Share

057 - Paradoks Racun dan Penawar

Penulis: Chryztal
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 21:32:02

Lantai marmer kediaman Montclair bergema di bawah langkah tegas Celestine. Atmosfer di istana tadi masih membekas di benaknya, aroma kayu cendana yang berat, tekanan mana Raja Caspian yang menyesakkan, dan tatapan tajam Alaric yang seolah ingin menguliti rahasianya.

Namun, alih-alih merasa terintimidasi, darah Celestine justru berdesir karena tantangan yang baru saja ia terima. Raja Caspian tidak hanya bertanya soal status pewaris, pria itu sedang mengukur apakah Celestine adalah pewaris yang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   236 - Senjata Makan Tuan

    Seraphina terengah-engah, tangannya mencengkeram lantai marmer dengan sisa-sisa gemetar yang kini bukan lagi karena efek racun, melainkan karena syok melihat tatapan menghujat dari seluruh aula. Namun, saat matanya menangkap sosok Julian yang berdiri dengan wajah bingung dan pelayan yang bersujud meratapi nasibnya, sebuah kilatan nekat yang culas mendadak melintas di benak Seraphina. Logikanya yang sempat terdistorsi oleh ilusi kini mulai menyusun kembali potongan-potongan rencana yang berantakan.Jantungnya berpacu liar oleh harapan palsu yang tiba-tiba membubung tinggi. Ia bergumam dalam hati. "Meskipun rencanaku untuk meracuni Lady Celestine gagal, tapi aku bisa membalikkan keadaan dengan tetap memosisikan diriku sebagai korban dan menuduh Celestine, kan? Publik melihatku sekarat, publik melihatku menunjuknya sebelum pingsan! Takdir masih berpihak padaku!"Dengan sisa aktingnya yang memikat, Seraphina mendadak tersungkur kembali, memeluk lututnya sendiri dengan wajah yang dipenuhi

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   235 - Saksi Seorang Pelayan

    Suasana di dalam aula perjamuan kian mencekam saat desas-desus mengenai rekaman sihir Aethel-Flora membuat para bangsawan saling lempar pandang penuh kecurigaan. Julian berdiri mematung, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya saat menyadari posisinya telah terkunci rapat oleh argumen hukum Alaric dan gertakan mematikan dari Celestine.Tepat pada saat ketegangan berada di titik kulminasi, kerumunan di dekat pintu masuk terbelah ketika tiga orang penyihir medis istana jubah putih bergegas masuk membawa peralatan ramuan mereka. Di bawah pengawasan ketat seluruh hadirin, mereka segera berlutut di samping tubuh Seraphina yang masih lemas dengan sisa-sisa busa di sudut bibirnya.Julian, yang melihat kedatangan tim medis, mencoba melakukan manuver terakhir untuk menyelamatkan namanya. "Medis! Periksa cangkir teh itu dan sisa cairan di lantai! Lady Celestine pasti telah menukar gelas atau menggunakan sihirnya untuk memindahkan racun itu dari nampan ke cangkir Seraphina! Bisa saja dia adal

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   234 - Kalah Telak

    “Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan dan begitu membela Lady Seraphina. Jangan-jangan suara desahan kotor wanita yang saya dengar di kamar Anda itu adalah suara Lady Seraphina?”Kata-kata yang keluar dari bibir ranum Celestine meluncur begitu tenang, namun dampaknya bagai hantaman petir yang meretakkan pilar-pilar marmer aula perjamuan. Detik itu juga, seluruh isi ruangan mendadak hening. Keheningan yang begitu pekat dan mencekam hingga suara helaan napas terkecil pun bisa terdengar. Ratusan pasang mata bangsawan kasta tertinggi yang tadinya menatap Celestine dengan penuh penghakiman, kini serentak melempar pandangan syok, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Skandal asusila di balik dinding istana adalah hal tabu yang paling mengerikan untuk dikupas di depan publik.Wajah Julian yang semula memancarkan kilat kemenangan instan berubah pucat pasi, sebelum akhirnya memerah padam akibat gelombang syok dan rasa malu yang luar biasa. Rahangnya mengeras gila-gilaan. I

