Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1746 - Ranah Lebih Tinggi?

Share

Bab 1746 - Ranah Lebih Tinggi?

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-07-17 06:35:04
Theo Hodge berpikir dalam hati dengan perasaan campur aduk, 'Arthur Pendragon benar-benar memanggil leluhur itu dengan namanya.'

'Mungkinkah Arthur Pendragon bukanlah seorang pemuda berusia dua puluhan, melainkan seorang Kultivator yang hebat?'

Apakah dia memiliki tubuh khusus? Atau menyembunyikan usianya dengan menggunakan suatu teknik kuno?

Itu sangat mungkin!

Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan para Kultivator Ranah Supreme Emperor dengan mudah, terutama mereka dari Klan
Rianoir

Ini bab kedua pagi ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 90
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3690 - Mata Iblis yang Terbangun

    Kultivator Spirit Hall itu sudah tidak punya ruang untuk menghindar.Ryan terlalu dekat.Pedang Feralrot sudah turun dari belakangnya, dan aura tajam dari bilah itu lebih dulu menyayat kulit sebelum pedangnya benar-benar tiba.Kultivator tersebut menghentikan langkahnya dengan paksa. Ia tahu melarikan diri hanya akan membuat punggungnya terbuka lebih lebar. Dalam sekejap, aura hitam meledak dari tubuhnya dan membungkus seluruh badannya.Aura itu memadat menjadi baju zirah hitam.Boom!Pedang Ryan menghantam zirah tersebut.Kraak!Retakan panjang langsung muncul di permukaannya. Garis-garis retak itu menyebar seperti jaring laba-laba, mulai dari titik benturan hingga ke seluruh dada.Tubuh kultivator itu terpental jauh.Ia menabrak reruntuhan pilar di belakangnya, lalu jatuh dengan keras ke lantai.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya.Wajahnya memucat, sementara baju zirah hitam di bagian dada hancur sebagian. Pecahannya rontok satu demi satu dan berjatuhan ke tanah.Namun ia belum mat

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3689 - Tebasan di Dalam Domain Pembantaian

    Begitu domain terbentuk, udara dalam radiusnya langsung berubah berat.Debu yang tadi berhamburan akibat reruntuhan istana mendadak berhenti di udara. Pecahan batu yang masih jatuh pun seolah melambat. Di dalam wilayah ini, semua gerak terasa tertahan oleh niat membunuh yang Ryan lepaskan.Inilah Domain Pembantaian.Dengan bantuan domain itu, Ryan bisa meniru sebagian bentuk Pedang Pemenggal Langit yang sesungguhnya. Kekuatannya memang masih jauh dari versi asli, tetapi untuk keadaan sekarang, serangan itu sudah cukup untuk memaksa lima lawannya berhati-hati.Ryan mengangkat Pedang Feralrot.Seluruh kekuatan yang sudah ia kumpulkan masuk ke bilah pedang."Pedang Pemenggal Langit!"Wuuush!Pedang itu berayun.Di dalam domain tersebut, segala sesuatu di depan Ryan seperti dipotong paksa oleh satu garis kematian. Udara terbelah, lantai retak, dan sisa pilar yang bera

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3688 - Domain di Tengah Kepungan

    Ryan sudah tidak punya ruang untuk mundur.Di belakangnya reruntuhan istana menutup jalur, sementara lima Kultivator Ranah Star Seed tingkat enam bergerak dari arah berbeda. Jika ia terus menghindar, kepungan itu hanya akan semakin rapat.Karena itu, ia memilih melawan.Sorot mata Ryan berubah dingin. Ia mencengkeram Pedang Feralrot erat-erat, lalu mengayunkannya ke depan. Energi Gao langsung meledak dari tubuhnya dan mengalir ke kedua lengannya.Pada saat yang sama, Ryan mengaktifkan sebagian kecil Garis Darah Ilahi Scarlet Dust bersama Immortal Divine Body.Ia tidak berani membangkitkan garis darah itu sepenuhnya. Pertarungan ini masih panjang, dan ia masih membutuhkan energi spiritual untuk menyerang, bertahan, serta mencari celah keluar. Kalau ia memaksakan seluruh kekuatan garis darahnya sekarang, cadangan energinya akan habis dalam beberapa gebrakan.Namun meski hanya sebagian kecil,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3687 - Kepungan Lima Arah Spirit Hall

