Share

259. Mode Setingan Gubuk

Author: Leva Lorich
last update publish date: 2026-04-02 15:12:19

Ronald menjawab dengan suara yang terdengar sangat santai dan rileks di ujung telepon. "Nggak sama sekali, Mas Pram. Ini lagi santai aja di balkon mansion keluarga mendiang Pak Hermawan. Kebetulan lagi ngopi sambil liat bintang. Ada apa nih tumben malem-malem telepon?"

Pram menarik napas panjang, mencoba merangkai kata agar tidak terdengar terlalu membebani sahabat barunya itu. "Gini Mas, aku butuh info mobil bekas. Rencananya aku sama Tari mau coba-coba bikin usaha kuliner kecil-kecilan, tapi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   473. Segelas Susu Hangat

    "Ohh, iya. Aku cuma ngerasa kalau kamu cantik banget sore ini, Tan," jawab Pram tersentak dari lamunannya, mencoba menetralisir kegugupan yang mendadak menyerang.Intan tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan hanya melempar senyuman yang teramat genit dan penuh keberanian. Dengan gerakan yang sangat luwes, gadis cantik itu melangkah memutari kursi kerja Pram, lalu tanpa ragu sedikit pun langsung menjatuhkan daging bawah pinggulnya yang bulat padat ke atas paha kokoh Pram. Intan duduk di pangkuan Pram dalam posisi miring, membiarkan kedua kaki jenjangnya menggantung di sisi kursi sementara satu tangannya melingkar erat di leher kekar sang pria.Sentuhan fisik yang begitu mendadak dan intim itu membuat tongkat baseball Pram yang sudah menegang maksimal di balik celana pendeknya langsung tergencet padat di bawah pantat montok Intan, menciptakan desiran panas yang luar biasa dahsyat. Daster kaos tipis tanpa lengan yang dikenakan Intan bergeser halus, membuat sepasang melon mudanya y

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   472. Masalah teratasi

    "Aku disana pengen ketawa ngakak pas tadi lihat wajahnya Andri yang frustasi, hahaha," ujar Intan terbahak begitu mereka tiba kembali di rumah besar dan berkumpul di ruang tengah yang sejuk.Gadis berambut sebahu itu melempar tas kecilnya ke sofa lalu menghempaskan daging bawah pinggulnya yang padat ke bantalan kursi santai. Tawa renyahnya menggema, memecah ketegangan sisa sidang pengadilan yang baru saja mereka saksikan bersama."Iya, Kak. Dia maksud hati mau nyerang balik Ibu di depan hakim, eh nggak tahunya yang pemilik aslinya malah Mas Pram. Kena prank dia sampai mukanya pucat kayak mayat," sambut Bunga ikut terkekeh antusias sembari merapikan kaos ketatnya.Helaan napas lega dari Bunga membuat gundukan bukit barisan miliknya yang mungil nampak membusung kencang, bergerak naik turun seiring dengan rasa puas yang membuncah di dalam dadanya melihat kekalahan telak Andri."Itu namanya kena jebakan batman. Kasian deh, makanya jadi orang jangan serakah sama yang bukan haknya," Dara y

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   471. Fakta Yang Mencengangkan

    Keesokan paginya, ruang sidang Pengadilan Negeri sudah nampak dipadati oleh beberapa pengunjung dan kerabat. Suasana di dalam ruangan berlantai keramik putih itu terasa begitu menegangkan oleh nuansa ketegasan hukum.Andri duduk di kursi pesakitan dengan mengenakan kemeja putih dan rompi tahanan berwarna merah, wajahnya nampak kuyu namun matanya masih memancarkan sisa-sisa keangkuhan yang besar. Di barisan kursi pengunjung terdepan, Pram yang hari ini tampil sangat gagah dengan setelan jas hitam baru pilihan Sisil duduk berdampingan dengan Sisil, Dara, Intan, dan Bunga.Bondan nampak tak hadir karena merasa tertipu oleh anak pungutnya sendiri.Sidang Andri digelar!Hakim ketua mengetuk palu sidangnya sebanyak tiga kali, menandakan jalannya persidangan resmi dibuka. Jaksa penuntut umum segera berdiri untuk membacakan lembaran surat dakwaan di depan majelis hakim.Tuduhannya adalah Andri mengubah kepemilikan aset Sisil tanpa izin dan melakukan perampasan hak secara paksa atas sejumla

