Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 404 - Reaksi Nisan Ketiga

Share

Bab 404 - Reaksi Nisan Ketiga

Author: Rianoir
last update publish date: 2024-12-06 06:28:15
Setelah menutup sambungan teleponnya, Ryan segera menghubungi Sammy Lein untuk membereskan mayat-mayat yang berserakan.

Bagaimanapun, tempat ini tidak terlalu jauh dari lokasi pertemuannya dengan orang misterius tadi. Ia juga meminta Derick untuk menjemputnya kembali ke vila.

Setelah pertempuran berakhir, Ryan menjadi lebih tenang. Ia sadar betul yang terpenting saat ini adalah memperkuat dirinya sendiri.

Kekuatan adalah segalanya–hanya dengan menjadi lebih kuat ia akan mampu menghadapi apa
Rianoir

Pagi Semua <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠> mungkin othor akan mengadakan event koin nih sabtu atau minggu besok, tertarik tidak?? (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Yudi, Kak Andi, Kak Usman, Kak Fatir, Kak Minstonbad, Kak Cum, Kak Rubei', Kak Zainal, Kak Suria, Kak Allierakarim, Kak Goes Colection, Kak yrhtif, Kak Suw, dan Fuzan atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Bab Bonus: 0/3 Antrian: 36 Bab Reguler: 1/2 Bab Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 46
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4085: Reuni dan Ancaman Spirit Hall

    Waktu seolah berhenti selama beberapa detik.Setelah itu, Ryan langsung melesat maju dan memeluk Adel erat-erat.Perasaan akrab yang sudah lama hilang kembali memenuhi dadanya. Wangi rambut Adel masih sama seperti dulu, dan bahu wanita itu bergetar pelan di dalam pelukannya.Bagaimanapun, Adel adalah wanita pertama dalam hidup Ryan."Aku sudah terlalu lama mencarimu," bisik Adel.Air mata berkilau di matanya. Jemarinya mencengkeram bagian belakang pakaian Ryan, seolah takut pria itu akan menghilang lagi begitu dilepaskan.Divine God Frost Sword berdeham pelan. Semua orang langsung memahami maksudnya dan memilih menyingkir.Tak lama kemudian, pintu kamar tertutup, menyisakan Ryan dan Adel berdua.Suasana di dalam ruangan perlahan menghangat.Ryan menangkup wajah Adel dengan kedua tangan, lalu mencium bibirnya. Ciuman itu berlangsung lama, seperti sedang menebus kerinduan yang tertahan selama setahun penuh.Setelah keduanya berpisah, Ryan bertanya, "Mengapa kau di sini? Bagaimana deng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4084: Pertemuan yang Tak Terduga

    Ryan merasa serba salah melihat Jarvis Halden masih memperlakukannya dengan hormat berlebihan. Ia membujuk Kepala Istana itu beberapa kali sampai akhirnya Jarvis bersedia berdiri."Leluhur, ada sesuatu yang harus kulaporkan."Ryan langsung mengerutkan kening. "Kepala Istana, jangan panggil aku Leluhur. Memangnya aku setua itu?"Jarvis tampak berpikir sejenak sebelum bertanya hati-hati, "Kalau begitu, bagaimana dengan Senior Ryan?"Ryan benar-benar kehilangan kata-kata. Ia memijat pelipisnya, lalu menghela napas panjang."Sudahlah, terserah kau saja. Tadi kau mau bilang apa?""Barusan ada beberapa orang yang tiba di Divine Sword Palace. Salah satunya Divine God Frost Sword dari Myriad Sword Palace," jawab Jarvis tergesa.Ryan tertegun. Ia tidak tahu kenapa Divine God Frost Sword datang mencarinya, tetapi nama itu saja sudah cukup membuatnya ingin segera menemui rombongan tersebut."Antarkan aku ke sana sekarang.""Baik, Senior Ryan!"Jarvis membungkuk dalam, lalu berjalan setengah la

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4083: Penguasa Pedang Myriad Tribulation

