Share

BAB - 44

Author: shart96
last update publish date: 2026-08-05 11:46:28

William tetap dalam posisinya berdiri di balik pilar, menatap ke arah kendaraan itu hingga menghilang di ujung jalan. Ponsel di tangannya masih menampilkan foto pertemuan yang baru saja ia ambil. Wajah pria yang selama ini dicarinya terlihat jelas di layar. Di samping pria itu berdiri ayah William.

William memperbesar gambar tersebut. Tatapannya mengeras seolah tidak ingin mempercayai orang yang ada di dalam gambar itu.

“Jadi, selama ini Ayah juga terlibat?” bisiknya.

Untuk sesaat, pikirannya t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 44

    William tetap dalam posisinya berdiri di balik pilar, menatap ke arah kendaraan itu hingga menghilang di ujung jalan. Ponsel di tangannya masih menampilkan foto pertemuan yang baru saja ia ambil. Wajah pria yang selama ini dicarinya terlihat jelas di layar. Di samping pria itu berdiri ayah William.William memperbesar gambar tersebut. Tatapannya mengeras seolah tidak ingin mempercayai orang yang ada di dalam gambar itu.“Jadi, selama ini Ayah juga terlibat?” bisiknya.Untuk sesaat, pikirannya tertuju pada Rian. Sikap adiknya yang berubah secara tiba-tiba beberapa minggu terakhir. Pria misterius yang menemui Candra. Kondisi ayah Mia yang diracuni. Semua kejadian itu seakan-akan merupakan potongan puzzle yang perlahan mulai tersusun.William menoleh ke arah gedung kantor di belakangnya, dia merasa perubahan sikap adik tirinya tersebut bukan karena penyesalan. Mungkin adiknya sedang berusaha menyembunyikan sesuatu.Dan untuk pertama kalinya sejak kembali dari penjara, William menyadari b

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 43

    William duduk di ruang kerjanya dengan tatapan kosong. Sejak pulang dari rumah sakit, pikirannya terus dipenuhi berbagai kemungkinan. Hasil pemeriksaan dokter telah menguatkan kecurigaannya. Ayah Mia memang diracuni. Namun, sampai sekarang belum ada bukti yang cukup untuk mengungkap siapa pelakunya.Yang membuat pikirannya semakin kacau justru sikap Rian, adik tirinya. Selama beberapa hari terakhir, Rian berubah menjadi jauh lebih baik. Ia bahkan beberapa kali datang ke ruang kerja William, menawarkan bantuan, mengirimkan makanan, dan menanyakan keadaan William dengan sikap yang tampak tulus. Perubahan itu seharusnya membuat William merasa lega. Namun, justru sebaliknya. William tidak pernah bisa melupakan masa lalu. Tujuh tahun di balik jeruji besi bukanlah sesuatu yang bisa dihapus hanya dengan sikap ramah dan beberapa kalimat perhatian. Di ingatannya Rian adalah orang yang membuatnya dipenjara, dia juga salah satu orang yang memberikan kesaksian palsu hingga semua orang percaya

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 42

    Mia masih berdiri di hadapan William dengan raut wajah kesal.“Sekarang jelaskan. Kakak habis berkelahi dengan siapa sampai seperti ini? ini bukan seperti William yang aku kenal.”William terdiam.Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya baru saja membuntuti seseorang hingga ke tepi danau, kemudian terlibat perkelahian. Terlebih, ia belum mengetahui siapa sebenarnya orang yang ditemuinya tadi.“Aku mengalami sedikit masalah di luar.” sahut William setenang mungkin“Masalah seperti apa sampai wajah dan badan terluka babak belur begini?”“Tidak penting.”“Bagiku ini penting!” bentak Mia.William mengangkat pandangan. Mia tampak marah, tetapi matanya berkaca-kaca. Melihat hal itu, ekspresi William sedikit melunak.“Aku hanya ingin mencari tahu siapa yang membuat kondisi ayahmu memburuk.”Mia terdiam.“Kak…”“Aku menemukan seseorang yang mencurigakan. Dia adalah pria yang sebelumnya menabrakku saat baru saja tiba di rumah sakit. Aku mengikutinya sampai ke luar kota.”“Lalu langsung berke

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 41

    William mendorong tubuhnya dari pohon, lalu mulai melancarkan serangan balik. Pukulan pertamanya berhasil ditangkis. Pukulan kedua juga meleset, tetapi William memanfaatkan celah tersebut untuk menyapu kaki lawannya dengan cepat.Pria itu akhirnya kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut.William segera mencoba mengunci lehernya dari belakang. Namun, lawannya ternyata jauh lebih terlatih daripada perkiraannya. Ia menghantam tulang rusuk William dengan sikut, kemudian memutar tubuh dan melepaskan diri.William mundur sambil menahan sakit.Di sisi lain, mobil pria misterius itu mulai bergerak.William menoleh sekilas.

