แชร์

Bab 404 - Reaksi Nisan Ketiga

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2024-12-06 06:28:15
Setelah menutup sambungan teleponnya, Ryan segera menghubungi Sammy Lein untuk membereskan mayat-mayat yang berserakan.

Bagaimanapun, tempat ini tidak terlalu jauh dari lokasi pertemuannya dengan orang misterius tadi. Ia juga meminta Derick untuk menjemputnya kembali ke vila.

Setelah pertempuran berakhir, Ryan menjadi lebih tenang. Ia sadar betul yang terpenting saat ini adalah memperkuat dirinya sendiri.

Kekuatan adalah segalanya–hanya dengan menjadi lebih kuat ia akan mampu menghadapi apa
Rianoir

Pagi Semua <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠> mungkin othor akan mengadakan event koin nih sabtu atau minggu besok, tertarik tidak?? (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Yudi, Kak Andi, Kak Usman, Kak Fatir, Kak Minstonbad, Kak Cum, Kak Rubei', Kak Zainal, Kak Suria, Kak Allierakarim, Kak Goes Colection, Kak yrhtif, Kak Suw, dan Fuzan atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Bab Bonus: 0/3 Antrian: 36 Bab Reguler: 1/2 Bab Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 46
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4083: Penguasa Pedang Myriad Tribulation

    Dengung puluhan ribu pedang mengguncang Makam Myriad Sword. Bilah-bilah yang semula tertancap di pegunungan kini melayang di belakang Ryan, memenuhi langit dengan cahaya dan esensi pedang.“Apa yang terjadi?”“Bukankah dia sudah mendapatkan Peti Pedang Ilahi? Kenapa semua pedang malah berkumpul di sana?”Para kultivator hanya berani mengamati dari kejauhan. Selama ini, siapa pun yang memperoleh Peti Pedang Ilahi tidak pernah menimbulkan fenomena seperti itu. Tidak seorang pun ingin mengambil risiko mendekati puluhan ribu pedang yang bisa saja menyerang mereka.Salah seorang pendekar sempat mengangkat kakinya, tetapi rekannya segera menarik lengannya. “Jangan cari mati. Kau tidak tahu siapa yang mengendalikan pedang-pedang itu.” Pendekar tersebut langsung mengurungkan niatnya.Ryan sendiri tidak bergerak. Ia memejamkan mata, merasakan kehendak yang mengalir dari setiap bilah.Ada yang liar dan tajam, ada yang berat serta tenang. Beberapa bahkan menyimpan kesedihan pemiliknya yang s

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4082: Sepuluh Ribu Pedang Menghadap Ryan

    Ryan menggenggam Peti Pedang Six Paths yang baru saja diperolehnya. Seluruh kekuatan yang tersegel selama sepuluh tahun kini telah kembali, membuatnya merasa jauh lebih percaya diri.Namun sebelum sempat memeriksa peti tersebut, sebuah teriakan terdengar dari belakang."Serahkan Peti Pedang Ilahi itu! Kalau kau menurut, kami masih bisa mengampuni nyawamu!"Ryan menoleh.Para kultivator dari berbagai faksi mulai bergerak dan membentuk kepungan. Mereka yang sebelumnya sibuk bertarung kini justru mengarahkan senjata kepadanya.Seorang pria berjubah hitam melangkah maju. Auranya sudah berada di ambang Ranah Star Sealed."Anak muda, kami mengakui kemampuanmu. Tapi kau tidak mungkin menghadapi begitu banyak orang sendirian.""Jadi, kalian ingin merebutnya dariku?" tanya Ryan."Peti Pedang Ilahi bukan sesuatu yang bisa dimiliki sembarang orang."Ryan mendengus. "Pertama, nama benda ini bukan Peti Pedang Ilahi, melainkan Peti Pedang Six Paths."Ia menyapu kerumunan dengan tatapan dingin. "K

