author-banner
Mira Restia
Mira Restia
Author

Novels by Mira Restia

Anak Selingkuhan Suamiku

Anak Selingkuhan Suamiku

Selama 7 tahun Ririn membesarkan Denis dengan cinta seorang ibu. Sampai satu gambar anaknya membongkar semua: Denis punya dua ibu. Ternyata, Denis adalah anak selingkuhan suaminya, Dafa. Anak kandung Ririn sendiri? Dibuang dan dititipkan di panti asuhan dalam keadaan terluka. Saat Ririn berjuang merebut Azka dan menuntut keadilan, ia bertemu Rey. Kuasa hukum dingin yang ternyata sudah lama mengaguminya. Dendam mantan suami, hasutan mertua, dan luka masa lalu menguji ketegaran Ririn. Mampukah Ririn menjadi ibu bagi dua anak yang berbeda takdir, dan menemukan rumahnya kembali?
Read
Chapter: 107. Masa SMA 11
DenisBalasan dari Sifa datang keesokan paginya, lebih singkat dari yang Denis harapkan, tapi cukup untuk membuka jalan."Ketemu di taman belakang sekolah pas istirahat kedua?"Denis membalas cepat, jantungnya berdebar sepanjang pagi hingga jam istirahat kedua akhirnya tiba.Taman belakang sekolah cukup sepi siang itu, hanya beberapa siswa yang duduk-duduk di bangku kayu sambil makan bekal. Sifa sudah menunggu di salah satu bangku, menatap kolam kecil di depannya.Denis duduk di sampingnya, menjaga jarak yang sopan. "Makasih udah mau ketemu.""Oke. Denis, aku cuma pengen denger langsung," kata Sifa, tanpa basa-basi. "Dari kamu. Bukan dari siapa-siapa lagi."Denis menarik napas panjang, lalu mulai bercerita dari awal, dari kapan ia sadar bukan anak kandung Ririn, dari kepergiannya bersama Bu Sinta yang berujung pada bulan-bulan tergelap dalam hidupnya, hingga bagaimana ia akhirnya kembali pulang dan belajar menerima bahwa keluarga bukan soal darah, melainkan soal pilihan.Sifa mendeng
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 106. Masa SMA 10
Senin pagi, suasana kelas terasa berbeda lagi, bukan seperti minggu-minggu awal ketika gosip pertama kali menyebar, tapi ada sesuatu yang lebih halus, lebih personal, yang membuat perut Denis terasa tidak enak sejak ia melangkah masuk.Sifa tidak menyapanya seperti biasa.Biasanya, begitu Denis masuk kelas, Sifa akan melambai kecil dari bangkunya, atau setidaknya tersenyum sekilas. Pagi itu, ia hanya menunduk, sibuk dengan buku catatannya, seolah sengaja menghindari kontak mata.Denis mencoba tidak berpikir macam-macam sepanjang jam pelajaran, meski gagal. Setiap kali ia melirik ke arah bangku Sifa, gadis itu selalu tampak sibuk dengan sesuatu yang lain.Saat istirahat, ia memberanikan diri menghampiri. " Halo Sifa?"Sifa mendongak, ekspresinya sulit dibaca, bukan marah, tapi juga tidak seramah biasanya. "Ya?""Kamu kelihatan beda hari ini. Kenapa?""Mungkin hanya perasaan kamu saja.""Bilang saja ada apa, Fa!"Sifa terdiam sejenak, seperti mempertimbangkan sesuatu, sebelum akhirnya b
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 105. Masa SMA 9
