แชร์

Bab 2731 - Dao Nirvana

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-15 21:04:40
"BUNUH DIA SEKARANG!"

"Dia telah menguasai Dao Nirvana yang mengerikan! Bunuh dia sebelum dia mengubah kita semua menjadi tulang dan abu!"

Menanggapi raungan marah dan panik dari Penjaga Pertama, Ryan mengacungkan Tombak Demon Slayer tinggi ke udara!

WUSSH!

Kekuatan penghancur yang dahsyat memancar dari tombak legendaris itu, memaksa Penjaga Pertama dan Kedua mundur sejauh puluhan meter dengan brutal!

Beberapa saat kemudian, Penjaga Pertama berhasil kembali memasuki pertempuran dengan wajah
Rianoir

Ini bab bonus hadiah sekaligus bab terakhir hari ini. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 60
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Niken Pd
update mana min?
goodnovel comment avatar
Muhammad Dhimyati
lambat update lagi othor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4102: Binatang Spiritual Hitam

    Barlow Steen dan anak buahnya memang sering memanfaatkan pacuan Binatang Spiritual untuk mendapatkan uang tambahan. Cara itu jauh lebih aman daripada merampok pendatang secara terang-terangan, apalagi selama mereka bisa membungkusnya sebagai permainan sukarela.Ryan sudah memahami tujuan mereka. Ia hampir mengangkat tangan untuk menolak ketika suara Demon Emperor tiba-tiba terdengar dalam benaknya."Ada sesuatu di tempat ini yang sangat penting bagiku. Bagaimana kalau kita bertaruh dengan mereka?"Ryan tertegun. Tangan yang baru terangkat setengah langsung diturunkannya.'Sesuatu yang penting bagi Demon Emperor? Di tempat pacuan Binatang Spiritual seperti ini?'Meski penasaran, Ryan tidak membuang kesempatan untuk mengetahuinya. Ia memandang Barlow dan para penjaga yang menunggu jawabannya."Baiklah. Sepertinya permainan ini memang cukup menarik."Wajah mereka langsung berseri-seri. Beberapa prajurit

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4101: Permainan Jenderal Barlow

    Barlow Steen memasang senyum palsu sambil mencondongkan tubuh ke arah Ryan. "Ryan, kami tidak bermaksud menyudutkanmu. Tapi kalau kau bahkan menolak bermain satu permainan sederhana, bukankah itu agak mencurigakan?" Ia mengangkat kedua tangan, seolah sedang menunjukkan niat baik. "Kami tidak mengatakan ada yang salah denganmu." "Hanya saja, demi keamanan Wilayah Selatan, kami tidak bisa membiarkanmu masuk. Kau pasti mengerti, bukan?" Ryan memejamkan mata sesaat dan menarik napas panjang. Ancaman itu cukup jelas. Kalau ia menolak, mereka akan memakai penolakan tersebut sebagai alasan baru untuk menggagalkan masuknya ke Wilayah Selatan. Ryan sudah tahu mereka sengaja mencari alasan untuk menahannya. Namun karena masih harus menjalankan tugas Quinton Greaves, ia memilih mencari tahu permainan apa yang sebenarnya mereka siapkan. "Permainan apa? Katakan." Barlow dan para penjaganya saling pandang. Senyum puas muncul di wajah mereka, seakan jawaban itu sudah mereka tunggu sejak t

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4100: Surat Tantangan dari Istana Absolute Zero

    Wendy langsung mengerutkan kening setelah mendengar kabar kedatangan Ryan. Ia tidak menyangka pemuda itu akan muncul di Wilayah Selatan justru ketika keadaan sedang semakin berbahaya. "Pertarungannya dengan Yuriel Leviathan tinggal kurang dari dua puluh hari," gumam Wendy. "Bukankah seharusnya dia memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berkultivasi?" "Kenapa dia malah datang ke Wilayah Selatan? Dari semua tempat, kenapa harus ke sini?" Bianca menggeleng. "Aku juga tidak tahu, Kepala Istana. Tapi sekarang dia masih tertahan di perbatasan. Seharusnya dia belum menghadapi bahaya." "Apa aku perlu pergi ke sana untuk memberi tahu Ryan?" Wendy tidak langsung menjawab. Ia berjalan ke jendela aula, memandangi salju yang terus turun di luar. Puncak-puncak gunung es tampak samar di balik hamparan putih. "Dia tidak mengetahui identitasku," kata Wendy akhirnya. "Seharusnya dia juga tidak akan bisa menemukanku." "Cepat atau lambat, orang-orang Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi akan sampai

