Share

Diprovokasi Bianca

Penulis: Dre LA
last update Tanggal publikasi: 2026-08-01 20:46:04

Meski bisa menahan Rekha di sisinya, Bianca sama sekali tak melepaskan pegangan tangannya ke Rekha, sementara Rekha, sangat gelisah karena Naya tak juga membalas pesan darinya.

"Lepaskan tanganku sebentar, Bianca, karena aku harus segera pulang ke apartemen," ucap Rekha mencari alasan.

"Kamu mau pergi ke mana, Rekha, sementara kondisiku masih sangat lemah seperti ini?!" jerit Bianca sambil menarik kemeja Rekha dengan sekuat tenaga ketika pria itu bersiap beranjak dari kursi.

"Aku butuh meng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Naya Salah Paham.

    Merasa belum puas meski sudah merendahkan dan mengatai Naya macam-macam, Bianca menulis lagi pesan menghina ke Naya.[Kamu pasti nggak percaya kan? pria yang bilang suka kamu, sekarang dia sedang sibuk memanjakanku di sini, dan kami berdua tertawa puas melihat betapa bodohnya kamu yang menelan mentah-mentah janji manisnya. Angkat kakimu dari apartemen Rekha sekarang juga, dasar pelacur menjijikkan! Pergi sejauh mungkin malam ini juga, sebelum aku menyuruh orang-orang bayaran ayahku untuk menyeretmu keluar dari apartemen itu lalu meludahi wajahmu di depan umum agar semua orang tahu betapa hinanya dirimu!"] Di waktu yang sama, di dalam apartemen Rekha yang terasa sangat dingin dan sunyi, Naya sedang mondar-mandir dengan perasaan gelisah. "Kenapa kamu belum pulang juga, Rekha? Kamu bilang kamu hanya pergi sebentar, tetapi ini sudah pagi dan kamu bahkan tidak membalas pesanku sama sekali," gumam Naya sambil menggigit kuku jarinya. "Apa terjadi sesuatu yang buruk di sana sampai kamu me

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Diprovokasi Bianca

    Meski bisa menahan Rekha di sisinya, Bianca sama sekali tak melepaskan pegangan tangannya ke Rekha, sementara Rekha, sangat gelisah karena Naya tak juga membalas pesan darinya."Lepaskan tanganku sebentar, Bianca, karena aku harus segera pulang ke apartemen," ucap Rekha mencari alasan. "Kamu mau pergi ke mana, Rekha, sementara kondisiku masih sangat lemah seperti ini?!" jerit Bianca sambil menarik kemeja Rekha dengan sekuat tenaga ketika pria itu bersiap beranjak dari kursi. "Aku butuh mengambil dokumen kerjaku yang tertinggal di sana, sebab besok pagi aku ada rapat penting dengan dewan direksi perusahaan. aku nggak bohong," jawab Rekha, yang langsung mendapat senyuman sinis dari Bianca. "Alasan busuk!" teriak Bianca sebelum ia melempar segelas air ke lantai hingga gelas itu pecah berantakan dan membasahi sepatu Rekha. "Kamu pasti mau menemui wanita gatal itu lagi, kan?! Kamu mau kembali ke pelukan janda murahan itu setelah kamu berjanji untuk menemaniku di sini?!" "Jaga bicar

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Aku Gila Karena Kamu!

    "Maafkan saya, Om, karena saya sama sekali tidak bermaksud menyakiti Bianca," ucap Rekha sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Kamu pikir kata maaf bisa mengembalikan darah putriku yang terbuang sia-sia akibat perbuatan kotormu?!" teriak Tuan Darmawan murka. "Kamu berselingkuh dengan istri adikmu sendiri, lalu kamu mempermalukan keluarga kami di depan semua orang!" "Saya bisa menjelaskan semuanya jika Om mau memberikan saya sedikit waktu agar kesalahpahaman ini selesai," pinta Rekha dengan nada memohon. "Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, karena kamu harus menikahi Bianca bulan depan, atau aku akan memastikan kamu membusuk di penjara atas tuduhan penggelapan dana perusahaan yang sudah aku siapkan buktinya secara rapi!" ancam pria paruh baya itu dengan tatapan membunuh. "Om tidak bisa melakukan itu karena saya tidak pernah menggelapkan uang sepeser pun dari perusahaan!" sangkal Rekha panik. "Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau karena aku memiliki kuasa penuh di n

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Aku Tunangan Kamu!!