# Bab 9 — Kalimat yang Tertahan## DenisAkhir pekan setelah acara pameran, Sifa mengajak Denis bertemu di perpustakaan kota untuk mengerjakan tugas bersama—bukan lagi soal mural, melainkan tugas kelompok biasa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.Mereka duduk di meja sudut, dikelilingi rak-rak buku tinggi, dengan cahaya sore yang masuk lewat jendela besar di samping mereka."Kamu tenang banget orangnya," kata Sifa tiba-tiba, di sela mengerjakan soal. "Aku merhatiin dari awal kenal. Jarang kelihatan panik, bahkan pas ngerjain mural yang deadline-nya mepet.""Nggak juga," jawab Denis. "Cuma nggak kelihatan aja.""Maksudnya?"Denis terdiam sejenak, pensilnya berhenti di atas kertas. Ini momen yang tepat, pikirnya. Mungkin kalau ia cerita sekarang, langsung dari mulutnya sendiri, semuanya akan terasa lebih ringan—tidak perlu menunggu Sifa mendengarnya dari orang lain, dari bisikan wali murid atau tangkapan layar forum lama."Aku punya... masa lalu yang agak rumit," katanya akhirnya, ha
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 104. Masa SMA 8
# Bab 8 — Mural## DenisSetelah tiga minggu pengerjaan, mural itu akhirnya selesai. Sebuah rumah sederhana dengan atap merah bata, jendela terbuka lebar, dan cahaya matahari yang digambarkan menembus celah dedaunan pohon di halaman. Tidak ada sosok manusia di dalamnya—hanya rumah kosong yang tetap terasa hangat, seolah menunggu siapa pun untuk mengisi ruang di dalamnya."Kenapa nggak digambar orangnya?" tanya Sifa, saat mereka berdua mundur beberapa langkah untuk melihat hasil akhir."Biar semua orang yang lihat bisa ngerasa itu rumah mereka," jawab Denis, mengulang alasan yang pernah Sifa katakan sendiri di awal proyek.Sifa tertawa kecil. "Aku yang ngomong itu, tapi kamu yang beneran wujudin.""Ide bagus emang harus diwujudin, bukan cuma diomongin."Mural itu dipasang di dinding koridor utama, menyambut siapa pun yang lewat menuju aula sekolah. Hari pemasangannya bertepatan dengan acara pameran karya siswa antar kelas—sebuah acara tahunan yang mengundang orang tua dan wali murid un
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 103. Masa SMA 7
# Bab 7 — Sinyal yang Tidak Disengaja## DenisPengerjaan mural berlanjut hampir setiap sore selama dua minggu berikutnya. Denis dan Sifa mulai menemukan ritme kerja yang nyaman—Sifa yang teliti soal detail kecil, Denis yang lebih peka soal komposisi warna dan bentuk besar.Sore itu, mereka berdua duduk di lantai ruang seni yang sudah ditutup untuk umum, kanvas besar terbentang di antara mereka, cat air dan kuas berserakan di sekitar."Menurutmu bagusnya di sini pake warna apa?" Sifa menunjuk bagian atap rumah yang belum diwarnai."Merah bata, kayaknya. Biar hangat.""Setuju." Sifa mencelupkan kuas, mulai mengoleskan warna perlahan.Mereka bekerja dalam diam beberapa saat, hanya suara kuas menggores kanvas yang mengisi ruangan."Denis," kata Sifa tiba-tiba, tanpa mengalihkan pandangan dari kanvas. "Boleh nanya sesuatu?""Boleh.""Azka itu... orangnya emang sedeket itu sama kamu? Maksudku, kalian kelihatan kompak banget, padahal bukan kembar."Tangan Denis berhenti sejenak di atas kanv
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 102. Masa SMA 6
# Bab 6 — Pasangan Proyek## DenisGuru seni rupa mengumumkan tugas kelompok pada hari Senin—membuat mural kecil untuk mading sekolah, dikerjakan berpasangan, dan pasangan ditentukan lewat undian.Denis menarik gulungan kertas kecil dari dalam kotak yang diedarkan, membukanya pelan.*Sifa Amelia.*Ia menatap nama itu cukup lama, sampai teman sebangkunya menyenggol bahunya. "Dapet siapa?""Sifa," jawab Denis, berusaha terdengar biasa saja.Beberapa bangku di belakang, Sifa juga baru membuka gulungannya, dan tersenyum kecil ke arah Denis begitu tahu mereka berpasangan.Denis membalas senyum itu, meski dadanya terasa aneh—campuran antara senang dan waspada terhadap perasaan senangnya sendiri.Ia melirik ke arah Azka, dua bangku di depan. Azka sedang membuka gulungannya sendiri, lalu menoleh sebentar ke arah Denis, seperti sudah tahu apa yang baru saja terjadi tanpa perlu diberi tahu.Tidak ada kata yang terucap. Hanya anggukan kecil dari Azka—entah tanda mengerti, entah tanda menahan ses
Last Updated: 2026-09-24
