Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1004 - Pergi Ke Sekte Hell Blood

Share

Bab 1004 - Pergi Ke Sekte Hell Blood

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-03-17 04:43:52
Satu menit kemudian, Ryan berhenti saat melihat seorang pria penuh luka.

Begitu melihat Ryan, pria itu segera berlutut.

"Tuan Ryan, akhirnya aku menemukanmu!"

"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu terluka?" Ryan membantu Floridas Kennedy berdiri.

Floridas Kennedy menggeleng lemah. "Awalnya aku berencana bergabung dengan Sekte Hell Blood agar bisa memberikan informasi pada Tuan Ryan."

"Namun aku tidak menyangka setelah sesuatu terjadi padaku, Sekte Hell Blood malah menyingkirkanku dan melar
Rianoir

Pagi semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Ini bab pertama pagi ini. Selamat sahur dan selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 71
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3765: Langit Ditentang

    Ugh!Saat rune petir itu mendarat di tubuhnya, Ryan merasakan sekujur raganya seperti digerogoti dari dalam.Kekuatan petir menyusup ke daging, darah, dan tulangnya. Tubuh Iblis serta Immortal Divine Body miliknya meletup bergantian, berusaha melindungi raga fisiknya dari kehancuran. Namun kekuatan rune itu terlalu dahsyat. Ini bukan tribulasi petir biasa. Tekanannya jauh lebih berat, seolah benar-benar membawa kehendak Dao Surgawi untuk menghapus keberadaannya.Perlahan, cahaya rune itu mulai memudar.Namun keadaan Ryan sangat buruk.Wajahnya pucat tanpa darah. Darah mengalir dari banyak luka di tubuhnya, membasahi Zirah Ilahi Kosmik yang menempel di badannya.Dengan susah payah, Ryan memaksa tubuhnya berdiri lagi.Kedua lengannya gemetar hebat. Napasnya berat, tetapi matanya tetap tajam.“Dao Surgawi ingin membunuhku?” Ryan menyeringai meski mulutnya penuh darah. “Sayangnya, kekuatanmu masih jauh dari cukup!”Ia menatap bayangan petir itu dengan keras kepala.‘Mana mungkin aku mat

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3764: Rune Petir

    Sebuah tinju tiba-tiba menghantam perut Ryan.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya. Tubuh Ryan terpental jauh ke belakang seperti layang-layang putus tali. Kecepatan bayangan petir itu terlalu mengerikan. Bahkan dengan penglihatannya, Ryan nyaris tidak mampu menangkap gerakannya dengan jelas.Ia jatuh berat, lalu memaksa tubuhnya bangkit.Kakinya bergetar menahan tubuh yang masih limbung. Ia mengusap darah di sudut bibir, kemudian kembali menatap bayangan petir itu dengan sorot dingin.Tidak ada rasa takut di matanya.Di bawah, para musuh Ryan langsung merasa girang.Melihat Ryan terjungkal hanya oleh satu pukulan membuat harapan mereka menyala lagi. Mungkinkah musuh yang selama ini begitu sulit dibunuh akhirnya tumbang di bawah tribulasi ini?Sebagian bahkan diam-diam berharap bayangan petir itu segera menghabisi Ryan sepenuhnya.Ryan tidak memedulikan mereka.Ia menggenggam Pedang Ib

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3763: Wujud Petir

    Para kultivator dari berbagai faksi besar membelalakkan mata. Sebagian bahkan memuntahkan darah karena terlalu terkejut. Ryan tidak mati. Bukan hanya itu, ia bahkan tampak tidak mengalami luka berarti setelah muncul kembali di hadapan mereka. Kenyataan itu membuat musuh-musuhnya merasakan ketidakberdayaan yang dalam. Mereka sudah berkali-kali mengira Ryan akan mati, tetapi pemuda itu selalu bangkit lagi. Harapan untuk membunuhnya seakan runtuh satu per satu. Jika Ryan terus hidup dan diberi waktu untuk tumbuh, kelak ia pasti akan melesat tinggi. Pada saat itu, mungkin tak seorang pun dari mereka yang mampu menghentikannya lagi. Nama yang selama ini sudah menjadi mimpi buruk Wilayah Barat akan berubah menjadi bayangan yang menekan seluruh Benua Valorisia. Di angkasa, Ryan berdiri diam. Ia merasakan aura mengerikan dari Dao Surgawi yang menekan seluruh Death Domain Universe. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya tidak lagi santai. Kali ini, tekanan itu benar-benar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3762: Murka Langit

