author-banner
Dre LA
Dre LA
Author

Novels by Dre LA

Jatah Malam Untuk Nyonya

Jatah Malam Untuk Nyonya

Melihat Nyonya Selin yang cantik tak pernah dipuaskan suaminya, bahkan diselingkuhi diam-diam, Bayu sang Sopir baru iba. Pasalnya, selama 3 tahun menikah, Nyona Selin tak pernah menghianati suaminya. Nyonya juga selalu ingin memberi yang terbaik, bahkan ketika di ranjang. Tapi apa yang dilakukan suaminya? Selingkuh, bahkan dengan pembantu dan sekretaris pribadinya. Hingga suatu malam Bayu memergoki Nyonya Selin sedang menangis dan memuaskan hasratnya sendiri. Begitu Bayu bersujud minta maaf dan berharap tak dipecat, Nyonya Selin datang dan bilang, "Jika suamiku tak bisa, maka siapa lagi yang melakukannya?"
Read
Chapter: Guna-guna Baru
"Darah lidahmu adalah ikrar sumpah matimu kepada iblis penunggu makam," pungkas Ki Rekso seraya menatap Maya dengan mata putihnya yang membeku. "Dan satu syarat terakhir yang paling berat..." Ki Rekso menyipitkan matanya seraya membisikkan instruksi laknat yang membuat ruangan seketika semakin mencekam. "Kamu harus mendapatkan sehelai pakaian dalam bekas pakai milik Nyonya Selin yang masih basah oleh aroma keringat dan parfum stroberinya." Maya menatap tajam bilah belati berkarat di hadapannya tanpa sedikit pun keraguan di dalam benaknya. Dendam kesumat yang membakar dadanya telah melenyapkan seluruh rasa takut yang tersisa. Ujung belati itu digoreskan perlahan ke ujung lidahnya, meneteskan cairan merah anyir ke atas gumpalan tanah kuburan di piring tembaga. Asap hitam seketika mengepul tipis diiringi desis aneh saat darah itu menyentuh tanah pemakaman. Ki Rekso tertawa terbahak-bahak, suara tawanya yang serak terdengar bagaikan pekikan burung gagak di tengah malam. "Darah su
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Dendam Maya!
"Saya cuma cemas urusan hukum kemarin kembali mencoreng nama baik Nyonya," jawab Bayu jujur tanpa ada sedikit pun keraguan. Senyuman puas seorang ratu perlahan mengembang di bibir ranum Nyonya Selin. Wanita berkelas itu merasakan kemenangan telak atas segala rasa cemburu yang sempat membakar dadanya. "Bagus... karena mulai detik ini, hidupmu seutuhnya berada di tanganku, Bayu," bisik Selin seraya mengecup bibir pemuda desa itu. "Perintah Nyonya adalah takdir bagi kuli rendahan seperti saya," balas Bayu dengan seringai tengil khasnya seraya mempererat dekapannya. Si Gatot di bawah selimut sutra kembali berdenyut hangat menyambut gesekan paha mulus sang majikan. Selin tertawa kecil merasakan kebangkitan gairah sang sopir yang seolah tidak pernah mengenal kata lelah. "Tenagamu benar-benar tidak ada habisnya, Bay," desah Selin seraya menggeliat manja di atas dada kekar pemuda itu. "Melayani bidadari secantik Nyonya mana mungkin membuat saya cepat menyerah," goda Bayu seraya memba
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Obati Aku, Nyonya.
