Share

Tembok Dua Hari

Author: Ocyobot
last update publish date: 2026-09-15 14:42:51

Pagi berikutnya, Gunung Mohua kembali ramai.

Jika malam sebelumnya dipenuhi ketenangan, air mata, dan percakapan yang dalam, pagi itu suasana Perguruan Mohua kembali seperti biasa.

Ribut.

Setelah keputusan Moxian untuk menjadi ketua, persaingan yang sebelumnya terbagi menjadi dua kini berubah menjadi tiga kubu.

Kubu Yangxiang.

Kubu Chenli.

Dan kubu Moxian.

Ketiga kelompok itu belum sampai menghunus pedang, tetapi saling mengejek sudah menjadi makanan pagi.

"Kalau hanya mengandalkan belas kasiha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Bayangan di Balik Rak Tua

    Sejak ditemukannya botol kecil di gudang obat, suasana Perguruan Mohua berubah.Tidak ada yang mengatakannya secara terbuka.Namun setiap orang mulai memperhatikan setiap gerakan orang lain.Ketika seseorang pergi ke gudang, akan ada mata yang mengikutinya.Ketika seseorang berbicara terlalu lama dengan orang lain, akan muncul bisikan.Dan ketika nama Chenli disebut, beberapa percakapan tiba-tiba berhenti.Chenli menyadarinya.Ia tidak bodoh.Ia tahu dirinya sedang dicurigai.Tetapi ia memilih diam.Pagi itu, ia kembali ke ruang penyimpanan tempat catatan lama Mohua disimpan. Moxian menemukannya di sana."Kau datang lagi?"Chenli menoleh."Aku mencari sesuatu.""Catatan yang hilang?"Chenli tidak menjawab.Moxian berjalan mendekat.Di atas meja terdapat beberapa gulungan tua. Sebagian berisi aturan lama Mohua, sebagian lagi berisi daftar murid dari generasi sebelumnya."Kenapa kau begitu tertarik pada catatan lama?" tanya Moxian.Chenli menggulung salah satu dokumen."Karena kalau kit

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Jejak yang Tidak Seharusnya Ada

    Malam turun perlahan di Gunung Mohua.Setelah keributan sepanjang hari, halaman perguruan akhirnya kembali sepi. Para murid masuk ke kamar masing-masing. Lampu-lampu minyak dipadamkan satu demi satu.Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.Suara benda jatuh terdengar dari arah gudang obat.Prang!Seorang murid yang sedang berjaga langsung berlari ke sana."Siapa?"Tidak ada jawaban.Pintu gudang terbuka sedikit.Ia mendorongnya perlahan.Beberapa kendi obat tergeletak di lantai. Rak kayu di sebelah kiri juga tampak berantakan.Tetapi tidak ada seorang pun.Murid itu mengerutkan kening.Ia kemudian melihat sesuatu di lantai.Sebuah botol kecil.Botol itu tidak memiliki nama.Ia mengangkatnya dan mencium aromanya.Tidak berbau seperti obat biasa.Ia segera membawa botol tersebut kepada Moxian.---Moxian terbangun dari tidurnya ketika seorang murid mengetuk pintunya."Ada masalah."Beberapa saat kemudian, ia sudah berada di gudang obat bersama Guru Xieru, Yangxiang, dan Chenli.Zhushu

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Tiga Jalan di Gunung Mohua

    Pagi di Gunung Mohua tidak lagi terasa seperti biasanya.Kabut masih menggantung di antara pepohonan. Lonceng pagi masih berbunyi dari bangunan utama, dan aroma teh hangat masih keluar dari dapur. Namun di halaman perguruan, sesuatu telah berubah.Murid-murid mulai memilih tempat duduk berdasarkan kelompok.Yang mendukung Yangxiang berkumpul di sebelah kiri halaman. Para pengikut Chenli berada di sebelah kanan. Sedangkan mereka yang masih setia kepada Guru Xieru berdiri di sekitar Moxian.Mohua belum terpecah.Tetapi retaknya sudah terlihat.Yangxiang berdiri di hadapan para pendukungnya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa ia telah memikirkan hal ini sangat lama."Aku tidak meminta kalian menjadikanku ketua," katanya. "Aku hanya ingin kalian berhenti takut terhadap dunia."Seorang murid bertanya, "Apa maksudmu?""Sejak kecil kita diajarkan bahwa dunia luar berbahaya. Kita tidak boleh terlalu dekat dengan perguruan lain. Jangan mudah percaya pada orang luar. Jangan

