Share

96. Tersangka

Penulis: Rosa Uchiyamana
last update Tanggal publikasi: 2025-12-18 21:35:40

Sera merasakan jantungnya berdebar cepat. Tangannya saling menggenggam erat dan terasa dingin.

“Sera,” ucap Raven dengan suara tenang yang mampu membuat hati Sera mencelos.

“Sampai masalah ini jelas..,” lanjut Raven “Kamu tidak diizinkan meninggalkan rumah ini.”

Sera seketika tercenung.

Apakah itu artinya Raven percaya bahwa dirinya seorang pencuri dan akan disingkirkan dari kediaman ini?

Sudut-sudut hati Sera terasa nyeri. Dia tidak merasa bersalah, tetapi Sera tahu sebesar apapun usahanya unt
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Etris Tresnawsti
pasti ayu disuruh cellin buat fitnah sera..
goodnovel comment avatar
fauziah Zie
duh pdhal pengen bgt aku si sera keluar dr rmh raven
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
raven bakalan lebih waspada dong... ya kan rav... karna udah berani bikin fitnah di kediaman nya... rav kamu curiga gak kalo si celine biang kerok nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 4

    “Biar aku yang memakaikan baju mereka. Kamu duduk saja,” ucap Raven lembut sambil memegangi bahu Sera dan mendudukkannya di tepian ranjang.Sera tidak menolak. Dia selalu merasa senang setiap kali Raven mengambil alih tugasnya.“Louis pakai yang biru ya, Mas. Leon yang putih.”Raven mengangguk. “Aku tahu.”Lalu pria itu menundukkan badan di hadapan kedua bayinya yang baru selesai dimandikan. Raven mengambil popok terlebih dulu.Sera hanya duduk sambil memperhatikan pemandangan di hadapannya yang membuat hatinya terasa penuh. Dia melihat Raven yang begitu hati-hati dan lembut saat memakaikan pakaian di tubuh Louise.Wajah Raven tampak serius. Namun sorot matanya terlihat lembut dan hangat.Tapi ada yang aneh. Sera mengerutkan keningnya. Lalu detik berikutnya Sera mengulum senyum.“Mas?”“Hm?” sahut Raven yang tetap fokus pada bayinya.“Mas salah pasang popoknya,” ucap Sera sambil terkekeh geli.Kening Raven berkerut dan tangannya berhenti bergerak. “Tidak. Aku benar,” timpalnya dengan

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 3

    “Mas, jangan ganggu mereka terus,” tegur Sera setengah berbisik.Namun Raven tidak menghiraukannya. Raven tetap memandangi kedua bayinya yang terlelap sambil menekan-nekan lembut pipi tembem atau sesekali mencolek hidung mancung mereka.Seolah-olah Raven ingin meyakinkan diri bahwa dua bayi mungil di hadapannya itu nyata. Bukan hanya sekadar ilusi.Padahal ini sudah hari ke delapan bayi kembar itu lahir ke dunia. Tapi Raven masih belum percaya bahwa kini dia benar-benar sudah menjadi seorang ayah.“Sayang,” ucap Raven pelan seraya mengambil selembar foto seorang bayi yang sejak tadi terletak di samping bayi kembar itu.Sera yang sedang bersandar di headboard ranjang sambil makan buah, menoleh. “Kenapa, Mas?”“Louis dan Leon benar-benar mirip aku.” Raven mendekat dan menunjukkan foto tersebut pada Sera. “Saat aku melihat mereka, aku seperti melihat diri sendiri waktu masih bayi.”Sera menatap foto Raven ketika masih bayi–yang sebenarnya sudah sering dia lihat sejak Raven menunjukkannya

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 2

    Beberapa menit kemudian, seorang perawat keluar dan berkata, “Suaminya boleh masuk seka… rang”Raven langsung masuk tanpa menunggu kalimat perawat itu selesai. Dia membeku saat melihat Sera terbaring di ranjang pasien dengan napas terengah.Ketika melihat Raven, Sera seketika membulatkan matanya. “Mas?”Raven bergegas menghampiri Sera. “Kenapa kamu tidak menelponku?” tanyanya dengan wajah tegang, tapi suaranya tetap terdengar lembut.“Aku nggak mau mengganggu rapat Mas Raven.”“Kamu pikir rapat jauh lebih penting daripada kamu?”Sera tertegun. Tapi belum sempat dia menanggapi, gelombang rasa nyeri itu kembali menyerangnya. Sera meringis dan mencengkeram sprei kuat-kuat.Raven semakin menegang. “Apa yang terjadi?” Dia menatap perawat dengan ekspresi panik yang tidak disembunyikan.Perawat itu tersenyum sabar. “Itu kontraksi, Pak.”“Saya tahu itu kontraksi,” timpal Raven cepat. “Tapi kenapa dia sampai kesakitan seperti itu?”Sera masih menahan nyeri sambil tetap meringis. “Mas… kontraks

