ログインMalam semuanya <( ̄︶ ̄)> Karena othor mau bakar-bakar, othor rilis sekarang aja sebelum lupa, hehehehe Ini adalah bab pertama malam ini. setelah ini, ada satu bab bonus. ditunggu (◠‿・)—☆ Bab Bonus: 3/3 Bab (komplit) Bab Reguler: 2/2 Bab (komplit) Bab Bonus Hadiah: 0/1
Kebanyakan kultivator yang melihat pertempuran itu mengira Ryan adalah keturunan langsung Keluarga Celestedragon yang menyembunyikan identitasnya.Sulit bagi mereka menerima bahwa seorang Kultivator Ranah Creation biasa bisa bertahan dari serangan Tuan Wardell selama itu.Di kejauhan, Tobias Zale sedikit lega melihat Ryan masih hidup. Kekagumannya pada pemuda itu justru semakin besar.Namun bahaya belum berakhir.Dari balik asap Ledakan Seribu Artefak, Tuan Wardell muncul dengan wajah merah padam. Jubahnya rusak, tetapi auranya masih kuat.Ketika melihat Ryan melesat menuju Binatang Iblis Azure Mooneater, ekspresinya langsung berubah. Ia ingin mengejar, tetapi Ryan sudah lebih dulu membuka jarak.Gerakan Ryan juga memancing para kultivator di sekitar Azure Mooneater.“Jangan biarkan dia mengambilnya!”Beberapa orang menerjang bersamaan.Ryan sama sekali tidak berhenti. Pedang Feralrot bergerak berulang kali.Sret! Sret! Sret!Satu demi satu kultivator tumbang. Ada yang terbelah di pin
Ryan menahan rasa sakit di telapak tangan kirinya. Helai Cambuk Tuan Wardell masih meninggalkan luka, tetapi ia tidak memberi lawannya waktu menekan lebih jauh.Pedang Feralrot di tangan kanannya langsung menebas.Namun Tuan Wardell jauh lebih cepat.Boom!Sebuah hantaman telapak menghantam dada Ryan dengan telak.Pfft!Tubuh Ryan terlempar ke belakang. Darah merembes dari sudut bibirnya ketika ia memaksa diri menstabilkan tubuh di udara.Dengan kekuatannya sekarang, Ryan bisa mengalahkan Kultivator Ranah Star Sealed tingkat dua dengan cukup mudah. Bahkan menghadapi tingkat tiga, ia masih bisa bertarung langsung.Namun Tuan Wardell berbeda. Kakek itu bukan hanya berada di Ranah Star Sealed tingkat empat, tetapi kekuatan tempurnya juga melampaui tingkat kultivasinya.Meski begitu, Ryan tidak berniat meminta bantuan Demon Emperor maupun Quillon Wynn.Setiap kali keduanya turun tangan, tenaga mereka akan terkuras. Demon Emperor sendiri masih sangat lemah setelah membangun kembali ragan
Begitu Ryan, Bastian Celestedragon, Sander Celestedragon, dan Leander Celestedragon bergerak, Tuan Wardell serta Pengelana Debu langsung menyadari niat mereka.Kedua penguasa itu segera memerintahkan para anak buah untuk menghadang siapa pun yang mendekati Binatang Iblis Azure Mooneater.Namun selain mereka berdua sendiri, hampir tidak ada orang di medan itu yang benar-benar mampu menghentikan Ryan.Di sisi lain, Tobias Zale yang masih berada di bawah juga memahami satu hal. Ryan tidak boleh mati.Tanda yang ditanamkan Ryan di benaknya membuat hidup dan matinya ikut terikat. Kalau Ryan benar-benar tumbang, nasib Tobias juga akan berakhir buruk.Karena itu, ia mengatupkan gigi lalu memimpin anak buahnya ikut menyerbu.Keadaan yang sempat tenang kembali kacau.Pedang, tombak, golok, dan berbagai cahaya teknik kembali bertabrakan di bawah bulan merah darah. Aura demi aura meledak dari berbagai arah sampai seluruh
Setidaknya ada lima ratus kultivator mengikuti di belakang Tuan Wardell. Tingkat kekuatan mereka berbeda-beda, tetapi jumlah sebanyak itu tetap cukup untuk membuat siapa pun berpikir dua kali. Begitu Tuan Wardell muncul, pertarungan di gurun langsung berhenti. Senjata diturunkan, teknik yang tadi beterbangan lenyap, dan suasana mendadak sunyi. Tidak ada yang yakin bisa menghadapi Tuan Wardell beserta ratusan anak buahnya. Namun mereka juga tidak rela meninggalkan Binatang Iblis Azure Mooneater begitu saja. Karena itu, tak seorang pun bergerak maju, tetapi tak ada pula yang benar-benar pergi. Semua hanya menunggu seseorang lebih dulu memecah kebuntuan. Kalau seluruh kultivator yang hadir bekerja sama, mungkin mereka masih bisa merepotkan Tuan Wardell. Terlebih lagi, masih ada satu orang lain yang belum muncul. “Siluman Tua Wardell, Binatang Iblis Azure Mooneater itu harus menjadi milikku!” Suara keras tiba-tiba menggema dari kejauhan. Sesosok kakek berpakaian hitam melesat
Binatang Iblis Azure Mooneater terus mengejar Ryan tanpa sedikit pun memperhatikan Kultivator Ranah Star Sealed yang tadi menyerangnya. Ryan memanfaatkan dorongan dari benturan senjata untuk melesat menjauh. Ia tidak berhenti, melainkan langsung berlari menuju arah lain, tepat ke tempat seorang Kultivator Ranah Star Sealed lain bersembunyi. Sementara itu, pria bertombak merah darah yang tadi menyerangnya terpaksa menghadapi amukan Binatang Iblis Azure Mooneater sendirian. “Tuan, bagaimana ini? Bocah sialan itu menuju ke arah kita!” Seorang bawahan yang bersembunyi di samping Kultivator Ranah Star Sealed langsung panik. “Mau bagaimana lagi? Tempat kita sudah ketahuan!” Pria itu mengumpat dengan wajah murka. Ryan tidak memberi mereka waktu untuk berpikir. Ia terus bergerak dari satu tempat persembunyian ke tempat lainnya, sengaja membongkar posisi para kultivator yang bersembunyi di gurun. Satu demi satu mereka terpaksa keluar. Ada yang memilih menyerang Binatang Iblis Azure M
Wajah Tobias Zale langsung berseri ketika melihat Binatang Iblis Azure Mooneater muncul. Ia nyaris menerjang ke depan, tetapi segera menahan diri. Tobias sangat paham batas kemampuannya sendiri. Gurun malam memang tampak sunyi, namun justru kesunyian itulah yang paling berbahaya. Tidak ada yang tahu berapa banyak kultivator kuat sedang bersembunyi di balik bukit pasir atau menahan aura di kejauhan. Kalau Tobias bergerak gegabah, ia bisa langsung menjadi sasaran bersama. Ryan hanya mengangguk pelan lalu mengeluarkan Pedang Feralrot. Sebenarnya, sebutan bahwa Binatang Iblis Azure Mooneater melahap bulan hanyalah gambaran dari orang-orang yang melihatnya dari kejauhan. Makhluk itu sebenarnya sedang menggunakan cahaya bulan untuk berkultivasi. Karena tubuhnya sangat besar dan posisinya tepat di depan bulan, dari bawah memang tampak seolah bulan merah darah sedang ditelan sedikit demi sedikit. “Tuan, apa yang akan kau lakukan?” tanya Tobias. Ia bisa merasakan aura di sekitar tub







