Share

Bab 111

Author: Mrs.Jeon
last update Last Updated: 2026-01-14 01:53:25

Audrey mengabarkan pada Scarlett bahwa Henry sudah kembali ke rumah, dan ia meminta Scarlett untuk datang menjenguk jika tidak sedang sibuk bekerja.

Setelah pembicaraan selesai, Scarlett kembali ke mejanya dan menenggelamkan diri dalam tumpukan dokumen yang menantinya.

---

Tiga hari kemudian, Scarlett baru saja tiba di kantor, tiba-tiba ada sebuah panggilan dari Andrew masuk.

“Nona Scarlett, Tuan Tristan sudah berada di kantor catatan sipil,” suara Andrew terdengar dari seberang telepon.

Tanpa ragu, Scarlett menjawab, “Suruh dia menunggu. Aku akan tiba dalam 20 menit.”

Makan bisa ditunda, tidur bisa dilewatkan, tetapi perceraian tidak boleh gagal.

Setelah menutup telepon dengan Andrew, Scarlett bergegas menuju mobilnya dan melaju cepat ke kantor catatan sipil.

“Nona Scarlett,” panggil Andrew saat Scarlett melangkah keluar ke area parkir kantor catatan sipil.

Scarlett menoleh dan melihat mobil Tristan terparkir tidak jauh dari sana. Akhir dari kisah mereka berdua hanya tinggal beberapa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 115

    Saat Scarlett kembali ke kota, Tristan sudah diliputi rasa jengkel. Pembicaraan tentang perceraian yang tak henti-hentinya, ditambah kemunculan anak secara tiba-tiba, benar-benar membuatnya muak. Karena itu, ketika Scarlett dengan tegas menyangkal identitas Nathan, Tristan sama sekali tidak berniat menyelidikinya lebih jauh. Lagipula, anak itu tampak belum genap setahun, dan Andrew juga telah menemukan jejak tentang mantan kekasih Scarlett di masa lalu.Namun, seiring waktu berlalu dan amarahnya perlahan mereda, kecurigaan mulai tumbuh di hati Tristan. Tanpa sadar, pandangannya terhadap Nathan berubah—lebih tajam, lebih penuh tanda tanya.Saat Tristan melontarkan pertanyaan yang bernada menyelidik, Bruce justru tertawa terbahak-bahak. Ia berhenti melangkah, berbalik menatap Tristan, lalu berkata santai, “Kalau kamu memang penasaran, kenapa tidak langsung saja bertanya pada Scarlett?”Bruce menepuk bahu Tristan sambil tersenyum tipis. “Aku kembali ke kantor dulu.” Setelah itu, ia melam

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 114

    Tiba-tiba, suasana di antara mereka menjadi samar dan mengundang salah tafsir.Saat Tristan condong mendekat, Scarlett dengan sigap mendorongnya menjauh, sikapnya tetap santai dan tanpa emosi. “Aku pulang dulu. Terima kasih atas tumpangannya.”Tanpa menunggu jawaban, ia membuka pintu mobil dan turun.Tristan berdiri di sana, menatap punggung Scarlett yang perlahan menghilang ditelan malam. Sorot matanya dipenuhi emosi yang tak mampu ia sembunyikan. Ia tak pernah membayangkan bahwa tiga tahun setelah perpisahan mereka, pertemuan kembali itu justru akan mengakhiri pernikahan mereka dengan cara seperti ini.Lama setelah sosok Scarlett benar-benar lenyap dari pandangan, barulah Tristan menyalakan mobil dan meninggalkan kediaman keluarga Wilson.---Kembali di Bougenville Residence, Tristan masih terjaga larut malam di ruang kerjanya. Tanpa sadar, ia membuka rekaman kamera pengawas dari tiga tahun lalu. Entah sudah berapa kali ia menontonnya—setiap kali tetap saja terasa seperti pisau yang

