LOGINKembali di kediaman keluarga Wilson.Setelah mandi dan berganti pakaian, Scarlett langsung merebahkan diri dan tertidur lelap.Selama beberapa hari Nathan tinggal bersama Audrey, Scarlett akhirnya bisa menikmati waktu istirahat yang sangat ia butuhkan.Pagi itu, setelah kembali dari balai kota, Joshua mengetuk pintu lalu menyerahkan sebuah undangan kepadanya. “Nona Scarlett, ini undangan untuk acara gala IPO Scarnet Technology Selasa malam depan. Baru saja dikirim oleh perwakilan mereka.”Scarlett menerima undangan itu dari Joshua, lalu membukanya dengan santai dan berkata, “Baik.”Saat pintu kantor perlahan tertutup kembali, Scarlett harus mengakui bahwa Tristan memang telah mencapai keberhasilan yang luar biasa. Hanya dalam waktu dua tahun, pria itu berhasil membangun kerajaan bisnis baru.Belum lama ia meletakkan undangan itu, pintu kantornya kembali diketuk. Kali ini Sandy datang membawa sup ayam.Itu ide Chelsea.Selama Scarlett dirawat di rumah sakit, Chelsea hampir setiap hari
Sambil melirik Tristan di sampingnya, Scarlett berkata, “Bu, tidak apa-apa kalau Nathan tinggal bersama kalian beberapa hari. Aku tidak bisa datang.”Audrey segera menjawab dengan tergesa-gesa, “Jangan khawatir, Sayang! Datang saja dan tinggal di sini. Ibu yang akan menjaga Nathan. Kamu dan Tristan bisa menjalani waktu kalian sendiri, Nathan tidak akan mengganggu.”Dua hari setelah Scarlett keluar dari rumah sakit, Tristan diam-diam tinggal di rumah selama dua malam berturut-turut, dan itu membuat Audrey semakin gelisah.Begitu Tristan mengatakan bahwa ia makan malam bersama Scarlett hari ini, Audrey langsung menelepon, berharap bisa membujuk Scarlett untuk datang kembali.Menurut Audrey, hubungan akan semakin dekat jika sering bersama. Ia memahami hal itu dari pengalamannya sendiri.Di kursi pengemudi, Tristan mendengarkan ibunya yang terus berbicara tanpa henti. Ia kemudian mengambil ponsel Scarlett dan berkata, “Bu, urus saja Nathan dengan baik.
Scarlett tersenyum mendengar perkataan ayahnya. Ia tahu Chris pasti sudah memikirkan hal ini selama beberapa hari terakhir sebelum akhirnya mengungkapka. “Baiklah, aku akan memikirkannya dan memberi tahu Ayah setelah aku mengambil keputusan,” jawab Scarlett sambil menatap Chris.Setelah dua tahun kembali tenggelam dalam hiruk-pikuk perusahaan, menyesuaikan diri dengan kehidupan yang sibuk dan menangani berbagai urusan bisnis sudah menjadi hal yang biasa baginya.Percakapan mereka pun berlanjut. Scarlett meyakinkan Chris agar tidak terlalu khawatir dan berjanji akan lebih menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya serta lebih memprioritaskan kesehatan. Hal itu sedikit menenangkan hati Chris.Setelah itu, Scarlett kembali bekerja. Beberapa hari beristirahat di rumah sakit membuat tenaganya kembali pulih. Dengan beban kerja yang lebih ringan, ia memiliki waktu luang untuk kembali memeriksa berkas kasus dari tiga puluh tahun lalu.Menjelang malam, saat ia masih bekerja, ponselny
Menjelang malam, ketika Tristan menelepon untuk menanyakan keadaan Scarlett, Chelsea pun dengan enggan bangkit dari sofa. Scarlett mengantar Sandy dan Chelsea hingga ke lift, lalu Chelsea bertanya dengan nada penuh harap, “Scarlett, apakah tidak masalah jika bibi datang lagi besok?”Scarlett tersenyum lembut. “Bibi Chelsea, aku akan sangat senang jika Bibi datang.”Raut wajah Chelsea langsung dipenuhi kegembiraan. “Bibi akan memasakkan makan siang untukmu. Kamu suka ayam rebus dengan kentang kecil dan sup jamur, bukan? Besok akan bibi buatkan untukmu.”“Terima kasih, Bibi Chelsea,” jawab Scarlett dengan tulus, tidak ingin menolak perhatian sehangat itu.Setelah mengantar Sandy dan Chelsea pergi, Scarlett kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian, Tristan datang. Melihat banyak hadiah di ruangan itu, Tristan mengira Zoe dan Bruce yang datang berkunjung, tetapi Scarlett menjelaskan bahwa itu adalah hadiah dari Sa