Mobil sedan mewah itu akhirnya menerobos gerbang kediaman utama, lalu berhenti mendadak di depan undakan teras marmer. Tanpa mematikan lampu depan mobil, Bayu melompat turun dan berlari kencang menaiki anak tangga menuju lantai dua. Pintu kamar tidur utama berlantai dua itu tampak tertutup rapat dengan lampu temaram yang menyala dari dalam. Bayu memutar grendel pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Klek! Pintu jati berukir mewah terbuka lebar, memperlihatkan pemandangan kamar luas beraroma vanila dan stroberi yang memabukkan. Nyonya Selin duduk anggun di tepi ranjang bertiang tembaga, menyilangkan kedua kakinya yang jenjang dan mulus. Gaun tidur sutra hitam tanpa lengan membalut lekuk tubuh indahnya, mempertegas garis pinggang ramping menyerupai gitar spanyol. Wajah cantik sang janda kaya raya itu tampak sangat dingin, memancarkan aura amarah seorang ratu yang merasa dikhianati. "Bagus... sopir hebatku akhirnya ingat jalan pulang," sindir Nyonya Selin dengan nada d
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Maya Kalap
Maya menatap tajam bilah belati berkarat di hadapannya tanpa sedikit pun keraguan di dalam benaknya. Dendam kesumat yang membakar dadanya telah melenyapkan seluruh rasa takut yang tersisa. Ujung belati itu digoreskan perlahan ke ujung lidahnya, meneteskan cairan merah anyir ke atas gumpalan tanah kuburan di piring tembaga. Asap hitam seketika mengepul tipis diiringi desis aneh saat darah itu menyentuh tanah pemakaman. Ki Rekso tertawa terbahak-bahak, suara tawanya yang serak terdengar bagaikan pekikan burung gagak di tengah malam. "Darah sumpahmu sudah diterima oleh para penunggu kubur, Maya!" "Sekarang tinggal syarat terakhir... pakaian dalam bekas pakai milik nyonya kayamu itu," seringai sang dukun dengan mata putihnya yang berkilat keji. Maya menyeka bibirnya yang berdarah dengan punggung tangan seraya tersenyum dingin. "Rumah mewah itu dijaga ketat oleh satpam, Ki." "Kamu perempuan cerdik, Maya... gunakan kelicikanmu untuk menyelinap ke ruang binatu atau kamar utama," bi
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Cairan Mencurigakan
Bayu melangkah mendekati meja kayu, lalu meraih cangkir seng yang masih mengepulkan uap hangat tersebut. Aroma bunga kantil dan kemenyan yang tercium menusuk hidung sempat membuat kening pemuda desa itu berkerut heran. "Kenapa baunya aneh sekali, Maya?" tanya Bayu seraya menatap cairan putih semburat ungu di dalam cangkir. Maya menahan napasnya di atas dipan, memasang wajah memelas seraya memegangi dadanya yang terbuka. "Itu karena sari kekuatanku sudah bercampur rasa sakit dari demamku, Bay," bisik Maya dengan suara parau yang bergetar rapuh. "Tolong cepat minum semuanya sampai tetes terakhir, Bayu... dadaku rasanya mau pecah..." Melihat penderitaan perempuan di hadapannya, Bayu membuang jauh-jauh rasa curiganya demi menolong sesama orang desa. Cangkir seng itu ditempelkan ke bibirnya, lalu diteguknya cairan tersebut dengan beberapa tegukan rakus. *Glek... glek... glek!* Maya tersenyum buas di dalam hatinya saat melihat jakun Bayu bergerak naik turun menelan racun kutukan t
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: Tipu Daya Maya
Pemuda bertenaga kuli itu segera melangkah maju, lalu memberanikan diri merengkuh pinggang ramping Nyonya Selin yang meliuk menyerupai gitar spanyol. "Nyonya Selin, dengarkan saya dulu," bisik Bayu dengan suara bariton yang teramat lembut dan menenangkan tepat di samping telinga sang majikan. Aroma parfum stroberi yang mewah seketika kembali membelai hidung Bayu, mengikis hawa amarah yang sempat membakar ruangan. "Lepaskan tangan kasarmu, Bayu! Pergi saja temui perempuan susumu itu!" tolak Selin pura-pura meronta, meski tubuhnya justru pasrah bersandar di dada bidang sang pemuda. "Bagi saya pribadi, tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang bisa menandingi kelas, kecantikan, dan kemewahan Nyonya Selin," rayu Bayu seraya mengecup pelipis sang majikan. "Lalu kenapa kamu masih berniat menemuinya, hah?!" tanya Selin seraya menatap manik mata Bayu dengan tatapan rapuh. "Maya tinggal di kontrakan kumuh dekat stasiun, Nyonya. Kalau dia sampai tewas karena kejang atau komplika
Last Updated: 2026-09-09
Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Panasnya Ranjang Kakak Ipar

"Sayang, ini baru permulaan. Aku akan memberikan kenikmatan yang nggak pernah suamimu berikan, jadi bersiaplah." Awalnya, ini hanya perjanjian satu malam antara Naya dan suaminya untuk mendapatkan benih dari sang kakak, tapi semakin lama, hubungan mereka makin tak terkendali...
