Share

Perkenalan Pertama

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-01-06 19:41:08

Setibanya di unit apartemen, suasana hangat langsung menyambut Moza.

Ia melihat Abigail dan Kayden duduk di meja makan, asyik menikmati potongan kue cokelat dengan bibir belepotan. Keceriaan mereka mampu mengalihkan rasa lelah yang mendera Moza selepas acara seminar.

"Mama sudah pulang!" seru Kayden riang.

Moza mendekat dan mengecup kening kedua anaknya bergantian. "Apa kalian sudah makan siang?"

"Sudah, Ma. Tadi Bi Isna masak ayam katsu dan brokoli," jawab Abigail sambil tersenyum manis.

"Bagu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Lebih Banyak Tuan Muda

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan kesibukan yang luar biasa bagi Dastan. Sebagai kepala keluarga, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebahagiaan seluruh adiknya. Pertama, ia menemani Rezon melamar Izora secara resmi di hadapan ibunya. Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal perjalanan baru bagi sang dokter bedah.Tak berhenti di situ, Dastan secara khusus mendatangi Tuan Baskoro, ayah kandung Reva. Petinggi partai politik yang berpengaruh itu menerima sang CEO dengan tangan terbuka.Mengingat integritas keluarga Limantara, Tuan Baskoro dengan penuh keyakinan merestui rencana pernikahan Reva dengan Elbara.Di akhir pekan, Dastan mendampingi Elzen menemui Tuan Edward Wangsa, ayah dari Brielle.Dalam perkenalan keluarga tersebut, Dastan memutuskan untuk menanamkan investasi besar pada perusahaan keluarga Wangsa sebagai pengikat hubungan. Melihat nama besar dan kemantapan finansial keluarga Limantara, Tuan Edward tak kuasa untuk menolak calon menantu seperti Elzen

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Merindukan si Kembar

    Suasana di ruang tengah Mansion Limantara masih dilingkupi kesunyian.Moza duduk di sofa dengan jemari yang saling bertautan erat, matanya tak lepas dari arah koridor menuju ruang kerja.Kegelisahan terpancar jelas dari raut wajahnya. Moza tahu betapa dalamnya luka dan dendam yang selama ini membentengi hubungan Dastan dan Kageo.Reva, yang duduk di sampingnya, mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Moza dengan lembut. Ia bisa memahami keresahan yang tengah melanda hati sahabatnya."Tenanglah, Moza," bisik Reva memberi dukungan. "Aku yakin suamimu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dastan adalah pria yang bijaksana, dan kehadiran Dokter Cahaya pasti membawa pengaruh positif bagi mereka semua."Moza mengangguk perlahan, meski napasnya masih terasa pendek. "Aku hanya berharap tidak ada lagi dendam, Reva. Keluarga ini harus bersatu."Tak lama kemudian, kesunyian itu pecah oleh derap langkah kaki yang berirama dari arah koridor. Suaranya terdengar kompak, tidak ada kesan terburu-bu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Sarang Para Tuan Muda

    Ketika mobil Dastan memasuki gerbang mansion, seperti ada aliran listrik yang menjalar di udara. Kehadiran tiga mobil mewah yang terparkir di halaman depan, menjadi pertanda bahwa seluruh “Tuan Muda” keluarga Limantara telah berkumpul di sarang mereka.Moza menyentuh lengan Dastan, matanya memancarkan kegelisahan. "Dastan, ayo kita masuk lebih cepat. Kita harus membantu Reva dan Bara,” bisik Moza. “Aku takut situasi di dalam memanas, karena masalah pergantian calon pengantin itu."Dastan mematikan mesin mobilnya, lalu menatap sang istri penuh ketenangan. Ia merapikan anak rambut Moza yang sedikit berantakan karena angin malam. "Tenanglah, Sayang. Elbara seorang pengacara handal yang pandai bicara. Dia pasti bisa membela dirinya dan Reva di hadapan Opa Markus. Aku sangat yakin pada kemampuan adikku."Moza menggelengkan kepala, bibirnya mengerucut tipis. "Bara memang hebat, tapi aku memikirkan Reva. Dia belum pernah mengalami situasi seperti ini, berhadapan langsung dengan otoritas te

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertemuan yang Canggung

    Reva berdiri di depan kompleks perkantoran Prosperity Tower yang menjulang tinggi. Suasana pagi itu tampak sibuk dengan lalu-lalang para karyawan yang melangkah terburu-buru. Untuk menghindari perhatian orang, Reva mengenakan topi baseball hitam yang ditarik rendah sampai menutupi dahi. Tak lupa,

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehidupan Baru

    Moza menerima kantong plastik hitam dari tangan Wulan dengan gerakan secepat kilat.Setelah memberikan isyarat agar Wulan mengajak Abigail dan Kayden keluar, Moza melangkah ke dalam kamar mandi utama. Ia mengunci pintunya rapat-rapat.Moza menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Den

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertolongan Tanpa Syarat

    Setelah Elbara mengucapkan kalimat yang memberikan harapan besar, rasa lega yang luar biasa membanjiri hati Reva. Tanpa sadar, ia mencondongkan tubuh dan meremas tangan Elbara yang masih berdiri di sampingnya."Benarkah, Pak? Anda sungguh-sungguh bersedia menjadi kuasa hukum saya?" mata Reva berbin

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Apa Kau Mencintai Dastan

    Suasana di dalam kamar seketika menjadi hening.Perawat pribadi Tuan Markus dan Thalia hendak bergerak untuk menolong sang majikan. Namun, dengan wibawa yang masih menyala di matanya yang sayu, Tuan Markus mengangkat tangan kanan. Pria tua itu memberi isyarat mutlak supaya mereka tidak mendekat.Tu

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status