    Suara isak tangis histeris langsung pecah dari seberang telepon sehingga napas Rekha seketika berhenti. "Rekha! Kamu di mana sekarang?!" teriak suara serak seorang wanita paruh baya yang sangat Rekha kenal karena suara itu adalah milik ibunda Bianca. "Tante? Ada apa, Tante, karena suara Tante terdengar sangat panik?" tanya Rekha sambil mencengkeram ponselnya kuat-kuat, dia segera berdiri dari tempat tidur dengan wajah panik, sementara Naya juga ikut duduk dan mendengarkan apa yang terjadi. "Bianca mencoba bunuh diri, Rekha! Dia menelan puluhan pil tidur lalu menyayat pergelangan tangannya di kamar mandi ketika dia mendengar kabar gila yang sekarang beredar!" Suara ibu Bianca terdengar panik dan bergetar, sehingga Rekha bertanya dengan nada gusar. "Kabar apa yang Tante maksud?!" "Jangan berpura-pura bodoh karena seluruh keluarga kami sudah tahu semuanya! Bianca hancur berkeping-keping saat dia mengetahui kamu membawa kabur Naya, yang mana dia adalah istri dari adik kandungmu

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Telepon Tak Terduga

    "Mhhh... ahhh... terus... lebih keras, Rekha... mhhh!" Suara decakan basah dari gesekan daging dan benturan kulit yang keras mulai mendominasi seluruh penjuru ruangan. "Panggil namaku terus, Naya... hhh... jangan berhenti..." "Rekha! Akhhh! Rekha... aku mau keluar... ahhhh! Aku nggak tahan lagi!" Tubuh Naya seketika menegang kaku, sementara sepuluh jari kakinya melengkung tajam. Ia menjerit tertahan saat gelombang orgasme yang sangat dahsyat menghantam kesadarannya berkali-kali. "Ahhhhh! Rekhaaa!" Rekha memejamkan matanya rapat-rapat saat ia merasakan kedutan hebat di dinding dalam Naya yang menjepit erat batangnya tanpa ampun. "Shit... Naya... nghhh! Menjepit sekali... akhhh!" Rekha mengerang sangat panjang karena ia merasakan semburan panasnya akan segera datang. Dengan satu gerakan kilat, Rekha menarik pinggulnya mundur menjauh dari celah basah tersebut. Terdengar suara *pop* yang sangat nyaring saat batang raksasa itu terlepas keluar tepat satu detik sebelum ledakan

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Hancurkan Aku, Sayang!

    Rekha akhirnya melepaskan tautan ciuman mereka karena paru-paru mereka kembali menuntut pasokan udara, tetapi pria itu tetap menahan wajahnya agar berjarak hanya beberapa sentimeter saja dari wajah Naya yang memerah padam. Mereka saling menatap langsung ke dalam mata satu sama lain dengan intensitas yang sangat membakar, sementara napas mereka yang sama-sama tersengal-sengal beradu panas di udara sempit di antara wajah mereka berdua. "Aku siap, Rekha... hancurkan aku..." bisik Naya dengan suara penuh gairah, matanya menatap tajam ke dalam sorot kelam pria itu. "Kamu yakin?" tanya Rekha dengan suara berat, dahinya berkeringat karena menahan ledakan yang semakin mendekat. "Aku yakin... aku ingin kita keluar, bersama-sama..." jawab Naya sambil mengangguk pelan, tangannya meraih tengkuk Rekha dan menariknya lebih dekat. Sorot mata kelam Rekha menelusuri setiap inci fitur wajah Naya yang basah oleh keringat, sedangkan Naya menatap balik manik mata tajam pria itu dengan sorot mata yang s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status