Home / Pendekar / Para Pendekar dari Sungai Kembar / Pasukan Kambing Gunung Li

Share

Pasukan Kambing Gunung Li

Author: Ocyobot
last update publish date: 2026-09-03 00:05:21

Perjalanan dijadwalkan berangkat keesokan pagi.

Sejak matahari mulai condong ke barat...

seluruh Perguruan Pedang Li mendadak sibuk.

Para murid menyiapkan makanan kering.

Air minum.

Tali.

Selimut.

Obat-obatan.

Peta perjalanan.

Suasana yang biasanya tenang berubah ramai.

Namun...

keramaian itu perlahan berubah menjadi tontonan lucu ketika semua orang melihat barang bawaan Zhushu.

Wu Keming yang baru datang hampir menjatuhkan kendi araknya.

"Itu..."

"...keranjang atau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Dilema di Antara Darah dan Pengkhianatan

    Qiu Lan duduk di dalam kamar penginapan dengan surat rahasia dari Qiu Hui di tangannya.“Bunuh Shen Lang!”Perintah itu terus terngiang di kepalanya.Ia menghela napas panjang, lalu meletakkan surat tersebut di atas meja.Shen Lang adalah adik kandung Nyonya Shen Yulan, istri Qiu Hui. Ia juga putra Menteri Pertahanan Shen Yizong, seorang pejabat yang memiliki pengaruh besar di istana.Namun, alasan Qiu Lan merasa sulit melaksanakan perintah itu bukan semata-mata karena kedudukan Shen Lang.Ada hubungan yang jauh lebih rumit.Qiu Lan adalah adik tiri Qiu Hui. Sementara Shen Yulan, istri Qiu Hui, diam-diam menjalin hubungan terlarang dengannya. Perselingkuhan itu berawal dari kecemburuan Shen Yulan terhadap Yangxiang.Kini, Qiu Hui memerintahkan Qiu Lan untuk membunuh adik iparnya sendiri.Qiu Lan tertawa getir.“Kakak… apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan?”Ia tahu Qiu Hui bukan orang yang mudah mengambil keputusan tanpa perhitungan. Perintah itu terasa terlalu berbahaya. Kematian

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Bayangan di Balik Laporan

    Angin dingin dari utara menyapu halaman Perguruan Pedang Li.Li Dihua berdiri di hadapan peta wilayah Jianghu. Beberapa laporan baru saja tiba melalui Burung Awan Patah. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan kekhawatiran.“Orang-orang yang sudah berangkat ke jalur utara harus tetap mengawasi pergerakan,” katanya. “Jangan bertindak gegabah. Kita belum mengetahui siapa sebenarnya kelompok yang membawa Zhushu pergi.”Seorang murid senior membungkuk.“Beberapa fraksi Jianghu telah menyatakan kesediaan membantu. Mereka menunggu instruksi berikutnya.”“Bagus. Perkuat pengawasan, tetapi jangan memancing pertempuran. Jika keadaan berubah, segera kirim kabar.”Li Dihua menatap peta itu sekali lagi. Ancaman dari utara bukan sekadar persoalan satu perguruan. Jika para pendekar bergerak tanpa koordinasi, seluruh Jianghu bisa terseret ke dalam kekacauan.---Di istana, suasana jauh lebih berat.Raja duduk di singgasana dengan tubuh yang tampak semakin lemah. Meski demikian, beliau teta

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Kesombongan Aliran Putih

    Perjalanan Shen Lang dan Qiu Lan menuju wilayah barat akhirnya memasuki sebuah kota perdagangan yang cukup besar.Kota itu berada tidak jauh dari jalur menuju perbatasan utara. Dalam beberapa pekan terakhir, kabar mengenai pergerakan kelompok asing dan gangguan perdagangan mulai membuat para penduduk gelisah.Namun, laporan yang dibawa Shen Lang kepada pemerintah justru menyatakan bahwa keadaan wilayah barat masih terkendali.Laporan itu dibuat seadanya. Beberapa informasi penting sengaja tidak dicantumkan, sementara masalah yang dianggap mengganggu kepentingannya hanya ditulis sebagai persoalan kecil.Bagi Shen Lang, penugasan ini bukan semata-mata untuk memeriksa keadaan.Ia ingin menjadikan wilayah barat sebagai pijakan kekuasaannya.---Di sebuah aula pertemuan, sejumlah pemimpin Jianghu Barat berkumpul.Di antara mereka terdapat Duan, pemimpin Partai Matahari Barat yang dikenal dengan julukan Iblis Duan. Di sampingnya duduk Hong Liangyau, Ketua Lembah Hantu Merah, serta Hao Huma,