Pelampiasan Pria Angkuh

Pelampiasan Pria Angkuh

Zeva, seorang mantan narapidana yang baru saja bebas beberapa hari lalu. Citra yang buruk, membuat kehidupan tak lagi berpihak padanya. Dia sulit menemukan pekerjaan maupun wanita. Karena dia merasa tidak ada wanita baik-baik yang mau menjalin cinta dengan mantan napi, akhirnya dia mencari wanita malam untuk berkencan. Wanita malam itu bernama Vianca, dia sudah mau taubat namun Zeva menyuruh Vianca jangan dulu taubat karena Zeva suka dengan wajah Vianca.Mereka akhirnya bertemu dengan membawa masa lalu yang sama-sama kelam. Vianca sama sekali tidak menyangka, dirinya yang begitu takut karena Zeva adalah mantan napi akhirnya jatuh cinta juga.Sementara itu Zeva, menganggap Vianca adalah wanita paling indah, tapi layak dilupakan. Dia malas berhubungan serius dengan bekas wanita malam.
Read
Chapter: 90. Suara Berisik dari Gudang
Siska tak bisa lagi menepis rasa curiganya. Ia berjalan perlahan menuju gudang belakang, telinganya menangkap suara gesekan benda dari dalam. Awalnya ia mengira itu tikus, namun tak lama terdengar suara batuk tertahan yang jelas berasal dari manusia. Dengan hati berdebar kencang, Siska mengetuk pintu pelan—ia sengaja tak bersuara, berharap orang di dalam akan mengira itu Riko dan membukanya sendiri. Benar saja, pintu gudang terdorong terbuka dari dalam. Kepala Ratna menyembul, wajahnya berharap. "Mana makananku?" tanyanya pelan. Seketika Ratna tersentak dan hendak membanting pintu kembali saat menyadari yang berdiri di depan adalah Siska, bukan mantan suaminya. Namun Siska sudah lebih cepat bereaksi, menahan pintu dengan sekuat tenaga lalu melompat masuk. "Jadi benar ada orang jahat yang kau sembunyikan di sini!" bentak Siska meledak. Tanpa pikir panjang, Siska langsung menyerang. Mereka bergulat di tengah ruangan yang berdebu, saling menjambak rambut dengan kasar. Ratna y
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 89. Gudang Berdebu
Ratna, ibu kandung Savana, berhasil melarikan diri hingga ke pinggiran kota. Ia bergegas menuju rumah mantan suaminya, Riko—satu-satunya orang yang ia harap masih mau menolongnya. Beruntung, saat mengetuk pintu, hanya Riko yang ada di rumah; istrinya Siska sedang pergi berbelanja dan belum pulang. "Riko! Tolong aku..." bisik Ratna terengah-engah begitu pintu terbuka. Riko terkejut melihat kehadiran wanita itu, namun melihat wajah Ratna yang ketakutan dan penuh air mata, ia akhirnya mengangguk pelan. Tanpa banyak tanya, ia menuntun Ratna masuk dan menyembunyikannya di dalam gudang belakang yang gelap dan berdebu—tempat yang jarang disentuh istrinya. "Di sini dulu saja. Siska tidak boleh tahu kamu ada di sini," bisik Riko singkat sebelum menutup pintu gudang rapat-rapat. Berjam-jam Ratna menunggu di sana dengan perut lapar dan tubuh gemetar. Menjelang malam, Riko datang diam-diam membawa nasi hangat, lauk, camilan, serta baju ganti bersih. Ia meletakkannya di lantai di depan Rat
