Share

#101 Hadiah?

Penulis: aisakurachan
last update Tanggal publikasi: 2026-08-01 07:34:09
“Bagaimana kau tahu jika aku tak suka makan ular?” Lea kembali waras, dan ia akhirnya menanyakan sebuah hal yang dirasanya terlalu ajaib.

Dia tidak pernah mengatakan apa pun soal ular kepada sosok Rasui.

“Heba yang mengatakannya padaku.”

“Untuk apa Heba harus mengatakannya padamu?”

“Mm... Karena dia harus membuat penyesuaian untuk menu di dapur. Jadi dia melapor padaku.”

Kecepatan berpikir yang harus sangat dihargai. Dengan begitu Rasui masih bisa merahasiakan soal fakta bahwa Heba melaporkan se
aisakurachan

🤩🤩 ayok perang!!!

| 5
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #303 Kau Yang Memanggilnya?

    “Ini mungkin tempat yang membuatku jatuh cinta kepada Yamu, saat pertama kali ayah mengirimku ke sini. Area ini bisa dibilang mengenaskan karena belum berbentuk pertanian.” Ra menunjuk area hijau, lalu berpindah menunjuk kota.“Sedang sebelah sini, kotanya juga terlihat kumuh.”“Dan kau jatuh cinta pada pemandangan itu?” Lea heran.Jika Ra melihat keadaan Yamu seperti saat ini, tidak heran jika dia jatuh cinta. Tapi Ra melihatnya dalam keadaan kumuh dan gersang. Seharusnya dia tidak jatuh cinta.“Memang pemandangan itu kumuh dan gersang, tapi aku tidak melihatnya seperti itu. Aku melihatnya seperti ruang kosong yang bisa aku bentuk menjadi apa saja. Dan inilah Yamu yang saat itu terbentuk di kepalaku,” kata Ra. Menebar tangannya ke sekitar. Membanggakan hasil kerja kerasnya.“Aku baru kali ini mendengar kesombongan yang sangat nyata, tapi tidak merasa marah.” Lea tersenyum geli. “Kenapa kau sebut ini sebagai kesombongan? Aku lebih senang menyebutnya sebagai membanggakan prestasi,”

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #302 Apakah Terlambat?

    Namun, Lea tidak peduli dengan amarah itu, bahkan tidak menatap. “Tinggalkan rumah itu. Ra akan memberimu tempat di istana!”Lea justru mengeraskan suaranya sekarang, saat tahu Sudi mendengar semuanya. Dan Ra menimpali kata-kata Lea dengan anggukan.“Aku akan menyiapkan tempat,” kata Ra. Menegaskan tawaran Lea berlaku resmi.“Kau pantas mendapat kehidupan yang lebih baik, jauh dari kutu busuk itu!” desis Lea.Sudi beranjak mendekati Lea saat mendengar penyebutan kutu busuk itu, tapi tangan Ra terangkat. “Coba mendekatinya, kau akan menyusul kesana!” Ra menunjuk kuburan yang baru saja tertutup itu.“Dan percayalah, saat itu terjadi tak akan ada yang menangis untukmu. Edrice dan Nae akan bersyukur kau mati.”Ra tidak menahan diri. Dia jujur mengatakan apa yang sebenarnya. Kesal karena Sudi sesaat sempat berpikir untuk menyakiti Lea, dengan bergerak mendekatinya.“Antar Edrice sampai ke rumah,” kata Ra pada Amun.Amun mengangguk, dan meneruskan memapah Edrice ke dalam kereta.“Ayo!” Gili

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #301 Bunga Apa Ini?

    “Aku juga tak mengerti. Aku tak bisa membuat kesimpulan siapa yang melakukannya.”Ra terdengar putus asa saat mengatakannya. Dia butuh lama untuk memikirkan keruwetan itu, tapi jawaban terbaik yang bisa dia berikan kepada Lea adalah tidak tahu.“Dia kejam… Siapa pun itu, sangat kejam.” Lea mendesiskan isakan terakhir. singkat dan dalam. Tapi mampu membuat Ra lega. Dengan mengatakan orang lain kejam, maka setidaknya Lea tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.Pikiran Lea mungkin tidak berjalan serumit Ra, tapi dia bisa menyimpulkan jika orang yang mengirimkan malk itu, hatinya mungkin hanya penuh oleh warna hitam kelam yang dingin, tak ada kehangatan secuil pun.Butuh dari sekedar sifat buruk untuk membuat orang tega membunuh ibu dan bayinya.“Ya, karena itu aku akan mencarinya sampai dapat.” Ra kembali mengecup puncak kepala Lea, lalu menarik tangan kanan Lea yang telah memeluknya.Ra mengambil benda yang tadi diberikan oleh Bast dan meletakkannya pada telapak tangan Lea. “Genggam

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #300 Siapa Yang Mendendam?

