Share

Aku Tunangan Kamu!!

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-08-01 20:40:17

Suara isak tangis histeris langsung pecah dari seberang telepon sehingga napas Rekha seketika berhenti.

"Rekha! Kamu di mana sekarang?!" teriak suara serak seorang wanita paruh baya yang sangat Rekha kenal karena suara itu adalah milik ibunda Bianca.

"Tante? Ada apa, Tante, karena suara Tante terdengar sangat panik?" tanya Rekha sambil mencengkeram ponselnya kuat-kuat, dia segera berdiri dari tempat tidur dengan wajah panik, sementara Naya juga ikut duduk dan mendengarkan apa yang terjadi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Ketagihan Dadang

    Rekha mendongak, menatap bayangan dirinya di cermin besar di seberang ruangan. Matanya menyipit tajam, memancarkan dendam yang jauh lebih gelap dan berbahaya dari sebelumnya. Ia bangkit berdiri dengan susah payah, menyambar jaket kulit hitamnya di atas sofa, dan menyeka sisa air matanya dengan kasar. Pengkhianatan kecil yang hampir ia lakukan tadi menyadarkannya satu hal: meratapi nasib di *penthouse* mewah ini tidak akan pernah bisa membawa Naya kembali ke pelukannya. "Arga... Bianca... kalian semua bakal bayar mahal," desis Rekha mematikan, melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut dengan tekad bulat untuk membakar dunia demi merebut kembali ratunya. *** Suara deru mesin sedan mewah milik Bianca melaju kencang membelah jalanan ibu kota yang basah oleh sisa hujan dini hari. Di dalam kabin mobil yang remang-remang, udara terasa begitu panas dan menyesakkan. Bianca duduk di kursi belakang dengan napas memburu, dadanya naik-turun dengan tidak beraturan. Sisa-sisa gairah yan

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Aku Jijik Sama Kamu!

    Melihat pertahanan Rekha mulai goyah, Bianca memanfaatkan kesempatan emas itu dengan kelicikan tingkat tinggi. Ia merapatkan tubuhnya, menempelkan dada bidang Rekha ke tubuhnya, lalu membisikkan racun di telinga pria itu. "Kalau kamu mau melampiaskan amarahmu... kalau kamu mau balas dendam dengan cara paling nyata malam ini... jadikan aku pelampiasanmu, Rekha," bisik Bianca parau, napasnya menerpa leher Rekha yang kokoh. "Lupakan Naya yang sudah mengkhianatimu. Ambil aku. Malam ini, aku sepenuhnya milikmu." Rekha menatap wajah Bianca dalam kabut alkohol dan amarah yang mendidih. Otaknya yang sudah lumpuh oleh keputusasaan tidak lagi mampu membedakan mana musuh dan mana racun. Yang ia tahu, ia ingin menghancurkan segala hal yang tersisa, ia ingin merasakan sentuhan, ia ingin melupakan bayang-bayang Naya yang direnggut paksa oleh Arga. "Kamu mau jadi pelampiasan malam ini, Bianca?" bisik Rekha dengan suara serak yang berubah menjadi sangat berbahaya. Cengkeraman tangannya berali

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Dijebak Bianca

    Deru helikopter tempur hitam pekat mendarat kasar di landasan pribadi *penthouse* mewah milik Rekha Adhitama di jantung kota Jakarta, menembus langit malam yang kelam. Di dalam kabin utama, ruangan itu tampak bagai kapal pecah. Puluhan vas kristal berharga fantastis berserakan di atas lantai marmer, meja kerja mahagoninya hancur berkeping-keping akibat amukan brutal, dan layar monitor besar di dinding menampilkan sisa-sisa rekaman pencarian yang gagal total di pegunungan Puncak. Rekha melompat turun dari helikopter dengan langkah limbung. Kemeja hitamnya basah kuyup, rambut hitamnya yang biasanya tersisir rapi kini jatuh berantakan di atas kening, dan sorot mata legamnya memancarkan kehancuran total yang mengerikan. Ia kehilangan segalanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam: perusahaannya runtuh dihantam skandal dokumen rahasia, statusnya berubah menjadi buronan kepolisian, dan yang paling menyiksa jiwa raganya—wanita yang paling ia cintai, Naya, direbut paksa oleh iblis ma

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Ahhh!