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 88. Kandungan Vianca
Pagi itu Vianca sedang duduk di teras sambil membaca buku, saat sebuah mobil tua berhenti perlahan di depan pagar. Seorang wanita paruh baya turun dengan wajah pucat dan gemetar—ia adalah ibu kandung Savana. Tanpa menunggu dipersilakan, ia berlari masuk dan langsung bersujud di kaki Vianca, menangis tersedu-sedu. "Kumohon... kumohon tarik kembali tuntutan itu, Nak! Savana anak tungguku, dia tidak kuat hidup di penjara. Dia pasti hancur kalau harus tinggal di sana!" Ia menyodorkan sebuah amplop tebal. "Ini... ini uang ganti rugi sebesar apa pun yang kamu minta. Tolong lepaskan anakku!" Vianca menggeleng pelan namun tegas, mencoba bangkit dari duduknya. "Maaf, Bu. Saya tidak bisa. Jika Savana bebas, saya khawatir dia akan kembali mengganggu saya dan keluarga. Hukum harus berjalan adil. Dan uang ini... saya tidak butuh." Penolakan itu membuat wanita itu seketika berubah amarah. Ia bangkit dengan kasar, matanya melotot penuh emosi. "Kamu keras kepala sekali! Kamu mau menghancurkan masa
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 87. Makan Malam dan Insiden
Malam itu meja makan di rumah baru Zeva dan Vianca terasa hangat dengan canda tawa berempat. Setelah menyantap hidangan, Reno mulai bercerita dengan jujur tanpa tedeng aling-aling tentang awal mula mereka dekat: mulai dari kejadian mabuk di depan rumah, nyanyian sumbang, sampai kesalahpahaman yang sempat memisahkan mereka sebentar. Zeva tertawa paling keras, bahkan sampai menepuk-nepuk meja karena gemas sekaligus geli mendengar tingkah konyol temannya itu. "Wah, benar-benar tidak pernah berubah ya kamu, Reno! Dikira tenang dan kaku, ternyata awal mulanya penuh kebodohan begitu!" ledek Zeva sambil menghapus air mata tawa. Lalu Zeva menoleh pada Silvi dengan tatapan jahil. "Terus bagaimana rasanya ya, Silvi? Mendengarkan nyanyian Reno yang terkenal itu?" Silvi langsung tertawa tertahan, matanya melirik Reno sekilas yang sudah memerah mukanya malu. Ia menutup mulut dengan tangan, lalu menjawab pelan namun membuat semua makin tertawa: "Saya... saya tidak berani berkomentar, Pak
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 86. Cincin untuk Silvi
Pagi itu udara pegunungan terasa sejuk dan segar, embun masih menempel di daun-daun halaman. Reno menunggu di pinggir sawah tak jauh dari rumah, hingga Silvi berjalan mendekat dengan wajah yang masih tampak ragu dan sedih. Reno segera menyambutnya, berdiri tegak di hadapan Silvi dengan tatapan tulus. "Silvi, maafkan aku ya," buka Reno pelan namun tegas. "Lukisan yang kamu lihat itu cuma sisa kenangan lama yang lupa kubuang. Saat itu aku memang mengagumi Vianca, tapi itu sudah selesai jauh sebelum aku mendekatimu. Aku tidak pernah, sedikit pun tidak pernah menjadikanmu pelampiasan. Justru sejak ada kamu, aku sadar kalau hatiku sudah sepenuhnya beralih padamu." Reno merogoh saku jasnya, mengeluarkan kotak beludru kecil berwarna biru. Ia membukanya perlahan, memperlihatkan cincin berkilau yang indah. "Silvi, aku sudah membuang lukisan itu. Dan sekarang, aku ingin mengikat hatiku hanya untukmu saja. Maukah kamu menerima lamaranku? Menjadi istriku, dan menua bersamaku selamanya?"