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Tembok Dua Hari

    Pagi berikutnya, Gunung Mohua kembali ramai.Jika malam sebelumnya dipenuhi ketenangan, air mata, dan percakapan yang dalam, pagi itu suasana Perguruan Mohua kembali seperti biasa.Ribut.Setelah keputusan Moxian untuk menjadi ketua, persaingan yang sebelumnya terbagi menjadi dua kini berubah menjadi tiga kubu.Kubu Yangxiang.Kubu Chenli.Dan kubu Moxian.Ketiga kelompok itu belum sampai menghunus pedang, tetapi saling mengejek sudah menjadi makanan pagi."Kalau hanya mengandalkan belas kasihan, bagaimana mungkin memimpin perguruan?" sindir salah seorang murid Yangxiang.Murid di sebelahnya segera menjawab, "Lebih baik mengandalkan belas kasihan daripada mengandalkan suara keras seperti kalian.""Setidaknya kami berani!""Berani bertengkar, maksudmu?"Suasana kembali gaduh.Wu Keming yang sedang sarapan hanya menghela napas panjang."Baru pagi..."Zhushu yang duduk di sampingnya malah sibuk mengunyah."Bagus.""Bagus dari mana?""Kalau mereka sibuk bertengkar, tidak ada yang merebut

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Janji yang Dilepaskan

    Malam di Gunung Mohua begitu tenang.Bulan menggantung di antara pucuk-pucuk pohon, sementara angin membawa aroma bunga yang tumbuh di lereng gunung. Di sebuah halaman kecil yang jauh dari bangunan utama, Moxian berdiri membelakangi Wu Keming.Untuk beberapa saat, ia tidak mengatakan apa-apa.Wu Keming pun tidak mendesak.Ia hanya berdiri sambil memandang langit.Akhirnya Moxian menarik napas panjang."Keming...""Hmm?""Aku ingin meminta maaf."Wu Keming menggaruk kepalanya."Untuk apa?"Moxian menggenggam kedua tangannya erat."Karena aku tidak menepati janji kita."Wu Keming terdiam.Moxian menundukkan kepala."Janji yang dibuat guru kita dulu."Suara Moxian bergetar."Perjodohan antara kita."Angin malam melewati halaman."Aku sudah memutuskan."Moxian mengangkat wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca."Aku akan menjadi ketua Perguruan Mohua."Wu Keming tersenyum kecil."Bagus."Moxian terkejut."Bagus?""Tentu saja.""Kau... tidak marah?"Wu Keming malah tertawa."Kenapa aku harus

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Dua Pedang, Satu Tekad

    Denting pedang terdengar berkali-kali di halaman Perguruan Mohua.Li Huatang dan Moxian bergerak seperti dua bayangan yang menari di antara kelopak bunga yang berjatuhan. Pedang Giok Bulan di tangan Li Huatang memancarkan kilau biru lembut, setiap tebasannya ringan dan anggun. Di hadapannya, pedang Moxian bergerak cepat dan tajam, setiap serangan mengandung tekanan yang jauh berbeda dari kelembutan wajah pemiliknya.Tak satu pun dari mereka berkata-kata.Pedang mereka berbicara menggantikan lidah.Li Huatang menusuk ke depan.Moxian memiringkan tubuh, membiarkan ujung pedang lewat hanya sejengkal dari bahunya, lalu membalas dengan tebasan mendatar.Li Huatang menahan.Trang!Percikan kecil beterbangan.Keduanya mundur bersamaan.Wu Keming yang sejak tadi bersandar pada pohon hanya tersenyum."Hebat..." gumamnya.Borise mengangguk kagum."Benar-benar hebat."Zhushu, yang sedang mengunyah makanan di sampingnya, melirik sebentar."Kenapa kalian kagum? Aku cuma melihat dua perempuan yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status