    Dengung puluhan ribu pedang mengguncang Makam Myriad Sword. Bilah-bilah yang semula tertancap di pegunungan kini melayang di belakang Ryan, memenuhi langit dengan cahaya dan esensi pedang. “Apa yang terjadi?” “Bukankah dia sudah mendapatkan Peti Pedang Ilahi? Kenapa semua pedang malah berkumpul di sana?” Para kultivator hanya berani mengamati dari kejauhan. Selama ini, siapa pun yang memperoleh Peti Pedang Ilahi tidak pernah menimbulkan fenomena seperti itu. Tidak seorang pun ingin mengambil risiko mendekati puluhan ribu pedang yang bisa saja menyerang mereka. Salah seorang pendekar sempat mengangkat kakinya, tetapi rekannya segera menarik lengannya. “Jangan cari mati. Kau tidak tahu siapa yang mengendalikan pedang-pedang itu.” Pendekar tersebut langsung mengurungkan niatnya. Ryan sendiri tidak bergerak. Ia memejamkan mata, merasakan kehendak yang mengalir dari setiap bilah. Ada yang liar dan tajam, ada yang berat serta tenang. Beberapa bahkan menyimpan kesedihan pemilikn

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4082: Sepuluh Ribu Pedang Menghadap Ryan

    Ryan menggenggam Peti Pedang Six Paths yang baru saja diperolehnya. Seluruh kekuatan yang tersegel selama sepuluh tahun kini telah kembali, membuatnya merasa jauh lebih percaya diri. Namun sebelum sempat memeriksa peti tersebut, sebuah teriakan terdengar dari belakang. "Serahkan Peti Pedang Ilahi itu! Kalau kau menurut, kami masih bisa mengampuni nyawamu!" Ryan menoleh. Para kultivator dari berbagai faksi mulai bergerak dan membentuk kepungan. Mereka yang sebelumnya sibuk bertarung kini justru mengarahkan senjata kepadanya. Seorang pria berjubah hitam melangkah maju. Auranya sudah berada di ambang Ranah Star Sealed. "Anak muda, kami mengakui kemampuanmu. Tapi kau tidak mungkin menghadapi begitu banyak orang sendirian." "Jadi, kalian ingin merebutnya dariku?" tanya Ryan. "Peti Pedang Ilahi bukan sesuatu yang bisa dimiliki sembarang orang." Ryan mendengus. "Pertama, nama benda ini bukan Peti Pedang Ilahi, melainkan Peti Pedang Six Paths." Ia menyapu kerumunan dengan tatapan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4081: Semua Kekuatan Kembali

    lBoom! Tebasan Ryan menghantam pedang lawannya dan memaksanya mundur lima langkah. Tumit pria itu menggerus tanah hingga meninggalkan dua alur panjang, sementara tangan yang menggenggam pedang masih gemetar akibat benturan. Ryan langsung menerjang untuk memanfaatkan celah tersebut. Namun sebelum ia sempat mendekat, seberkas cahaya pedang tiba-tiba menyambar dari belakang. Ryan segera berbalik dan mengangkat Pedang Caelterra. Boom! Benturan keras mengguncang pelataran. Kedua pihak terpental ke arah berlawanan, tetapi Ryan menerima dampak yang lebih berat. Tubuhnya terseret beberapa meter sebelum punggungnya menghantam batu besar. Pfft! Darah menyembur dari mulutnya. Ryan menopang tubuh dengan Pedang Caelterra, lalu perlahan bangkit. 'Kekuatan orang-orang yang hampir mencapai Ranah Star Sealed memang tidak bisa diremehkan.' Di Alam Pedang, ia tidak bisa mengandalkan garis darah istimewa, Demon Emperor, ataupun berbagai kemampuan dari Kuburan Pedang. Semua kekuatan tersebut

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4080: Perebutan Peti Pedang Ilahi

    Ryan melangkah mendekati Peti Pedang Ilahi. Baru beberapa langkah, tekanan esensi pedang sudah menyapu tubuhnya, memaksanya memperlambat gerakan. 'Kuat juga.' Namun tekanan itu masih bisa ditahannya. Ryan baru hendak melangkah lagi ketika suara seseorang terdengar dari belakang. "Sudah cukup. Sekarang, yang tidak berkepentingan sebaiknya turun dari gunung." Seorang pria dengan kultivasi Ranah Star Seed tingkat puncak maju ke tengah pelataran. Beberapa orang dari faksi besar segera berdiri di sisinya, seolah sudah menunggu perintah tersebut. "Apa maksudmu tidak berkepentingan?" protes seorang kultivator. Pria itu meliriknya. "Kau sungguh mengira sekte kecilmu berhak memperebutkan Peti Pedang Ilahi bersama kami?" Wajah kultivator tersebut memerah, tetapi ia tidak berani membalas. Orang-orang di belakangnya pun mulai mundur ketika tekanan dari rombongan faksi besar menyapu mereka. Ryan mengamati kelompok yang kini menguasai bagian depan puncak. Lima orang memiliki aura yang sudah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status