Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2351- Penolakan Ryan

Share

Bab 2351- Penolakan Ryan

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-11-10 13:24:19

Pada saat ini, Ryan tentu saja tidak tahu sama sekali apa yang telah terjadi dan masalah besar apa yang telah ditimbulkan.

Dia menatap orang-orang di depannya dengan bingung dan waspada.

Ketika Kane Worth dan yang lainnya melihat bahwa masalah dengan Penguasa Kota telah selesai, mata mereka tertuju pada Ryan. "Baiklah, ayo kita pergi sekarang," ucap Kane Worth dengan santai.

Kane Worth melangkah beberapa langkah setelah selesai berbicara. Namun, dia segera menyadari sesuatu yang aneh dan berhe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4145: Jejak Telapak True Martial

    Ketika sinar pedang Ryan menyapu aula, Mordecai Hargrove merasakan sesuatu yang sudah lama tidak menghampirinya.Ketakutan.Justru karena telah hidup selama ribuan tahun, Mordecai memahami betapa berbahayanya tebasan tersebut. Esensi pedang yang memenuhi pandangannya bukan sekadar serangan kuat, melainkan kekuatan yang sudah mencapai tingkatan yang belum pernah disaksikannya.Namun ia segera menekan rasa takut itu. Jika membiarkan nyalinya runtuh, ia pasti kalah sebelum benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan.Harga dirinya tidak mengizinkan hal tersebut.'Kalaupun harus kalah, aku akan kalah setelah menggunakan seluruh kekuatanku!'Sepersekian detik kemudian, cahaya pedang bertabrakan dengan naga-naga energi yang tersisa.Boom!Ledakan besar mengguncang Rumah Makan Heavenly Wind. Gelombang kejut menyapu jalanan di sekitarnya, menerbangkan genteng dari atap bangunan dan merobek panji-panji yang tergantung di sepanjang jalan. Para penduduk yang berada jauh dari lokasi pertarungan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4144: Dimensi Dao Pedang

    Mordecai Hargrove berusaha mengikuti kilatan petir yang melintas di antara puing-puing Rumah Makan Heavenly Wind. Namun bahkan dengan indra spiritualnya, ia hanya sanggup menangkap bayangan yang muncul sesaat sebelum menghilang kembali.Ryan rupanya tidak terkena serangan naga tadi. Pemuda itu menghindar menggunakan teknik gerak dengan kecepatan yang melampaui pengamatan hampir semua orang di aula. Hanya Mordecai yang mampu merasakan jejak pergerakannya, itu pun tidak cukup jelas untuk menentukan posisinya.Wajah pria tua itu berubah. Mordecai semula mengira Ryan menggunakan semacam cara untuk menyembunyikan diri. Namun jejak petir yang berkali-kali melintas membuktikan bahwa pemuda tersebut memang sedang bergerak, bukan menghilang melalui ruang. Perbedaan itu justru membuatnya semakin terkejut.'Bagaimana mungkin seorang Kultivator Ranah Creation bergerak secepat ini? Bahkan banyak ahli Ranah Star Sealed tahap awal tidak mampu melakukannya!'Kecepatan seperti itu biasanya hanya d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4143: Kecepatan Kilatan Guntur

    Ryan sama sekali tidak melirik naga energi yang sedang menerjang ke arahnya. Bahkan raungan makhluk itu tidak mengalihkan perhatiannya sedikit pun. Perhatiannya tetap tertuju kepada Kai Warrick yang berusaha melarikan diri. Saat pemuda itu baru mengambil beberapa langkah, tangan Ryan sudah bergerak.Gerakannya sekilas tampak biasa, tetapi kecepatannya jauh melampaui kemampuan Kai untuk bereaksi. Sebelum naga bentukan Mordecai Hargrove mencapai sasaran, telapak Ryan lebih dahulu menyambar wajah Kai.Plak!Jeritan memilukan menggema begitu keras hingga terdengar ke penjuru Kota Heavenly Capital. Tubuh Kai terangkat dari lantai, lalu dibanting keras hingga terdengar dentuman yang membuat para pelanggan tersentak.Wajahnya berlumuran darah. Hidung Kai patah dan miring ke samping, sementara tulang pipinya amblas akibat hantaman tersebut. Beberapa giginya yang masih tersisa ikut terlepas. Ia tergeletak di lantai, hanya mampu mengeluarkan erangan lemah dari mulut yang dipenuhi darah.M

