เข้าสู่ระบบTampaknya beberapa dari mereka saling bermusuhan. Beberapa ingin mendukung Ryan, sementara yang lain ingin membunuh Ryan.
Perpecahan di antara para leluhur menjadi jelas.Franchoir Pendragon awalnya ingin memobilisasi semua tetua Ranah Supreme Emperor Keluarga Pendragon untuk membunuh Ryan, tetapi tindakannya telah menarik perhatian keempat leluhur yang seharusnya tetap tersembunyi.Kebetulan, Wolven Pendragon adalah orang yang diminta Franchoir Pendragon untuk memMenembus Ranah Star Sealed bukan sesuatu yang bisa dicapai hanya dengan pil obat.Kalau semudah itu, para Kultivator Ranah Star Sealed pasti sudah berkeliaran di setiap sudut dunia.Ketika leluhur Divine Sword Palace yang dulu membawa Walton Crane ke sekte wafat, ia meninggalkan satu aturan khusus.Tidak seorang pun boleh mencampuri Walton Crane dalam urusan menerima murid.Bahkan Kepala Istana pun tidak berhak melarangnya.Walton sadar bakat kultivasinya buruk. Karena itu, setelah bertahun-tahun, ia tidak lagi terlalu memaksakan diri mengejar terobosan.Sebaliknya, ia terus menerima murid.Awalnya memang ada beberapa murid berbakat yang mengakuinya sebagai guru.Sayangnya, mereka semua akhirnya pergi.Yang lebih parah, murid-murid berbakat itu justru berkembang lebih lambat dibandingkan rekan seangkatan mereka.Ryan sudah memahami penyebabnya selama dua hari terakhir.Walton Crane memberikan terlalu banyak teknik kultivasi kepada murid-muridnya.Kitab pedang, teknik tubuh, teknik per
Keadaan di sekitar istana es itu sama sekali berbeda dari dunia luar.Kalau bagian luar gunung merupakan tanah beku yang hampir tidak memiliki energi spiritual, wilayah di sekitar istana justru dipenuhi energi yang sangat pekat. Bahkan sebagian energi spiritual sudah mencair dan membentuk sungai yang membelah hamparan gletser.Di atas gerbang istana terukir beberapa kata besar.Istana Absolute Zero.Tidak ada seorang pun di dunia luar yang menyangka bahwa kebangkitan Istana Absolute Zero kuno justru dimulai dari tempat terpencil seperti ini.Lebih mengejutkan lagi, wilayah tersebut menyimpan kesempatan dan kekayaan hampir tidak terbatas. Kalau para kultivator kuat mengetahui apa yang tersembunyi di sini, mereka pasti akan berebut datang.Di luar istana, sebuah arena bela diri luas dipenuhi suara dentang pedang.Seratus murid perempuan sedang memperagakan tarian pedang secara serempak.Pedang di tangan mereka memancarkan cahaya putih kebiruan. Setiap ayunan meninggalkan jejak embun
“Henry Celestedragon, kau masih punya muka untuk menanyakan hal itu kepadaku?”Tristan Miles tiba-tiba berdiri. Wajahnya berubah serius, dan amarah yang sejak tadi ditahan akhirnya meledak.“Wanita itu muncul di wilayah Keluarga Celestedragon milikmu, sementara aku kehilangan putra satu-satunya. Bagaimana mungkin aku menerimanya begitu saja?”Henry Celestedragon buru-buru bangkit. Luka di dadanya membuat wajahnya berkerut, tetapi ia tetap membungkuk meminta maaf.“Tuan Miles, aku benar-benar menyesal. Namun kau sendiri melihat bahwa Keluarga Celestedragon juga menderita kerugian besar.”“Lebih dari separuh Tetua Ranah Star Sealed kami tewas.” “Wilayah keluarga hancur, dan setelah kejadian ini, kami pasti menjadi bahan tertawaan di seluruh Kota Celestedragon, bahkan Benua Valorisia.”Henry menarik napas berat. “Kalau tragedi seperti ini bisa dihindari, tentu aku tidak akan membiarkannya terjadi.” “Soal putramu, keluarga kami berutang satu nyawa kepada Tuan Miles.”Boom!Tristan mengh
Kedua belas kepala puncak merasa sangat dirugikan, tetapi tidak seorang pun punya pilihan.Satu demi satu, mereka mengeluarkan hadiah dari cincin penyimpanan. Beberapa bahkan menggertakkan gigi saat menyerahkannya.Walton Crane justru mengangguk puas melihat tumpukan barang itu. “Jangan lupa kalian harus memanggil dia apa.”Raut wajah kedua belas kepala puncak langsung menggelap.Salah seorang di antara mereka mencoba membuka mulut. “Paman Guru, kau ingin kami...”Namun kalimatnya terhenti ketika Walton melotot tajam. Kepala puncak itu langsung menutup mulut.Mereka semua merupakan kultivator kuat yang sudah berdiri di ambang Ranah Star Sealed.Memanggil seorang pemuda yang baru masuk sekte dengan panggilan setinggi itu jelas sangat memalukan.Namun mereka tidak berani membantah.Bahkan Kepala Istana Divine Sword Palace sendiri wajib memanggil Walton Crane dengan hormat sebagai Paman Guru.Sementara itu, Ryan hanya bisa berdiri linglung.Kitab rahasia, botol pil, senjata, dan berbagai
Begitu kalimat Ryan selesai, suasana di sekeliling langsung membeku.Ribuan pasang mata menatapnya dengan campuran takut dan tidak percaya.Pemuda ini datang untuk mengikuti seleksi murid luar Divine Sword Palace, tetapi sekarang justru berkata tidak ingin menjadi murid luar sekte tersebut.Sebagian calon murid bahkan curiga Ryan sengaja memprovokasi Divine Sword Palace. Kalau benar, ia mungkin tidak bisa pergi dengan selamat.Raut wajah kedua belas kepala puncak langsung berubah dingin.Kepala Istana Divine Sword Palace juga menunjukkan ekspresi aneh.Tepat ketika suasana semakin menegang, suara Quillon Wynn tiba-tiba terdengar di benak Ryan.‘Muridku, aku sedang mengaktifkan sebuah teknik di dalam Kuburan Pedang. Teknik ini membutuhkan waktu cukup lama.’‘Kau tinggal saja di Divine Sword Palace beberapa hari.’‘Saat waktunya tiba, seharusnya aku sudah bisa memastikan lokasi Peti Pedang Six Paths.’
Kedua belas kepala puncak masih berdebat sengit.Suara mereka saling tindih, bahkan beberapa orang sudah meraba gagang pedang masing-masing. Kalau keadaan ini berlanjut, bukan tidak mungkin mereka benar-benar akan bertarung di depan ribuan calon murid hanya demi memperebutkan Ryan.Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya.“Hmph, lihat apa yang sudah kalian lakukan.”Tepat ketika suasana hampir meledak, sebuah suara tiba-tiba menggema dari langit.Semua orang mendongak.Seorang pria paruh baya perlahan turun dari udara. Sebilah pedang tergantung di punggungnya, sedangkan jubahnya sangat sederhana tanpa hiasan mencolok.Meski begitu, wibawa yang terpancar dari dirinya membuat udara di sekeliling terasa berat.“Kepala Istana!” Kedua belas kepala puncak langsung berseru hampir bersamaan.Begitu melihatnya, ekspresi mereka berubah. Tak seorang pun menyangka Kepala Istana Divine Sword Palac