    Pria berjubah emas itu menggeram rendah. “Bahkan ia sudah diakui sebagai tuannya?” Wajahnya berubah dingin. Rasa tidak nyaman yang pernah ia rasakan sebelumnya kini muncul lagi, bahkan lebih jelas dari terakhir kali. “Sialan. Perasaan ini muncul lagi.” Ia mengingat kejadian sebelumnya dengan sorot mata tajam. Orang itu bukan hanya membuat Piringan Enam Jalan Reinkarnasi bereaksi, tetapi juga telah memurnikan sebuah Tablet Reinkarnasi. Hari itu, saripati darahnya bahkan terhalang begitu saja. Hal itu membuat amarahnya sulit ditekan. “Aku benar-benar ingin tahu siapa yang senekat ini.” Kedua matanya berkilat dingin. “Andai aku tidak terkurung di tempat ini, andai aku bisa memastikan identitasmu, kau sudah kulenyapkan dari muka bumi sejak dulu.” Aura kaisar yang agung menyebar dari tubuhnya. “Kewibawaan Kerajaan Ilahi bukan sesuatu yang bisa diguncang oleh semut sepertimu.” Ia menarik napas dalam-dalam. Setelah beberapa saat, suaranya kembali terdengar, lebih dingin dan pen

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3761: Terobosan

    Aura pria tua itu perlahan melemah. Ia menatap pria berjubah hitam, lalu mengangkat jari ke arah sungai. Tidak ada yang tahu apakah Ryan mampu selamat dari ledakan ini. Namun semua kultivator memahami satu hal. Jika mereka tidak segera kabur, mereka juga akan ikut terkubur bersama World Palace. Pfft! Gelombang sisa ledakan menyapu sebagian kultivator yang terlambat menjauh. Mereka memuntahkan darah, dan aura mereka langsung meredup drastis. Beberapa orang nyaris jatuh dari udara, lalu buru-buru memaksa tubuh mereka terus melesat keluar. Para kultivator yang berhasil keluar menoleh dengan wajah pucat. Di hadapan mereka, seluruh World Palace retak. Dindingnya pecah, tiangnya runtuh, dan bangunan besar itu hancur berkeping-keping. Debu serta energi kacau membubung ke angkasa, membuat pemandangan di depan mata tampak seperti akhir dunia. Hati mereka masih dipenuhi rasa ngeri. Jangkauan ledakan itu terlalu mengerikan. Menurut mereka, Ryan pasti sudah mati. Bagaimanapun,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3760: Piringan Reinkarnasi

    Pria tua itu tidak menjawab amukan pria berjubah hitam.Ia hanya menatap Ryan, lalu berkata dengan suara tenang, “Pergilah. Tak seorang pun bisa merebut sesuatu yang memang menjadi milikmu.”Ryan mengangguk pelan.Tanpa menunda, ia melesat ke udara dan tiba tepat di atas Piringan Enam Jalan Reinkarnasi.Ia tidak tahu seberapa kuat pria tua itu sebenarnya. Namun orang tua ini jelas mengetahui rahasia di dalam tubuhnya. Itu saja sudah cukup membuktikan bahwa ia bukan sosok biasa.Anehnya, sejak awal pria tua itu tidak langsung menyerang pria berjubah hitam. Seolah ada aturan tak terlihat yang menahannya, atau mungkin ia memang sedang menunggu Ryan bergerak sendiri.Ryan belum sempat memikirkan alasannya lebih jauh.Begitu ia sampai di atas piringan, pria berjubah hitam langsung bergerak.Sosoknya menerjang ke arah Ryan dengan kecepatan mengerikan. Ia tidak tahu apa yang hendak Ryan lakukan, tetapi firasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status