    Arga menunduk, mendaratkan ciuman pertama di bibir Naya—bukan ciuman paksaan yang kasar, melainkan ciuman yang lambat, basah, dan luar biasa memabukkan. Dengan wajah aslinya yang sempurna, ciuman itu terasa sepuluh kali lipat lebih berbahaya. Naya merasa seolah ia sedang disihir oleh racun manis yang mengalir perlahan di dalam aliran darahnya. Naya mengerang pelan di sela ciuman itu, tangannya yang tadi sempat gemetar ketakutan kini tanpa sadar terangkat, merayap naik dan mencengkeram bahu bidang Arga dengan erat, menarik pria itu semakin mendekat ke dalam pelukannya. Arga menyadari perubahan kecil itu. Seringai kemenangan merekah di sudut bibirnya. Ia melepaskan pautan bibir mereka, menatap manik mata Naya yang sayu, berenang dalam lautan gairah dan kepasrahan mutlak. "Pintar, Adik kecilku," puji Arga serak, mengusap rahang Naya dengan ibu jarinya. "Kamu mulai belajar cara menyerahkan diri pada takdirmu. Kamu sadar kalau melawan hanya akan membuatmu semakin tersiksa dalam api

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Jangan Melawan

    Arga menyadari perubahan kecil itu. Seringai kemenangan merekah di sudut bibirnya. Ia melepaskan pautan bibir mereka, menatap manik mata Naya yang sayu, berenang dalam lautan gairah dan kepasrahan mutlak. "Pintar, Adik kecilku," puji Arga serak, mengusap rahang Naya dengan ibu jarinya. "Kamu mulai belajar cara menyerahkan diri pada takdirmu. Kamu sadar kalau melawan hanya akan membuatmu semakin tersiksa dalam api ini." "Kamu... kamu benar-benar pria paling jahat yang pernah aku kenal..." cicit Naya dengan mata berkaca-kaca, napasnya tersengal-sengal menatap ketampanan Arga yang begitu membius. "Kenapa harus aku? Kenapa kamu harus terobsesi separah ini sama aku?" "Karena kamu satu-satunya hal di dunia ini yang membuatku merasa nyata setelah lima tahun hidup di dalam bayang-bayang kematian," jawab Arga tanpa ragu, suaranya berubah menjadi bisikan yang sangat intim dan khusyuk. "Semua kekayaan, semua balas dendam pada Rekha, semua rencana busukku... itu semua tidak ada artinya di

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Kamu Jahat, Mas!

    Arga menyisir rambut tebalnya ke belakang dengan jemari, tersenyum simpul—sebuah senyum mematikan yang sanggup membuat wanita mana pun bertekuk lutut. "Kecelakaan mobil lima tahun lalu itu memang nyata, Sayang. Mereka memang nyiksa Mas. Tapi mereka lupa, kekayaan tak terbatas di pasar gelap luar negeri bisa membeli ahli bedah plastik terbaik di dunia buat nyembuhin luka fisik seburuk apa pun." "Jadi... selama ini kamu bohong?!" Naya mundur hingga punggungnya menabrak kepala ranjang, dadanya naik-turun menahan luapan emosi yang meledak-ledak. "Kamu pura-pura cacat, pura-pura kesakitan, pura-pura nyaris mati... cuma buat narik rasa kasihan aku?!" "Mas harus ngetes kamu, Naya!" sahut Arga santai, merangkak maju bagai singa jantan yang mengurung mangsanya. "Kalau Mas datang menjemputmu dengan wajah setampan dan sesempurna Rekha, kamu mungkin cuma bakal takjub sesaat. Tapi Mas mau tahu... apa kamu bakal tetap berlutut dan setia buat Mas kalau fisik Mas hancur, menjijikkan, dan enggak b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status