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4142: Naga Murka Mordecai

    Mordecai Hargrove bukan orang yang gemar mencampuri urusan kekuasaan. Meskipun sudah lama tinggal bersama Keluarga Warrick, ia tidak pernah membantu mereka memperluas wilayah atau menyingkirkan keluarga pesaing. Janjinya kepada kepala keluarga itu hanya satu: melindungi keturunan langsung Keluarga Warrick selama seratus tahun.Karena itulah Mordecai jarang terlihat turun tangan. Selama anggota keluarga tersebut tidak menghadapi bahaya yang mengancam nyawa, ia lebih memilih berdiam diri. Namun keberadaannya saja sudah cukup membuat kekuatan lain berpikir dua kali sebelum mencari masalah dengan Keluarga Warrick.Selama beberapa dekade, keluarga tersebut mampu mempertahankan kedudukannya sebagai salah satu kekuatan yang disegani di Kota Heavenly Capital. Tidak banyak orang berani mengusik keluarga yang memiliki pelindung seorang ahli Ranah Star Sealed.Mordecai sebenarnya tidak menyukai perangai Kai Warrick. Pemuda itu terlalu sombong, gemar bertindak sewenang-wenang, dan sering meng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4141: Kemarahan Ryan Pendragon

    "Siapa namamu?" tanya Kai Warrick tiba-tiba.Ryan tidak langsung menjawab. Setelah pelayan yang tadi membantunya pergi melalui pintu belakang, ia kembali duduk dan menunggu hidangannya datang. Seorang pelayan lain menghampiri meja dengan beberapa piring di atas nampan. Kedua tangannya gemetar, membuat piring-piring itu berdenting pelan ketika diletakkan.Ryan mengambil sendok, mencicipi salah satu hidangan, lalu mengangguk puas."Enak."Sikapnya yang santai membuat wajah Kai semakin gelap. Pemuda itu berdiri dengan tangan mengepal, menunggu jawaban, tetapi Ryan justru menyantap makanan seolah tidak ada orang yang sedang menatapnya dengan marah.Barulah setelah beberapa saat, Ryan menoleh dan tersenyum tipis. "Ryan Pendragon."Mendengar nama tersebut, Kai menyipitkan mata.  Amarahnya belum reda, tetapi ia tampak teringat sesuatu. Setelah menarik napas panjang, ia bertanya, "Ryan, kalau aku t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4140: Kesombongan Kai Warrick

    Pelayan Rumah Makan Heavenly Wind menundukkan kepala dan mendekat ke sisi Ryan. Setelah memastikan suaranya cukup pelan, ia berbisik, "Tuan Muda, orang itu Kai Warrick, tuan muda dari Keluarga Warrick di Kota Heavenly Capital." "Dialah yang dulu bertengkar dengan kultivator yang sedang kau cari." Ryan baru hendak menanyakan kelanjutan cerita ketika suara bentakan menggema dari arah aula. "Siapa yang mengizinkanmu bicara?" Wajah Kai Warrick menggelap. "Bukankah sudah kuperingatkan agar kau menutup mulut? Kau tuli?" Tanpa menunggu jawaban, Kai mengerahkan auranya. Sebilah pedang muncul dalam genggamannya, lalu ia mengayunkannya ke arah pelayan itu. Cahaya pedang merah darah melesat melintasi aula. Aura darah yang menyertainya begitu pekat hingga meja-meja di sekitarnya bergetar. Mangkuk beradu dengan piring, sementara api lilin pada dinding bergoyang liar akibat tekanan yang mendadak memenuhi ruangan. Pelayan tersebut membeku ketakutan. Wajahnya kehilangan warna, dan kedua kakin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status