LOGINKeringat bercucuran di dahinya saat rnergi qi dalam dantiannya nyaris habis. Ryan terpaksa mengonsumsi Pil Pemulih Qi untuk mempertahankan energinya.
"Rune Kehidupan, keluarlah!"Kilatan petir bertubi-tubi menyambar kuali, memungkinkan Ryan memurnikan pil dengan lebih baik."Naik!"Saat energi dalam kuali meletus, energi qi dalam tubuh Ryan ikut meledak.Energi qi yang kuat berubah menjadi aura nyata yang menekan kekerasan di dalam kuali. Kuali beROAAARRR!Dari dalam Kuburan Pedang, raungan Naga Darah bergema dengan semangat yang tidak bisa disembunyikan, siap melompat keluar kapan saja. Bagaimanapun juga, ular berada di bawah naga dalam hierarki makhluk, dan menyaksikan pertarungan ini dari dalam tanpa campur tangan bagi Naga Darah adalah sesuatu yang terasa seperti penyiksaan.Namun Ryan tetap menahannya dengan tegas.'Sumpah Dao Surgawi dengan Eren Carster sudah jelas. Aku tidak boleh mengandalkan kekuatan eksternal dalam trial ini.''Aku tidak akan melanggar itu.'"Sekarang giliranku!" Ryan mendesis saat matanya terkunci penuh pada Ular Iblis Bermata Hijau yang masih menyerap energi iblis di depannya.WUSHHH!Energi spiritualnya melonjak penuh sekaligus, mengalir keluar dari setiap meridiannya dengan intensitas yang memaksakan tubuhnya bekerja di batas tertingginya. Ia melesat ke arah ular itu dengan kecepatan yang tidak menyisakan jeda untuk berpikir ulang.Pedang Darah terangkat tinggi dengan kedua tangannya.DESSS!De
Ryan mengalihkan pandangannya ke arah suara itu.Dari antara pepohonan hitam yang terbelah, seekor ular raksasa dengan sisik hitam pekat melesat ke arahnya dengan kecepatan yang tidak memberi waktu untuk berpikir terlalu lama. Sepasang mata hijaunya berkedip dengan kilatan dingin yang mengandung haus darah yang tidak butuh penjelasan tambahan.'Ular Iblis Bermata Hijau!'Namun ada yang berbeda dari semua gambaran tentang ular itu yang pernah ia dengar sebelumnya.Ukurannya jauh melampaui yang seharusnya, panjangnya mencapai puluhan meter dengan tubuh yang besar seperti pohon tua yang dicabut dari akarnya. Dan di atas kepalanya, sebuah tanduk tunggal menonjol dengan kilau yang menyeramkan, memancarkan aura yang sama sekali tidak dimiliki oleh jenis ular biasa.Ryan mengerutkan kening.'Ular Iblis Bermata Hijau seharusnya tidak bertanduk.'"Ini bukan yang biasa," kata Mario Bludsword melalui transmisi spiritual dengan nada yang sudah menyimpulkan sebelum penjelasan diberikan.Andrey X
"Bocah." Suara Mata Iblis terdengar kembali, kali ini dengan nada yang lebih pelan namun tidak kehilangan kedalaman yang mengandung kekunoan di setiap katanya. "Pulau ini dipenuhi energi iblis yang cocok untuk pemulihanku." "Dengan logam Gao ini, tidak akan lama sebelum aku benar-benar terbangun sepenuhnya." "Dan mungkin, aku bahkan bisa memulihkan sebagian dari kekuatan tubuh asalku."Suara itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang berbeda dari sebelumnya."Meski aku dari ras iblis, aku tidak seperti para junior ras iblis yang kau temui selama ini. Aku tidak terbiasa berutang budi tanpa membalasnya." Kata-kata berikutnya keluar dengan cara yang terasa berat, seolah pengucapannya sendiri membutuhkan sesuatu yang tidak biasa dari entitas itu. "Terima kasih."Setelah itu, keheningan kembali.Ryan menatap titik di antara alisnya dengan ekspresi yang mengandung sesuatu yang ia sendiri tidak mudah menemukan
