Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1832 - Pembantaian (II)

Share

Bab 1832 - Pembantaian (II)

Author: Rianoir
last update Huling Na-update: 2025-07-31 06:25:11
Pada saat ini, di dalam formasi pedang, Jamie Leon hendak menyerang musuh ketika serangan pedang Ryan menyapu dan membunuh semua musuh Ranah Origin King di depannya.

Melihat ini, Jamie Leon menghela napas lega. Dalam sekejap mata, dia berteriak dengan marah, "Tuan Ryan, aku tahu kamu kuat. Tidak bisakah kamu memberiku beberapa lawan?!"

Dia meletakkan tangannya di pinggul dengan ekspresi kesal yang menggemaskan. "Aku baru saja ingin menarik perhatianmu. Aku tidak menyangka kau begitu kuat!"

Ry
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 71
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3057 - Penjelasan Kompetisi

    "Jadi..." Xavier Dragvine mengangguk pelan dengan nada penuh pemahaman. "Setelah kami resmi bergabung dengan sekte, kami masih harus lulus ujian terlebih dahulu sebelum bisa menjadi murid seorang Tetua?" "Tepat sekali." Jessica Neuro mengangguk tegas. "Meskipun kalian adalah jenius yang kupilih sendiri, tidak ada pengecualian untuk aturan ini." "Jika tidak, murid-murid lain tidak akan pernah benar-benar mengakui kalian." Nada suaranya mengeras sedikit. "Dan yang lebih penting, waktu yang tersisa tidak banyak." Ia melanjutkan tanpa jeda. "Di atas murid sejati, ada yang disebut murid rahasia." "Mereka adalah murid yang secara khusus dikultivasi oleh sekte dari balik layar, menjadi tumpuan seluruh sumber daya dan harapan sekte itu sendiri." "Pada umumnya, murid rahasia dipilih dari jajaran murid sejati terbaik, dan tidak jarang merupakan murid langsung dari para Tetua Agung." Ryan memiringkan kepalanya sedikit. "Kakak Senior, apakah kamu dulu juga murid rahasia Sekte Moon Flower?

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3056 - Akademi Heavenly Flame

    "Kapal terbang akan segera berangkat. Seluruh penumpang dipersilakan menuju kamar pribadi masing-masing." Pengumuman itu bergema keras dari jembatan kapal, memenuhi seluruh dek dengan suara yang berwibawa. Jessica Neuro menoleh ke arah rombongannya. "Kamar pribadi ada di dalam. Kalian masing-masing sudah memiliki kamar." Lalu matanya berhenti sejenak pada dua sosok. "Tapi kamu, Xavier Dragvine, dan kamu, Ryan, ikut bersamaku dulu. Ada yang perlu kusampaikan." Xavier Dragvine dan Ryan saling bertukar pandang dengan rasa ingin tahu yang sama, lalu melangkah mengikuti Jessica Neuro menuju kamar pribadinya. WUNGGG! Pintu kamar tertutup. Kapal terbang mulai bergerak, meluncur mulus memasuki terowongan spasial yang menganga dengan dinding-dindingnya yang berpijar ungu gelap. Jessica Neuro berbalik menghadap keduanya dengan ekspresi serius. "Sebelum kalian resmi menginjakkan kaki di Sekte Moon Flower, ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui." Ia menatap keduanya bergantian. "Pern

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3055 - Ditolak

    Ryan kini sendirian di ruangan yang sunyi.Tanpa membuang waktu, ia langsung menyelami Kuburan Pedang, melangkah ke alam tersembunyi itu dengan satu tujuan di benaknya.Mengaktifkan Nisan Pedang yang telah lama menunggunya.Andrey Xerxes, Mario Bludsword, dan Windy June sudah berdiri di sana, tatapan mereka terpaku pada Nisan Pedang yang memancarkan aura luar biasa itu dengan penuh antisipasi."Nisan ini benar-benar istimewa." Andrey Xerxes mengamatinya dari dekat, matanya bersinar seperti seorang kultivator yang menemukan permata tersembunyi. "Jika penglihatanku tidak salah, pemiliknya bahkan melampaui Venerable Immortal Frost Sword dalam hal kekuatan.""Ryan, mengapa tidak langsung diaktifkan saja?" Mata indah Windy June berkedip penuh harap, seperti anak kecil yang tidak sabar membuka hadiah. "Sudah hampir waktunya bagiku untuk pergi. Aku tidak ingin menyesal karena melewatkan pemandangan ini."Ryan mengangguk. Jari-

