ホーム / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1450 - Klan Spirit Blood (II)

共有

Bab 1450 - Klan Spirit Blood (II)

作者: Rianoir
last update 公開日: 2025-05-29 13:21:03
"Kami semua marah dan melawan, tapi sia-sia!" Master Ling Yi mengepalkan tangannya sampai buku-buku jarinya memutih.

"Tetua itu terlalu kuat. Semua orang hanya bisa menyaksikan dengan tak berdaya saat Yulaw Hodge menahan rasa sakit!"

"Keluarga Hodge mengirim para kultivator untuk campur tangan, tapi mereka dengan mudah dibunuh oleh tetua itu! Bagaimana Keluarga Hodge bisa melawan? Itu hanya akan menyebabkan lebih banyak korban!"

Ketika mendengar ini, Ryan terpaku. Ranah Transcendence, Ranah
Rianoir

Siang Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama siang ini. selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 78
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Manohara
Mantafhh torr.. ......
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4000: Priaku

    Bianca, yang berdiri di sisi Wendy, langsung melangkah maju.Plak!Telapak tangannya menghantam wajah leluhur Mad Demon Palace yang tadi menunjuk Wendy.“Bedebah, beraninya kau menunjuk Kepala Istana!”Tatapan Bianca berubah dingin.“Berlutut!”Hawa dingin tanpa batas langsung menyelimuti area itu. Ketiga leluhur Mad Demon Palace sudah terluka parah, sehingga mereka tidak punya kekuatan untuk melawan dan akhirnya jatuh berlutut.Namun yang benar-benar membuat mereka ketakutan adalah dua kata yang baru saja diucapkan Bianca.Kepala Istana.Kepala Istana dari Istana Absolute Zero.Nama itu sudah tenggelam dalam sejarah selama sepuluh ribu tahun. Dahulu, Istana Absolute Zero pernah menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan di Benua Valorisia. Sekarang, pemimpin kekuatan yang seharusnya sudah musnah justru berdiri tepat di hadapan mereka.Wendy memandang ketiganya tanpa berkata apa pun.Salah seorang leluhur buru-buru menundukkan kepala.“Kepala Istana, dulu Mad Demon Palace hanya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3999: Jejak Absolute Zero

    Sejak dilempar ke wilayah gurun bersama tamu pengawalnya, Marcus Celestedragon sebenarnya sudah nyaris putus asa.Malam harinya, mereka bertemu kelompok tawanan. Kalau tamu pengawalnya tidak mengorbankan diri untuk menahan mereka, Marcus pasti sudah tertangkap sejak lama.Setelah berhasil lolos, ia berjalan sendirian hampir satu jam. Setiap suara dari kejauhan membuat tubuhnya menegang karena takut bertemu tawanan lain.Karena itu, ketika melihat Clara dan Ryan, seluruh bebannya seperti terangkat. Lutut Marcus bahkan sempat melemas, dan ia terduduk di pasir sambil tertawa gugup.Clara lalu berbicara dengannya cukup lama.Dari cerita Marcus, Ryan mendapat satu informasi penting.Para tawanan di wilayah gurun tidak bergerak sendiri-sendiri. Mereka membentuk kelompok, saling berebut mangsa, dan memburu keturunan langsung Keluarga Celestedragon serta para pengawal yang menyertai mereka.Bagaimanapun, orang-orang yang dikurung di tempat ini dulunya merupakan musuh berbahaya Keluarga Celes

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3998: Dua Lawan Terakhir (II)

    Dua Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu itu menatap Ryan seolah sedang berhadapan dengan dewa kematian.Ryan mengangkat kepala. Senyum dingin tersungging di bibirnya.Kedua lawannya tahu melarikan diri tidak akan menyelesaikan apa pun. Mereka sudah melihat sendiri kecepatan Ryan ketika membantai para Kultivator Ranah Star Seed tadi.Keduanya saling pandang, lalu menyerang bersamaan.“Aku tidak mau membuang terlalu banyak energi spiritual.”Ryan sedikit membungkukkan tubuhnya.“Masih ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Jadi, sudah waktunya mengakhiri ini!”Energi pedang langsung berputar di sekelilingnya.Salah satu lawan datang dari kiri dengan tombak berujung kait, sementara yang lain menyerang dari kanan menggunakan sepasang cakar besi.Ryan tidak menahan keduanya secara langsung.Tubuhnya mendadak lenyap dari tengah kepungan.Wush!Detik berikutnya,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3997: Dua Lawan Terakhir