Ryan duduk bersila di dalam gua dengan matanya yang terbuka mengandung kilatan cahaya yang tajam.Auranya mengalir keluar dengan tenang namun mengandung tekanan seorang kultivator yang sudah menempa dirinya melalui pertarungan nyata, bukan sekadar latihan biasa.Tanpa menunggu lebih lama, ia mengeluarkan logam Gao dari cincin penyimpanannya dan mulai memurnikannya dengan konsentrasi penuh.DESSS!Benang-benang emas memisahkan diri dari logam itu satu per satu, berkilauan sebelum menyatu ke dalam tubuhnya dengan aliran yang halus namun kuat. Sambil memurnikan, sebagian perhatiannya tetap tertuju pada kondisi Mata Iblis di antara kedua alisnya.Kekuatan yang menggeliat di sana terasa lebih dekat dari sebelumnya. Siap meledak keluar bagai air yang mendesak di balik pintu bendungan yang semakin retak. Namun ada sesuatu yang lebih kuat yang menahannya dari sisi lain, sebuah batasan yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Ryan mengeluarkan potongan logam Gao dari cincin penyimpanan Kenny Brook dan mengamatinya dalam cahaya yang tersaring di antara pepohonan di sekitarnya.Matanya berbinar.Sejak pertama kali ia menyempurnakan logam Gao, kemampuannya untuk membedakan kualitas bahan itu berkembang secara alami. Logam Gao terbagi dalam empat kelas berdasarkan kemurniannya, dari kelas rendah hingga kelas tertinggi, dan setiap kelas masih terbagi dalam tiga peringkat. Yang pernah ia miliki sebelumnya adalah kelas rendah peringkat paling bawah, hampir tidak layak disebut sebanding dengan apa yang kini ada di tangannya.Potongan di genggamannya sekarang adalah kelas rendah peringkat tinggi. Kualitasnya jauh di atas apa yang pernah ia sentuh sebelumnya, dan jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat dari yang ia miliki dulu.'Kalau logam Gao ini dijual, nilainya lebih dari yang bisa kubayangkan.'Tidak mengherankan Yao Links bersedia mempertaruhkan nyawanya masuk ke Pulau Sorna demi memburu Kenny Brook. Iming
Bibir Ryan berkedut.Ia menatap pemuda yang kini menggosok sisi kepalanya dengan santai sambil berdiri dari tanah seolah tidak ada yang terjadi.'Jadi itu yang tidak cocok dari hasil pemeriksaan medis tadi.''Orang ini berpura-pura terluka parah dari tadi.'Jessica Neuro mengalihkan pandangannya ke Ryan dengan nada yang berubah serius. "Ryan, lanjutkan pelatihanmu. Aku akan tinggal di dekat pulau untuk sementara waktu agar iblis sejati itu tidak berani kembali dengan mudah. Tidak perlu khawatir."Lalu ia melirik ke arah pemuda di sebelahnya dan mendengus. "Hmph. Ketua Sekte benar-benar mengirim orang yang tidak bisa diandalkan untuk mengawasi pelatihan. "Kalau sampai ada sesuatu yang terjadi pada Ryan, jangan harap aku diam saja.""Tapi Junior Ryan baik-baik saja, bukan?" pemuda itu bertanya dengan nada yang dibuat terdengar sedih sambil menggaruk kepalanya dengan gaya yang sangat tidak terdampak oleh teguran yang baru saja ia terima.Ryan melirik pemuda itu sejenak, lalu menangkupk
Jackson Jorge yang menangkap ketidakpercayaan di mata kakaknya segera menceritakan semua kejadian secara detail. Mulai dari kembalinya Ryan setelah lima tahun menghilang, pertarungannya melawan Lucas Ravenclaw, hingga insiden dengan para Guardian. Semakin banyak mendengar, mata Waver Jorge semaki
Ryan mengangguk serius. Sesuatu yang membuat Lex Denver seantusias ini pasti sangat istimewa. "Mata uang apa yang digunakan untuk lelang di sini?" tanyanya pada Shiki Seiho. "Tuan Ryan ingin ikut lelang? Hanya batu Spirit yang diterima, dan barang-barangnya sangat mahal." Shiki Seiho mengeluarka
Di balik gerbang, Ryan terkejut mendapati dirinya tidak mendarat di tanah datar seperti dugaannya. Alih-alih, dirinya seolah tercebur ke dalam danau misterius dengan air sejernih kristal. "Di mana tempat ini?" gumamnya sambil mengamati sekeliling. BOOM! Tiba-tiba Pedang Claiomh Solais yang masi
Meski bukan formasi terkuat, ini adalah salah satu dari sedikit formasi yang dirancang khusus untuk menghancurkan formasi lain. Theodore Crypt mempelajarinya secara tidak sengaja saat berusia empat puluh tahun, dan kini telah mewariskannya pada Ryan. Dengan gerakan ringan, Ryan memanggil Pedang C