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4099: Kedatangan Ryan Mengguncang Wendy

    Jenderal Barlow Steen tersenyum begitu melihat Ryan masih duduk tenang di hadapannya. "Anak muda, aku Barlow Steen, jenderal pemeriksa perbatasan Wilayah Selatan. Siapa namamu?" "Ryan." Jawaban singkat itu tidak disertai perubahan ekspresi. Ryan justru mengamati pria yang berdiri di depannya. Barlow tampak berusia sekitar tiga puluh empat tahun, dengan wajah pucat dan janggut kambing tipis. Zirah emas menutupi tubuhnya, sedangkan sebilah pedang panjang tergantung di pinggang. Penampilannya cukup gagah untuk seorang komandan perbatasan. Sayangnya, hidung bengkok seperti paruh elang dan senyum palsunya membuat Ryan semakin muak. Namun Barlow adalah penjaga gerbang Wilayah Selatan. Ryan masih membutuhkan izin masuk, jadi ia memilih tidak memperpanjang urusan. Nama yang disebutkannya pun memang tercantum dalam dokumen dari Quinton Greaves. Sejak awal, mereka tidak berniat menyembunyikan nama Ryan. Kalau Kepala Akademi Divine Wind pernah membocorkan identitasnya, memakai nama pa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4098: Tamu Jenderal Barlow

    Beberapa orang di belakang Ryan memandangnya dengan iba. Mereka sudah sering mendengar kejadian serupa di gerbang Wilayah Selatan. Sesekali, selalu ada pendatang yang dipilih untuk dipersulit tanpa alasan jelas.Seorang pria tua bahkan menggeleng sambil menghela napas. Menurut mereka, pemuda itu benar-benar sedang sial. Beberapa orang yang tadi berdiri dekat Ryan memilih menunduk dan berpura-pura tidak melihat, takut ikut menjadi sasaran para penjaga.Ryan menahan amarahnya dan memilih mengikuti prajurit yang memanggilnya. Ia datang membawa tugas penting, bukan untuk membuat keributan di gerbang kota. Meski bisa menghadapi para penjaga dengan mudah, membuat masalah sejak hari pertama hanya akan menyulitkan langkahnya sendiri.Prajurit itu membawanya melewati lorong batu sempit, menjauh dari antrean menuju paviliun kecil dekat gerbang utama. Bangunannya berdinding kayu tua, dengan kisi besi menutupi jendela.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4097: Gerbang Wilayah Selatan

    Setengah hari berlalu tanpa terasa. Ryan akhirnya membuka mata setelah menyelesaikan meditasinya. Kilatan ungu muncul di kedua matanya, disertai jejak guntur yang belum sepenuhnya menghilang. Selama berjam-jam sebelumnya, ia terus mencoba memahami aliran petir dalam lempeng giok pemberian Quinton Greaves. Ryan bangkit, lalu tubuhnya mendadak lenyap dari tempat semula. Wus! Bayangannya berkelebat begitu cepat, meninggalkan cahaya menyilaukan di udara. Jika ada orang yang menyaksikan, mereka mungkin hanya melihat petir keemasan menyambar ke sana kemari tanpa mampu menangkap sosok Ryan. Gerakan yang semula membutuhkan beberapa perpindahan kini terasa jauh lebih ringan. Sesaat kemudian, Ryan kembali muncul di dalam kamar. Senyum puas terlihat di wajahnya. Kilatan Guntur ternyata jauh lebih kuat daripada perkiraannya. Meski begitu, Ryan baru memahami sebagian unsur petir dan sama sekali belum menguasai unsur anginnya. Dengan kata lain, dasar teknik tersebut pun belum sepenuh

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status