Share

Paras Cantik, Tubuh Bahenol
Paras Cantik, Tubuh Bahenol
Penulis: Ungu

Bab 1

Penulis: Ungu
“David, ada orang yang datang.”

Baju renang ibu pacarku robek, dan saat dia melihat tiga pria mendekati kolam pemandian air panas, dia menutupi payudaranya yang lembut dan putih, lalu dengan panik meminta bantuanku.

Aku juga tidak tahu harus berbuat apa, ini pertama kalinya aku menghadapi situasi seperti ini.

Kolam pemandian air panas itu tepat di tengah, tanpa penutup di sekitarnya.

Ketiga pria itu berjalan langsung ke arahnya, Lenny tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Aku ingin mengambil handuk dari tepi kolam untuk calon ibu mertuaku, tapi jelas sudah terlambat.

Dalam keputusasaan, aku berteriak, “Bibi Lenny, aku akan melindungimu!”

Dia terkejut, lalu melepaskan tangannya dari dadanya. Payudaranya yang tadinya ditopang berayun karena terlepas dari penyangga.

Aku terpaku.

Tapi dia tidak menyadari tatapan panasku. Sebaliknya, dia melemparkan dirinya ke dalam pelukanku.

Kami berpelukan erat, tubuhnya yang lembut dan harum membuat jantungku berdebar.

Cukup dengan menunduk, aku bisa melihat dengan jelas payudara Bibi Lenny yang besar dan empuk, serta belahan dadanya yang dalam.

Kedua payudara lembut itu menekan dadaku, bergetar mengikuti setiap napasnya. Putingnya sudah menegang, entah karena terkejut tadi atau gesekan yang membangkitkan hasrat.

Dua puting itu menggambarkan lingkaran tak teratur di dadaku, menyulut api dalam diriku juga.

Aku memang belum terpuaskan sepenuhnya oleh pacarku hari ini, dia menangis dan menolak untuk melanjutkan, sehingga meninggalkanku dengan hasrat membara sepanjang hari.

Kini bergesekan dengan calon ibu mertuaku yang masih memancarkan pesona, bagaimana aku bisa menahannya?

Gelombang nafsu meledak dari tubuh bagian bawahku.

Aku dengan canggung mencoba mendorong pinggulku ke belakang, tapi Lenny terlalu tegang. Setiap kali aku mundur, dia mendesak maju, tubuh kami tetap menempel erat.

Tubuhku membeku seketika, tak berani bergerak sedikit pun karena setiap gerakan terasa seperti gesekan.

Setelah kontak intim yang lama dan dirangsang tanpa sadar, alat kelaminku sudah lama tegang. Kini alat itu menempel di celah paha Lenny, hampir menyentuh area pribadinya.

Setelah menenangkan diri, Lenny menyadari ada yang tidak beres. Sambil mengkerutkan alisnya, dia bergumam, “David, sepertinya ada yang menusukku.”

Saat dia berbicara, tangannya secara instingtif menjulur dan menggenggam hasratku yang membara.

Mataku melebar, gemetar saat dia meremas dan meraba.

Saat dia terbelalak, menyadari apa itu, semuanya sudah terlambat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 10

    “Kau ... kau berpura-pura!” Ekspresi Lenny berubah.Alih-alih menjawab, aku membalas, “Bibi, kau sudah lama sendirian. Paman selalu pergi dinas. Pasti kau menginginkan kepuasan, kan?”Saat berbicara, aku menarik selimut ke samping, menempelkan diriku di atas ibu mertuaku. Tanganku langsung masuk ke dalam pakaiannya, meraih dan meremas payudaranya yang montok dan lembut.Lenny berontak, tapi aku semakin berani, tanganku yang lain bergerak ke perutnya dan masuk ke dalam gaun tidurnya dari bawah. Tubuh bagian bawahnya sudah becek, seolah-olah sudah siap untuk tindakan selanjutnya. “Bibi, kau belum puas tadi, kan? Maukah aku mengisi kekosongan itu?”Sambil berbicara, aku meraih tangan ibu mertuaku dan menempatkannya di alat kelaminku. Lenny menarik tangannya seketika, alisnya berkerut. “David, kau ... kau benar-benar berniat melakukan ini?” Lenny menatapku dengan tatapan memelas, dan menghela napas. “Aku berharap kau memikirkannya dengan matang. Setelah kau lakukan ini, gimana kau bi

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 9

    Astaga, apa dia berfantasi tentangku sebagai orang yang mengisi kekosongannya? Memikirkannya saja sudah sangat menggairahkan! Karena takut membangunkanku, dia melanjutkan sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.“Mmmm ....” Suara tertahan namun penuh gairah itu membuat darahku berdesir. Tapi aku tahu harus menahan diri sekarang, menunggu momen yang tepat untuk menaklukkan wanita dewasa yang menawan di hadapanku. Seperti harimau yang mengincar mangsanya, aku menikmati sosok indah Bibi Lenny saat dia menyerah pada hasratnya.Kepalanya sedikit mendongak, mata indahnya yang berair menyipit. Rambut panjangnya terurai di bahunya, sementara butiran keringat berkilau di kulitnya yang putih seperti salju. Karena terlalu terangsang, seluruh tubuh Lenny memerah. Aku belum pernah melihat pemandangan yang begitu menggairahkan dalam hidupku. Namun, aku merasa ibu mertuaku masih terlalu menahan diri, dia butuh lebih banyak rangsangan.Dengan pikiran itu, pandanganku tertuju pada remote kont