    “Aku tidak mengenal Fred. Tapi aku rasa dia adalah pria yang paling berani yang pernah aku kenal. Karena dia berani menyelamatkan kakaknya.” Ra berbisik sambil mengelus pipi Lea sekaligus menghapus air matanya.“Kau berharga untuknya, Lea. Bagaimana bisa kau berpikir keberadaanmu menyulitkan? Jangan dengarkan kalimat itu.”Ra perlahan menarik Lea mendekatinya, lega Lea tak melawan saat tangannya merengkuh tubuhnya.“Kau memintaku untuk sadar jika aku terbatas bukan? Kini aku akan memintamu untuk berhenti memikirkan kata-kata itu. Itu semua adalah bohong. Kebohongan keji yang sengaja dibuat untuk membuatmu hancur."Lea kembali terisak, tapi dengan lebih sehat. Itu adalah tangis masuk akal, bukan histeria seperti tadi.“Aku dan Nae memiliki nasib yang sama. Aku seharusnya tahu….” Lea mengguncang bahu Ra, mencoba menyalurkan kepedihan yang dia rasakan.“Aku seharusnya tahu Yufa akan mengalami ini... Aku seharusnya memperingatkan... Aku seharusnya menyuruhnya lebih hati-hati.”“Tidak, Lea

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #299 Siapa Yang Mengatakannya?

    Tapi Amun kehilangan keberanian setelah memanggil. Ini pertama kalinya dia berbicara langsung dengan Bast. Dewi yang seharusnya disembah oleh kaum Boz. Pantas jika dia gugup.“Aku ingin meminta izin,” kata Amun, setelah Ra menyikut sisi perutnya. Tak sabar melihat sikap diamnya.“Aku sudah menikah, dan ingin mengatakan soal diriku kepadanya. Aku tak ingin menyimpan rahasia.”“Katakan saja. Aku mengerti.” Bast tentu mudah memberi izin, karena tahu istri Amun wanita. Dia hanya mengangkat bahu, lalu melambai sekali lagi, dan keluar dari gubuk itu.Hanya beberapa langkah, lalu tidak terdengar lagi suara apapun.“Ayo!” Ra menepuk punggung Amun yang masih memandang tempat ibunya menghilang.Urusan mereka di situ sudah selesai.Baru mereka melangkah keluar setelah mengunci pintu gubuk, terlihat bayangan berputar di langit.“Arran,” kata Amun, melihat dengan jelas siapa yang datang.Ra mengangkat tangannya, dan burung itu mendarat sempurna di sana. “Aku membutuhkanmu ke tempat Luz,” kata Ra,

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #298 Apa Harganya?

    Kaki Ra melangkah menuju ke area yang sedikit sepi. Area yang sama sekali tidak tersentuh oleh perbaikan yang sedang terjadi di istana, karena memang Ra melarang. Tidak ada siapapun yang boleh menyentuh area itu.Tapi memang area yang ada di pojok istana tak jauh dari Serail itu, tak terlalu menarik perhatian. Hanya berisi satu gubuk yang terlihat menyedihkan, karena itu penghuni istana lain memang biasanya luput memperhatikan.Gubuk itu adalah tempat di mana Ra menyimpan mangkuk yang bisa dipakainya untuk berhubungan dengan Osiris, selain memakai Arran.Mangkuk itu lebih cepat dari Arran, tapi jika memakai mangkuk masih tak ada jawaban, maka Ra akan mengirimkan Arran. Dan biasanya selalu begitu.Baik saat Ra kemarin dulu ingin meminta penjelasan soal Lea, atau sekitar dua purnama lalu, saat meminta izin untuk memberitahu Kissa.Meski seharusnya mangkok itu bisa berhubungan dengan Osiris secara langsung, tetapi tetap saja waktu yang diperlukan untuk Osiris untuk merespon sangat lama. R

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status