Share

#390 Harus Aku?

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-10-11 06:59:12
Tapi pukulan yang baru saja mendarat di punggung tangannya, bahkan tidak membuat Ra merasa geli.

Ini adalah pukulan yang yang tidak jauh berbeda dari pukulan manusia biasa. menandakan jika kekuatan Seth sudah mulai terpengaruh oleh darah Ra.

Hanya saja si empunya tubuh tidak menyadarinya. Dengan baik hati, Ra segera berencana untuk membuat Seth menyadarinya.

Pada ayunan yang berikutnya, Ra menangkap tongkat Seth dalam sekali cekal. Selain kekuatan, kecepatan Seth juga sudah jauh menurun, dan dia
aisakurachan

yeaaa menang semua 🤩🤩

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
hore..akhirnya menang.. osirish bisa pulih kekuatannya. Ra . punya kesempatan bertemu lea
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #469 Extra 16 Kita Boleh Bersama

    Giza tersenyum simpul. Masalah itu besar, tapi Nef sudah menyelesaikannya tadi malam.“Dia ingin membunuh Nef tentu saja, tapi Nef bahkan mengalahkannya tanpa harus melalui jalan kekerasan," jelas giza“Bagiamana bisa?!” Amun yang selalu menjadi saksi bagaimana Giza Malam adalah liar dan mengerikan, jelas terkejut.“Nef membuat saudaraku itu tertidur, dengan memakai suatu obat tadi malam. Aku terbangun saat fajar.”“Obat apa?” tanya Ra.“Aku belum sempat bertanya, tapi dia membuat aku tertidur nyenyak sampai pagi.”Selama ini Giza selalu terbiasa tidur saat siang atau sore, diantara kesibukannya, hanya beberapa saat. Atau mungkin dini, ketika Giza Malam sudah benar-benar lelah.Tetapi dia tidak pernah tertidur secara normal seperti orang pada umumnya, karena Giza Malam selalu ingin menikmati hidup.Kemarin malam mungkin adalah pertama kalinya Giza bisa tidur dengan nyenyak, walaupun dalam keadaan duduk, bukan berbaring.“Nef telah menantang, dan mengatakan akan memusnahkan sisi diriku

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #468 Extra 15 Kita Akan Menjadi Keluarga

    "UHUK!" Sebelum Giza bisa menjawab, Ra memotong dengan batuk serak yang dalam. Ia menahannya sejak tadi, tapi tidak bisa lagi."Apa kau perlu minum?" Giza langsung menawarkan.Ra menggeleng sambil menepuk dadanya. Ia mengambil sendiri gelas dan air yang ada di samping ranjang Nef."Apa kau sakit?" Giza mengernyit, karena mendengar tarikan napas Ra yang berat."Tidak. Aku hanya tidak cocok dengan udara laut. Aku berlayar dengan Urhi berapa waktu lalu."Beberapa minggu sebelum mengunjungi Memphis, Ra sempat menerima ajakan Urhi untuk berlayar ke lahan baru untuk mengumpulkan bibit tanaman langka. Hasilnya memuaskan, tapi batuk itu terus mengikuti setelahnya. Ra menyimpulkan udara air asin itu tidak cocok untuknya.Ra mengibaskan tangan. "Kita belum selesai. Jawab aku."Giza kembali menunduk dan merangkai kata dengan hati-hati.“Kisahnya tidak akan panjang, aku mungkin telah menginginkan Nef semenjak aku bertemu dengannya empat musim lalu, tapi sebelum kemarin, aku sama sekali tidak mem

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #467 Extra 14 Kita Sangat Cocok

    “Apa hubungannya hal ini dengan penunjukan dirimu menjadi pengganti Pharaoh?” tanya Ra. “Saat ini mereka hanya keberatan karena aku adalah wanita, mereka tidak ingin aku menjadi Pharaoh bukan karena aku tidak mampu. Lalu bagaimana kalau aku menikah dengan Giza? Aku akan menjadi istri seorang Pharaoh dari salah satu sekutu terkuat dari Tamiat.” Nef membagi rencananya“Menikah dengan Giza tidak akan membuatmu menjadi calon Pharaoh, kau justru akan dikirim ke Memphis,” tukas Ra. Baginya, rencana itu belum sempurna.“Tidak akan, jika aku bisa meyakinkan suamiku untuk membentuk suatu negeri besar, gabungan antara Memphis dan juga Tamiat." Nef mengucapkannya dalam satu tarikan napas dan keyakinan mutlak, membuat ketiga pria yang ada di ruangan itu semuanya terdiam. Ide Nef sangatlah baru. Nef kembali menoleh pada Giza. “Ingat! Keputusanku untuk mencintaimu tidak ada hubungannya dengan cara yang aku ambil ini. Cara ini muncul dalam kepalaku hanya setelah aku menginginkanmu. Cara ini muncu

