Short
Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya

Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya

Oleh:  EmeraldTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
12Bab
43Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Perang dingin memasuki hari ketiga, tunanganku sengaja menyetujui usulan asistennya untuk melakukan perjalanan keliling dengan mobil. Dia mengira aku akan cemburu dan berebut seperti biasanya. Namun siapa sangka, sebulan kemudian saat dia kembali, dia mendapati aku sudah berubah. Dia membantu asistennya merebut proyekku. Aku tidak lagi ngambek lalu mengundurkan diri, malah mondar-mandir sibuk membantu, lalu menuliskan proposal untuknya dengan rajin. Demi asisten itu mendapatkan bonus akhir tahun, dia menghancurkan desain yang sudah susah payah kuselesaikan. Aku pun tidak lagi berusaha membuktikan diri, melainkan malah menanggung semua kesalahan dan membiarkan dia menghukumku sesuka hati. Bahkan ketika dia hendak menaikkan jabatan asisten itu menjadi direktur utama perusahaan, aku tidak marah. Aku malah secara sukarela menyerahkan seluruh saham yang ada di tanganku, membiarkan tunanganku membaginya dengan bebas. Asisten itu merasa sangat puas. "Lihat, benar 'kan yang kubilang? Kak Penny itu tipe yang nggak bisa dilawan secara keras. Harus diperlakukan dengan sikap dingin, baru ada efeknya. Pasti karena beberapa hari kamu pergi, hasilnya langsung kelihatan. Dia takut kehilangan kamu, makanya sekarang jadi patuh begitu." Tunanganku percaya pada ucapan asisten itu sepenuhnya, bahkan memuji kepintaran asisten itu. Setelah itu, dia sengaja mencariku untuk menaikkan jabatan dan gajiku, bahkan untuk pertama kalinya berjanji akan memberiku sebuah pernikahan yang tak terlupakan. Namun, dia tampaknya lupa. Selama masa liburan itu, dia sudah menandatangani surat pengunduran diriku. Dan aku juga sudah putus dengannya. Sejak saat itu, kami memutuskan hubungan sepenuhnya, tanpa ada lagi keterkaitan apa pun.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Kak Penny, Pak Adrian butuh proposal proyek ini segera, jadi mohon merepotkan kamu ya. Harus selesai sebelum jam pulang kerja."

Asisten Adrian, Imelda, tersenyum manis sambil melempar setumpuk dokumen tebal ke meja kerjaku.

Aku menerimanya dengan sikap yang sudah terbiasa. "Baik."

Namun, Imelda seolah belum puas. Dia kembali tersenyum dan berkata, "Nanti malam aku dan Pak Adrian masih ada jamuan. Setelah selesai, Kak Penny tinggal taruh saja di meja Pak Adrian. Oh iya, sebelum pulang jangan lupa sekalian bantu bersihkan kantor Pak Adrian."

Setelah itu, dia melangkah pergi dengan sepatu hak tinggi, punggungnya dipenuhi suasana hati yang begitu gembira. Tatapan rekan-rekan kerja padaku penuh rasa iba, bahkan mereka tampak tidak tahu bagaimana harus menghiburku.

Semua orang tahu, Adrian adalah tunanganku, tetapi dia sangat memihak asistennya, Imelda.

Dulu, dia bukan hanya merekrut Imelda dari perusahaan lain dan langsung menempatkannya sebagai kepala divisi proyek. Bahkan, proyek bernilai puluhan miliar yang kutarik sendiri selama satu bulan dan kukerjakan lembur lebih dari sebulan hingga hampir selesai, malah diserahkan kepadanya.

Aku tidak terima. Adrian lalu memutuskan kepemilikan proyek itu lewat pemungutan suara terbuka. Dia mengira semua orang akan mendukungnya, tetapi hasilnya justru sebaliknya. Semua orang memberikan suara kepadaku. Di tangan Imelda, hanya ada satu suara yang menyedihkan, yaitu suara Adrian sendiri.

Adrian langsung murka dan menuduhku membentuk keberpihakan di perusahaan. Dia bukan hanya tidak mengembalikan proyek itu kepadaku, bahkan terang-terangan mencopot jabatanku dan memotong gaji semua rekan yang mendukungku.

Semua orang marah, tapi tak berani bersuara.

Setelahnya, Adrian meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia ingin menghindari konflik kepentingan, takut Imelda dikucilkan oleh rekan-rekan lain. Awalnya aku percaya pada ucapannya. Sekarang, aku hanya merasa itu menggelikan.

Kemampuan kerja Imelda bahkan tidak sebanding dengan para pegawai magang yang baru masuk.

Apakah ini benar-benar menghindari konflik, atau murni keberpihakan? Semua rekan kerja bisa melihatnya dengan jelas, hanya dia sendiri yang menolak mengakuinya.

Terdengar suara langkah dari lantai atas. Aku mengangkat kepala dan melihat sosok tinggi Adrian muncul di ujung tangga. Dia hanya melirik sekilas ke arah sini, lalu pergi tanpa menoleh lagi. Dia sudah berganti setelan jas kasual. Aroma parfum cedar yang khas masih samar-samar tercium di ruangan ini.

Adrian sebenarnya tidak suka memakai parfum, tetapi botol itu adalah hadiah dari Imelda. Aku tahu, dia melakukannya dengan sengaja. Selama bertahun-tahun ini, hal seperti itu sudah sering terjadi.

Awalnya, semua bermula karena aku menemukan riwayat percakapan Adrian dan Imelda yang saling mengucapkan selamat malam. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyainya beberapa kali.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
12 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status