    Di belakang Ryan, Enam Dao muncul satu demi satu.Dengungan tajam memenuhi istana yang sudah rapuh itu. Pada saat yang sama, Ryan mengerahkan seluruh kekuatan hukum yang ia miliki sampai batas tertinggi. Esensi Pedang Abadi mengalir deras ke dalam Pedang Feralrot, membuat bilahnya bergetar keras di genggamannya.Ia tidak berhenti di situ.Teknik Energi Darah Sepuluh Penjuru langsung diaktifkan.Kekuatan fisiknya melonjak dua puluh kali lipat. Energi Gao meletup dari tubuhnya, sementara otot-otot di kedua lengannya mengencang. Urat di punggung tangannya tampak menonjol jelas.Menghadapi lima Kultivator Ranah Star Seed tingkat enam sekaligus, Ryan tidak berani berhemat sedikit pun.Ia harus mengeluarkan segalanya sejak awal.Dalam pertarungan seperti ini, menyimpan tenaga bukan tindakan bijak, melainkan sama saja dengan menyerahkan nyawa secara cuma-cuma."Meski aku belum tahu apa yang sebenarnya direncanakan Spirit Hall di tempat ini," ujar Ryan pelan sambil mengangkat Pedang Feral

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3686 - Lima Kultivator Spirit Hall

    Ryan segera menyebarkan indra spiritual untuk memeriksa lima orang yang baru keluar dari kegelapan.Begitu mengetahui tingkat kultivasi mereka, dahinya langsung berkerut.Kelima orang itu bukan lawan biasa.Mereka semuanya berada di Ranah Star Seed tingkat enam.Jika hanya satu orang, Ryan masih bisa mencari peluang. Bagaimanapun, kultivasinya kini telah mencapai Ranah Dao Integration tingkat sembilan.Namun lima orang sekaligus adalah perkara berbeda.Dahulu, saat masih berada di tingkat tujuh, menghadapi kultivator Ranah Star Seed tingkat lima saja sudah memaksanya mengeluarkan banyak kartu truf. Sekarang pun, pertarungan ini tetap tidak bisa dimenangkan dengan cara biasa.‘Satu lawan satu masih bisa kucoba.’Tatapan Ryan bergerak mengamati posisi mereka.‘Tapi kalau mereka menyerang bersama, aku harus memecah kerja sama mereka lebih dulu.’Begitu kelima anggota Spirit Hall itu menunjukkan diri sepenuhnya, Ryan langsung mengangkat Pedang Feralrot.Bilahnya diarahkan ke depan.Ia tid

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3685 - Topeng Hantu dari Spirit Hall

    Naga raksasa itu meraung dengan amarah yang mengguncang jiwa.Setiap kali suara raungannya meledak, para kultivator yang mengepungnya merasa dada mereka hampir pecah. Sebagian bahkan berharap lebih baik mati daripada terus mendengar jeritan penuh penderitaan tersebut.Satu pedang menancap.Lalu pedang kedua.Setelah itu, ratusan pedang menyusul tanpa henti.Entah berapa lama pembantaian tersebut berlangsung.Tanah di sekitar naga perlahan berubah merah oleh darah. Sisik-sisik kerasnya terkelupas satu demi satu, sementara daging di tubuhnya terkoyak dan meninggalkan puluhan luka menganga.Namun naga itu tetap berdiri.Ia belum roboh.Makhluk tersebut terus menahan semua serangan dengan sisa harga diri terakhirnya.Sampai akhirnya, puluhan ribu pedang tertancap di sekujur tubuhnya.Keputusasaan memenuhi mata sang naga.Ia mencoba meronta untuk terakhir kalinya.Namun tepat saat kepalanya terangkat, sebilah pedang raksasa jatuh dari atas.Sret!Pedang itu menembus batok kepalanya dari ub

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status