Share

Rekha, Aku Istri Orang

Penulis: Dre LA
last update Tanggal publikasi: 2026-07-30 21:18:48

Pintu lift pribadi penthouse itu terbuka dengan kasar ketika Rekha melangkah masuk, lalu tatapan matanya langsung menyapu seluruh ruangan yang berantakan karena sisa pertarungan. Ia mengabaikan mayat-mayat yang sedang dibersihkan oleh anak buahnya, sebab seluruh fokusnya hanya tertuju pada satu titik. Naya masih duduk gemetar di atas sofa bersimbah peluh saat Rekha menghampirinya dengan langkah lebar. Pria itu memberi isyarat tajam agar semua penjaga segera keluar, sehingga dalam hitungan detik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Mas, Cukup!

    Udara pagi di kabin terisolasi itu terasa semakin pekat, terkunci rapat di balik dinding kaca yang basah oleh sisa hujan dan badai. Di atas ranjang yang kusut, Naya terjebak dalam ruang hampa antara sisa mimpi buruk dan realitas yang jauh lebih menakutkan. Tubuhnya yang remuk redam mendadak menegang ketika kesadarannya dipaksa kembali naik ke permukaan, bukan oleh ketukan waktu, melainkan oleh kehadiran mutlak dari sosok yang menguasai dunianya. Arga sama sekali tidak berniat memberikan ampun. Wajah tampannya yang tanpa cela menunduk lekat, menatap manik mata Naya yang masih sayu dan basah oleh sisa air mata. Tidak ada lagi sisa kelembutan dari kecupan-kecupan ringan sesaat sebelumnya; yang tersisa kini hanyalah topeng predator yang siap merobek habis sisa-sisa pertahanan terakhir sang adik tiri. "Waktunya bangun dari mimpi indahmu, Naya," bisik Arga tepat di depan bibir wanita itu, suaranya bariton, rendah, dan mutlak bagai titah seorang raja kegelapan. Sebelum Naya sempat menarik

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Arga Nggak Puas!

    Di luar kabin, badai salju dan kabut tebal kembali turun, membungkus bangunan mewah itu dalam isolasi total dari dunia luar. Tidak ada yang bisa datang menyelamatkan Naya. Tidak ada polisi, tidak pula Rekha yang sedang mengamuk di ujung kota. Di tempat ini, hukum alam diciptakan sepenuhnya oleh Arga. Waktu terus merangkak maju, namun Arga tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Pria berwajah malaikat dengan jiwa iblis itu terus mempermainkan tubuh Naya, menuntut setiap tetes air mata dan setiap desahan kepatuhan. Ia memutar, membalik, dan menuntut penyerahan mutlak berulang-ulang kali, memastikan bahwa tidak ada satu pun sel dalam tubuh Naya yang tidak mengingat siapa penguasa mutlaknya. Menjelang siang hari, ketika badai di luar semakin mengamuk dan ruangan di dalam kabin terasa semakin panas oleh peluh dan napas yang memburu, Naya akhirnya benar-benar kehilangan dunianya. Kesadarannya perlahan-lahan memudar, tenggelam ke dalam kegelapan total akibat kelelahan fisik dan mental

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Rasakan Akibatnya!

    "Diam dan rasakan akibatnya, Sayang!" geram Arga di telinganya, napasnya memburu panas. Arga mempermainkan tubuh Naya sesuka hatinya, memaksa wanita itu merasakan setiap inci kepemilikan mutlak tanpa memberikannya sedikit pun kesempatan untuk menarik napas atau melarikan diri ke dalam pikirannya sendiri. Setiap sentuhan tangan Arga di kulitnya terasa seperti cap panas yang menyiksa, menuntut kepatuhan absolut yang menguras sisa tenaga Naya hingga ke titik nadir. Rantai perak di pergelangan kaki Naya berderincing ribut, beradu dengan suara tempat tidur yang berderit keras menghantam lantai. Di bawah hantaman ritme yang tanpa kenal lelah dan penuh amarah itu, Naya merasa dunianya runtuh berkeping-keping. Ia tidak lagi bisa memikirkan Rekha, tidak lagi bisa merindukan siapa pun; kesadarannya direnggut paksa oleh rasa nikmat yang terselubung siksaan, membuatnya hanya bisa menangis pasrah, meratapi takdirnya yang terkurung dalam sangkar kegilaan sang iblis sampai fajar benar-benar me

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Mas Arga, Jangan.