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   233 - Ambigu

    Aula perjamuan malam musim panas yang semula dipenuhi keanggunan aristokrat seketika pecah menjadi panggung kekacauan massal. Jeritan histeris dari para lady kmenggema, berbaur panik dengan derap langkah para pelayan yang berlarian tak tentu arah. Di atas lantai marmer yang dingin, tubuh Seraphina masih menggelepar dengan kejang-kejang kecil, sementara cairan putih berbusa terus merembes keluar dari sudut bibirnya yang kian membiru. Atmosfer di dalam ruangan seketika berubah mencekam, dipenuhi oleh aroma ketakutan yang pekat.Namun, di tengah badai kepanikan yang melanda seluruh isi istana, ada satu titik yang seolah tidak tersentuh oleh waktu.Celestine tetap berdiri tegak di posisinya. Dengan gerakan yang teramat santai dan anggun, ia menurunkan gelas kristal dari bibirnya, lalu meletakkannya kembali di atas meja memutar tanpa menimbulkan denting sedikit pun. Tidak ada gurat kepanikan, tidak ada keterkejutan, apalagi rasa bersalah di wajahnya. Sepasang matanya yang seindah batu am

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   232 - Kebodohan Seraphina

    Detik sebelum takdir membalikkan panggung sandiwara itu, tangan Celestine yang semula bergerak menuju gelas di sudut kanan nampan tiba-tiba terhenti di udara. Sepasang matanya yang seindah batu amethyst berkilat jenaka selama sepersekian detik. Melalui partikel serbuk sari Aethel-Flora yang melayang tak kasat mata di sekeliling pelayan itu, Celestine telah menangkap getaran rasa bersalah dan ketakutan yang pekat.Dengan gerakan yang sangat halus dan anggun, Celestine memiringkan kepalanya, berpura-pura memperbaiki posisi bros peraknya. Namun, manipulasi mana lavender yang super tipis melesat dari ujung jarinya, menghantam pusat gravitasi nampan perak yang dibawa si pelayan.Clink.Sebuah geseran tak kasat mata terjadi. Nampan itu miring sedikit, membuat posisi ketiga gelas kristal tersebut berputar di atas permukaan perak yang licin. Pelayan itu tersentak, mencoba menyeimbangkan langkahnya dengan wajah pucat pasi. Ia tidak menyadari bahwa gelas yang berisi Lacryma Phantasia—ramuan il

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   231 - Tiga Serangkai Berkumpul Kembali

    Kilau lampu kristal Istana perlahan mulai terasa menyesakkan bagi Celestine. Meski senyum anggun tak pernah tanggal dari wajahnya, sepasang matanya yang seindah batu amethyst mulai menyiratkan kelelahan. Kerumunan pemuda bangsawan yang mengelilinginya tak henti-henti melontarkan pujian klise, masing-masing berusaha keras menarik perhatian sang lady idaman kekaisaran. Tanpa tahu jika sebenarnya sang lady sudah memiliki kekasih yang belum dipublikasikan. "Ah, mohon maaf, para tuan muda yang terhormat." Sebuah suara yang renyah namun sarat akan ketegasan memotong untaian pujian dari seorang anak menteri. Dari balik kerumunan, muncul Marcella. Dengan gaun berwarna hijau zamrud yang memesona dan kipas bulu yang dikepakkan anggun, Marcella melangkah maju, memosisikan dirinya tepat di samping Celestine. "Saya rasa Lady Celestine perlu menghirup udara segar sejenak sebelum bersiap untuk berdansa dengan Yang Mulia Pangeran nanti. Anda sekalian tentu tidak ingin membuat sang lady pingsan kar

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   020 - Napas Kematian

    Udara di Sektor Utara wilayah Montclair terasa jauh lebih berat dan lembap dibandingkan area latihan biasanya. Kabut tebal merayap di antara batang-batang pohon yang menghitam, seolah-olah alam sendiri berusaha menyembunyikan sesuatu yang busuk di jantung Lembah Bayangan. Celestine memacu kudanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   023 - Provokasi yang Menantang Pangeran

    Ketegangan di halaman mansion tidak luruh meski mereka telah melangkah masuk ke dalam bangunan megah itu. Alaric berjalan dengan langkah lebar dan otoriter, derap sepatu militernya bergema di atas lantai marmer, menciptakan irama yang menuntut kepatuhan. Ia tidak menunggu pelayan membukakan pintu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   022 - Tamu tak Diundang

    tak-tak-tak-takDerap kaki kuda yang terburu-buru membelah kesunyian sore di halaman depan kediaman Montclair. Celestine turun dari kudanya dengan napas yang masih sedikit memburu, pakaian berburunya yang berwarna hijau zamrud kini ternoda oleh lumpur hitam dan bercak-bercak tanah lembap dari Lemba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   025 - Hidangan Untuk Pangeran

    Matahari baru saja mengintip dari ufuk timur, membasuh kediaman Montclair dengan cahaya keemasan yang menipu. Sesuai janjinya, Alaric sudah siap di aula utama dengan setelah jas hitamnya, namun langkahnya terhenti saat seorang pelayan membungkuk rendah dan menyampaikan bahwa Lady Celestine sedang m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status