Chapter: Rencana Licik Membuat Naya 'Keguguran'.Kebohongan adalah lubang tak berdasar. Sekali kau melompat masuk, kau harus terus menggali untuk menyembunyikan dirimu. Di dalam ruang kerjanya yang kedap suara, Dewa menuangkan wiski ke dalam gelas kristal dengan tangan gemetar. Ia menenggak cairan berwarna amber itu dalam satu kedipan mata, membiarkan rasa panas membakar kerongkongannya. Rasa sakit di rahangnya akibat pukulan Rekha masih berdenyut hebat, tapi rasa panik di kepalanya jauh lebih menyiksa. Ucapan spontannya pada sang ibu telah memicu reaksi berantai yang mengerikan. Bu Widya, dengan antusiasme yang meledak-ledak, langsung mengumumkan kabar "kehamilan" Naya kepada ayah, sang patriark keluarga. Tuan Besar yang tadinya siap mendepak Dewa, kini menjanjikan sebuah pesta perayaan besar-besaran akhir pekan ini untuk menyambut calon pewaris baru. Dewa tertawa sumbang, menatap pantulan wajahnya yang memar di cermin. Pesta perayaan. Bagaimana ia bisa merayakan sesuatu yang tidak pernah ada? Naya tidak hamil. Rahim wanita it
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Jangan Berani-berani Sentuh Naya!Bunyi tulang yang beradu dengan daging terdengar memuakkan, bersahut-sahutan dengan napas menderu dari kedua pria itu. Dewa yang terdesak di lantai mencoba memberontak, namun tenaga Rekha yang didorong oleh amarah murni dan keputusasaan jauh melampaui kemampuan fisik Dewa. Darah segar menetes dari sudut bibir Dewa, menodai kemeja mahalnya. Ia terbatuk, tertawa serak memamerkan giginya yang memerah. "Bunuh... bunuh saja aku, Rekha," tantang Dewa dengan napas tersengal. "Kalau aku mati, semua orang akan tahu kamu meniduri istri saudaramu sendiri. Kau akan membusuk di penjara, dan Naya... Naya akan dicap sebagai pelacur murahan di keluarga ini!" Tangan Rekha yang terangkat di udara, bersiap mendaratkan pukulan maut berikutnya, seketika membeku. Kata "pelacur" yang dialamatkan pada Naya memicu kilat kebencian yang teramat pekat di mata kelamnya. Rekha menurunkan kepalannya, beralih mencengkeram kerah kemeja Dewa dengan kedua tangan, menarik tubuh pria itu hingga wajah mereka hanya berj
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Dicekik Dewa!Sementara itu.... Udara di ruang periksa Dokter Andari terasa sedingin ruang mayat. Bau antiseptik yang tajam menusuk penciuman Naya, berpadu dengan rasa mual yang sedari tadi meremas lambungnya tanpa ampun. Di atas ranjang periksa, Naya memejamkan mata rapat-rapat saat gel dingin dioleskan ke atas perut datarnya. Layar monitor USG menyala, menampilkan bayangan hitam putih yang berkedip di tengah ruangan remang-remang. Dewa berdiri di sisinya. Tangan laki-laki itu menggenggam jemari Naya begitu erat—terlalu erat, hingga buku-buku jarinya memutih pucat. Jika bagi sang dokter genggaman itu terlihat seperti bentuk dukungan emosional dari suami yang penuh kasih, bagi Naya, entah mengapa itu terasa seperti cengkeraman rantai besi yang mengunci lehernya secara perlahan. Hening yang menyiksa itu akhirnya terpecah oleh helaan napas Dokter Andari. "Maaf, Pak Dewa. Tidak ada kantung kehamilan di sini." Dokter itu menurunkan alatnya. "Ibu Naya sama sekali tidak hamil." Satu kalimat itu b
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Alasan Rekha CuekTanpa mereka sadari, di belakang mereka, sebuah mobil SUV hitam mengikuti dalam jarak aman. Di balik kemudi, cengkeraman Rekha pada setir mobilnya nyaris membuat material kulit itu robek. Napasnya memburu kasar. Perasaan sok acuh dan habis manis sepah dibuang yang ia ciptakan sebagai tameng egonya kini berbalik mencekiknya hidup-hidup. Jika Naya hamil, itu adalah darah dagingnya. Miliknya. Bukan milik Dewa. Ego Rekha meronta liar, menolak keras membiarkan benihnya diakui oleh pria lain, meskipun faktanya dialah pengecut yang pertama kali berlari dari tanggung jawab. Suara dering telepon yang tersambung ke dashboard mobil memecah keheningan yang menyesakkan dada. Layar sentuh itu berkedip, menampilkan nama 'Bima'—asisten pribadi sekaligus tangan kanannya yang paling setia. Dengan rahang mengeras, Rekha menekan tombol terima di kemudinya. "Bicara," desis Rekha dengan suara serak yang memendam amarah. "Pak Rekha, saya sudah meretas sebagian CCTV rumah sakit sesuai perintah Anda. Mob
آخر تحديث: 2026-07-26
