Share

132. Kerja Rodi

Penulis: Leva Lorich
last update Tanggal publikasi: 2026-03-05 10:52:24

"Aku nggak mau tahu alasannya. Kamu nggak usah membela diri lagi! Pokoknya, Mas Pram, hari ini bener-bener nyebelin!" ketus Sisil sambil menghentakkan kakinya ke lantai teras.

Sisil langsung berdiri dengan gerakan sewot, mengabaikan wajah Pram yang melongo dan serba salah.

Ia melangkah masuk ke dalam rumah tanpa menoleh sedikit pun, meninggalkan Pram yang mematung dengan perasaan campur aduk.

Pram hanya bisa terdiam tertunduk di teras, meratapi nasibnya yang mendadak berubah drastis dari pahl
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   522. Bersahut-sahutan

    ”Iya nih, aku belum nyembur juga. Kalian nungging yuk. Jejer kesamping ya,” perintah Pram dengan nada suara bariton yang teramat sangat berat, dalam, dan sarat akan dominasi.Mendengar instruksi dari pria yang paling mereka gilai itu, Sinar, Tari, dan Sarah yang tubuh polos mereka masih lemas sertaa terengah-engah pasca pelepasan massal tadi, seketika mengumpulkan sisa-sisa tenaga mereka dengan patuh. Tanpa bantahan sedikit pun, ketiga wanita cantik itu merangkak memposisikan diri di atas sprei kasur king-size yang sudah berantakan. Mereka berjejer ke samping secara berurutan, menunggingkan tubuh polos mereka dengan membelakangi Pram, membiarkan sepasang buah dada kembar mereka menggantung erotis menempel di atas kasur. Dari posisi menungging berjejer ini, tiga aset bulatan belakang yang sangat montok, padat, dan mulus tersaji seutuhnya di depan mata Pram, lengkap dengan kawah gelap masing-masing yang sudah menganga lebar, memerah merekah, dan basah kuyup kebanjiran sisa cairan asm

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   521. Masih Belum Juga

    Pergumulan panas di dalam kamar utama yang terkunci rapat itu kian bergerak liar mencapai titik kulminasi gairah yang luar biasa pekat. Pram yang berbaring telentang di atas kasur king-size merasakan seluruh tubuh tegapnya dikepung oleh kehangatan dan aroma intim dari ketiga wanita cantiknya yang sudah sepenuhnya kehilangan pengendalian diri akibat terbakar nafsu tiada tara.Di atas selangkangannya, Sarah masih terus mempertahankan gerakan memompa pinggulnya naik dan turun dengan ritme yang dalam. Setiap kali pangkal paha Sarah berbenturan dengan paha kokoh Pram, suara tamparan kulit yang basah berdentum riuh berulang kali memecah keheningan kamar. Pram yang menyadari jepitan dinding dalam gua Sarah sudah bergerak kian kencang dan berdenyut liar meremas batang senjatanya, segera memberikan instruksi baru. Pram meminta Sarah tetap disana hingga mencapai puncaknya, menuntut wanita itu untuk tidak menurunkan temponya sedikit pun demi meraih kepuasan maksimal.”Terus, Sarah... jangan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   520. Terpantik

    Setelah memuaskan hasratnya dengan belasan kali hentakan liar yang menguras sisa-sisa tenaganya, Tari akhirnya mengangkat pinggulnya perlahan, menarik keluar pedang pusaka Pram dari dalam dirinya dengan suara letupan basah yang seksi. Tari turun dari atas tubuh Pram dengan napas yang terengah-engah lambat, tubuh mulusnya terkulai lemas di atas kasur sembari membiarkan sisa cairan kebasahan mengalir di sela-sela paha mulusnya.Melihat menara kebahagiaan milik Pram masih berdiri tegak dengan sangat gagah, tegang maksimal, dan berkilat-kilat basah oleh sisa pelumas alami, giliran Sarah yang tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Sarah yang langsung merangkak gemulai mengambil alih posisi di atas selangkangan Pram. Dengan sisa gairah yang sudah membakar seluruh relung curamnya, Sarah memegang batang tongkat baseball raksasa milik Pram, mengarahkan ujung kepalanya yang panas membara tepat di bibir gua miliknya yang sudah becek luar biasa.Sarah menurunkan pinggulnya secara perlahan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   519. Berlomba-lomba

