로그인Terima Kasih Kak Rubei' atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Akumulasi Gem Bab Bonus: 28-10-2024 (malam): 2 Gem ini adalah bab bonus ketiga hari ini. Dan berdasarkan hasil komen di bab sebelumnya, othor bakal rilis 2 bab bonus lagi malam ini sebagai pengantar tidur (≧▽≦) Selamat Membaca (◠‿・)—☆
WENG! WENG! WENG!Formasi itu berdenging seperti gong yang dipukul dari dalam. Auranya meresap ke seluruh tubuh Ryan sekaligus, bukan mengurung secara fisik tapi memblokir meridiannya dari dalam, menekan dari tingkat yang jauh lebih mendasar dari sekadar dinding biasa. Setiap aliran energi yang mencoba bergerak ke luar langsung terbendung, seperti tangan raksasa yang menggengam dari dalam ke luar.Ryan mencoba melangkah ke depan.Kakinya tidak bergerak.'Formasi penyegelan.'Pola hijau di sepanjang garis formasi itu terus berdenyut, dan setiap denyutan mempererat cengkeramannya. Ryan bisa merasakan tekanannya tumbuh sedikit demi sedikit, pasti dan tidak tergesa-gesa, seperti seseorang yang tahu korbannya tidak ke mana-mana.Dia tidak ragu lebih dari satu detik. Kalau tidak bisa bergerak, maka hancurkan penghalangnya."Kalau begitu, lawan!"Pedang Iblis Darah terangkat. Ese
Leon Frey materalisasi kembali dari dalam tekanan air. Di perutnya, luka menganga membelah lapisan sisiknya yang seharusnya lebih keras dari baja biasa. Darah hijau tua mengalir dari luka itu dan langsung menyatu dengan air di sekitarnya, menyebar seperti tinta yang jatuh ke dalam kolam.Dia berdiri di sana dengan satu tangan menekan perutnya. Napasnya masih stabil, tapi mata yang tadi penuh dengan rasa meremehkan sekarang hanya mengandung satu hal: keterkejutan yang belum sempat berubah menjadi apapun."Bagaimana kau bisa—""Kau tidak benar-benar menghilang." Ryan menurunkan Pedang Iblis Darah perlahan. "Kau menyembunyikan diri di dalam arus air. Tapi arus tidak bergerak tanpa alasan. Ada yang menggerakkannya, dan itu cukup untuk dilacak."Kalimat itu keluar datar. Bukan untuk pamer, hanya penjelasan yang perlu disampaikan.Di belakang Leon Frey, beberapa kultivator Klan Laut yang menyaksikan ini s
"Marsh Quinn, lebih baik kau tidak melawan." Suara Tetua Fang datar dan terukur. "Pemimpin Klan sudah mengetahui situasi ini. Kalau kau masih keras kepala, beliau akan turun tangan sendiri."Tekanan di dada Ryan naik satu tingkat.Kalau Quinn Marsh menyerah atau ditekan mundur, tidak ada yang akan menolong Ryan di sini. Mereka sudah berada dalam satu perahu sejak Quinn Marsh mengucapkan sumpahnya atas nama Dao Surgawi. Perahu itu tidak bisa dipisah di tengah jalan, dan Ryan tidak punya niat mencoba."Ryan." Suara Quinn Marsh masuk lewat transmisi suara, pelan dan langsung ke telinganya. "Aku perlu satu jam lagi untuk menyelesaikan penyerapan kristal ini. Bisa kau tahan mereka?"Ryan mengedarkan pandangannya ke barisan di depannya. Tetua Fang di Creation puncak. Dua Kultivator Creation tingkat lima. Ratusan kultivator Klan Laut yang matanya sudah tidak menyimpan niat baik. Jarak antara posisi Ryan dan garis terdepan mereka tidak lebih dari tiga puluh meter.'Satu jam. Lebih mud