Chapter: Aku Hamil?!Tiga hari berturut-turut Naya merasa seperti hidup di ruang hampa. Sikap Rekha yang mendadak dingin dan terus menghindar membuat hatinya hancur. Perasaan habis manis sepah dibuang itu menggerogoti pikirannya setiap malam, memicu stres yang tanpa sadar mulai menghantam kondisi fisiknya. Puncaknya terjadi pagi itu, di ruang makan yang bising oleh obrolan dan dentingan sendok. Naya duduk dengan wajah pucat pasi. Matanya sempat mencuri pandang ke arah Rekha di seberang meja, tapi laki-laki itu hanya fokus pada ponsel dan secangkir kopinya, seolah Naya sama sekali tidak eksis. Rasa sesak di dada Naya perlahan berubah menjadi gejolak aneh di perutnya. Asam lambungnya naik, menekan kerongkongan. "Naya, kok diam saja? Ayo dimakan rotinya," tegur Karina, ipar Naya yang terus mencari kesalahan Naya sebagai bahan hiburan pribadi. Belum sempat Naya menjawab, perutnya bergejolak hebat. Ia refleks membekap mulutnya dengan kedua tangan. Matanya terbelalak panik. "Huek!" Kursi kayu itu be
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Burungnya Tak Berfungsi"Suami? Dewa bahkan nggak peduli padaku, Mas! Dia mengabaikan aku!"Naya menjawab dengan suara bergetar, meski Rekha terus bersikap dingin, entah kenapa dia malah ingin mendapatkan perhatian pria itu, Naya hanya ingin mendapatkan tatapan hangat dari Rekha, tapi, Rekha malah menjawab.... "Kalau begitu urus suamimu yang nggak berguna itu, perbaiki pernikahanmu, dan berhenti mengemis perhatian dariku."Dan lebih kejamnya lagi, tanpa menunggu balasan, Rekha membalikkan badan. Tubuh jangkung nan atletisnya berjalan menjauh tanpa menoleh lagi, meninggalkan Naya yang mematung dengan hati hancur lebur berserakan di atas lantai marmer."Mas, kenapa? Kenapa tiba-tiba berubah? aku salah apa?"Dengan langkah terseok-seok, Naya pun pergi ke kamarnya, tapi sayang, belum genap Naya menyeka air matanya yang jatuh menahan penghinaan, ponsel di saku gaunnya bergetar hebat. Nama Siska, sahabat dekatnya, berkedip di layar. "Halo, Sis?" sapa Naya dengan suara parau. Naya mengenal Siska sejak kuliah, m
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Jangan Membangunkan Macan Yang Tertidur "Dia... aahh... dia nggak pernah bikin aku ngerasa kaya gini, Bay..." rintih Dinda sangat jujur, meremang saat tangan Bayu mulai menyusup ke balik blusnya dari bawah, merasakan kulit perutnya yang hangat dan halus, perlahan merayap merobek batas kesopanan menuju dadanya. "Jangan berhenti, Bay... tolong sentuh aku lagi... sentuh semuanya..." "Kalau kamu memang ingin diajari bagaimana rasanya ditaklukkan dan dipuaskan oleh pria sungguhan, kamu harus patuh pada peraturanku malam ini," ucap Bayu mutlak, memberikan aura otoritas yang tak terbantahkan. Tangan kiri Bayu kini bergerak turun dari tengkuk, menyusup mulus di bawah rok pendek yang dikenakan Dinda. Jemarinya yang kasar mengelus paha dalam Dinda yang mulus, sebelum perlahan merayap naik dan menyentuh kain celana dalam gadis itu yang ternyata sudah basah kuyup oleh cairan hasratnya sendiri. Dinda menggigit bibir bawahnya keras-keras demi menahan erangan yang lebih panjang. Ia tidak peduli lagi dengan aturan, tidak peduli pada ma
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Baru Disentuh Sudah BasahUdara di ruang tengah itu seolah menguap seketika, digantikan oleh hawa panas yang mendidih akibat provokasi Dinda. Gadis itu menatap Bayu dengan mata sayunya yang masih menyisakan sedikit jejak air mata, namun kini sepenuhnya terbakar oleh gairah liar dan rasa penasaran. Jari-jari lentiknya masih bermain nakal di atas paha Bayu, mengusap kain celana pria itu dengan ritme yang semakin lambat namun menekan, seolah sengaja memancing monster yang selama ini tertidur di balik sikap sopan dan kaku sang asisten rumah tangga. Bayu, di sisi lain, tidak langsung merespons dengan nafsu murahan. Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam manik mata Dinda, membaca setiap gerak-gerik dan emosi gadis itu dengan sangat teliti. Bayu tahu betul apa yang sedang terjadi. Dinda sedang terluka, egonya hancur karena diselingkuhi oleh kekasihnya, dan sekarang gadis muda ini mencari validasi, mencari pembuktian bahwa dirinya masih cukup menggoda untuk menaklukkan seorang pria. Dan Dinda memilih sasaran yan