    ”Mas, aku mau dimanjain pakai ini,” bisik Sinar dengan suara yang teramat sangat serak dan mendesah manja. Sepasang matanya yang sayu dan berkabut gairah menatap lurus ke arah pangkal paha Pram, sementara tangan halusnya menggenggam erat milik Pram yang sudah menegang maksimal bagaikan tongkat baseball raksasa yang luar biasa keras, panas, dan berurat menonjol. Genggaman tangan Sinar bahkan tidak mampu melingkari seluruh diameter batang perkasa itu dengan sempurna, membuktikan betapa dahsyatnya ukuran senjata sang bos besar setelah menerima servis mulut beruntun tadi.Pram tersenyum lebar, mengusap lembut helai rambut Sinar yang tampak sedikit berantakan akibat luapan hasrat yang membara di dalam kamar tidur yang terkunci rapat tersebut. ”Aku rebahan aja ya. Kalian yang bergantian di atasku. Aku mau menghemat tenaga biar besok di pesawat nggak kram semua,” sahut Pram dengan nada suara baritonnya yang dalam, memberikan instruksi manja yang langsung disambut dengan anggukan patuh dan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   518. Kepatuhan Mereka

    Begitu pintu kamar utama ditutup rapat dan dikunci dari dalam, atmosfer di ruangan luas itu seketika berubah menjadi luar biasa pekat oleh ketegangan gairah yang membara. Pram tidak membuang waktu lagi untuk segera memulai aksi untuk memagut bibir di kamar bersama ketiga wanitanya yang sudah tampak begitu lapar akan sentuhannya.Ia menarik tubuh molek Tari ke dalam pelukannya terlebih dahulu, melumat bibir tipis gadis itu dengan sangat rakus dan mendalam. Lidah Pram bergerak lincah menerobos masuk ke dalam rongga mulut Tari yang manis, membelit lidahnya dengan penuh dominasi hingga terdengar suara kecapan basah yang erotis. Sinar dan Sarah yang menyaksikan pagutan panas itu tidak tinggal diam. Mereka beringsut mendekat dari kedua sisi, menempelkan tubuh hangat mereka pada punggung dan dada bidang Pram yang masih terbungkus kemeja, sambil sesekali ikut menciumi leher dan rahang kokoh sang pria dengan penuh hasrat yang meletup-letup. Setelah menciumi Tari hingga gadis itu lemas keha

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   517. Upacara Keberangkatan

    ”Apa? Ke Belanda?!”Sinar, Tari, dan Sarah tersentak bersamaan tatkala Pram datang berkunjung ke rumah hunian mereka untuk mengabarkan rencana keberangkatannya yang terkesan sangat mendadak pada esok hari. Ketiga wanita cantik yang sedang sibuk merintis kedai kuliner Italia itu seketika menghentikan aktivitas mereka di ruang tengah, menatap pria tegap di hadapan mereka dengan sepasang mata yang membelalak lebar, diliputi rasa terkejut yang teramat sangat.”Ya, seperti yang aku bilang tadi, aku mau ngurus aset ayahku yang ada disana,” Pram menanggapi dengan nada suara baritonnya yang tenang dan stabil. Ia duduk di sofa sembari melonggarkan satu kancing teratas kemejanya, membiarkan hawa sejuk dari kipas angin ruangan menerpa dada bidangnya yang berotot. Pram memandangi wajah ketiga wanitanya satu per satu, mencoba meredam riak keterkejutan yang masih tertinggal di raut wajah mereka yang menawan.”Berapa lama, Mas?” tanya Tari yang seketika terlihat murung. Bibir tipisnya yang seksi

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   70. Sampai Polos

    Namun, keajaiban terjadi. Tari hanya menatapnya sejenak dengan wajah yang nampak canggung, pipinya sedikit bersemu merah.Tari masih diam seribu bahasa, ia hanya memberikan sedikit jalan agar Pram bisa lewat tanpa mengucapkan satu patah kata pun yang menyakitkan."Baru pulang, Tar?" tanya Pram menc

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   60. Daging Yang Mana

    "Makanya saya bilang apa tadi, Bu," sahut Pram dengan suara berbisik yang masih terdengar serak, tangannya gemetar saat memegang gagang wajan yang sebenarnya belum panas."Met pagi, Ibu!" seru Intan yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur dengan wajah ceria khas bangun tidurnya. Ia langsung me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   53. Gede Tapi Banci

    Pram cukup kaget mendengar permintaan Dara. Timbul pertentangan batin dalam dirinya. Ia terdiam sejenak untuk berpikir ulang dan menimbang."Enggak dulu ya, Ra. Masih ada hari lain kok, lagian hari udah siang hampir sore begini. Takutnya nanti pas kita lagi asyik, malah ada yang tiba-tiba dateng at

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   54. Sang Bodyguard

    Pram hanya mengangguk pelan. "Nggak apa-apa, aku sudah biasa. Silakan dilanjutkan makannya."Malam mulai turun menyelimuti rumah megah itu. Setelah memastikan semua piring bersih dan dapur kembali rapi, Pram berpamitan untuk pulang ke rumahnya di sebelah pagar. Tubuhnya terasa cukup lelah setelah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status