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   Extra Chapter 1

    Sera meringis, menahan rasa nyeri di perutnya yang datang secara berkala. Perutnya mengeras seperti batu, membuatnya harus menahan napas beberapa detik sampai gelombang nyeri itu perlahan mereda.Sera menghela napas panjang, lalu tangannya terulur berusaha meraih ponsel dari atas meja. Tapi dia terlalu sulit menjangkaunya.Ratna yang sedang melintas menuju dapur, terkejut melihat pemandangan tersebut.Cepat-cepat Ratna mendekat dan membantu mengambilkan ponsel untuk Sera.“Bagaimana sekarang? Perutnya sakit lagi?” tanya Ratna dengan tatapan khawatir.“Iya, Mbak. Makin ke sini nyerinya makin sering. Tadi pagi sekitar tiga puluh menit sekali. Sekarang hampir tiap sepuluh menit.”Mata Ratna melebar. “Sera, sepertinya kamu benar-benar akan melahirkan. Lebih baik ke dokter sekarang. Saya antar kamu.”Sera mengerutkan keningnya, bingung. “Tapi kata dokter, hari perkiraan lahirnya minggu depan, Mbak.”“Itu ‘kan cuma perkiraan, bukan tanggal pasti. Kadang HPL itu suka meleset.” Ratna tampak c

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   270. Ending

    “Kamu gugup?” tanya Raven lembut seraya menatap Sera dengan lekat.Sera mengangguk. Menatap pintu yang menjulang tinggi di hadapannya dengan perasaan tak menentu. Jari-jari tangannya terasa dingin.Berbagai pikiran negatif kini memenuhi benak Sera.Bagaimana jika orang-orang di dalam sana menghujatnya, melemparinya, dan menganggap dirinya sebagai wanita murahan?Sera masih ingat dengan jelas bagaimana dunia menyudutkannya di masa lalu.“Sayang,” panggil Raven seraya meremas tangan Sera dengan lembut, membuat Sera seketika keluar dari lamunannya. “Apa perlu kita kembali ke kamar?”Sontak Sera mendongak, menatap Raven gamang. “Acaranya akan segera dimulai,” gumamnya.Raven menggeleng pelan. “Kita bisa menundanya kalau kamu belum siap.”Selalu seperti itu. Raven selalu mengedepankan kenyamanan Sera. Hati Sera terenyuh. Dia tidak ingin membuat Raven kecewa.“Nggak, Mas.” Sera balas menggenggam tangan Raven erat. Menghela napas berat. “Kita masuk saja sekarang.”“Kamu yakin?” Raven menatap

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   269. Pesta Pernikahan

    Sera menatap pantulan dirinya di cermin. Terpana. Dia seolah tidak mengenali diri sendiri.Tubuhnya kini dibalut gaun pengantin putih berbentuk putri duyung. Bagian atas hingga pinggang dan pinggul dibuat ketat mengikuti lekuk tubuh. Lalu melebar mulai dari lutut ke bawah hingga membentuk ekor yang menjuntai di lantai.Bahunya berbentuk off shoulder, sehingga leher dan bahunya terbuka. Mahkota kecil menghiasi kepalanya. Rambutnya terurai bergelombang. Sementara veil tipis menjuntai jatuh ke belakang punggung.“Aku benar-benar nggak percaya kalau wanita di depanku ini adalah diriku,” gumam Sera.Seorang wanita yang sedang memasang sarung tangan tipis di tangan Sera, seketika terkekeh kecil. “Bu Sera terlihat cantik sekali.”Sera tersenyum kecil mendengar pujian itu. “Semua ini karena tangan ajaib kamu, Mbak. Make up-nya benar-benar bagus. Aku hampir nggak mengenali diriku sendiri.”“Pada dasarnya Bu Sera-nya yang sudah cantik.” Wanita itu tersenyum bangga. “Saya cuma perlu memoles sedi

  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   43. Debaran Asing

    Tiba di sebuah ruangan yang dipenuhi pakaian-pakaian cantik dan mewah, Raven langsung mengambil beberapa pakaian secara asal dengan ekspresi kelam di wajahnya. Lalu menumpuknya di lengannya. Dalam hitungan detik lengan itu tertutupi kain berwarna-warni. Sementara itu Sera hanya diam membeku, mempe

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   36. Amarah Dibalik Diamnya Raven

    Sera terhenyak, tak menyangka Puspa akan mengatakan hal itu di depan banyak orang. Kata-kata Puspa menghantamnya begitu keras, hingga Sera hanya bisa diam, menatap kosong tanpa tahu harus bereaksi bagaimana. Di sisi lain, Raven menyeruput kopinya dengan tenang. Tetapi tak ada yang menyadari, sorot

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   40. Untuk Kamu

    Setelah selesai dengan pekerjaannya di taman, Sera membersihkan tubuhnya dan mengenakan seragamnya kembali. Dia bersiap-siap untuk pergi ke supermarket karena tugasnya siang itu adalah belanja bulanan. Sera menghela napas lega, karena setidaknya dari siang ini hingga sore nanti dia benar-benar bi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Pelukan Sang Majikan di Malam Hari   46. Menatapnya Dari Jauh

    Sera menatap pantulan dirinya di cermin. Lalu terbit senyuman kecil di bibirnya.Gaun hitam yang melekat di tubuhnya itu tampak cantik. Itu gaun sederhana berlapis chiffon yang jatuh lembut dengan tinggi di bawah lutut.Bagian bahunya terbuka, dan di bagian pinggang pita panjang yang diikat rapi, m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status