Share

bab 14 Sebuah Rencana.

Author: Pita
last update publish date: 2025-10-05 08:29:21

Di ruang bawah tanah istana yang jarang disentuh cahaya matahari, Pangeran Kaesar duduk sambil melingkarkan jarinya di atas peta besar Kerajaan Aethelgard Silvanus. Api obor menari di dinding, menyoroti senyumnya yang penuh kelicikan.

“Jagatra mungkin masih dianggap sebagai pewaris sah,” ujarnya lirih, “tapi kita semua tahu… ia hanya boneka yang tak dicintai siapa pun.”

Lucas, yang bersandar santai di kursi, menambahkan dengan nada sinis,

“Kau yakin? Dia memang sendirian, tapi dia punya keteguh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 240 Rionaldo menjadi bayangan jagatra.

    Aethelgard perlahan memasuki pagi.Namun istana itu… tidak terasa seperti tempat yang menyambut matahari.Lorong-lorongnya masih dipenuhi prajurit bersenjata. Darah masih belum sepenuhnya dibersihkan dari lantai batu. Dan di balik setiap pintu…orang-orang mulai memilih pihak.Aula yang Tidak Pernah Benar-Benar TenangDi aula utama, Jagatra masih berdiri di depan singgasana.Pertarungan dengan Kaesar sempat terhenti setelah kekacauan sebelumnya. Namun ketegangan… tidak benar-benar hilang.Kaesar berdiri di tangga atas. Tatapannya dingin.Sementara beberapa prajurit mulai memenuhi sisi aula perlahan.Jagatra menyadari itu.“…kau mulai menyembunyikan pasukan sekarang?” tanyanya datar.Kaesar tersenyum tipis.“Dan kau mulai kehabisan orang.”Sunyi.Kalimat itu… tidak sepenuhnya salah.Lucas menghilang. Justin dipenjara. Michael sudah mati.Jagatra benar-benar berdiri dengan lebih sedikit orang di sisinya.Namun ekspres

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 239 rafka dihormati.

    Fajar mulai menyentuh langit Aethelgard.Cahaya pucat perlahan menggantikan merah api malam sebelumnya. Namun istana itu… tidak benar-benar menjadi lebih tenang.Karena setiap sudutnya masih dipenuhi luka.Michael telah dieksekusi. Justin dipenjara. Lucas menghilang.Dan di tengah semua kekacauan itu… seseorang akhirnya kembali dari bawah tanah.Lorong distribusi timur dipenuhi prajurit yang kelelahan.Beberapa duduk bersandar ke dinding batu. Beberapa masih memegang senjata dengan tangan gemetar.Namun saat langkah itu terdengar…semua langsung mengangkat kepala.Rafka Narendra Afsar berjalan di depan.Pakaiannya penuh debu. Ada noda darah di lengan dan bahunya. Napasnya masih berat.Namun langkahnya… tegak.Di belakangnya, pasukan yang semalam bertarung bersamanya ikut berjalan keluar dari lorong bawah tanah.Dan untuk pertama kalinya…mereka mengikuti seseorang bukan karena perintah.Melainkan karena percaya.Seorang

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 238 justin dipenjara.

    Halaman dalam Aethelgard masih sunyi setelah eksekusi itu.Tidak ada yang benar-benar bergerak. Tidak ada yang berani bicara terlalu keras.Seolah seluruh istana… masih terpaku pada darah yang baru saja jatuh.Namun bagi Kaesar… semuanya belum selesai.Kaesar berdiri di tangga batu tertinggi. Tatapannya dingin menyapu para prajurit.Lalu ia berkata singkat:“Cari Justin.”Satu kalimat itu langsung mengubah udara.Para perwira menegang.Karena mereka tahu… setelah Michael, target berikutnya sudah ditentukan.“Bawa dia hidup-hidup,” lanjut Kaesar pelan.Ia berhenti sejenak.“…aku ingin dia melihat sendiri apa yang terjadi pada pengkhianat.”Di sisi lain istana, Justin berlari melewati lorong sempit bawah tanah.Napasnya berat.Luka di bahunya mulai terasa semakin panas. Darah masih merembes perlahan dari balik kain yang diikat seadanya.Namun ia tetap bergerak.Karena berhenti berarti tertangkap.“Gila…” gumamnya

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 237 Michael diesksekusi.