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4081: Semua Kekuatan Kembali

    lBoom!Tebasan Ryan menghantam pedang lawannya dan memaksanya mundur lima langkah. Tumit pria itu menggerus tanah hingga meninggalkan dua alur panjang, sementara tangan yang menggenggam pedang masih gemetar akibat benturan.Ryan langsung menerjang untuk memanfaatkan celah tersebut.Namun sebelum ia sempat mendekat, seberkas cahaya pedang tiba-tiba menyambar dari belakang.Ryan segera berbalik dan mengangkat Pedang Caelterra.Boom!Benturan keras mengguncang pelataran. Kedua pihak terpental ke arah berlawanan, tetapi Ryan menerima dampak yang lebih berat. Tubuhnya terseret beberapa meter sebelum punggungnya menghantam batu besar.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya.Ryan menopang tubuh dengan Pedang Caelterra, lalu perlahan bangkit.'Kekuatan orang-orang yang hampir mencapai Ranah Star Sealed memang tidak bisa diremehkan.'Di Alam Pedang, ia tidak bisa mengandalkan garis darah istimewa, Demon Emperor, ataupun berbagai kemampuan dari Kuburan Pedang. Semua kekuatan tersebut tersegel, m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4080: Perebutan Peti Pedang Ilahi

    Ryan melangkah mendekati Peti Pedang Ilahi. Baru beberapa langkah, tekanan esensi pedang sudah menyapu tubuhnya, memaksanya memperlambat gerakan.'Kuat juga.'Namun tekanan itu masih bisa ditahannya. Ryan baru hendak melangkah lagi ketika suara seseorang terdengar dari belakang."Sudah cukup. Sekarang, yang tidak berkepentingan sebaiknya turun dari gunung."Seorang pria dengan kultivasi Ranah Star Seed tingkat puncak maju ke tengah pelataran. Beberapa orang dari faksi besar segera berdiri di sisinya, seolah sudah menunggu perintah tersebut."Apa maksudmu tidak berkepentingan?" protes seorang kultivator.Pria itu meliriknya. "Kau sungguh mengira sekte kecilmu berhak memperebutkan Peti Pedang Ilahi bersama kami?"Wajah kultivator tersebut memerah, tetapi ia tidak berani membalas. Orang-orang di belakangnya pun mulai mundur ketika tekanan dari rombongan faksi besar menyapu mereka.Ryan mengamati kelompok yang kini menguasai bagian depan puncak. Lima orang memiliki aura yang sudah mendeka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4079: Rahasia Getaran Gunung

    Pria Ranah Star Seed tingkat puncak itu mendaki dengan langkah tertatih. Luka di dadanya masih mengeluarkan darah, sementara keringat dingin membasahi pelipisnya.Di bawah, ratusan kultivator memperhatikan setiap gerakannya. Tidak sedikit yang mendongak sampai leher mereka pegal, takut melewatkan petunjuk sekecil apa pun. Sejak pendaki pertama tewas, tidak ada lagi yang menganggap jalur itu aman.“Dia benar-benar naik...”“Kalau berhenti di tengah jalan, pemuda itu pasti tidak akan membiarkannya turun.”Ryan mendengar komentar mereka, tetapi tidak menanggapi. Ia justru mengamati lereng gunung dengan saksama. Pria yang dipaksanya naik mungkin takut setengah mati, tetapi dari gerakannya Ryan bisa mencari tahu apa yang telah membunuh pendaki pertama.Setelah mencapai sepertiga perjalanan, kultivator itu berhenti. Dari posisinya, ia dapat melihat tempat pendaki sebelumnya kehilangan keseimbangan, lalu jatuh dan tewas di kaki gunung.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4078: Tikus Percobaan

    Bunga-bunga pedang menyambar dari berbagai arah, menutupi pandangan Ryan. Di balik serangan itu, ujung pedang lawannya melesat lurus ke dada. Ryan menurunkan Pedang Caelterra tepat pada waktunya. Tang! Kedua bilah beradu. Ketika ujung pedang lawan tinggal beberapa sentimeter dari dadanya, Ryan memukulnya ke samping. Tanpa memberi kesempatan pria itu menarik kembali senjatanya, Ryan sudah bergerak ke sisi tubuhnya. “Apa?!” Tinju Ryan menghantam sebelum pria itu sempat memasang pertahanan. Boom! Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak tersebut terhuyung mundur. Darah menyembur dari mulutnya, sementara kakinya menyeret tanah untuk menghentikan tubuhnya agar tidak terjatuh. Ia mencoba mengangkat pedang sekali lagi, tetapi lengannya masih gemetar akibat benturan tadi. Ryan tidak langsung mengejar. Ia memutar pergelangan tangannya, memastikan Pedang Caelterra tetap dalam genggaman yang nyaman. Pertukaran singkat itu cukup untuk mengetahui bahwa kekuatan lawannya memang lebih ti

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status