Keesokan harinya, Chris datang berkunjung.Beberapa hari terakhir, ia sangat sibuk di kantor, ia membantu meringankan beban Scarlett. Ia takut jika sesuatu yang serius terjadi pada Scarlett, maka dirinya akan menyesal seumur hidup.Setelah Chris pergi, Sandy datang membawa berbagai makanan. Ia mengungkapkan betapa khawatir dirinya terhadap Scarlett, bahkan sempat mengusulkan untuk berhenti bekerja demi membantu merawatnya.Namun, Scarlett langsung menolak gagasan itu.Sandy memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia hukum seperti dirinya. Scarlett tidak ingin Sandy mengorbankan impiannya demi dirinya.Setelah menyiapkan beberapa potong buah untuk Scarlett, Sandy duduk di sampingnya dan berkata, “Ibuku mendengar tentang kondisi kesehatanmu dan ingin menjengukmu. Apa itu tidak masalah?”Setelah mendengar dari Sandy bahwa Scarlett sedang sakit, Chelsea, ibu Sandy, merasa sangat khawatir dan ingin menjenguknya di rumah sakit.Sambil menatap Sandy, Scarlett berkata, “Mungkin kurang tepat
Ruangan itu mendadak hening sesaat setelah pertanyaan polos Nathan menggantung di udara.Scarlett bahkan belum sempat menjawab ketika Nathan kembali berbicara dengan wajah serius khas anak kecil.“Teman sekelasku, Jonah. Tahun lalu ibunya juga masuk rumah sakit. Waktu pulang, Ibu Jonah membawa adik perempuan untuknya. Jonah bilang adiknya lahir waktu ibunya berada dirumah sakit.”Penjelasan lugu itu langsung membuat Scarlett tertawa pelan.Ia mengacak rambut Nathan dengan penuh sayang sebelum berkata lembut, “Kalau begitu, Ibu akan berusaha memberimu adik perempuan secepatnya.”Mendengar janji itu, wajah Nathan malah berubah semakin serius.“Tapi ada juga Lily,” katanya lagi. “Lily bilang ibunya pulang dari rumah sakit jadi lebih cantik.”Kali ini Scarlett tertawa lebih keras.“Sepertinya ibu Lily pergi ke spa, bukan ke rumah sakit,” godanya.Nathan langsung men
Setelah Camilla meletakkan makan siang di meja Tristan, ia menarik kursi di depannya lalu duduk, mencondongkan tubuh seperti ingin berbicara rahasia.“Tristan, aku sekarang kerja di perusahaan keluargaku. Memang sahamku diatur oleh kakakku, tapi aku adalah pemegang saham terbesar, jumlahnya sama pe
Scarlett berusaha sekuat tenaga untuk melawan, tetapi pada akhirnya, ia tetap tak mampu melepaskan diri dari cengkeraman Tristan.*“Scarlett, Tristan dan Helen sekarang berpacaran. Helen menulis lewat Twitter, dan keluarga Ashcroft juga sudah mengakui hubungan mereka,” ujar Zoe padanya. Scarlett t
Sikap santai Tristan berhasil mencairkan ketegangan yang sempat muncul saat ia berkata, “Saya sudah melihat Scarlett dalam kondisi terbaik maupun terburuknya, jadi tidak perlu khawatir atas namanya, Logan.”Logan mengangkat pandangannya, bingung dengan apa yang baru saja diucapkan Tristan. Apa maks
Scarlett dengan tenang menyingkirkan tangan Tristan, lalu menuangkan segelas anggur untuknya. “Gemerlap malam dan riuh suasana seperti ini terlalu menyenangkan. Membuat siapa pun enggan untuk pulang.”Tristan merasa seperti sedang disindir secara halus, seolah Scarlett sedang menyinggungnya untuk k