    Fajar belum benar-benar datang di Aethelgard.Langit masih kelabu. Udara masih dipenuhi bau asap dan darah.Namun di halaman dalam istana… sesuatu yang lebih dingin dari perang sedang dipersiapkan.Sebuah hukuman.Tahanan yang Dibawa KeluarRantai besi bergemerincing pelan.Michael Lloris berjalan di tengah barisan prajurit. Tangannya terikat. Langkahnya berat. Namun wajahnya… justru terlalu tenang.Beberapa pelayan yang melihat dari kejauhan langsung menunduk ketakutan.Karena mereka tahu siapa pria itu.Seorang pangeran kerajaan.Dan pagi ini… ia diperlakukan seperti pengkhianat biasa.Di balkon atas halaman eksekusi, beberapa bangsawan berdiri dalam diam.Tidak ada yang berani bicara.Karena perintah ini datang langsung dari Kaesar.Dan tidak seorang pun berani menentangnya sekarang.Di lorong menuju aula utama, seorang prajurit berlari tergesa.“Paduka Cristian!”Cristian langsung menoleh.“Apa?”Prajuri

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 236 lucas hilang.

    CLANG!Benturan pedang kembali menggema di aula utama.Kaesar menyerang tanpa jeda.Tanpa ritme.Tanpa kendali.Setiap ayunan dipenuhi kemarahan yang selama ini ia tahan.Sementara Jagatra…tetap bertahan.Lantai marmer retak sedikit demi sedikit.Tiang aula bergetar setiap kali logam bertemu logam.Prajurit di luar pintu mulai gelisah.Bahkan mereka yang setia pada Kaesar…mulai takut melihatnya sekarang.Karena pria di depan singgasana itu…tidak lagi terlihat seperti pangeran.Ia terlihat seperti seseorang yang siap menghancurkan apa pun di depannya.Sesuatu yang Tidak DisadariLucas berdiri beberapa langkah di belakang Jagatra.Matanya terus bergerak.Mengamati.Bukan hanya pertarungan.Tapi seluruh aula.Dan semakin lama ia memperhatikan…semakin jelas satu hal:Ada yang salah.Di balik pilar besar sisi kanan aula…beberapa prajurit berdiri terlalu diam.Tidak ikut panik.

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 235 kaesar mengamuk.

    Aula utama Aethelgard malam itu terasa seperti medan perang yang ditahan paksa.Tidak ada pasukan yang berteriak.Tidak ada dentuman besar.Namun tekanan di udara…cukup untuk membuat siapa pun sulit bernapas.Jagatra berdiri di depan tangga singgasana.Tenang.Diam.Namun matanya… tidak pernah lepas dari Kaesar.Sementara di seberangnya…Kaesar masih berdiri santai.Terlalu santai.Seolah semua kekacauan malam ini hanyalah permainan yang sudah ia menangkan sejak awal.Kalimat yang Menyulut Segalanya“Lucas berhenti.”Kaesar tersenyum tipis.“Michael tertangkap.”Ia melangkah turun satu anak tangga.“Justin diburu.”Langkah berikutnya.“Dan Rafka…”matanya menyipit,“…akhirnya mulai bergerak seperti orang yang putus asa.”Jagatra tetap diam.Namun Lucas yang berdiri di belakangnya mengepalkan tangan lebih kuat.Kaesar melihat itu.Dan tertawa kecil.“Kalian benar-benar masih b

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 174 lucas senyum kemenangan.

    Malam semakin larut di Kerajaan Aethelgard Silvanus.Angin malam bertiup lebih dingin dari biasanya, membawa aroma lembap dari taman istana yang luas. Obor-obor di sepanjang tembok masih menyala, tetapi cahaya mereka tidak mampu menembus seluruh sudut gelap istana.Beberapa temp

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 172 cristian menjadi bayangan jagatra.

    Senja turun perlahan di Kerajaan Aethelgard Silvanus.Langit di atas istana berubah warna,biru yang memudar menjadi jingga tipis. Cahaya matahari terakhir menyentuh menara batu dan membuat bayangan panjang merayap di halaman.Para penjaga mulai mengganti giliran.Di kor

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 171 Ellisha menangis darah.

    Istana Kerajaan Aethelgard Silvanus tampak tenang dari luar. Menara batu berdiri kokoh. Bendera kerajaan berkibar pelan diterpa angin siang.Para penjaga berjalan di jalur patroli dengan ritme yang terlihat biasa.Namun di salah satu sayap istana yang jarang dikunjungi tamu, ket

  • Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota   bab 170 Audina yang tegar.

    Pagi datang perlahan di kota yang berdiri di bawah bayang-bayang Kerajaan Aethelgard Silvanus.Kabut tipis masih menggantung di antara atap-atap rumah ketika Audina membuka jendela kecil rumahnya. Udara dingin masuk bersama bau tanah basah dan suara langkah orang-orang yang sudah memula

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status