Share

194. Rindu

Penulis: Rosa Uchiyamana
last update Tanggal publikasi: 2026-01-29 22:50:13

Dia duduk di atas hamparan pasir. Kedua tangannya bertumpu di atas lutut. Jari-jarinya saling bertaut.

Sementara sorot matanya tertuju pada hamparan laut di hadapannya, dengan tatapan menerawang.

Pipinya lebih tirus daripada empat bulan yang lalu, dan ada lingkaran hitam yang samar di bawah matanya.

Pantai itu pernah dia kunjungi bersama Sera sebelum wanita itu pergi meninggalkannya. Mereka berjalan berdampingan di sana, berpegangan tangan, lalu saling melemparkan air laut.

Raven menghela napas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rna 1122
di bikin jd gila aja sekalian si celine thorr biar ga tanggung2 hahaaaaaa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Last Chapter

    Setelah puas bermain di pantai sampai sore, Louis dan Leon akhirnya mau kembali ke resort. Raven memandikan mereka setibanya di kamar. Sementara Sera menyiapkan makan malam.Selesai makan malam yang dipenuhi celotehan anak-anak beberapa saat kemudian, mereka beralih ke kamar.“Kalian pasti lelah. Lebih baik langsung tidur,” kata Raven sambil naik ke ranjang lalu menyelimuti Louis dan Leon yang sudah berbaring di tengah.“Hm!” Louis mengangguk patuh. Lalu memejamkan mata dengan erat.“Pa, aku nggak ngantuk,” ucap Leon polos.“Kalau begitu Papa akan menceritakan dongeng buat kamu.”Leon langsung tersenyum lebar. Kemudian Raven mulai menceritakan dongeng yang dia hapal sebagian dari buku cerita milik anak-anaknya.Sera yang baru keluar kamar mandi langsung bergabung di kasur dan berbaring di samping Louis. Dia memperhatikan Raven yang tampak sungguh-sungguh mendongeng walaupun nada suaranya terdengar kaku.“Hey, kenapa kamu belum juga tidur?” tanya Raven beberapa saat kemudian karena Leo

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 10

    Setibanya di pantai yang tak jauh dari resort yang mereka tempati, Louis dan Leon langsung melepaskan tangan mereka dari genggaman orang tuanya, lalu berlari sambil tertawa.“Aku duluan!” teriak Louis.“Nggak! Aku yang duluan!” Leon tak mau kalah.Raven menghela napas panjang. “Hati-hati. Jangan terlalu ke tengah.”Sementara itu Sera berusaha menahan rok lilit dan cardigannya yang diterpa angin. Rambut hitam panjangnya melambai-lambai.Raven menoleh, menatap penampilan Sera dengan mata disipitkan. Lalu Raven mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai yang tidak terlalu ramai itu.Kehadiran beberapa pria asing yang tak jauh dari mereka membuat Raven langsung menoleh kembali pada Sera.Tanpa banyak bicara, Raven segera merapatkan cardigan istrinya lalu mengikat kedua bagian ujung bawahnya. Cardigan itu memang tidak memiliki kancing.“Mas? Apa yang kamu lakukan?” tanya Sera bingung.“Aku sedang berusaha menutupi tubuhmu.” Raven menatap singkat tubuh Sera yang dibalut tank top di bagia

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 9

    “Selamat pagi,” sapa Raven dengan suara serak khas orang bangun tidur, sambil menggenggam pinggang Sera dan mencium tengkuknya.Sera yang sedang membuat omelet, sempat menahan napasnya sesaat karena ciuman itu.“Pagi, Mas,” balas Sera sambil menoleh dan tersenyum tipis.Raven memanfaatkan kesempatan itu untuk mencium bibir Sera, mengulum bibir bawahnya, menggigitnya pelan hingga membuat jantung Sera berdebar-debar. Lalu menyesapnya sampai akhirnya ciuman itu terlepas.Sera berdehem pelan dan meluruskan kembali pandangannya pada omelet di atas teflon untuk menyembunyikan pipinya yang panas.Meski sudah lebih dari lima tahun mereka menikah, tapi ciuman Raven selalu membuat Sera salah tingkah.“Kenapa meninggalkan aku?” Raven menggerakkan kedua tangannya memeluk perut Sera dan menumpukan dagu di bahu wanita itu. “Bukankah sudah kubilang aku ingin melihat kamu saat aku membuka mata setiap pagi?”Mendengarnya, Sera terkekeh kecil. “Aku harus bikin sarapan buat kita sama anak-anak, Mas.”“K

