MasukPerang dingin memasuki hari ketiga, tunanganku sengaja menyetujui usulan asistennya untuk melakukan perjalanan keliling dengan mobil. Dia mengira aku akan cemburu dan berebut seperti biasanya. Namun siapa sangka, sebulan kemudian saat dia kembali, dia mendapati aku sudah berubah. Dia membantu asistennya merebut proyekku. Aku tidak lagi ngambek lalu mengundurkan diri, malah mondar-mandir sibuk membantu, lalu menuliskan proposal untuknya dengan rajin. Demi asisten itu mendapatkan bonus akhir tahun, dia menghancurkan desain yang sudah susah payah kuselesaikan. Aku pun tidak lagi berusaha membuktikan diri, melainkan malah menanggung semua kesalahan dan membiarkan dia menghukumku sesuka hati. Bahkan ketika dia hendak menaikkan jabatan asisten itu menjadi direktur utama perusahaan, aku tidak marah. Aku malah secara sukarela menyerahkan seluruh saham yang ada di tanganku, membiarkan tunanganku membaginya dengan bebas. Asisten itu merasa sangat puas. "Lihat, benar 'kan yang kubilang? Kak Penny itu tipe yang nggak bisa dilawan secara keras. Harus diperlakukan dengan sikap dingin, baru ada efeknya. Pasti karena beberapa hari kamu pergi, hasilnya langsung kelihatan. Dia takut kehilangan kamu, makanya sekarang jadi patuh begitu." Tunanganku percaya pada ucapan asisten itu sepenuhnya, bahkan memuji kepintaran asisten itu. Setelah itu, dia sengaja mencariku untuk menaikkan jabatan dan gajiku, bahkan untuk pertama kalinya berjanji akan memberiku sebuah pernikahan yang tak terlupakan. Namun, dia tampaknya lupa. Selama masa liburan itu, dia sudah menandatangani surat pengunduran diriku. Dan aku juga sudah putus dengannya. Sejak saat itu, kami memutuskan hubungan sepenuhnya, tanpa ada lagi keterkaitan apa pun.
Lihat lebih banyakMendengar itu, Adrian tertegun."Setelah kita rujuk, perusahaan itu akan menjadi aset bersama kita. Nggak ada alasan untuk ragu dalam melindungi hak yang sah."Aku menyelipkan ponsel itu ke tangannya. Namun, Adrian lama sekali tidak menekannya."Penny, Imelda masih muda. Meskipun dia nggak punya jasa besar untuk perusahaan, setidaknya dia sudah banyak berkorban.""Kalau begitu, gimana denganku?" Aku menatapnya dengan senyuman mengejek. "Jadi, penderitaan dan kerugian yang kualami dulu, kamu anggap nggak pernah terjadi begitu saja?""Lagi pula, sekarang dia masih bebas di luar sana. Gimana aku bisa menjamin kamu nggak terlibat lagi dengannya? Kalau kamu mengirimnya masuk penjara, aku baru bisa bersamamu tanpa rasa khawatir."Aku berbisik pelan di dekat telinganya, seperti bisikan iblis.Adrian membelalak menatapku. Kata-kata itu seolah-olah memberinya keberanian. Dia menarik napas dalam-dalam, menggertakkan gigi, lalu menekan tombol sambung."Halo ...."Namun, tepat saat sambungan terhu
"Ngapain kamu ke sini lagi?" Aku memandangnya dengan tenang, seperti sedang melihat orang asing.Adrian tampaknya juga menyadarinya. Dia mengatupkan bibirnya, cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Penny, aku sudah putus dengan Imelda. Aku sudah memikirkannya lagi. Aku bersedia meninggalkan segalanya dan ikut kamu ke luar negeri.""Aku tahu kamu masih marah padaku, tapi aku sudah tahu aku salah. Aku akan cari cara untuk menangani perusahaan di dalam negeri, lalu melupakan semuanya. Kita mulai lagi dari awal."Aku menatap sorot matanya yang terlihat teguh, hanya merasa geli. "Kamu memang mau cari cara menangani, atau perusahaanmu memang sudah akan mengumumkan kebangkrutan dan likuidasi?"Meskipun aku sudah tidak lagi memperhatikan urusan Adrian, rekan kerja yang sebelumnya berteman denganku masih sesekali mengajakku mengobrol. Dia memberitahuku bahwa tidak lama setelah aku pergi, proposal yang ditangani Imelda mengalami masalah serius dan membutuhkan ganti rugi dalam jumlah besar.Karena
"Penny, sungguh, aku benar-benar kalah olehmu. Kamu harus tahu, ini pertama kalinya aku mengalah pada seorang perempuan. Kamu boleh bergembira dalam hati. Kesabaranku pada Imelda bahkan nggak sampai sepersepuluh dari kesabaranku padamu ...."Melihat Adrian hendak kembali berbicara dengan penuh semangat, aku menyela, "Kamu salah paham."Aku mengambil dokumen di sampingku, lalu menunjukkannya ke arah kamera. "Aku sudah berimigrasi. Aku nggak akan kembali lagi."Saat telepon ditutup, Adrian di seberang layar tampak seperti belum bereaksi. Seluruh tubuhnya membeku di tempat, bahkan kotak cincin di tangannya terjatuh ke lantai.Namun, aku tahu dia bisa mencerna semuanya dan juga bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Sejak dia berkali-kali menyulitkanku demi membela Imelda, seharusnya dia sudah memikirkan bahwa hari ini akan tiba.Urusan Adrian kali ini tidak lagi memengaruhiku. Aku menyingkirkan panggilan itu dari benakku dan mencurahkan seluruh perhatian pada penelitian.Mungkin karena meny
Seiring berjalannya waktu, minatnya berubah lagi dan lagi. Sementara aku, dalam penelitian yang kulakukan hari demi hari, justru semakin tenggelam dan semakin sulit melepaskan diri.Selama bertahun-tahun ini, meskipun aku selalu berada di perusahaan Adrian, mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan robot, di waktu luang aku tetap memperhatikan perkembangan di bidang itu. Karena itu, saat kembali meneliti, aku tidak merasa terlalu kesulitan.Di tengah waktu itu, Adrian kembali mengirimiku beberapa pesan. Intinya, dia tetap tidak percaya bahwa aku benar-benar akan meninggalkannya dan beberapa kali mencoba menawarkan jalan kembali. Namun, aku tidak membalas.Kemudian, Adrian mengirimiku beberapa foto lagi. Itu adalah surat pemberitahuan mutasi jabatan Imelda."Aku sudah menyelidikinya dengan jelas. Pengajuan pengunduran dirimu bukan aku yang menyetujuinya, tapi kesalahan operasional Imelda. Dia nggak tahu kalau orang yang mengajukan adalah kamu.""Sekarang aku su
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.