    Ryan tidak panik melihat para musuh yang menerjang. Napasnya tetap teratur, sementara Pedang Feralrot di tangannya tidak bergeser sedikit pun. Sebaliknya, sudut bibirnya justru terangkat. Inilah saat yang ia tunggu. “Teknik Pedang Pemenggal Langit!” Esensi pedang yang bengis langsung membungkus bilah Pedang Feralrot. Ryan mengibaskan tangan, lalu cahaya pedang menyapu ke arah para lawannya. Weng! Weng! Ruang seolah ikut bergetar. Badai pasir tersibak, membawa debu dan serpihan batu ke segala arah. Tekanan dari tebasan itu membuat udara di depan Ryan seperti dipotong menjadi dua. Clara Celestedragon terpaku. Tangannya yang masih menggenggam sisa pita merah muda terkulai di sisi tubuh. Seberapa kuat sebenarnya Dewa Pembantaian Pendragon? Apakah pemuda ini benar-benar hanya Kultivator Ranah Creation tingkat empat? Boom! Cahaya pedang menghantam salah seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu. Tubuh orang itu langsung terbelah dari bahu kiri sampai pinggang kanan. Dua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3996: Para Tawanan Gurun

    Suara Ryan langsung membangunkan Clara Celestedragon dari tidurnya. “Ada apa?” Clara buru-buru merangkak keluar dari ceruk batu tanpa sempat merapikan pakaiannya. Ryan sempat melihat tali gaunnya melorot dari bahu, lalu segera mengalihkan pandangan ke arah kegelapan. ‘Bukan waktunya.’ Dari kejauhan terdengar suara malas dan serak, seperti milik orang yang sudah bertahun-tahun jarang berbicara dengan manusia. “Sepertinya aku masih bisa bersenang-senang sebelum berburu lebih jauh.” Wush! Sebuah jarum beracun yang dibungkus daya hukum tiba-tiba melesat dari kegelapan. Ryan mendengus dingin. Pedang Feralrot bergerak dan memotong jarum itu menjadi dua. Namun serangan berikutnya langsung datang. Wush! Wush! Wush! Puluhan jarum beracun memancarkan cahaya tujuh warna dan menutup hampir seluruh ruang di depan mereka. Clara segera menggerakkan pita merah mudanya. Pita itu memanjang lalu melingkar membentuk perlindungan di sekitar dirinya dan Ryan. Ting! Ting! Ting! Jarum-jarum

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3995: Nyamuk Haus Darah (II)

    "Api Mistik, keluar!" Ryan memanggil Api Mistik dan menyelimuti Pedang Feralrot dengan kobaran panas. Ia menduga Nyamuk Haus Darah takut pada api, lalu mulai menebas berulang kali. Dugaannya benar. Setiap nyamuk yang menyentuh api langsung terbakar menjadi abu dengan bunyi mendesis. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak. Meski Api Mistik efektif, kawanan hitam itu tetap memenuhi pandangan. "Teknik Pedang Pemenggal Langit!" Esensi pedang Ryan memadat di udara. Detik berikutnya, kekuatan pedang menyapu ke depan. Nyamuk Haus Darah yang menempel di tubuhnya langsung berubah menjadi kabut darah. Clara Celestedragon menatap pemandangan itu dengan perasaan rumit. Ryan bisa membunuh mereka dalam jumlah besar dengan satu serangan, sedangkan pita merah mudanya hanya sanggup meremukkan beberapa puluh ekor sekaligus. Namun Ryan tahu pertarungan ini tidak bisa diteruskan terlalu lama. Jumlah musuh terlalu besar. Ia segera melepaskan diri dari pusat kawanan lalu kembali ke sisi Cla

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status