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #466 Extra 13 Kita Ingin Bersama

    KLANG! Ra membanting pedangnya. Memutuskan untuk menurut pada Amun, membunuh Giza sekarang tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya akan menambah masalah yang melibatkan peperangan besar. Membunuh pharaoh dari negeri lain adalah pernyataan perang paling gamblang.Tiga orang lain yang ada di ruangan itu, menghembuskan nafas lega.“Apa otakmu sudah penuh dengan lumpur nafsu seperti saudaramu itu sampai tidak bisa membedakan wanita mana yang tidak boleh kau cintai? Atau kau menerima siapapun asal keturunan dari dewa?!” bentak Ra, menunjuk Giza dengan wajah jijik.Giza mendongak. “Tidak seperti itu, Ra. Kau tahu aku tidak akan melakukan hal sehina itu!”“Aku harap alasanmu akan sangat tepat, atau aku akan benar-benar menebas kepalamu... Dan saat itu kau tak boleh ikut campur lagi!” Ra menatap Amun, yang segera mundur melepaskan tangannya.Amun langsung tahu saat di mana Ra sedang sangat ingin membunuh. “Aku tidak memilih Nef dengan sembarangan, hanya karena dia mempunyai darah keturunan

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #465 Extra 12 Kita Hampir Mati

    Tingkat kewaspadaan Ra memang meningkat karena ancaman dari Giza Malam, pada hari sebelumnya.Karena itu dia memeriksa keberadaan Nef saat senja menjelang, dan tentu menjadi panik saat tidak menemukan apapun di kamarnya, sedang Rene hanya tahu jika Nef ada di dalam kamar.Semalaman Ra berkeliling kota Memphis, dan baru kembali pagi ini. Dia bahkan masih berpakaian lengkap menyandang pedang dan pisau di pinggang, belum sempat berganti baju.Yang paling menyebalkan dari masalah itu, dia terpaksa bergerak sendiri bersama Amun. Ra tidak bisa meminta bantuan dari Giza, karena tahu dia hanya akan bertemu wanita psikopat yang ingin membunuhnya kalau meminta bantuan. Dan kini Nef yang dikhawatirkannya, pulang begitu saja dengan santai.“Jawab aku!” Ra menuntut, karena Nef hanya terlihat menunduk dan meremas tangannya tanpa bersuara.Ra tentu sudah sangat mengenal anaknya. Nef selalu berani dan percaya diri, tapi sikap meremas kedua tangan itu, akan selalu ditunjukkan saat Nef sedang merasa be

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #Extra 11 Kita Telah Memilih

    Nef berencana untuk terus melihat keadaan Giza tapi proses itu ternyata terlihat menyakitkan.Nef akhirnya berpaling saat mendengar nafas Giza tertahan. Dia tidak berteriak, hanya mengetatkan rahang, dengan tangan mencengkram erat.Nef kembali ingin marah kepada ‘ayah’ Giza yang membuatnya menjadi seperti ini. Dia membuat Giza mengalami kesakitan itu selama puluhan tahun. Nef sangat ingin bertemu dengannya.“Dasar gadis keparat murahan! Kau terdengar seperti gadis murahan saja, sampai harus menawarkan diri pada pria! Sudah berapa pria yang kau ajak tidur? Sepuluh? atau mungkin justru dua puluh?” Giza Malam memaki dengan lancar, sambil mengguncang rantai yang mengikat tubuhnya. Pada keadaan biasa Nef akan melayangkan tamparan untuk membungkam mulut siapapun yang berani mengatakan hinaan seperti itu padanya, tapi ini adala keadaan khusus. Dia tidak boleh marah, hanya harus menahan diri, karena tujuan awalnya adalah untuk berbicara.“Sayangnya kau salah, aku belum pernah tidur dengan pri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status