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 85. Lukisan itu
Reno kembali ke ruang kerjanya, matanya langsung tertuju pada tumpukan berkas di meja. Ia menyadari posisi lukisan itu sudah bergeser dari tempat semula—seketika ia paham apa yang terjadi. "Itu dia..." gumamnya pelan. Ia ingat betul lukisan itu memang buatannya dulu, tapi setelah hatinya berpindah ke Silvi, ia belum sempat merapikan atau membuangnya. Ia tak menyangka benda lama itu justru menimbulkan kesalahpahaman besar. Tanpa ragu, Reno segera mengambil lukisan itu, berjalan ke tempat sampah, dan membuangnya dengan pasti. Tak ada lagi yang tersisa dari masa lalu yang tak perlu ia simpan. Namun masalah belum selesai: Silvi masih hilang. Reno langsung menyetir ke kontrakan Silvi, mengetuk pintu berulang kali tapi tak ada jawaban. Ia bertanya pada tetangga, tapi tak satu pun yang tahu ke mana gadis itu pergi. Dengan tangan gemetar Reno menekan nomor Vianca. "Vianca... Silvi tidak masuk kerja, tidak ada di rumahnya, dan tak ada yang tahu keberadaannya. Apa kamu tahu sesuatu?"
Last Updated: 2026-07-11
A Gentle Kiss

A Gentle Kiss

Devan menikahi kekasih adiknya. Dia membawa Raina tinggal bersama di rumahnya meskipun tidak mencintainya. Ada wanita lain di hatinya, dan itu bukan Raina. Tapi seseorang wanita yang sudah lama hadir di masa lalu.
Read
Chapter: 35. TAMAT
Raina berbaring di rumah sakit. Kini dirinya sedang dipasang selang tempat mengalirnya air kencing. Karena nantinya, selama satu sampai dua hari dirinya akan kesulitan untuk menggerakkan badan, hanya bisa berbaring, termasuk tidak akan sanggup jika pergi ke kamar mandi. Masih merasa mimpi, akhirnya dia mengulangi lagi kejadian tujuh tahun lalu, dia harus menjalani oprasi Caesar yang ke dua. Perasaanya kembali resah, tidak jauh beda saat melahirkan Zian dulu. Bedanya adalah, kini dia bebas menggenggam tangan Devan tanpa rasa canggung. Bahkan dia tanpa rasa malu mencubit lengan Devan jika sedang ketakutan. "Aawww ...." teriak Devan. Suster mendongak menatap Devan sambil tersenyum. Tadinya dia heran kenapa Raina yang sedang dipasang selang tapi malah Devan yang teriak, rupanya pasien nya tersebut, sedang meluapkan rasa takut dengan mencubit dan meremas lengan suaminya. "Rileks saja, Bu Raina
Last Updated: 2021-08-11
Chapter: 34. Infinity Pool
Devan dan Raina meluncur berdua ke dalam infinity pool di hotel dengan view menghadap ke laut. Mereka baru akan menikmati pantai sore hari.Raina bahagia bisa berenang bersama suaminya. Raina harus akui, dia terpesona melihat tubuh kekar suaminya saat meluncur dan berenang dengan berbagai gaya. Hingga dia merasa minder dan berdiam diri di pojokan, padahal sebenarnya Raina juga bisa mengimbangi Devan."Rain! Sini, Sayang!"Raina berenang ke tengah, mendekat ke arah Devan, lalu lanjut berenang tak jauh dari posisi Devan berada. Saat tubuhnya di dalam air semua beban pikiran sejenak menghilang diganti dengan kepuasan batin. Sesekali, Devan akan menggoda Raina dengan menangkapnya di dalam air."Bahagia banget ya keliatannya mereka. Gua kapan sama pasangan kaya gitu?" Arka terpaksa bermonolog, ingin mengobrol sama temannya Raina tapi dari tadi Naya jaga jarak.