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 8

    Entah mengapa, setiap kali dia memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan David, dia menjadi sangat sensitif. Hampir tanpa sadar, Lenny membawa celana dalam itu kembali ke kamarnya.Dia mendekati tempat tidur, mengambil vibrator yang sudah lama tidak digunakan dari meja samping tempat tidur, lalu berbaring, menghirup aroma dari celana dalam itu dengan penuh gairah. Hasrat di dalam dirinya semakin kuat.Hubungannya dengan David agak istimewa, mereka tidak bisa berhubungan seks, namun hubungan itu sangat ambigu.Bagi mereka berdua, itu adalah suatu bentuk siksaan.“Meskipun nggak bisa berhubungan seks dengan calon menantuku, aku boleh berfantasi tentangnya, kan?”Hasrat batinnya menjadi tak terkendali. Lenny membuka kakinya, berserah pada sensasi itu.Desahan merdunya bergema di seluruh ruangan.“Mmm ... oh ....”Saat itu juga, aku pulang ke rumah.Toleransiku terhadap alkohol buruk, baru minum 3 botol sudah membuat kepalaku pusing, jadi aku pulang lebih awal.Aku membuka pintu dengan ku

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 7

    “Bibi, sini kubantu.” Dapur itu tidak terlalu luas, jadi terasa agak sempit untuk kami berdua. Tubuhku menempel erat pada lengan Lenny, pandanganku sesekali melirik ke arah kerahnya yang terbuka. Kulit seputih salju yang lembut di bawah kerahnya sangat menggoda, dengan dua puting merah muda menambah daya tariknya.Lenny merasakan aura maskulin yang kuat dari diriku, napasnya menjadi sedikit tidak teratur. “Nggak apa-apa, aku bisa urus sendiri. Kau istirahat saja di ruang tamu,” kata Lenny perlahan.“Nggak apa-apa, Bibi, biar kubantu.” Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk melangkah maju dan menempelkan tubuhku ke punggung Lenny dari belakang. Sensasi lembut itu langsung membangkitkan gairahku. Menempel kuat ke punggung ibu mertuaku hampir membuatku mengerang karena kenikmatan.Tubuh Lenny sepertinya semakin sensitif. Setelah beberapa kali gesekan lembut, dia langsung terangsang, tubuhnya menegang tanpa disadari. Dia berusaha keras untuk tetap diam, tapi sensasi itu terlalu kuat

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 6

    Jika aku menyelinap ke dapur sekarang dan mengejutkan Lenny dari belakang, dia pasti akan merasa sangat senang! Saat aku membayangkan adegan mendebarkan di mana kami berpelukan dengan penuh gairah di dapur, celana pendekku langsung menonjol dengan jelas. Aku buru-buru mandi dan berlari keluar dari kamar mandi. Aku tidak menyangka akan bertemu Lenny di ruang tamu.Dia mengenakan setelan piyama yang pas di tubuh, lekuk tubuhnya yang montok dan anggun terpampang jelas.Kakinya yang panjang, putih dan mulus, dihiasi dengan sandal pink yang memperlihatkan jari-jari kakinya yang mungil dan seksi.Cat kuku merah di jari-jari kakinya menambah sentuhan pesona yang menggemaskan.Dia membawa sepiring telur goreng, tampaknya baru saja selesai menyiapkan sarapan.“Pagi, Bibi!” Aku terkekeh, tatapanku yang membara menatap tubuhnya tanpa malu. Lenny membeku saat melihatku hanya mengenakan celana pendek. Lalu, tatapannya tertuju pada tonjolan mencolok di bawah celanaku, pipinya langsung memerah.

  • Paras Cantik, Tubuh Bahenol   Bab 5

    “Jangan, jangan di sini, nanti ada yang lihat ....” “Nggak apa-apa. Nggak ada orang di kolam renang, dan kita di bawah air, nggak ada yang bisa melihat kita. Bibi, kau sudah lama nggak merasakan sentuhan seorang pria, kan? Aku akan memberimu kenikmatan tertinggi sekarang juga.” Dalam sekejap, kami benar-benar telanjang di hadapan satu sama lain.Bibi Lenny duduk di pangkuanku, dengan gugup memutar-mutar kakinya, tetapi dia jelas bisa merasakan gairahku. Pandangannya yang berkaca-kaca tampak berkabut karena nafsu, tapi juga diwarnai sedikit ketegangan. Melihat Bibi Lenny begitu terangsang, aku sengaja memperlambat ritme. Sebaliknya, aku menggunakan alatku untuk terus merangsangnya.Ini adalah taktik yang biasa kulakukan terhadap pacarku, agar dia berinisiatif. Menurutnya, perasaan ini sama seperti menjuntai seekor ikan di hadapan kucing, begitu dekat tapi tak bisa menggapainya! Benar saja, dalam sekejap saja Bibi Lenny sudah tak bisa menahan diri lagi. Suaranya yang lembut sedikit m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status