    Udara dingin pegunungan menghantam dinding kaca kabin, membawa serta desau angin malam yang menderu liar di luar sana. Namun di dalam ruangan yang temaram itu, suasananya terasa begitu panas, pekat, dan menyesakkan. Arga bergerak di atas tubuh Naya dengan dominasi mutlak yang tak terbantahkan. Wajah tampannya yang tanpa cela berada tepat di hadapan wanita itu, menatap lekat-lekat setiap inci ekspresi yang terukir di wajah adik tirinya. Setiap sentuhan tangan kokoh Arga terasa membakar kulit, menuntut penyerahan total yang tidak menyisakan ruang untuk bernapas. "Fokus sama Mas, Naya," bisik Arga serak, rahangnya mengeras saat ia melihat manik mata wanita itu sedikit melayang. "Jangan biarkan pikiranmu ke mana-mana. Hanya ada aku di sini." Naya merintih pelan, jemarinya yang lemas mencengkeram seprai dengan erat. Rantai perak di pergelangan kakinya bergemerincing nyaring, mengiringi setiap ritme yang diciptakan Arga. Secara fisik, ia sepenuhnya dikuasai. Tubuhnya merespons setiap

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Ketagihan Dadang

    Rekha mendongak, menatap bayangan dirinya di cermin besar di seberang ruangan. Matanya menyipit tajam, memancarkan dendam yang jauh lebih gelap dan berbahaya dari sebelumnya. Ia bangkit berdiri dengan susah payah, menyambar jaket kulit hitamnya di atas sofa, dan menyeka sisa air matanya dengan kasar. Pengkhianatan kecil yang hampir ia lakukan tadi menyadarkannya satu hal: meratapi nasib di *penthouse* mewah ini tidak akan pernah bisa membawa Naya kembali ke pelukannya. "Arga... Bianca... kalian semua bakal bayar mahal," desis Rekha mematikan, melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut dengan tekad bulat untuk membakar dunia demi merebut kembali ratunya. *** Suara deru mesin sedan mewah milik Bianca melaju kencang membelah jalanan ibu kota yang basah oleh sisa hujan dini hari. Di dalam kabin mobil yang remang-remang, udara terasa begitu panas dan menyesakkan. Bianca duduk di kursi belakang dengan napas memburu, dadanya naik-turun dengan tidak beraturan. Sisa-sisa gairah yan

  • Panasnya Ranjang Kakak Ipar    Aku Jijik Sama Kamu!

    Melihat pertahanan Rekha mulai goyah, Bianca memanfaatkan kesempatan emas itu dengan kelicikan tingkat tinggi. Ia merapatkan tubuhnya, menempelkan dada bidang Rekha ke tubuhnya, lalu membisikkan racun di telinga pria itu. "Kalau kamu mau melampiaskan amarahmu... kalau kamu mau balas dendam dengan cara paling nyata malam ini... jadikan aku pelampiasanmu, Rekha," bisik Bianca parau, napasnya menerpa leher Rekha yang kokoh. "Lupakan Naya yang sudah mengkhianatimu. Ambil aku. Malam ini, aku sepenuhnya milikmu." Rekha menatap wajah Bianca dalam kabut alkohol dan amarah yang mendidih. Otaknya yang sudah lumpuh oleh keputusasaan tidak lagi mampu membedakan mana musuh dan mana racun. Yang ia tahu, ia ingin menghancurkan segala hal yang tersisa, ia ingin merasakan sentuhan, ia ingin melupakan bayang-bayang Naya yang direnggut paksa oleh Arga. "Kamu mau jadi pelampiasan malam ini, Bianca?" bisik Rekha dengan suara serak yang berubah menjadi sangat berbahaya. Cengkeraman tangannya berali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status