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 8

    [Sayang, aku sudah di depan kampus.]Sera tersenyum kecil saat membaca pesan yang baru saja masuk dari Raven. Dia menggerakkan ibu jarinya untuk membalas pesan tersebut.[Iya, Mas. Aku sudah selesai, kok. Tunggu sebentar.]Kemudian Sera merapikan buku-bukunya di atas meja. Sebelum akhirnya meninggalkan ruang kelas yang sudah hampir sepi itu.Dari kejauhan Sera sudah bisa melihat mobil hitam Raven yang paling mencolok di antara deretan mobil lainnya di parkiran universitas tempatnya kuliah.Sera bergegas mempercepat langkah, tapi tiba-tiba….“Sera!” seru seseorang, membuat langkah kaki Sera seketika terhenti.Sera menoleh dan mendapati seorang laki-laki muda berpenampilan kasual yang menggendong ransel di salah satu bahunya, sedang menghampirinya.“Maaf? Kamu manggil aku?” tanya Sera memastikan saat laki-laki itu sudah berdiri di hadapannya.“Kamu… Sera, ‘kan?”Sera mengangguk. “Iya. Ada apa, ya?”Laki-laki itu tersenyum kecil dan terlihat salah tingkah. “Em… itu….” Dia berdehem pelan,

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 7

    Raven membuka pintu dan mendapati dua monster kecil yang sedang bersedekap dada sambil menatapnya tajam dengan bibir cemberut.Raven mengerjap. Dia seolah melihat diri sendiri yang sedang kesal di dalam wajah dua bocah kecil itu. Raven lalu melirik dua perempuan di belakang si kembar yang merupakan nanny mereka, lalu menyuruh kedua perempuan itu pergi.“Kenapa kalian menatap Papa seperti itu?” tanya Raven seraya mengusap puncak kepala dua putranya bersamaan.“Kenapa Mama lama sekali buka pintunya?” tanya Leon.“Mama sedang di kamar mandi, Boys.”“Terus kenapa nggak Papa yang bukain pintu?” Kali ini Louis yang bertanya.Raven mengusap tengkuk. Bagaimana dia harus menjelaskannya pada anak-anak yang gemar bertanya ‘kenapa?’ dan ‘bagaimana?’ itu?“Tadi Papa sedang ada urusan penting di dalam. Jadi Papa tidak bisa cepat-cepat membuka pintu.” Raven menarik pelan tangan Louis dan Leon agar masuk ke dalam ruangan.Kening Louis berkerut, mendongak menatap ayahnya. “Urusan apa?”“Um… urusan pek

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 6

    Sera hanya memutar bola matanya, lalu kembali ke pembicaraan dengan Lala.“La, layer paling bawah dark chocolate ganache. Di atasnya vanilla bean dengan raspberry. Terus layer ketiga pistachio cream–”Sera seketika berhenti bicara. Napasnya tertahan saat dia merasakan gerak jari Raven yang memutar pada lembah hangatnya. Sera menelan saliva dengan berat, debaran di dalam dadanya meningkat dua kali lebih cepat.Sera menjauhkan ponsel dan berbisik, “Mas?”Raven tidak menjawab. Dia mengecup bibir Sera sesaat, lalu melesakkan jarinya masuk ke dalam milik istrinya.“Kamu basah,” bisik Raven di telinga Sera dengan nada menggoda, yang membuat napas Sera mendadak berat.Sera menggigit bibir bawah, jemari tangannya yang terbebas kini menyusup di sela rambut Raven dan menjambaknya.“Halo? Lanjut, Bu?” Suara Lala di seberang sana membuat Sera menempelkan kembali ponselnya.“Iya, La.” Sera berdehem pelan, berusaha menormalkan suara dan napasnya yang berat. “Oke. Layer ke empat pakai lemon sponge d

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   154. Gelang Benang Merah

    Sera menghidangkan makanan yang telah selesai dimasaknya, di atas meja makan.Lalu berdiri di sisi Raven untuk membalik piring kosong di hadapan pria itu.“Duduklah,” kata Raven sambil menunjuk kursi kosong di sampingnya dengan lirikan mata.Sera terdiam, menoleh pada Raven dengan bingung. “Maksud

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   142. Reaksi Tubuh yang Berlebihan

    Raven mengembuskan napas kasar. Mungkin itu hanya mirip dengan suara Sera saja, pikirnya.Akhirnya Raven melanjutkan langkahnya lagi, berusaha untuk tidak peduli.“Aku bilang jangan menyentuhku! Lepaskan!” seru wanita itu lagi, yang membuat langkah kaki Raven kembali terhenti.Raven menoleh ke bela

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   86. Berhenti Berdetak

    “Jalan lebih cepat!” titah Raven dengan tegas.David mengangguk patuh. “Baik, Pak,” jawabnya, lalu menginjak pedal gas semakin dalam sesuai perintah Raven.Entah mengapa akhir-akhir ini bosnya itu selalu menyuruhnya melajukan kendaraan lebih cepat dari biasanya. Seakan-akan ada yang ingin segera di

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   74. Gugup Setengah Mati

    Raven duduk tegak di atas kursi khusus mandi dengan ekspresi datar.Sedangkan Sera berdiri di hadapannya sambil melepas kancing piyamanya satu persatu.Di dalam kamar mandi yang sunyi itu hanya terdengar desisan lembut dari exhaust fan di langit-langit ruangan, dan deru napas mereka yang tak beratu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status