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3054 - Bantuan Tetua Guard

    WUSHHH!Cahaya meledak dari telapak tangan Tetua Guard, memancar bagai bintang yang baru lahir di tengah kegelapan. Cahaya itu memadat dengan cepat, membentuk sebuah papan catur raksasa yang berpendar dengan rune-rune tak terhitung, melayang gagah di hadapannya."Permainan Catur Abadi Kuno... Buka!"BOOOM!Sepuluh sosok bijak yang tersebar di berbagai penjuru benua itu serentak memuntahkan darah segar pada saat yang bersamaan!UGH! UGH! UGH!Wajah mereka memucat seketika bagai kertas yang dicuci hujan. Di balik mata mereka yang melebar, tersimpan ketakutan yang jarang mereka rasakan sepanjang hidup mereka yang panjang."Ada seseorang yang baru saja menyegel segalanya dengan kekuatan yang meremukkan! Tingkat kultivasi macam apa yang dimiliki orang itu?! Apakah ini sebuah peringatan untuk kami?!"Tidak ada satu pun di antara mereka yang berani melangkah lebih jauh. Satu per satu, mereka dengan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3053 - Tablet Reinkarnasi Pertama

    Jarak antara mereka berdua begitu dekat hingga Jessica Neuro bisa merasakan kehangatan napas Ryan menyentuh kulitnya. Pipinya memanas untuk sesaat. Namun ia segera mengalihkan fokusnya. Tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Jari-jarinya yang lentik bergerak membentuk segel yang rumit. Perlahan, sebuah peti mati batu berukuran besar muncul dari segel di dalam tubuhnya, keluar bagai sosok dari dimensi yang berbeda, menembus batas antara yang tersembunyi dan yang nyata. BOOM! Peti mati batu itu mendarat keras di lantai, mengguncang seluruh ruangan hingga dinding-dindingnya bergetar! Jessica Neuro mundur selangkah dan melemparkan kunci itu ke arah Ryan. "Ini. Karena segel sudah mengakuimu, buka sendiri." Ia melirik peti mati itu dengan tatapan yang untuk pertama kalinya mengandung rasa ingin tahu yang tulus. "Sebenarnya aku pun penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Benarkah benda itu yang disebut Tablet Reinkarnasi?" Ryan menangkap kunci itu. Tangannya sedikit

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3052 - Ujian Segel (II)

    Namun ketika tangan Jessica Neuro bergerak hendak menutup segel, sesuatu menghentikannya. Tubuh Ryan yang berlumuran darah itu bergerak. Kedua tangannya yang gemetar menopang badannya di lantai, mencakar ubin dengan susah payah, dan perlahan ia memanjat kembali ke posisi berdiri. "Kakak Senior, jangan tutup segelnya." Suaranya keluar dengan napas yang tersengal, namun tidak ada satu pun retakan di dalamnya. "Aku bisa melakukannya." 'Jika segel ini saja tidak bisa aku hadapi, bagaimana aku bisa membangkitkan Garis Darah Reinkarnasi?' batinnya dengan tekad yang membara. 'Aku bahkan tidak akan layak menyentuh Tablet Reinkarnasi itu!' Ini bukan sekadar ujian dari Jessica Neuro. Ini adalah ujian dari Tablet Reinkarnasi itu sendiri. Jessica Neuro menatap ekspresi di wajah Ryan dan kata-kata yang sudah hampir meluncur dari bibirnya tertelan kembali. Ia hanya bisa diam saat menyaksikan pemuda itu mulai melangkah maju lagi, satu langkah, dua langkah, kakinya gemetar namun tidak berhent

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status