LOGINTerima Kasih Kak Sofyan dan Kak Jaz atas dukungan Gem-nya. (. ❛ ᴗ ❛.) Akumulasi Gem: 08-10-2024 (pagi) : 3 Gem Yuk, kurang 2 lagi biar dapat bab bonus (≧▽≦) Selamat Membaca(◠‿・)—☆
Masalah terbesar bukan karena Kaelen Kosmar hanya berada di Ranah Star Seed.Yang benar-benar mengerikan adalah garis darahnya.Seorang kultivator Ranah Star Seed dari Klan Kosmara dikenal mampu menandingi kultivator Ranah Star Sealed. Dengan kekuatan semacam itu, hampir tidak ada seorang pun di dalam gua yang sanggup menghentikannya.Suasana yang sebelumnya kacau akibat perebutan saripati darah mendadak menjadi kaku.Tidak ada yang berani bergerak lebih dahulu.Sebagian kultivator bahkan merasakan darah di tubuh mereka bergetar. Tekanan alami dari garis darah Klan Kosmara membuat tubuh mereka tanpa sadar ingin tunduk.Namun Ryan tidak merasakan hal yang sama.Garis Darah Reinkarnasi di dalam tubuhnya justru mulai membara perlahan.Perasaan itu sangat aneh.Bukan seperti sedang ditekan.Bukan pula seperti menolak keberadaan Kaelen Kosmar.Rasanya lebih seperti dua kekuatan kuno yang pernah bersinggungan pada masa sangat jauh, lalu kembali saling mengenali setelah dipisahkan oleh zaman
Seberkas sinar pedang membelah udara.Esensi pedang yang terkandung di dalamnya menyapu seluruh ruangan dalam sekejap. Udara bergetar, sementara hawa dingin seperti bilah tak kasatmata menekan semua orang di sekitar peti mati.Boom!Kultivator Ranah Star Seed tingkat empat yang sedang menggenggam botol giok langsung terpental.Tebasan Ryan menghantam dadanya dan meninggalkan luka panjang. Darah menyembur, sedangkan botol berisi saripati darah Klan Kosmara terlepas dari tangannya.Botol itu berputar di udara dan jatuh menuju lantai batu.Namun Ryan sudah bergerak sejak melepaskan tebasan.Tubuhnya melesat lebih cepat daripada botol tersebut. Tepat sebelum benda itu menyentuh tanah, jemarinya mengatup dan menangkapnya dengan sempurna.Tanpa membuang waktu, Ryan langsung memindahkan botol giok ke dalam Kuburan Pedang.Semua terjadi dalam beberapa detik.Sebagian kultivator bahkan belum sempat mema
Pandangan Ryan akhirnya tertuju pada peti mati batu di hadapannya. Meski formasi besar di bawah peti itu sudah lumpuh dan kehilangan daya, aura yang keluar dari dalamnya tetap membuat tengkuk Ryan terasa dingin. Tekanan kuno menyelimuti seluruh ruangan. Samar, tetapi berat. Seolah sosok yang berbaring di dalam peti masih menyisakan wibawa besar meski telah melewati zaman yang sangat panjang. ‘Pemilik tempat ini pasti bukan kultivator biasa semasa hidupnya.’ Ryan menyipitkan mata. ‘Ranah Star Sealed? Atau bahkan Ranah Heavenly Saint?’ Rasa ingin tahu mulai memenuhi pikirannya. Ryan mengulurkan tangan untuk membuka penutup peti mati. Namun sebelum jemarinya menyentuh permukaan batu, derap langkah terdengar dari arah belakang. Ia segera menarik kembali tangannya dan menoleh. Para kultivator lain akhirnya berhasil menyusul. Begitu melihat Ryan berdiri di depan peti mati, tatapan mereka langsung dipenuhi keserakahan. “Dia ada di sini!” Seseorang berteriak keras. Dalam sekeja
Ketika Ryan melangkah keluar dari kerumunan dan menuju barisan paling depan, beberapa kultivator langsung menoleh. Tatapan mereka berubah dari heran menjadi mengejek. “Apa yang ingin kaulakukan? Menyeberang?” salah seorang dari mereka mencibir. “Jangan buang nyawamu sia-sia.” “Sepertinya ada satu lagi orang bodoh yang ingin mati.” “Seorang kultivator Ranah Dao Integration juga berani mencoba? Benar-benar tidak tahu diri.” Cemoohan terdengar dari berbagai arah. Tidak seorang pun percaya Ryan mampu melewati lorong tersebut dengan selamat. Sepuluh kultivator yang baru saja tewas bukan orang lemah. Beberapa di antaranya bahkan telah mencapai Ranah Star Seed tahap awal, tetapi tubuh mereka tetap terpotong tanpa sempat melawan. Di mata orang-orang itu, Ryan hanya sedang mencari kematian. Ryan sama sekali tidak memedulikan ejekan mereka. Tatapannya tetap tertuju pada mural yang bergerak di sepanjang dinding. Klan Kosmara memiliki hubungan erat dengan Kuburan Pedang. Karena itu, apa