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 113

    Nicole memiliki kulit yang cerah dan tubuh yang mudah menarik perhatian. Namun, ada sebuah bekas luka bakar yang menutupi area cukup luas di sisi kanan perut hingga pinggangnya—jejak cedera parah yang tak mungkin dipulihkan. Biasanya, pakaiannya menutupi bekas luka itu, sehingga tak ada satu pun tanda trauma masa lalu yang terlihat.Saat Scarlett tanpa sengaja menumpahkan air teh ke blusnya, tangan kiri Nicole refleks menutup bagian kanan tubuhnya yang penuh bekas luka. Matanya langsung berkaca-kaca. “Bekas luka ini,” kata Nicole dengan suara bergetar, “terjadi saat aku menyelamatkan Tristan dan Helen. Ini seumur hidup, tidak bisa diperbaiki. Dan aku tidak akan pernah bisa punya anak sendiri, karena kondisi kulitku tidak memungkinkan.”Sambil berbicara, tangan Nicole gemetar di atas bekas luka itu. Air mata menetes ke lengan dan lantai. Ia menatap Scarlett dengan senyum pahit. “Jadi, Scarlett, sekarang kamu mengerti kenapa Tristan selalu memperhatikanku, kenapa dia tidak pernah memeca

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 112

    Keesokan malamnya, saat Scarlett makan malam bersama Nathan, Bruce, dan Zoe, Zoe langsung meledak begitu mendengar bahwa Scarlett menolak saham yang ditawarkan Tristan.“Ya ampun, apa kamu tahu berapa nilai King International? Setelah bertahun-tahun Tristan begitu pelit, akhirnya dia mau buka dompetnya saat perceraian, dan kamu malah tidak memanfaatkannya?” Zoe yang biasanya tenang kini tampak hampir frustrasi setengah mati.“Sudahlah,” Scarlett menghela napas. “Tidak ada yang namanya makan siang gratis. Kalau aku menerima saham itu, siapa tahu ada syarat atau ikatan tersembunyi di baliknya.”“Ini dari mana ceritanya makan siang gratis?” bantah Zoe. “Ini imbalan atas semua tahun yang sudah kamu jalani dan tanggung. Lagipula, demi Nathan juga…”Nada suara Zoe melunak, tetapi ia segera menambahkan, “Pokoknya, itu memang hakmu.”Sementara Zoe terus menyayangkan keputusan Scarlett menolak saham tersebut, Bruce melirik Scarlett lalu berkata, “Letty-ku hanya ingin memutus hubungan dengan te

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 111

    Audrey mengabarkan pada Scarlett bahwa Henry sudah kembali ke rumah, dan ia meminta Scarlett untuk datang menjenguk jika tidak sedang sibuk bekerja.Setelah pembicaraan selesai, Scarlett kembali ke mejanya dan menenggelamkan diri dalam tumpukan dokumen yang menantinya.---Tiga hari kemudian, Scarlett baru saja tiba di kantor, tiba-tiba ada sebuah panggilan dari Andrew masuk.“Nona Scarlett, Tuan Tristan sudah berada di kantor catatan sipil,” suara Andrew terdengar dari seberang telepon.Tanpa ragu, Scarlett menjawab, “Suruh dia menunggu. Aku akan tiba dalam 20 menit.”Makan bisa ditunda, tidur bisa dilewatkan, tetapi perceraian tidak boleh gagal.Setelah menutup telepon dengan Andrew, Scarlett bergegas menuju mobilnya dan melaju cepat ke kantor catatan sipil.“Nona Scarlett,” panggil Andrew saat Scarlett melangkah keluar ke area parkir kantor catatan sipil.Scarlett menoleh dan melihat mobil Tristan terparkir tidak jauh dari sana. Akhir dari kisah mereka berdua hanya tinggal beberapa

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 110

    Mendengar kata-kata Audrey, Tristan melepas kacamatanya. Jemarinya menekan pelipis, seolah beban di kepalanya semakin berat.Audrey melanjutkan dengan nada tegas namun sarat kepedulian, “Pikirkan baik-baik. Jika kamu sungguh ingin bersama Scarlett, maka kamu harus bicara serius dengannya. Tapi satu hal yang harus kamu lakukan—lepaskan masa lalu sepenuhnya dan terima anak itu sebagai anakmu sendiri.”Tristan terdiam lama. Suasana menjadi senyap, hingga akhirnya ia hanya mengeluarkan dengusan pelan, sebuah jawaban samar tanpa kepastian.Melihat putranya seperti itu, hati Audrey tersentuh. Di balik sikap kerasnya, naluri keibuannya tetap tak bisa dibohongi. Ia menepuk bahu Tristan dengan lembut.“Pulanglah dulu, Nak. Bibi-bibimu dan Ibu akan mengurus semuanya di sini.”Didorong oleh desakan sang ibu, Tristan akhirnya mengangguk dan berbalik pergi.Saat sosoknya semakin menjauh, Audrey sedikit berteriakl dari belakang, “Renungkan semuanya saat kamu sudah di rumah.”Tristan hanya melambaik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status