kenyal menyentuh dada bidangnya. Bibir mereka terus bertaut dalam ritme yang saling menuntut. Ciuman keduanya semakin dalam kala panas yang menjalar di tubuh Ellena membuat gadis itu kehilangan kendali. Api di dadanya mendorong Ellena untuk lebih berani menyentuh Reon. Tangannya bergerak atas bawah—dari tengkuk ke dada bidang Reon—dia meraba dan mengelus secara bergantian. "Empphhh… Reon…""Ya, sayang… mmhmmm…"Reon sempat terkejut dengan Ellena yang tiba-tiba menciumnya, namun alkohol yang masih menguasai lelaki itu membuat Reon berpikir semua ini hanya mimpi. Tangan Reon terangkat, mengikuti garis bahu hingga punggung Ellena, seakan mengabsen setiap lekuk yang selalu membuatnya candu. Dia lalu menari

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 61. Rencana Licik Laura Gagal

    Laura menyeringai tipis penuh kemenangan begitu menyaksikan Ellena menyesap minuman yang sudah dia campurkan obat. Ya, dia berencana membawa Ellena pergi menuju hotel terdekat dan membiarkan gadis itu ditiduri oleh pria suruhan Laura. Perempuan itu akan merekam serta memotret Ellena dan menyerahkan hasilnya pada Reon. Dengan begitu, Reon akan membenci Ellena dan posisinya sebagai sekretaris pertama tidak akan direbut oleh Ellena. Namun, rencana Laura tidak berjalan sebagaimana mestinya, dia kehilangan jejak Ellena saat Laura mengambil tasnya. Dia kembali memindai setiap sudut ballroom lalu menyusuri lantai itu, mencari keberadaan Ellena. "Astaga! Dia ke mana sih!" gerutu Laura, menoleh kanan kiri dengan mata penuh selidik. Sementara itu, yang dicari sudah ada di lantai eksekutif, sedang berjalan sempoyongan menuju ruangannya yang terhubung dengan suite CEO."Hhngh… panas…" gumam Ellena. Gadis itu melangkah masuk de

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 60. Cemburu yang Tidak Mau Diakui

    Ballroom di salah satu lantai atas tower berkilau malam itu. Lampu kristal memantulkan cahaya hangat. Musik lembut mengalun, bercampur dengung percakapan dan tawa karyawan RCA Investments. Di layar LED raksasa, video perjalanan perusahaan diputar. Potongan demi potongan membuat ruangan hening sesaat. Tepuk tangan menyusul ketika Reon sang CEO naik ke podium. Lelaki tampan dengan blazer hitam itu memberikan welcome speech singkat. Lugas. Tidak berlebihan. Tepat sasaran.Makan malam pun dimulai. Hidangan berlapis disajikan rapi, gelas-gelas kristal beradu pelan. Suasana mencair.Lalu tibalah sesi yang paling ditunggu. Award dan door prize.Ellena duduk tegak di kursinya. Meski pikirannya sesekali melayang pada hal-hal yang tidak ingin dia pikirkan—tentang Reon—Ellena memaksa dirinya fokus. Di tangannya, ponsel menyala. Nomor kupon undiannya sudah Ellena catat rapi. Banyak. "Wah, kupon undian Kak Ellena banyak juga," celetuk Vino.

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 59. Lanjut Balas Dendam?

    Reon membuka matanya sedikit, sembari menghisap kulit leher Ellena, lelaki itu melirik kelopak mata Ellena yang dipoles eyeshadow nude. Irisnya juga menyaksikan bagaimana Ellena larut dalam permainan tangan Reon. Suara-suara pria di luar bilik dengan kegiatan mereka benar-benar diabaikan oleh Reon. Selanjutnya, setelah puas menebar jejak di leher Ellena, Reon memutar badan mungil mantan kekasihnya itu agar menghadapnya. Wajah mereka sama-sama panas dan memerah, napas keduanya bercampur. Reon kembali menunduk dan mengerjai bibir Ellena. Dia masih saja tidak terima senyum manis Ellena diberikan pada Anggara. Ellena berusaha mencakar, memukul dan mendorong tubuh menjulang bosnya. Tapi apa daya gadis itu tak kuasa. Seperti yang dulu, Reon selalu membuatnya berakhir pasrah jika sudah berada di situasi macam ini. Kaki Ellena bisa dipakai untuk menendang. Cuma berkaca pada masa lalu mereka. Ellena pernah menghantam benda berharga Reon denga

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Ban 58. Di Balik Bilik Ruang Ganti

    Para karyawan RCA Investments mulai bergerak meninggalkan arena. Arus langkah mengalir menuju lift dan tangga—ke lantai tempat makan siang telah disiapkan. Suasana riuh perlahan menjauh, digantikan gema langkah dan tawa yang memudar. Tapi Ellena masih berdiri diam. Punggung gadis itu bersandar di dinding koridor dekat ruangan ganti. Ya, dia terus memikirkan kata-kata Reon di lapangan. Ellena menarik napas mencoba mengatur dirinya. Dia membatin. 'Aku cuma mau minta maaf biar gak ada salah paham juga.' Tak berselang lama, pintu ruangan ganti terbuka. Itu pasti Reon, Ellena tadi mengikuti bosnya. Namun belum sempat gadis itu menyapa, tangan Ellena ditarik cepat dan tubuhnya berpindah beberapa langkah ke dalam. Pintu kembali tertutup. Napas Ellena tercekat saat merasakan punggungnya menyentuh dinding dan Reon mengurung gadis itu. Tatapan mereka bertaut dalam jarak yang sangat intim. "Pak Reon—" suara Ellena nyaris berbisik. "Kamu menunggu saya, Elle?" Reon menunduk da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status