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Dinda Patah HatiBeberapa hari setelah malam yang panas di kontrakan itu, dinamika di rumah besar Nyonya Selin mulai berubah. Dinda, adik tiri Nyonya Selin yang masih kuliah, tiba-tiba memutuskan untuk kembali tinggal di rumah tersebut setelah beberapa bulan memilih menetap di tempat lain. Biasanya, kehadiran Dinda selalu membawa suasana ramai. Gadis itu terkenal centil, gemar berpakaian modis yang sedikit berani, dan hobinya adalah menggoda Bayu, baik dengan lirikan mata yang manja, sapaan yang sengaja dilebih-lebihkan, atau sengaja berjalan mepet di dekat Bayu saat suaminya tidak melihat. Bayu biasanya hanya menanggapi dengan senyuman formal atau acuh tak acuh demi menjaga profesionalitasnya. Namun, kepulangan Dinda kali ini sangat berbeda. tidak ada lagi tawa renyah atau pakaian-pakaian centil. Dinda bertransformasi menjadi sosok yang sangat pendiam. Ia lebih banyak mengurung diri di kamarnya di lantai dua, melewatkan waktu makan bersama, dan jika sesekali keluar, matanya tampak sembab dan wajahn
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Uang Tutup Mulut.Suasana di dalam kamar kontrakan itu berangsur hening, hanya menyisakan suara napas yang terengah-engah dan detak jam dinding yang seolah berdetak lebih lambat. Bayu perlahan bangkit dari kasur, meraih pakaiannya dan mengenakannya kembali dengan gerakan santai namun penuh dominasi. Nyonya Selin masih terbaring lemas di atas seprai yang berantakan, Bayu segera menarik selimut untuk menutupi tubuh sang nyonya dan merapikan rambutnya."Nyonya, istirahat." Nyonya Selin mengangguk sambil menatap Bayu dengan tatapan sayu yang penuh pemujaan."Kamu sangat hebat, Bay. sekarang serahkan uang di tas ke Andre."Bayu mengangguk dan menoleh ke arah sudut ruangan. Di sana, Andre masih terduduk kaku di kursinya. Wajah pemuda itu pucat pasi, namun matanya menyiratkan guncangan batin dan sisa-sisa hasrat yang luar biasa. Keringat dingin membasahi keningnya. Tangan Andre yang gemetar buru-buru menarik ritsleting dan merapikan celananya begitu menyadari tatapan tajam Bayu tertuju padanya."M-mas Bayu,
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: Nyonya Saya Hukum!!!Bayu menggeleng, tidak bisa berkata-kata. Tapi matanya berubah—dari cemburu menjadi api hasrat yang membara. Dia menatap nyonya Selin dengan tatapan predator, seolah-olah dia baru saja menemukan keberanian yang hilang. Tangannya yang masih berada di payudara nyonya Selin bergerak naik, mencengkeram dagu wanita itu dengan lembut tapi tegas, memaksa nyonya Selin menatap matanya."Nyonya..." suara Bayu tiba-tiba berubah dalam dan penuh otoritas. "Nyonya sudah sangat nakal malam ini. Mempermainkanku di depan Andre, membuat Andre menyentuh tubuh Nyonya, membuat Andre mencium celana dalam Nyonya... Nyonya benar-benar wanita yang sangat nakal."Nyonya Selin tersenyum, matanya berkilat menantang. "Lalu, Bay? Apa yang akan kamu lakukan?"Bayu tersenyum tipis—senyum yang tidak pernah dilihat nyonya Selin sebelumnya. Senyum seorang pria yang sudah kehilangan kesabaran dan siap mengambil kendali. "Sekarang giliran saya menghukum Nyonya."Dengan gerakan cepat, Bayu mendorong nyonya Selin hingga wa
آخر تحديث: 2026-07-24
Chapter: Semakin Panas MembaraNyonya Selin berhenti tepat di hadapan Andre, jarak mereka hanya sejengkal. Andre bisa mencium aroma tubuhnya yang memabukkan, campuran parfum mahal, keringat manis, dan cairan hasrat yang masih membasahi pahanya. Matanya yang indah menatap Andre dari atas dengan tatapan setengah menyipit, bibir merahnya mengembang dalam senyum nakal yang membuat jantung Andre berhenti berdetak."Andre..." bisiknya dengan suara serak yang menggairahkan, "kamu sudah melihat semuanya. Sekarang, aku mau kamu melihat lebih banyak."Dengan gerakan lambat yang penuh drama, jari-jari lentik nyonya Selin merayap ke pinggangnya. Dia mencengkeram tepi celana dalam renda hitamnya yang sudah basah oleh cairan hasratnya sendiri. Andre menelan ludah keras, matanya membelalak tidak percaya. Perlahan, dengan gerakan yang sangat menggoda, nyonya Selin menarik celana dalamnya ke bawah, menurunkannya melewati pinggul bulatnya, melewati paha mulusnya, sampai akhirnya kain renda hitam itu jatuh ke lantai di hadapan And
آخر تحديث: 2026-07-24