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 40

    William berhenti sejenak. Ia berusaha memastikan apakah suara yang baru saja didengarnya benar-benar nyata atau hanya salah dengar. Pandangannya menyapu ke arah atas dan bawah tangga darurat, mencari tahu dari mana suara itu berasal.Ia memastikan tidak ada orang lain di tangga tersebut. Semoga saja orang itu adalah sosok yang selama ini dicarinya.“Orang itu?” William menyeringai tipis.Tak lama kemudian, pandangannya menangkap sosok seorang pria yang sedang menuruni tangga darurat dengan tergesa-gesa.“Ketemu.”William mulai mengikutinya. Ia melangkah perlahan, berusaha menjaga jarak agar tidak menimbulkan suara. Beruntung, pria itu sama sekali tidak menyadari keberadaannya. Kini, jarak mereka hanya terpaut dua lantai.William terus membuntuti pria mencurigakan itu hingga sampai di lantai paling bawah, area basement rumah sakit. Dari tempat persembunyiannya, ia mengawasi setiap gerakan pria tersebut sambil mencari posisi yang aman.Pria itu berhenti. Ia menoleh ke sekeliling, lalu m

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 39

    Terlihat sang dokter memakai masker berjalan dengan tergesa-gesa, buru-buru sang dokter membetulkan letak maskernya dan mencoba tidak terlihat gugup agar tidak mencurigakan di hadapan William.Yang pada awalnya ingin memperingatkan pria tersebut untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan jalan, namun setelah melihat siapa orang yang menabraknya akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya memilih tidak menanggapinya lebih jauh lagi.Berpikir sang dokter saat itu sedang dalam kondisi terburu-buru akan menangani seorang pasien, William pada akhirnya hanya memandangi sekilas kepergian pria tersebut.Tidak ingin membuang waktu lebih lama William kembali berjalan menuju ruang inap ayah Mia, beruntung barang-barang yang dibawanya tadi tidak terjatuh saat tidak sengaja bertabrakan dengan dokter tadi.Namun beberapa saat kemudian William mendengar suara Mia berteriak memanggil dokter, Melihat wanita tersebut celingukan memanggil dokter dengan panik dia bergegas menghampirinya.William melet

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB 9 - SEBUAH MISI?

    "Apa aku harus percaya dengan apa yang wanita ini katanya? dan ikut membantunya untuk mencaritahu lebih dalam tentang siapa Tedi Yan sebenarnya, dengan begitu dia juga bisa membantuku mencari tahu apa anak itu benar-benar bekerja sama dengan Tedi Yan yang menghancurkan perusahaanku dan membuatku ma

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB 8 KAWAN ATAU LAWAN?

    William hendak menjawab panggilan tersebut, namun sepersekian detik kemudian panggilan itu terputus. selang beberapa saat tiba-tiba ada pesan masuk, William pun langsung membuka pesan itu dan mulai membaca isi pesan itu dengan seksama. "Apa ini dengan William Argantara? ada yang in

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB 7 MENCARI SESEORANG

    "Udah ngocehnya? udah kaya emak-emak yang lagi marahin anaknya, nyerocos cepet kaya kereta cepat." William jengah dengan tingkah Hendery yang mengomeli dan menasehatinya sejak tadi seraya mengobatinya dengan telaten. "Udah diem! masih mending mau aku obatin, ngapapin aja sih sampe

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB 6 AMARAH YANG SELAMA INI DIPENDAM

    BAB 6 AMARAH YANG SELAMA INI DIPENDAMRian yang melihat William ditampar oleh Ayah kandungnya sendiri cukup puas, dia tidak perlu melakukannya dengan tangannya sendiri.Hanya dengan bicara dan memutarbalikkan fakta kepada Candra, dia tidak perlu turun langsung untuk memberikan pelajaran kepada Will

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status