Read
Chapter: Tamat.
Malam pengantin yang sesungguhnya akhirnya menyambut mereka setelah semua badai, darah, dan air mata tersapu bersih dari dunia mereka. Di dalam kamar utama *mansion* Adhitama yang kini sepenuhnya aman, tirai beludru tebal ditarik rapat, meredam bisingnya kota Jakarta di luar sana. Hanya ada pendar cahaya kuning temaram dari lampu tidur dan kehangatan dari perapian yang menyala pelan. Rekha membaringkan Naya di atas tempat tidur berseprai sutra putih dengan kelembutan yang teramat sangat. Pria itu menangkup wajah istrinya, menelusuri setiap inci garis rahang Naya yang kini terlihat begitu damai, tanpa sisa-sisa bayangan teror atau ketakutan. "Mulai hari ini, dunia kita hanya milik kita berdua, Naya," bisik Rekha serak. Bibirnya turun, mendaratkan kecupan penuh pemujaan di kening, lalu turun ke kelopak mata, hidung, hingga berhenti di bibir Naya. Naya menyambut ciuman itu dengan desahan penuh cinta. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Rekha, menarik pria itu semakin rapat.
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Kamu Harus Mati!
Dewa menyeringai, sebuah seringai cacat yang mengerikan. Dari balik saku seragamnya, pria itu mengeluarkan sebilah pisau bedah medis yang sangat tajam dan berkilat. "Uang selalu bisa membeli pengkhianat, Naya," desis Dewa, suaranya sengau dan berantakan. "Kau pikir Bianca akan membiarkanku membusuk sendirian sementara jalang kecil ini menikah dengan pria yang membuangnya? Wanita itu mengatur segalanya dari luar. Menyelundupkanku lewat jalur pembuangan limbah tepat ke kamarmu." Dewa melangkah maju perlahan, menyeret kakinya yang cacat, namun pisau bedah di tangannya terarah lurus. Matanya yang merah menyala oleh kegilaan dan obsesi yang tak lagi bisa diselamatkan. "Kau terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin itu... lagi, Istriku," Dewa terkekeh getir, menatap Naya dari atas hingga ke bawah dengan pandangan penuh gairah yang sakit. "Tapi sayang, gaun putih itu terlalu bersih. Kurasa... warna merah darah akan jauh lebih cocok untuk menyambut pahlawanmu saat dia kembali ke
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Menikahlah Denganku.
