홈 / Romansa / Pelampiasan Pria Angkuh / 49. Pelakor Viral

공유

49. Pelakor Viral

작가: Mira Restia
last update 게시일: 2022-04-03 23:57:01

Savana mendapat pesan 'WA dari ibunya. Dia merasa terharu ternyata ibu dan ibu mertuanya sangat sayang padanya. Hingga rela melabrak wanita yang sudah dia ketahui bernama Vianca itu. 

Awalnya, dia posting di sosial media untuk mencari perhatian orang lain. Setelah berhasil menjadi selebgram dengan kisah cinta yang rumit, rupanya dia mendapatkan kenyamanan. Hal itu dikarenakan, apapun yang dia posting selalu mendapat dukungan.

Terbersit dalam hatinya untuk mengunggah video i

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pelampiasan Pria Angkuh   96. Silvi dan Reno

    Zalea Vianca Zeva sudah berusia 7 hari.Tujuh hari yang mengubah total isi rumah Zeva. Jika dulu rumah itu identik dengan sepi, tegang, dan bau obat, sekarang dari pagi sampai malam isinya cuma tiga suara: tangisan Zalea, tawa Rafael, dan omelan manja Vianca yang melarang Zeva gendong bayi sambil berdiri satu kaki.Vianca sendiri sudah jauh lebih sehat. Jahitan pasca lahirannya sudah mulai kering. Ia sudah bisa duduk bersila di kasur, menyusui, meski masih belum boleh banyak jalan. Wajahnya yang dulu pucat karena bedrest berbulan-bulan, kini sudah kembali bersinar.Pagi itu jam 10, saat Vianca sedang menyusui Zalea di kamar, Edrick mengetuk pintu dengan wajah panik bahagia."Bu, Pak... ada tamu... tamu spesial!"Zeva yang sedang melipat popok di lantai langsung berdiri. "Siapa?"Belum sempat Edrick jawab, dari depan sudah terdengar suara cewek yang super heboh dan tidak asing lagi bagi Vianca."VIANCA MANA? TEMEN GUE MANA? YANG BARU LAHIRAN MANA? GUE BAWA RENDANG 2 KILO NIH!"Vianca l

  • Pelampiasan Pria Angkuh   95. Zalea

    Minggu ke-38. Dua bulan sejak kejadian pendarahan dan pertemuan di penjara itu terlewati dengan sangat hati-hati.Rumah kini benar-benar menjadi istana steril. Zeva bahkan membangun sebuah kamar bersalin mini di dalam kamar utama, lengkap dengan tabung oksigen dan tim bidan siaga yang standby 24 jam di paviliun belakang rumah. Dokter Anita bilang, ini adalah kehamilan yang harus dijaga sampai detik terakhir.Pagi itu, jam 04:17 dini hari.Vianca terbangun karena merasakan cairan hangat merembes di antara kedua kakinya. Bukan ngompol. Ia hafal rasanya. Ketubannya pecah."Mas... Mas Zeva..." Vianca mengguncang lengan suaminya yang tertidur di sampingnya sambil memeluk perutnya.Zeva yang tidurnya super waspada langsung terbangun seperti kesetrum listrik. "Sayang? Kenapa? Sakit? Kontraksi?""Ketubanku pecah, Mas..." bisik Vianca dengan napas terengah-engah, wajahnya menahan nyeri pertama.Hanya butuh tiga detik bagi Zeva untuk berubah menjadi mode panik total. Ia berteriak memanggil sem

  • Pelampiasan Pria Angkuh   95. Pertemuan di Penjara

    Dua minggu telah berlalu. Kandungan Vianca sudah memasuki usia tujuh bulan. Perutnya semakin besar, gerakan janinnya semakin aktif. Dokter sudah mengizinkan Vianca untuk duduk di kursi roda dan dijemur di taman belakang selama 15 menit setiap pagi, asal tidak berdiri terlalu lama.Pagi itu, Zeva masuk ke kamar dengan wajah ragu-ragu. Di tangannya ada dua surat izin besuk dari Lapas Wanita."Sayang," Zeva memulai dengan hati-hati, duduk di samping Vianca yang sedang mengusap minyak di perutnya. "Kepala lapas tadi telepon. Ratna... dia sakit. Tipis di penjara. Dia minta bertemu kamu."Vianca terdiam. Tangannya berhenti mengelus."Dan Savana juga. Dia titip pesan lewat petugas, dia ingin mengembalikan kalung yang dulu pernah dia ambil dari laci kamu. Kalung pemberian almarhum Ibu kamu."Kalung itu. Vianca ingat. Kalung mutiara kecil yang hilang dua tahun lalu. Ia pikir jatuh di selokan saat cuci piring, ternyata...Zeva melanjutkan, "Dokter Anita bilang kamu sudah cukup kuat untuk perjal