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   470. Hadir Sidang

    Mereka mengisi siang itu dengan berbelanja segala kebutuhan Pram sebagai CEO dan pemegang saham baru di perusahaan. Di pusat perbelanjaan elite tersebut, Sisil benar-benar memanjakan Pram dengan memilihkan barang-barang bermerek kelas atas, memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat agar wibawa pria sawo matang itu memancar sempurna di hadapan para klien nantinya.Hari menjelang sore saat mobil Pram melaju menuju rumahnya. SUV hitam mewah itu membelah jalanan kota yang mulai teduh diterpa semburat cahaya matahari yang perlahan meredup di ufuk barat."Semua udah komplit nih, Mas. Ada setelan jas, tas, sepatu kerja, dasi, laptop, jam tangan. Pokoknya siap bikin kamu tampil beda mulai besok pagi," kata Sisil sembari menoleh ke bangku belakang yang dipenuhi oleh belasan paper bag mewah hasil buruan mereka sejak siang tadi.Pram melirik sekilas ke arah Sisil dari balik kemudi, memberikan senyuman tenang yang sarat akan ketegasan seorang CEO baru. "Makasih ya, Sil. Kalau nggak ada

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   469. Setelan Jas

    Keduanya kembali mengendarai SUV untuk pulang dari perusahaan. .“Kita jadi cari jas, Sil?" tanya Pram sembari memutar setir mobil mewah itu membelah jalanan kota yang cukup padat di siang hari.Sisil yang duduk di kursi penumpang sebelah nampak memiringkan tubuh sintalnya ke arah Pram. Blazer krem yang ketat itu menekan sepasang semangka miliknya yang berukuran sangat besar hingga menyembul padat dari belahan dada. "Iya dong, Mas. Kamu harus perhatikan penampilan kamu mulai sekarang. Kamu ini CEO loh sekarang, masa mau mimpin rapat direksi cuma pakai kemeja polos terus?!" kata Sisil dengan nada suara yang teramat manja dan genit, jemari lentiknya bergerak mengelus pundak kekar Pram yang berbalut kemeja biru muda.Pram mengangguk. Ia menyetujui usulan asisten pribadinya itu demi menjaga marwah keluarga Husodo di depan para rekan bisnis nantinya. Pram mengarahkan SUV hitam tersebut menuju ke sebuah kawasan pertokoan elite tempat butik jas langganan para konglomerat kota berada.Begi

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   468. Mengangkat Derajat

    "Bu Sisil kan asistenku sekarang? Bukankah itu artinya kita menempati ruangan ini bersama?" tanya Pram sembari melangkah semakin dekat, mengikis jarak yang tersisa di antara mereka berdua di dalam ruang kerja yang kedap suara itu.Pram menatap lurus ke dalam manik mata Sisil dengan pandangan yang penuh dominasi. Kedekatan mereka yang begitu intim membuat Pram bisa mencium dengan sangat jelas keharuman parfum melati yang keluar dari leher jenjang Sisil. Kemeja biru muda yang melekat ketat di tubuh bidang Pram nampak bergesekan halus dengan bagian depan blazer krem yang dikenakan Sisil.Sisil tersenyum. “Iya juga ya Mas. Aku kenapa baru kepikiran?!" sahut Sisil dengan kekehan manja yang terdengar teramat genit di telinga Pram.Sisil menyandarkan sebagian bulatan belakang miliknya yang padat dan montok ke tepian meja kerja jati yang besar. Gerakan itu secara otomatis membuat sepasang semangka miliknya yang berukuran jumbo dan ranum membusung ke depan dengan sangat menantang. Pram men

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   70. Sampai Polos

    Namun, keajaiban terjadi. Tari hanya menatapnya sejenak dengan wajah yang nampak canggung, pipinya sedikit bersemu merah.Tari masih diam seribu bahasa, ia hanya memberikan sedikit jalan agar Pram bisa lewat tanpa mengucapkan satu patah kata pun yang menyakitkan."Baru pulang, Tar?" tanya Pram menc

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   60. Daging Yang Mana

    "Makanya saya bilang apa tadi, Bu," sahut Pram dengan suara berbisik yang masih terdengar serak, tangannya gemetar saat memegang gagang wajan yang sebenarnya belum panas."Met pagi, Ibu!" seru Intan yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dapur dengan wajah ceria khas bangun tidurnya. Ia langsung me

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   53. Gede Tapi Banci

    Pram cukup kaget mendengar permintaan Dara. Timbul pertentangan batin dalam dirinya. Ia terdiam sejenak untuk berpikir ulang dan menimbang."Enggak dulu ya, Ra. Masih ada hari lain kok, lagian hari udah siang hampir sore begini. Takutnya nanti pas kita lagi asyik, malah ada yang tiba-tiba dateng at

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   54. Sang Bodyguard

    Pram hanya mengangguk pelan. "Nggak apa-apa, aku sudah biasa. Silakan dilanjutkan makannya."Malam mulai turun menyelimuti rumah megah itu. Setelah memastikan semua piring bersih dan dapur kembali rapi, Pram berpamitan untuk pulang ke rumahnya di sebelah pagar. Tubuhnya terasa cukup lelah setelah

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status