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Wajah di Balik Kesopanan

    Jalan menuju wilayah barat membentang melewati pegunungan, desa-desa kecil, dan sejumlah kota perdagangan.Shen Lang menunggang kuda di depan rombongan. Di sisinya, Qiu Lan, perwakilan Jianghu dari Perguruan Pedang Bangau Hijau, mengikuti dengan pakaian rapi dan wajah penuh percaya diri.Penugasan Shen Lang sebenarnya sederhana: memeriksa keadaan wilayah barat, memastikan keamanan jalur perdagangan, serta melaporkan kondisi para pejabat setempat.Namun, bagi Shen Lang, perjalanan ini memiliki tujuan lain.Wilayah barat adalah kesempatan untuk membangun pengaruhnya sendiri.“Jenderal Shen, menurut laporan terakhir, beberapa pejabat daerah mengeluhkan kekurangan dana untuk menjaga jalur perdagangan,” ujar seorang pengawal.Shen Lang tersenyum tipis.“Kalau begitu, kita harus membantu mereka. Keamanan rakyat adalah tanggung jawab pemerintah.”Nada suaranya terdengar begitu tulus hingga pengawal itu mengangguk hormat.Qiu Lan yang mendengar ucapan tersebut tertawa kecil.“Jenderal Shen me

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Ketika Tabib Kehilangan Kesabaran

    “BORISE! SEGERA AKHIRI PERTARUNGAN INI!”Teriakan Zhushu mengguncang hutan.Borise yang sedang menghadapi Temur dan Saran seketika menoleh. Tubuh besarnya menegang, lalu ia menelan ludah.Di sisi lain, Wu Keming juga sempat melirik Zhushu.Ketika melihat wajah sang tabib yang sudah benar-benar kesal, pemuda itu segera memalingkan muka.“Wah… sepertinya kita sudah melewati batas.”Altani mengernyit. “Apa maksudmu?”Wu Keming tidak menjawab.Borise menghela napas panjang.“Zhushu, aku akan segera menyelesaikannya.”“JANGAN BERJANJI! LAKUKAN!”Borise kembali menelan ludah.Ia tahu, menghadapi tiga orang utara bukanlah masalah besar baginya. Namun, menghadapi kemarahan istrinya jauh lebih menakutkan.Akhirnya, ia memutuskan untuk berhenti bermain-main.---Borise berdiri tegak.Ia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan mengangkat kedua tangannya.Udara di sekelilingnya berubah.Temur yang berada paling dekat merasakan sesuatu yang aneh. Qi di dalam tubuhnya seolah mulai bergerak tanpa k

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Pertukaran Lawan yang Merepotkan

    Batu terhuyung mundur.Tubuh besarnya kini dipenuhi rasa sakit. Napasnya berat, dan setiap kali mencoba mengangkat lengannya, ia merasakan nyeri yang membuat gerakannya melambat.Borise berdiri beberapa langkah di hadapannya. Wajah lelaki utara itu tetap tenang, seolah pertarungan panjang tersebut belum cukup untuk membuatnya lelah.“Batu!” seru Saran.Batu menggeram. “Aku masih bisa bertarung!”Namun, Saran tahu keadaan sebenarnya. Jika Batu terus menghadapi Borise, ia mungkin akan tumbang sebelum pertarungan berakhir.Di sisi lain, Temur mulai kehilangan langkah.Wu Keming terus mengubah arah serangan. Temur yang mengandalkan kecepatan kini kesulitan menemukan celah. Setiap kali ia bergerak maju, Pedang Naga Putih seolah sudah menunggu di jalurnya.Altani masih membantu, tetapi Saran mulai merasa khawatir.Ia tidak ingin sang putri terluka.“Putri, mundurlah sedikit!” serunya.Altani mengerutkan kening. “Aku masih bisa membantu!”“Tidak. Kita harus mengubah strategi.”Saran memandan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status