  • Pelampiasan Pria Angkuh   94. Rafael

    Sejak Vianca bedrest total, Rafael berubah.Anak laki-laki berusia tujuh tahun yang biasanya super ceria, yang hobinya main bola sampai bajunya kotor dan berisik minta es krim, kini menjadi pendiam. Ia menolak pergi ke sekolah selama tiga hari."Papa, Rafael nggak mau sekolah," ucapnya pagi itu sambil memeluk erat perut Vianca yang sedang berbaring. "Rafael mau di rumah aja jagain Mamah sama Adik."Zeva yang sudah memakai jas kerja dan siap berangkat ke kantor, berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan putranya."Rafael sayang, Mamah di sini sudah dijaga Papa, dijaga Om Edrick, dijaga Oma. Kamu kalau di rumah terus, nanti pelajaran kamu ketinggalan lho.""Tapi kalau Rafael pergi, nanti ada orang jahat datang lagi gimana? Kemarin kan pas Rafael sekolah, Mamah disakitin Tante jahat itu," balas Rafael dengan mata berkaca-kaca. Logika anak kecilnya begitu sederhana tapi menusuk.Vianca yang mendengar itu langsung memeluk Rafael. Hatinya sakit melihat anak sekecil ini harus memikul rasa

  • Pelampiasan Pria Angkuh   93. Retaknya Sebuah Rumah

    Rumah petak di pinggiran kota itu terasa seperti neraka bagi Riko selama seminggu terakhir.Sejak malam penggerebekan polisi yang menyeret Ratna dari gudang belakang rumahnya, Siska tidak berbicara sepatah kata pun padanya. Tidak ada sapaan selamat pagi, tidak ada piring makan yang disiapkan, tidak ada senyum. Hanya pintu kamar yang dibanting dan punggung yang sengaja membelakangi setiap kali Riko mencoba mendekat."Sayang, makan dulu yuk. Aku udah beliin ayam geprek kesukaan kamu," ujar Riko sore itu, mencoba mencairkan suasana dengan meletakkan bungkusan makanan di atas meja.Siska yang sedang melipat baju tidak menoleh sama sekali. "Aku kenyang.""Kamu dari pagi belum makan apa-apa, Siska. Jangan gini terus.""Aku bilang aku kenyang, Riko! Kamu tuli ya?" Siska akhirnya meledak, melempar baju yang ia lipat ke lantai. Matanya merah, bukan karena menangis, tapi karena menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.Riko menarik napas panjang. Ia sudah mencoba sabar. Ia tahu ia salah. Menyembu

  • Pelampiasan Pria Angkuh   92. Surat dari Penjara

    Sudah seminggu Vianca diizinkan pulang dari rumah sakit. Rumah besar itu kini berubah total. Jika dulu teras depan adalah tempat favorit Vianca untuk membaca buku sambil menikmati teh hangat, kini teras itu dipasangi pagar besi tambahan setinggi dua meter dan CCTV yang menyorot ke segala arah. Zeva benar-benar menepati janjinya.Vianca kini menghabiskan hampir seluruh waktunya di kamar tidur utama di lantai satu — kamar yang sengaja dipindahkan Zeva dari lantai dua agar Vianca tidak perlu naik turun tangga. Kasur empuk dengan empat bantal, meja kecil di sampingnya yang penuh dengan vitamin, susu hamil, dan buku-buku. Jendela kamar selalu terbuka agar sinar matahari masuk, tapi pintunya selalu terkunci dari dalam jika Zeva tidak ada di rumah.Pagi itu, saat Zeva sedang memandikan Rafael di lantai atas, seorang kurir datang mengantar surat. Bukan kurir biasa, tapi petugas dari Lembaga Pemasyarakatan.Edrick yang menerima surat itu langsung mengerutkan kening saat melihat nama pengirimny

  • Pelampiasan Pria Angkuh   6. Wanita yang Tak Layak

    Sudah kesekian kalinya Zeva dan Vianca bertemu. Sekadar berkeluh kesah layaknya teman yang saling mendukung. Namun, baru kali ini Vianca diajak ke kontrakan milik Zeva. Kontrakan yang lebih mirip persembunyian teroris karena letaknya yang jauh dari jalan utama. Serta, stiker logo death metal mene

  • Pelampiasan Pria Angkuh   5. Sulit Terpejam

    Zeva menyaksikan sendiri minuman yang diberikan pada Vianca jatuh. Alisnya berkerut, dia keberatan niat baiknya disambut dengan penolakan.Vianca mengigit bibir bawah, resah karena dia tidak sengaja menumpahkannya. Dia masih waras untuk tidak mencari gara-gara dengan Zeva. "Maafkan saya!"

  • Pelampiasan Pria Angkuh   4. Terjerat Kembali

    Zeva merebahkan diri, mencoba memejamkan mata, tapi tidak berhasil. Dia tidak menyangka, sampai kini pun otaknya dipenuhi memori saat bersama dengan Vianca. Wanita itu, berhasil mencuri hatinya, walau hanya baru bertemu satu malam.Zeva meraih ponsel, kemudian mengirim pesan pada Via

  • Pelampiasan Pria Angkuh   3. Ketakutan Vianca

    Menjelang dini hari, meskipun mereka sudah melalui malam indah bersama, keduanya tidak terpejam. Seolah, waktu sayang untuk dilewatkan hanya dengan tidur. Besok, bisa saja mereka akan saling melupakan dan hari ini adalah hari di mana pertama dan terakhir kali mereka bertemu."Gua ingin mel

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status