Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1846 - Kalah Telak

Share

Bab 1846 - Kalah Telak

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-08-02 13:05:52

Xiao Yan terkena dampak langsung dari kekuatan spiritual pedang Stuart Fenex.

Tubuhnya terlempar ke belakang dengan keras, dan dia memuntahkan seteguk darah segar saat tubuhnya mendarat dengan kasar di tanah berdebu.

Namun, sebelum dia sempat berdiri atau pulih, pedang putih bersih itu telah menusuk dadanya dengan presisi yang mematikan!

Darah segar menyembur dari luka tusukan yang dalam.

Dengan luka seperti itu di organ vital, seorang kultivator Ranah Saint King pasti sudah meninggal di temp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Anchou Mallawa
novel action tapi lebih banyak cerita tak berguna daripada actionnya
goodnovel comment avatar
Dewa Taufik Gen
lalalleleell bosen. nungguinnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3364: Kabur

    Hanya satu pikiran yang tersisa di kepala Yakou Zedd.Mundur. Mundur sekarang. Mundur sebelum terlambat.'Selama aku menyerah, Tetua Agung pasti akan menyelamatkanku.' 'Setelah ini, aku akan meninggalkan Sekte Moon Flower selamanya.' 'Tidak akan pernah muncul di hadapan Ryan Pendragon lagi. Tidak pernah!'Tangannya bergerak secepat kilat. Mutiara Pelindung Laut Utara memancar dari telapaknya, melingkupi seluruh tubuhnya dalam kubah biru muda yang berkilauan. Ia menarik napas dalam-dalam, membuka mulutnya."Aku meny..."BOOM!Cahaya emas meledak tepat di depan wajahnya.Kubah biru itu berguncang keras seperti lonceng yang dipukul palu raksasa. Retak-retak halus menjalar di permukaannya selama sepersekian detik sebelum perlahan menstabilkan diri. Yakou mundur setengah langkah, jantungnya hampir berhenti.'Hampir.'Keringat mengalir deras di punggungnya. Tangannya mengepal di dalam kubah. Tapi kubah itu sudah stabil kembali. Mutiara Pelindung Laut Utara adalah artefak peninggalan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3363: Kembali dari Neraka

    Ryan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan."Aku akan masuk ke dahimu dulu. Perlu istirahat."Sebelum Ryan sempat berkata apa pun, pria itu berubah menjadi sinar iblis yang meluncur dan masuk ke celah di antara kedua alisnya.Hening.Ryan berdiri sendirian di antara reruntuhan yang perlahan-lahan mulai ambruk dari dalam. Setiap tarikan napasnya terasa seperti menelan bara. Tulang-tulangnya berderak pelan saat ia menunduk dengan susah payah dan meraih kepala yang tergeletak di tanah.Kepala klon itu berat di tangannya.Tapi ia mengangkatnya.Ruang itu mulai runtuh sepenuhnya. Energi iblis yang tersisa menggulung dari segala penjuru, melingkupi tubuh Ryan yang penuh luka bak ombak yang menelan satu-satunya batu yang masih berdiri di tengah lautan.**Di arena, Yakou Zedd berdiri dengan senyum yang terus melebar.Senyum itu mengisi wajahnya hingga ke sudut-sudut yang biasan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3362: Sadar

    'Anak itu pasti sudah mati.'Klon itu terbaring di antara reruntuhan yang gosong.Setiap serat dalam kerangkanya berteriak kesakitan, tapi pikirannya justru mencari satu-satunya kenyamanan yang tersisa. 'Backlash dari serangan tadi jauh lebih besar dari apa yang aku sendiri terima.' 'Ditambah pantulan dari tekniknya sebelumnya, tidak ada kultivator Primordial Chaos yang bisa menanggung itu semua.''Tidak mungkin ada.''Tidak mungkin.'Tap!Klon itu membeku.Telinganya menangkap sesuatu di antara kesunyian. Hanya satu ketukan, samar, hampir tenggelam dalam suara reruntuhan yang sesekali masih ambruk di sekitarnya.Ia mengabaikannya. 'Mungkin batu yang jatuh.' Pendengarannya mungkin mulai berhalusinasi karena lukanya terlalu parah.Tap! Tap!Kali ini lebih dekat.Perasaan buruk merayap di dalam dadanya pelan-pelan, seperti racun yang bekerja tanpa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3361: Tidak Mungkin