Ryan tidak tahu sudah berapa lama dia mengumpulkan ketika matanya menangkap sesuatu di sudut paling jauh ruang itu. Celah kecil. Hampir tak terlihat di balik tumpukan kristal yang lebih besar. Tapi tekanan yang menguar dari dalamnya berbeda dari semua kristal yang sudah dia kumpulkan tadi. Lebih terpusat, lebih dalam, dan jauh lebih tua. Ryan mendekatinya dengan langkah hati-hati, satu tangan sudah di gagang Pedang Iblis Darah meski tidak ada ancaman yang terlihat. Dia masuk ke celah itu sendirian. Semakin dalam, tekanan semakin berat. Kristal-kristal kecil di dinding gua sempit ini meleleh di bagian yang paling dekat dengan jalur yang dilaluinya, bukan dari panas tapi dari energi yang tidak cocok dengan keberadaannya. Lalu Ryan melihatnya. Tidak besar. Dua puluh sentimeter, berdiri tegak di atas alas batu alami seperti sudah menunggu di sana sejak lama. Warnanya ungu, pekat dan dalam, ungu yang punya jarak di dalamnya seperti membuat siapapun yang memandangnya merasa be
"Aku bersumpah atas nama Dao Surgawi." Kata-kata Marsh Quinn tidak keluar dengan mudah, tapi tidak ada keraguan di baliknya. Bagi Klan Laut, sumpah atas nama Dao Surgawi bukan sekadar formalitas. Melanggarnya bukan urusan harga diri semata, melainkan urusan dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar oleh siapapun, tidak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasi mereka. Ryan mendengarkan sampai kata terakhir selesai diucapkan. Baru kemudian ia mengangguk satu kali. "Baik. Tapi ada satu hal yang perlu aku tahu dulu." Matanya tidak beranjak dari wajah Marsh Quinn. "Klan Laut punya banyak kultivator. Kau sudah terkurung di sini cukup lama. Seberapa besar peluang kita bisa benar-benar keluar?" Marsh Quinn tidak langsung menjawab. Jarinya menyentuh lantai es di sebelahnya, menelusurinya perlahan seperti orang yang sedang mengingat sesuatu yang sudah lama tidak disentuh. "Di bawah penjara ini ada Kristal Es Seribu Tahun." Suaranya datar, bukan menyombongkan diri, hanya menyampai
Tetua Laurel tidak mengetuk.Pintu kamar Tetua Nox terbuka langsung, dan Unicorn Api Berkaki Naga masuk dengan langkah yang menahan diri untuk tidak terlalu terburu-buru. Di atas ranjang, Tetua Nox berbaring dengan luka dari benturan melawan Tobias Vane yang belum pulih sepenuhnya. Tapi matanya sudah terbuka sebelum Tetua Laurel sampai ke sisi ranjangnya."Sudah tahu?""Sudah." Tetua Nox menjawab sebelum satu kata penjelasan keluar. "Duduklah."Tetua Laurel duduk di kursi di sisi ranjang. Dari aula utama di sebelah, suara-suara terdengar pelan, dijaga kepelannya dengan sengaja."Apa yang sebaiknya kita lakukan?"Tetua Nox tidak langsung menjawab. Pandangannya ke langit-langit, datar, seperti seseorang yang sudah menjangkau kesimpulan sebelum pertanyaan diajukan."Tunggu saja."Kening Tetua Laurel berkerut. "Tunggu apa, tepatnya?""Tuan Muda tidak akan mati di sana
'Ketika banyak orang mentertawakannya, bukankah seharusnya aku memberi semangat kepada pihak lain?' pikir Ryan dengan tenang. Ia menatap Samuel Luxion yang masih berjuang di Jalan Immortal Ascension dengan gigih. Tak seorang pun yang hadir menyemangati pemuda itu. Semua orang hanya menertawakan
Setelah Mata Iblis membunuh Laurel Shroud, sedikit rasa lelah muncul dari keberadaan misterius itu. Suaranya bergema dalam kesadaran Ryan dengan nada yang lebih lembut dari biasanya. "Nak, aku lelah. Aku akan tidur sebentar. Tubuhmu telah amat kelelahan setelah menggunakan teknik God Slayer. Sebe
Mata Ryan berbinar saat menatap langsung ke mata Cardiv. Dia tidak mundur sedikit pun. "Mari kita bertaruh apakah aku bisa mendapatkan peringkat pertama di Kompetisi Immortal Ascension atau tidak!""Jika aku tidak bisa mendapat tempat pertama, aku akan membiarkanmu berbuat apa saja denga
SYAAARR! Yor mengangkat kakinya dan melangkah maju dengan tekad yang membara, mencoba menembus tanda sembilan ratus meter yang belum pernah dijamah siapa pun! Naga iblis merah darah menerkam ke depan bersama gerakannya, menderu seperti badai yang mengamuk! BOOOOMM! Lapisan cahaya keemasan muncul







