Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2055 - Leluhur Pendragon (II)

Share

Bab 2055 - Leluhur Pendragon (II)

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-09-06 16:59:16

Ada total empat leluhur dalam Keluarga Pendragon.

Salah satunya berasal dari cabang utama, yang merupakan cabang Franchoir Pendragon. Dia merupakan Kultivator Ranah Supreme Emperor generasi kedua yang telah hidup selama lebih dari 2000 tahun.

Leluhur kedua adalah dari cabang ketiga Keluarga Pendragon, seorang Kultivator generasi pertama yang telah hidup selama hampir 4000 tahun.

Leluhur ketiga adalah seorang Kultivator yang telah hidup selama lebih dari 2200 tahun,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3822: Jejak Wewangian

    Ryan Pendragon sama sekali tidak terkejut melihat tubuh Magnus Terran menyusut begitu cepat.Teknik Transformasi Amuk memang termasuk kemampuan ilahi, tetapi cara kerjanya adalah menguras potensi tubuh terlebih dahulu. Kekuatan yang dihasilkan boleh dibilang besar, namun efek sampingnya juga sepadan dengan harga itu.Ryan membaringkan Magnus yang sudah pingsan ke tanah, lalu merenggangkan bahunya. Tubuhnya perlahan menyusut kembali ke ukuran semula. Guratan ungu di kulitnya memudar, sementara bayangan harimau putih bersurai emas di belakang punggungnya larut ke udara.Senyum tipis muncul di wajahnya.Pukulan barusan cukup memuaskan.Ia menoleh sekilas kepada Cedric Ember dan Kellan Cook, lalu berbalik dan melangkah pergi.Keributan sebesar tadi pasti akan mengundang Nolan Chester datang dalam waktu singkat. Ryan tidak ingin tertangkap basah berdiri di tengah reruntuhan halaman Paviliun Flamevault. Lebih baik ia menyingkir lebih dulu sebelum urusan menjadi panjang.Kellan dan Cedr

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3821: Batas Pukulan

    Perubahan pada tubuh Ryan Pendragon belum berhenti.Di seberang sana, guratan totem di sekujur tubuh Magnus Terran menyala semakin terang. Cahaya putih membungkus seluruh badannya, membuat sosoknya tampak seperti binatang purba yang baru keluar dari medan perang kuno.Di telapak tangan kirinya yang masih tersisa, energi spiritual memadat dengan gila. Bola cahaya menyilaukan terbentuk di sana, seperti bintang yang sedang meledak namun dipaksa mengecil ke dalam satu genggaman.Dengan seluruh kekuatan yang tidak lagi menyisakan apa pun, Magnus menghantamkan tinju itu ke arah Ryan.Ryan menatap pukulan yang datang.Matanya justru berbinar.Ia memang menikmati pertarungan. Bahkan bisa dikatakan, ia menyukai pertarungan. Namun ada syaratnya. Lawan yang berdiri di hadapannya harus cukup kuat untuk membuat darahnya berdesir.Magnus Terran yang sekarang akhirnya memenuhi syarat itu.Ryan mem

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3820: Melawan Langit

    Pada saat itu, tubuh Ryan Pendragon mulai berubah.Sesosok bayangan binatang bermutasi muncul di belakang punggungnya. Wujudnya menyerupai harimau putih bersurai emas, tetapi di bawah bulunya tampak kilau sisik sewarna giok. Tekanan yang memancar dari bayangan itu membuat tanah di sekeliling Ryan berdesir turun beberapa jari.Tubuh Ryan sendiri ikut memanjang dan membesar.Energi iblis serta Energi Gao membungkus permukaan kulitnya, saling melilit tanpa saling menghancurkan. Dua kekuatan yang seharusnya bertabrakan itu justru bergerak seimbang, seperti dua arus berbeda yang dipaksa mengalir dalam satu sungai.Mata Kellan Cook dan Cedric Ember langsung menyipit.Bayangan binatang itu saja sudah cukup membuat mereka merasakan bahaya. Namun ternyata, perubahan Ryan belum berhenti di sana.Guratan-guratan ungu mulai muncul di sekujur tubuhnya. Garis-garis itu menjalar dari punggung tangan hingg