Last Updated: 2021-08-10
Chapter: 33. Asal usul tak Jelas
Raina memasuki rumah itu lagi, di mana dia menghabiskan waktu kecil dengan suka cita dan bermakna. Walaupun, pada akhirnya dia didepak juga oleh orang baru yang berstatus istri muda dari Arman. Arman dulu sudah merawat Raina dengan baik, mengenalkan Raina pada musik, menyekolahkan di Sekolah ternama, membuat gadis itu berprestasi di usia muda dengan attitude yang bagus. Dalam hatinya, dia ingin Raina kembali. Atau paling tidak, ingin Raina mengunjunginya sambil membawa Zian dan Devan. Tapi Rachel melarangnya."Nona Raina!" sapa seorang asisten rumah tangga yang dulunya dekat dengan Raina. Matanya berbinar saat melihat anak majikannya sudah datang."Mbak Surti apa kabar?""Alhamdulillah, baik, Nona." Surti melihat ke arah Zian, secara alami matanya menggoda balita yang berada di pangkuan Raina. "Lucu sekali anaknya, Non. Sudah b
Last Updated: 2021-08-10
Chapter: 32. Penjara
Raina lega, ternyata Devan tidak selingkuh dengan Kirana. Tapi dia masih bingung kenapa Dhaka dan Kirana sampai bisa berpacaran. Dia pikir wanita yang ambisius seperti Kirana tidak bisa berpaling pada Devan."Abang serius Kirana dan Dhaka ada hubungan? Aku kaget dengernya, loh.""Aku juga awalnya gak percaya, tapi mereka memang sering nginep bareng.""Aku lega. Itu artinya Bang Dev gak selingkuh sama Kirana. Aku kira semalam kalian habis ngapain."Devan baru sadar Raina tahu lebih banyak dari yang dia pikirkan, dia nampak kesal. "Rain, kamu buka-buka hape, Abang?""Iya. Salah sendiri kenapa semalam bikin orang curiga.""Aku sayang sama kamu, apapun yang aku lakukan itu semua demi kamu. Kalau aku belum cerita apa pun itu karena aku nunggu waktu yang tepat. Bagaimana pun aku gak mau kamu stres berlebihan, aku tahu kamu pasti traum
Last Updated: 2021-07-30
Chapter: 31. Pesan dari Kirana
Kirana mengirim pesan pada Devan. Sebuah video, rekaman suara beserta chat yang lumayan panjang. Dia menulis dengan cepat, supaya Dhaka tidak melihatnya. Dhaka menginap di rumah Kirana malam ini. Kirana sudah menyuruh Dhaka pulang, tapi pria itu tidak mau pulang.Lalu, setelah 15 menit berlalu Devan membalas pesan itu. "Makasih banyak, Kirana."Setelah mendapat balasan, Kirana berniat kembali ke kamarnya. Bukan hal baik jika dia terus berada di sini. Tapi, sepertinya sudah terlambat. Dhaka sudah berada di belakang Kirana, melihat semua aktifitas Kirana."Penghianat, berani lo kirim chat sama Abang." Dhaka merebut gawai Kirana. Dia menjambak rambut Kirana, lalu mendorongnya hingga tersungkur. Melemparkan gawai ke wajah Kirana lalu memukul wanita itu.Tidak puas meluapkan emosi, dia menjatuhkan benda apa pun yang dia lihat. Menghampiri Kirana kembali dan menamparnya.
Last Updated: 2021-07-30
Chapter: 30. Butuh Keadilan
Devan duduk di samping Petra yang sedang berbaring. Wajahnya risau menatap ke arah ayahnya yang sudah terlelap tidur dengan tangan di infus. Ada kecewa di hati Devan pada sikap Petra yang menyembunyikan rahasia besar tentang kelakuan Dhaka. Ingin marah, tapi dia tahan karena kondisi Petra yang sedang sakit. Petra terbangun karena tak tenang tidurnya. Saat dia membuka mata, dia melihat wajah anaknya sedang muram, menahan kesal. Petra tak tahu ada hal apa yang membuat anaknya berprilaku seperti itu. "Kamu kenapa Devan?" Devan terperanjat. Dia mendengkus berusaha menahan segalanya tapi gagal. Dia terlalu tertekan dengan kondisi istrinya. "Devan udah tahu tentang kelakuan Dhaka ayah. Devan kecewa kenapa ayah melindungi Dhaka. Berapa puluh kali ayah memaklumi kesal
Last Updated: 2021-07-05
Pernikahan Hampa

Pernikahan Hampa

Aku Flora Narina Adeeva, di usiaku yang ke 25 tahun, harus merasakan sakitnya menjalani pernikahan tanpa adanya cinta. Satu tahun yang lalu Lucas melamarku, kami tidak berpacaran dulu sebelumnya. Desas desus mengatakan Lucas pria gagal move on pada mantannya, lalu menikahiku untuk melupakan masa lalu, aku tidak percaya waktu itu. Tapi sekarang, ternyata aku menemukan satu bukti dan itu sudah membuat remuk hatiku.