    Klon itu membeku.Bukan karena taktik. Bukan karena kalkulasi.Seluruh energi iblisnya, seluruh insting bertahan hidup yang telah ia asah selama ribuan tahun, semuanya berhenti sekaligus dalam satu detik yang sama. Tangannya yang sedang membentuk segel bergetar tanpa bisa ia hentikan. Kakinya melangkah mundur satu langkah, dua langkah, tanpa perintah dari otaknya.Sepasang mata itu.Dia mengenalnya.Bukan dari pengalaman pribadi. Dari sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu. Ingatan kolektif bangsa iblis yang diwariskan turun-temurun sejak zaman kuno, tertanam di lapisan terdalam inti keberadaannya, sesuatu yang tidak bisa dilupakan bahkan oleh makhluk yang sudah hidup ribuan tahun."ITU... ITU DIA!"Suaranya putus di tengah kalimat, keluar setengah sebagai teriakan dan setengah sebagai bisikan yang tidak punya bentuk yang jelas. "Yang menekan Niflheim di zaman kuno!" "Tidak! Tidak mungkin!" "Bagaimana bisa makhluk itu ada di sampingmu?! Bukankah dia sudah musnah?!""Aku tidak pe

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3360: Lepas Kendali

    Cahaya emas itu muncul pertama kali hanya sebersit kecil di antara gulungan energi iblis yang pekat.Seperti nyala lilin di tengah badai.Lalu ia berlipat ganda.Tunas-tunas cahaya emas menerobos dari dalam lautan gelap tanpa henti, satu demi satu, puluhan demi puluhan, sampai tidak ada lagi sudut di dalam ruang itu yang terbebas dari kilauannya. Energi Gao yang murni dan padat meledak keluar sekaligus, membakar setiap lapisan energi iblis yang mengepung dari semua sisi.Lautan gelap itu kewalahan.Lalu runtuh.BOOOM!Klon itu tidak sempat bereaksi.Pada jarak sedekat itu, Energi Gao yang berpijar menghantam langsung ke arahnya tanpa hambatan. Cahaya emas itu tidak sekadar membakar permukaan. Ia menembus kulit, menjebol setiap lapisan pertahanan iblis yang tersisa, dan menyayat kedua mata merah darahnya dari dalam hingga kepulan asap kehijauan menguar dari rongga matanya.Klon itu menjerit.Bukan karena terluka biasa. Tapi karena rasa sakitnya menembus batas yang ia sendiri tidak p

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3359: Yang Terlihat di Dalam Kegelapan

    Klon itu tersentak.Seluruh rongga energi iblis yang mengepung medan itu adalah miliknya, dipancarkan dari inti kekuatannya sendiri, mengandung seluruh daya dari kultivasinya yang tertahan. Ia mengira Ryan akan terus menyerang dari luar dengan sinar-sinar pedang itu.Tapi manusia ini malah menerobos masuk.'Apakah anak itu gila?'Sudut bibir klon itu naik. Pelan. Terkontrol. Seperti seseorang yang baru saja menyaksikan mangsa melompat sendiri ke dalam perangkap.'Biarkan saja.' 'Bahkan jika Pedang Iblis Darah dan Esensi Pedang Abadi terus digunakan di dalam, energi iblis yang melingkupi ruang itu adalah kandang milikku.' 'Kekuatan penuh kultivasi puncak Ranah Dao Integration terkandung dalam setiap lapisannya. Tubuh manusia Primordial Chaos tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya.'"Hah! Rupanya otakmu memang sudah tidak beres!" Tawa sinisnya bergema ke seluruh penjuru. "Kalau kau sudah masuk sendi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1649 - Pergi Menemui Yulaw Hodge

    Senior Rin menghela napas panjang dan mulai bercerita dengan nada yang penuh kesedihan. "Gadis itu telah menjalani hidup yang sangat sulit dan penuh penderitaan." "Ketika aku pertama kali menemukan ibunya bertahun-tahun yang lalu, Luna masih bayi dan sudah hampir meninggal karena kelaparan dan dehi

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1675 - Alasan Yulaw

    Pada masa itu, Yulaw Hodge mengagumi Kultivator yang hebat ini, yang konon dapat menumbangkan gunung hanya dengan satu lambaian tangannya. Li Qiye dapat dikatakan sebagai legenda hidup yang melampaui semua pemahaman tentang kekuatan.Yulaw Hodge bahkan merasa sedikit beruntung

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1632 - Keributan Kecil (II)

    "Nona Luna, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Ryan dengan suara tenang.Luna melirik Ryan malu-malu sambil mengangguk. "Aku baik-baik saja," ucapnya pelan. "Abaikan saja mereka. Ayo pergi."Ryan masih menjaga Luna dalam pelukannya, tidak menyadari bahwa tangannya berada di posi

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1593 - Melawan Luigi (III)

    Jari-jari Luigi Hellheim dengan cepat membentuk segel rumit, gerakannya sangat terlatih. Energi darah menyelimutinya, dan aura yang sangat mengerikan meluap ke segala arah. Rasanya seolah-olah ruang dan waktu membeku di sekitar mereka. Sphinx, yang bertengger di bahu Ryan, mengerutkan kening. "

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status