Satu bulan berlalu sejak malam di mana seluruh rantai penderitaan Naya dihancurkan. Dan seperti janji yang dibisikkan Rekha di antara penyatuan napas mereka, sang kaisar bisnis benar-benar meletakkan dunia di bawah telapak kaki Naya. Pesta pernikahan itu digelar dengan kemegahan yang melampaui akal sehat. Seluruh lantai utama dan *ballroom* hotel bintang tujuh tertinggi di Jakarta disewa secara eksklusif. Ribuan mawar putih murni didatangkan langsung dari Belanda, menghiasi setiap pilar dan langit-langit ruangan. Rekha mengerahkan ratusan personel *Shadow Team* di setiap titik buta, menyulap hotel tersebut menjadi benteng tak tertembus. Hari ini, Rekha Adhitama akan memproklamirkan pada dunia bahwa wanita yang dulu dibuang dan dihina oleh keluarganya, kini berdiri sebagai Ratu tunggal pewaris takhta Adhitama. Di dalam *Bridal Suite*—ruang rias pengantin yang sangat luas dan mewah—Naya berdiri menghadap cermin raksasa. Ia nyaris tidak mengenali pantulan dirinya sendiri. Gaun
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Aku Kangen
Naya menatap sepasang mata Rekha yang berkilat oleh kerinduan dan cinta yang tak tertahankan. Lima tahun memendam perasaan, berminggu-minggu terpisah oleh jarak dan manipulasi mematikan, kini mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Tidak ada lagi Dewa. Tidak ada lagi Arga. Tidak ada lagi rasa bersalah yang mengikat kakinya. Naya mengangkat kedua tangannya, merengkuh rahang kokoh Rekha. Jemarinya membelai pelan raut lelah pria itu. "Aku sudah pulang, Mas. Aku di sini. Dan aku... aku sepenuhnya milikmu sekarang." Mendengar penyerahan diri yang diucapkan dengan penuh kerelaan itu, sisa-sisa pertahanan kewarasan Rekha akhirnya runtuh tak bersisa. Rekha menunduk dan meraup bibir Naya dalam sebuah ciuman yang meledak oleh gairah dan keputusasaan yang telah lama ia pendam. Ciuman itu tidak lembut, melainkan menuntut, rakus, dan luar biasa dalam. Rekha mencium Naya seolah wanita itu adalah oksigen terakhir di bumi, melahap bibir Naya dengan intensitas yang membuat lutut Naya seketika l
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Dewa Dihukum
Naya melemparkan dokumen itu tepat ke wajah Dewa hingga kertas-kertasnya berserakan di lantai. "...kau yang mandul, Dewa! Rahimku sehat sempurna. Tapi karena gaya hidupmu yang hancur karena alkohol dan obat-obatan, kau kehilangan kemampuanmu untuk memberikan ahli waris. Dan untuk menutupi kecacatanmu, kau menyiksaku. Kau bahkan dengan teganya mendorongku ke kamar adik kandungmu sendiri agar aku hamil dan menutupi aibmu!" Suara Naya menggelegar, membongkar kebusukan paling menjijikkan dari seorang Dewa Adhitama. Para tetua terkesiap ngeri. Beberapa bibi Naya menutup mulut mereka, tak percaya dengan penderitaan yang selama ini ditanggung oleh Naya sendirian. Dewa terdiam. Mulutnya terbuka, namun tak ada satu pun kebohongan yang bisa ia rangkai lagi. Bukti-bukti itu terlalu absolut. Kebusukannya telah dikuliti habis-habisan di bawah terangnya lampu gantung kristal. Naya menarik napas panjang, melepaskan beban berton-ton yang selama lima tahun menghancurkan pundaknya. Ia merogoh
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Hancurkan!
Rekha berjongkok. Dengan tangan yang masih berlumuran darah Dewa, ia tidak berani menyentuh Naya. Ia takut mengotori wanita itu. "Kita pulang sekarang, Sayang. Semuanya sudah selesai," bisik Rekha lembut, air mata menggenang di pelupuk mata sang kaisar bisnis. Naya tidak peduli pada darah di tangan pria itu. Wanita itu justru menerjang ke depan, mengalungkan kedua lengannya ke leher Rekha, memeluk pria itu dengan sangat erat. Tangisannya pecah—tangisan kelegaan, rasa aman, dan cinta yang akhirnya menemukan tempatnya bernaung. "Terima kasih... terima kasih udah nemuin aku, Mas..." isak Naya di ceruk leher Rekha. "Aku nggak mau lari lagi... aku cuma mau sama Mas Rekha..." Mendengar kalimat itu, pertahanan Rekha runtuh. Ia membalas pelukan Naya tak kalah eratnya, membenamkan wajahnya di bahu wanita yang terbungkus jaket kebesarannya itu. "Tidak akan ada yang memisahkan kita lagi, Naya. Aku bersumpah demi nyawaku, mulai detik ini, akulah yang akan menjadi perisaimu," bisik Rekha
Last Updated: 2026-09-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status