Read
Chapter: EXTRA PART - POV LUCAS
Aku seakan bermimpi, saat membuka mata di pagi hari, dan yang pertama kali aku lihat adalah sosok wanita yang kucinta. Dulu, dia mengisi hati ini kemudian pergi dengan membawa luka. Aku tidak bisa mencegahnya walaupun sudah berusaha menahannya. Dia tidak setuju dengan tawaran yang aku berikan. Tawaran untuk berpoligami. Entahlah, aku merasa tidak ada yang salah waktu itu. Hatiku tetap ada untuknya. Lalu sudah aku katakan berulang kali bahwa menikahi wanita lain hanya sebatas alasan yang mendesak. Bukankah pria mempunyai hak jika mampu? Tapi istriku tidak mau peduli dengan apa pun alasannya. Amanda mantanku, dia kembali setelah cukup lama tidak berjumpa. Dia datang dengan tidak berdaya, sakit dan menyedihkan. Dia memintaku untuk melindunginya. Karena katanya, tidak ada satu pria pun yang mencintai wanita lumpuh dengan tulus. Karena akulah penyebab dia kecelakaan. Aku merasa bersalah mendengar kata-katanya. Dia memukul terus kakinya yang pincang, dan ha
Last Updated: 2021-07-05
Chapter: 62. TAMAT
Semua mata tertuju padaku bukan karena pernyataan Lucas, tapi karena aku tersedak dengan tiba-tiba. Wajahku pasti terlihat konyol saat ini, aku malu. Lucas memberiku segelas air putih dan aku menandaskannya dengan segera. Saat ada kalimat selamat yang terlontar dari mulut mereka secara bergantian, hatiku belum sepenuhnya sadar. Seakan Lucas sedang membuat konten prank di Chanel YouTube untuk menjahiliku. Tapi saat aku melirik ke arahnya dia nampak serius. Kami pulang. Sepanjang perjalanan pulang Lucas nampak tersenyum. Pria gila itu selalu berhasil mewujudkan keinginannya. Sementara aku mendadak gugup, tak berselera untuk bicara namun jiwaku terasa hangat. Walau caranya membuat aku jengkel, tapi aku suka saat dia meminta aku kembali jadi miliknya. Lucas menerima panggilan telepon, entah dari siapa. Namun raut wajahnya nampak lesu dan risau. "Huh, merepotkan!" umpat Lucas. "Ada apa?" tanyaku ragu-ragu. "Papah masuk rumah sakit, dia pecah pembul
Last Updated: 2021-06-12
Chapter: 61. Lucas Membawaku Bersamanya
Aku paham, butuh waktu cukup lama untuk seseorang memahami isi hati orang lain. Begitupun bagi Andrean, meskipun Lucas sudah merangkul dan meminta maaf. Dia mematung, tidak ada minat sedikitpun untuk berbicara dengan Lucas. Tak lama dia memilih pulang. Dia hanya pamit kepadaku dan tidak menanggap Lucas ada di dekatnya. Lucas menatap punggung Andrean hingga menghilang. Tertunduk dan melamun, mungkin saja Lucas ingin hubungannya baik seperti dulu kala. Menjalani masa kecil bersama, sekolah dan masuk universitas yang sama dan kini hubungannya retak hanya karena masalah hati. Aku paham pahitnya ditinggalkan sahabat sendiri. Cukup lama aku dan Lucas berada di ruang yang sama namun memilih saling diam dari tadi. Akhirnya Lucas menatap ke arahku dan tersenyum. "Flora, lagi sibuk? Apa bisa minta waktumu sebenar saja buat ikut denganku?" Aku tersenyum, tidak biasanya dia meminta waktuku dengan sesopan itu. Lucas berkata kembal
Last Updated: 2021-06-09
Chapter: 60. Membesarkan Anak Sendiri
