LOGINMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Chen Thomson, Kak Eny Rahayu, kak Pengunjung5804, kak Herman Muhammadamin, Kak Lola Ayu, Kak Patricia Inge, kak Alberth Abraham Parinussa, dan Kak PuAn atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) Karena jumlah koin belum tercapai maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat beristirahat (◠‿・)—☆
Tanah beku di bawah kaki Wendy tiba-tiba retak. Sebelum ia sempat menjauh, sepasang tangan kurus muncul dari celah tersebut dan mencengkeram pergelangan kakinya.Tekanan mengerikan langsung meledak dari bawah tanah. Wendy tersentak ketika menyadari bahwa pemilik tangan itu memiliki kultivasi Ranah Great Void tingkat enam, jauh melampaui keenam tetua yang baru saja dihadapinya. Tubuhnya seketika ditarik turun ke dalam tanah yang terbelah.Wendy tidak membiarkan kepanikan menguasainya. Meski terluka, ia segera mengayunkan pedang es ke bawah, membidik tangan yang menahannya.Tang!Bunyi benturan keras menggema. Serangannya seolah mengenai logam yang tidak bisa dipotong. Tenaga dahsyat justru memantul melalui bilah pedang, membuat genggaman Wendy terlepas. Senjata itu terlempar, berputar di udara, lalu menancap pada permukaan es beberapa langkah dari tempatnya berada.Sesosok pria tua berjubah hitam muncul dari bawah tanah. Tubuhnya sangat kurus, dengan kulit wajah yang melekat pada
Ketika bayangan istana es turun dari langit, wajah Hector Miles dan kelima rekannya langsung berubah. Hawa dingin yang menyertainya jauh lebih mengerikan daripada serangan Wendy sebelumnya. Bahkan Formasi Enam Gembala Perampas yang sudah mereka aktifkan ikut bergetar.'Kekuatan ilahi!' Hector terkejut. Ia segera menyadari satu hal. Jika Wendy sudah mampu menggunakan kekuatan tersebut dengan sempurna, keenamnya mungkin tidak akan memiliki kesempatan bertahan hidup.Namun wanita itu jelas belum terbiasa mengendalikannya. Masih ada celah dalam pengerahan energi yang dahsyat tersebut, dan Hector tidak berniat menyia-nyiakannya."Roh Penjaga Formasi! Buka!" raungnya.Cahaya di bawah kaki keenam tetua melonjak. Roh formasi yang mereka panggil membesar dengan cepat, kemudian memadatkan sebuah pilar cahaya raksasa. Pilar itu melesat ke atas dan menghantam bayangan istana es yang sedang turun.Boom!Benturan kedua kekuatan mengguncang Gunung Freezing Sky. Kawasan dalam radius enam belas k
Hector Miles merupakan orang yang paling disegani di antara enam tetua Keluarga Miles. Begitu ia memerintahkan mereka menyerang bersama, kelima rekannya langsung mengangguk. Tidak seorang pun lagi berniat menghadapi Wendy seorang diri setelah menyaksikan bagaimana Lyall Miles kehilangan pedangnya hanya dalam satu gerakan.Keenam tetua berpencar, mengambil posisi mengelilingi Wendy dari arah berbeda. Jarak di antara mereka teratur, dan setiap perubahan langkah seolah sudah diperhitungkan sejak awal.Cahaya samar muncul di bawah kaki keenamnya. Garis-garis energi saling menjangkau dan terhubung di atas salju, membentuk pola rumit yang terus bertambah terang.Formasi Enam Gembala Perampas!Ini bukan lagi pertarungan enam orang yang kebetulan menyerang bersama. Mereka telah menyatukan posisi dalam sebuah formasi yang memungkinkan kekuatan masing-masing mendukung serangan yang lain.Wendy berdiri di teng
Enam sosok tua mendarat hampir bersamaan di puncak Gunung Freezing Sky. Begitu kaki mereka menyentuh tanah, tekanan mengerikan menyebar ke segala arah. Angin mengamuk dan membentuk pusaran besar di antara langit dan bumi, seolah ada binatang raksasa yang sedang meraung di dalamnya.Salju yang menutupi puncak terangkat tinggi, berputar bersama bongkahan es. Bebatuan di tepi tebing berguguran ke jurang, sementara Bianca yang berdiri jauh di belakang Wendy merasakan betapa beratnya aura keenam pendatang tersebut.Pemimpin rombongan tampak seperti pria tua bijaksana, dengan janggut putih dan pembawaan tenang. Namun tatapannya begitu tajam ketika tertuju pada gadis bercadar yang berdiri sendirian di hadapan mereka.Setelah beberapa saat mengamati Wendy, ia bertukar pandang dengan lima rekannya, kemudian maju selangkah dan mengibaskan lengan baju."Aku Hector Miles, dari Keluarga Miles Kerajaan Ilahi.""M
Pria berjubah kuning itu baru saja menyatakan ingin melihat cara Spirit Hall merampas garis darah ketika ia mengangkat tangan dan merentangkan kelima jarinya.Tiga pria berjubah hitam mendadak terseret masuk ke tengah aula. Tubuh mereka terhuyung, seolah ada tali tak terlihat yang menarik mereka dari luar istana. Ketiganya berusaha melawan, tetapi tak seorang pun mampu melepaskan diri.Rupanya, mereka adalah kultivator yang sejak tadi diam-diam mengintai pertemuan tersebut."Aku tidak suka diawasi," ujar pria berjubah kuning sambil meregangkan punggung, seakan baru saja menyelesaikan urusan kecil.Ia melirik Lucas Ravenclaw yang masih berdiri di dekat pilar retak."Subjek Sempurna, perlihatkan bagaimana kau mencuri garis darah mereka."Mata Lucas langsung berkilat. Niat membunuh yang sebelumnya tertahan meledak begitu ia menerjang ketiga orang itu.Pria pertama bahkan belum sempat mundur ketika Lucas sudah mencengkeram lehernya. Jari-jari Lucas menancap ke dalam daging, lalu darah
Jauh di pedalaman Wilayah Selatan, sebuah istana berdiri di wilayah kekuasaan Klan Spirit Blood. Di depan aula utamanya terdapat batu raksasa dengan ukiran nama klan yang tampak mencolok.Klan Spirit Blood!Ukiran bernoda darah itu konon ditinggalkan oleh seorang kultivator dari Klan Spirit Blood kuno.Pada zaman dahulu, Klan Spirit Blood dan Spirit Hall sebenarnya berasal dari satu faksi yang sama, Klan Anima Sanguis. Namun setelah terpecah, kedua pihak berjalan di jalan masing-masing. Hubungan mereka terputus selama bertahun-tahun. Sebagian bahkan saling bermusuhan sampai mati.Karena itulah, kedatangan Kepala Spirit Hall ke Klan Spirit Blood beberapa waktu lalu merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertemuan itu jelas bukan urusan kecil.Yang lebih mengherankan, Klan Spirit Blood sebenarnya bukan termasuk faksi paling menonjol di Wilayah Selatan. Namun kini dua pria tua dengan aura menakutkan justru berjaga di pintu masuk wilayah mereka.Kedua tetua itu ber