Jumlah anggota Klan Kosmara sebenarnya tidak banyak. Mereka hanya sekitar sepuluh ribu jiwa. Namun pada masa kejayaannya, tidak ada satu pun faksi di Benua Valorisia yang berani mencari masalah dengan mereka. Meski jumlahnya kecil dibandingkan ras lain, setiap anggota Klan Kosmara memiliki kekuatan bawaan yang sangat mengerikan. Pada zaman itu, mereka merupakan penguasa sejati Benua Valorisia. Namun beberapa tahun kemudian, peristiwa aneh terjadi. Seluruh Klan Kosmara lenyap hanya dalam satu malam. Tidak ada catatan yang menjelaskan penyebabnya. Tidak ada saksi yang mampu memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah klan itu menghilang, ras manusia perlahan menjadi kekuatan utama di Benua Valorisia. Manusia memang tidak memiliki bakat bawaan sekuat Klan Kosmara. Namun mereka berkembang biak dengan cepat dan memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi. Meski demikian, ras manusia tetap tidak pernah benar-benar menguasai seluruh benua. Jika kekuasaan mereka mutlak, Benua
Waktu berlalu tanpa terasa. Ryan tidak tahu sudah berapa lama ia duduk bersila di puncak gunung bersalju. Seluruh perhatiannya tertuju pada Hukum Es yang memenuhi tempat itu, sambil terus merasakan perubahan pada liontin giok milik Eliot Lane. Entah setelah berapa lama, Ryan akhirnya membuka mata. Pada saat yang sama, seluruh puncak gunung bergetar. Awalnya hanya guncangan kecil. Namun dalam beberapa napas, getaran itu berubah semakin hebat, seolah gunung tersebut akan runtuh dari dalam. Krak! Retakan panjang muncul di bawah kaki Ryan. Retakan itu menyebar dengan cepat ke seluruh permukaan puncak, membelah lapisan salju dan es seperti jaring raksasa. Boom! Suara berat terdengar dari bawah tanah. Salju di bawah kaki para kultivator tiba-tiba ambles. Semua orang kehilangan keseimbangan. Seruan panik terdengar dari berbagai arah, lalu tubuh mereka jatuh bersama-sama ke dalam kegelapan. Ryan merasakan tubuhnya ikut melayang turun. Tidak ada cahaya di sekelilingnya. Beberapa
Wakil Ketua Fordo Carlos bermain-main dengan gumpalan darah di tangannya seolah-olah sedang melihat mainan yang menarik. Kemudian dia melangkah maju dengan santai dan memandang ke arah Gunung Langit Biru dengan mata yang menyipit berbahaya.Dia tersenyum lebar dan berkata denga
Venerable Immortal Yuriel Leviathan sengaja menceritakan semuanya dengan detail yang menakutkan. Dia ingin melihat reaksi Rindy Snowfield dan Shirly Jirk ketika menyadari betapa hopelessnya situasi Ryan, serta bagaimana mereka akan memilih antara cinta dan keselamatan diri.Mendengar kata-kata yan
Xiao Yan juga tahu bahwa Ryan harus menghabiskan setahun penuh untuk berkultivasi sebagai persiapan menghadapi pertempuran melawan Klan Spirit Blood. Dia adalah pilar perlawanan, jadi kekuatannya adalah yang terpenting. Tanpanya, tak seorang pun akan mampu menghentikan Klan Spirit Blood pada akh
Mata pelayan itu langsung berbinar melihat Batu Spirit berkualitas tinggi tersebut. Dia dengan cepat menyimpannya dan tersenyum lebar. "Tentu saja, Tuan Muda! Anda bisa menanyakan apa saja. Saya akan menjawab semua pertanyaan Anda dengan senang hati!" Ryan mengangguk sedikit, namun dalam hati dia t