Aku melempar pakaian Lucas ke lantai di kamar. "Cepat pakai pakaianmu! Memalukan! Mentang-mentang tidak ada Renata, so merasa jadi anak muda? Jangan coba-coba tebar pesona padaku! Tidak akan mempan." "Siapa yang tebar pesona? Terus menurutmu, cara pakai handuk seorang bapak satu anak bagaimana? Apa dililitkan di leher, hah? Atau diikat pada dua kaki seperti orang yang sedang diculik penjahat? Kamu akan lebih menjerit histeris jika melihat aku seperti itu." Ah sialan, kenapa Lucas berkata seperti itu aku malah membayangkan Lucas melilitkan handuk ke leher dan kaki. Aku jadi frustrasi membayangkan visual aneh itu. Sepertinya Lucas melangkah mengambil pakaiannya yang tercecer. Entahlah, setelah dengar ocehannya aku langsung menutup pintu tanpa menatap ke arahnya. Kemudian aku menyeduh macchiato untuk kami berdua. Lucas keluar kamar dengan stelan casual warna denim. Seingatku, pakaian itu aku yang pilihkan, belanja di online shop saat ada diskon dan grati
Last Updated: 2021-06-08
Chapter: 59. Roti Sobek Lucas
Lucas menggendong Andrean. "Mau kita buang ke mana pria brengsek ini?"Aku teramat resah, masa iya Lucas mau membuang Andrean seperti barang bekas. Apa mungkin dia akan melempar Andrean ke lapangan yang tandus seperti halnya membuang Amanda kemarin itu?"Jangan becanda, Lucas." Aku mengikuti langkah Lucas yang pelan karena beban di punggungnya."Kamu parkir mobil di mana?" tanya Lucas."Aku gak bawa mobil, mobil ada di parkiran Cofee Shop. By the way, aku hanya berniat membawa Andrean ke pinggir dekat pohon itu. Kita bisa taruh dia di sana saja, lalu pura-pura tidak tahu apa yang terjadi." Aku menunjuk pohon besar yang di depannya terdapat tong sampah."Andrean tidak akan muat jika masuk ke tempat sampah sekecil itu. Kita butuh TPS berukuran besar.""Ayolah, Lucas! Kamu tahu sendiri maksudku adalah taruh Andrean di pinggir pohon, supaya tidak menghalangi jalan. Bukan menaruh Dean di tong sampah."Lucas tersenyum, sambil terus berjalan
Last Updated: 2021-06-05
Chapter: 58. Mantan Suami Rese
Sejenak, aku merasa diri ini kehilangan akal sehat karena membiarkan mantan suami mengecup puncak kepalaku. Dan bisa-bisanya aku memejamkan mata menahan degup jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Bibir Lucas enggan berpindah selama beberapa menit, mungkin dia keterusan. Aku membuka mata, tersentak saat melihat ada orang yang lewat sehingga tanpa sengaja menyundul kepala Lucas. Menyisir rambut dengan jari, dan merapikan posisi baju yang hampir kusut. Aku hampir melupakan Lucas yang sedang meringis menahan sakit pada bibir. Dia menutup mulut dengan kedua tangannya, dengan ekspresi bodoh sedang menahan sakit. Lucas menatapku. "Agghh ... dasar cewek preman! Lihat ini! lukaku bertambah lagi di bibir. Apa bedanya kamu dengan scurity di kantor Papah?" Sembarangan, bisa-biaanya Lucas menyamakan aku dengan scurity kantor yang bertubuh besar. "Suruh siapa kamu begitu lancang mencium kepalaku? Lagian kamu pikir kepalaku juga tidak sakit beradu dengan
Last Updated: 2021-06-04
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status