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3819: Tetes Terakhir

    “Aaakh!” Kekuatan Magnus Terran melonjak beberapa kali lipat. Energi spiritual yang pekat berkumpul di tinju kiri yang masih utuh. Guratan totem di sekujur tubuhnya menyala putih menyilaukan, seolah setiap garis ukiran di kulitnya dipaksa terbakar oleh energi yang berputar dengan kecepatan gila. Dentuman keras pecah di udara. Tinju berbalut cahaya putih itu menghantam rune emas yang dilepaskan Kellan Cook. Rune emas tersebut tidak langsung hancur. Sebaliknya, rune itu justru menekan balik. Cahaya keemasannya membentang menjadi jaring tipis, membungkus lengan Magnus, lalu mulai menggerus maju sedikit demi sedikit. Telapak kaki Magnus terseret mundur, mengukir dua alur panjang di tanah berbatu. Urat-urat menonjol di dahi dan pelipisnya. Jelas, menahan rune itu sama sekali bukan perkara mudah. Ia terus meraung. Otot-otot di lengannya menggembung lalu berdenyut keras. Kulitnya robek di beberapa tempat, dan darah menyembur keluar, membasahi tanah di bawah kakinya. Namun Magnu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3818: Totem Mengamuk

    Wajah Kellan Cook mengeras. Secara kultivasi, ia memang satu tingkat di atas Magnus Terran. Namun menghadapi Magnus yang sudah kehilangan akal adalah perkara berbeda. Ia sama sekali tidak yakin bisa menaklukkan pria itu dengan mudah, apalagi tanpa membuat luka yang tidak bisa diperbaiki. Yang lebih merepotkan, ia tidak boleh benar-benar membunuh Magnus. Peraturan Akademi Heavenly Flame jelas mengikat tangannya. Setiap serangan harus ia tahan setengah jalan. Ia harus cukup kuat untuk menghentikan Magnus, tetapi tidak boleh sampai merenggut nyawanya. Sementara itu, Magnus yang sedang mengamuk tidak terikat apa pun. Menghadapi lawan seperti itu, bahkan dengan bantuan Cedric Ember, Kellan tidak berani memastikan berapa lama mereka bisa bertahan. Aura berwibawa perlahan membentang keluar dari tubuh Kellan. Di belakang punggungnya, sesosok bayangan samar muncul. Sosok itu mengenakan jubah cendekiawan kuno dan menggenggam kitab tebal di tangannya. Meski bentuknya tidak sepenu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3817: Amuk Magnus

    Kellan Cook dan Cedric Ember menatap Ryan Pendragon dengan bola mata yang bergetar. Apa yang barusan terjadi? Pikiran keduanya seolah berhenti bekerja. Ryan mengalahkan Magnus Terran? Bukan hanya mengalahkannya. Pemuda itu menang dalam adu kekuatan tubuh secara langsung, bidang yang selama ini menjadi kebanggaan Magnus. Yang lebih sulit dipercaya, Ryan hanya memakai satu serangan. Padahal tingkat kultivasinya tampak baru berada di Ranah Creation. Saat ini, telapak Magnus berlumuran darah. Tulang-tulang di dalamnya hancur berkeping-keping, dan jemarinya terkulai ke arah yang tidak wajar. Tangan besar yang tadi terlihat seperti dicetak dari besi kini menggantung lemas di sisi tubuhnya. Magnus mengerang rendah. Mata Ryan sedikit berkilat. Harus diakui, bakat tubuh lelaki ini memang luar biasa. Ketahanannya jauh melampaui Lucian Zeth. Tenaga yang Ryan pakai barusan tidak jauh berbeda dari tenaga yang ia gunakan untuk menumbangkan Lucian di kantin. Namun hasilnya sama sekali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status