Share

Bab 122

Auteur: Leona Valeska
last update Dernière mise à jour: 2025-10-11 20:00:05

Malam itu, kantor Jason sudah lengang. Hanya lampu meja yang menyisakan lingkaran kuning di atas tumpukan berkas; di luar, kota berdetak pelan seperti denyut yang menunggu ledakan.

Jason duduk sendiri dengan jas hitamnya terbuka, dasi sedikit melorot.

Ia memandang layar ponsel hitam yang menyala; nomor Mark sudah lama tersimpan—nomor yang jarang dipakai kecuali untuk masalah yang tak bisa diselesaikan lewat jalur biasa.

Nada sambung berbunyi dua kali sebelum suara berat di seberang menjawab, “Jason Lubis. Kau memang tak pernah berhenti menelepon saat ada masalah besar.”

Jason menyunggingkan senyum tipis—senyum yang bukan hangat melainkan dingin. “Mark. Bagaimana perkembangan tentang Marcus?”

Di ujung sana, terdengar desahan pendek, suara kertas yang disusun, lalu Mark mulai bicara dengan nada yang tenang namun penuh informasi.

“Setelah Dio masuk penjara, pasokannya ambruk. Dia kehilangan satu titik a

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 329

    Pagi itu, kediaman keluarga Lubis diselimuti oleh pancaran sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela besar di ruang makan.Ariana baru saja menyesap kopi hangatnya ketika ponsel yang terletak di atas meja marmer bergetar hebat. Sebuah notifikasi panggilan video muncul di layar, menampilkan nama Maria.Tanpa membuang waktu, Ariana menggeser ikon hijau dan segera memasang wajah pura-pura galak begitu wajah cantik Maria muncul di layar.“Maria! Apa-apaan ini?” semprot Ariana seketika, meski binar jenaka terpancar dari matanya.“Bisa-bisanya kau menghubungi aku di saat kau seharusnya sedang menikmati setiap detik bulan madumu? Letakkan ponselmu dan kembalilah pada Jonas. Jangan menggangguku!”Di seberang sana, Maria justru terkekeh mendengar omelan yang sudah dia duga sebelumnya.Latar belakang video memperlihatkan hamparan pantai berpasir putih dengan air laut biru jernih yang memanjakan mata.“Maaf, Ariana,” jawab Maria di sela tawa kecilnya. “Aku hanya tidak tahan untuk tidak

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 328

    Pukul sebelas malam, di kediaman keluarga Lubis telah tenggelam dalam keheningan yang dalam, namun di kamar utama, atmosfernya justru memanas dengan tegangan yang berbeda.Jason masih bersandar pada kepala tempat tidur, kacamata bertengger di hidungnya sementara matanya terpaku pada layar tablet yang menampilkan grafik saham dan laporan hukum.Namun, fokus pria itu pecah berkeping-keping saat pintu balkon yang sedikit terbuka membawa semilir angin, diikuti oleh aroma parfum vanila dan melati yang sangat ia kenal.Ia mendongak, dan sedetik kemudian, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.Ariana berdiri di sana, hanya beberapa langkah dari tempat tidur. Cahaya lampu tidur yang temaram membiaskan bayangan yang menggoda pada tubuhnya.Dia mengenakan lingerie hitam transparan dari bahan lace halus yang nyaris tidak menyembunyikan apa pun dari lekuk tubuhnya yang indah.Potongan kain itu begitu berani, hingga mengekspos kulit putihnya yang kontras dengan warna gelap bahan tersebut.Jason

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 327

    Pukul sebelas malam. Di luar sana, suara debur ombak yang menghantam tebing karang terdengar seperti ritme jantung bumi yang purba.Namun, di dalam kamar utama vila yang hanya diterangi oleh pendar cahaya rembulan dari balik jendela besar, suasana jauh lebih panas dan mendalam.Lampu kamar telah dipadamkan, menyisakan siluet dua raga yang saling terpaku dalam keheningan yang sarat akan gairah.Jonas tidak membiarkan satu inci pun jarak tercipta. Ia memposisikan dirinya di atas Maria, menopang tubuhnya dengan kedua tangan, sementara matanya mengunci tatapan Maria dengan intensitas yang seolah mampu membakar.“Kau masih merasa sakit?” bisik Jonas. Suaranya terdengar serak, berat karena hasrat yang tertahan, beradu dengan suara napas Maria yang mulai memburu.Maria menggeleng pelan di atas bantal sutra yang berantakan. Ia melingkarkan lengannya di leher Jonas, menarik pria itu lebih dekat. “Sedikit ... tapi rasa ini lebih besar dari rasa sakit itu, Jonas.”Jonas tersenyum tipis, sebuah s

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 326

    Angin laut yang hangat menyapu helai rambut Maria saat ia berdiri di balkon vila pribadi milik keluarga Lubis.Tempat itu tersembunyi di balik tebing karang yang menjulang, menghadap langsung ke hamparan Samudra Hindia yang membiru luas.Pasir putih di bawah sana tampak seperti permata yang berkilauan tertimpa cahaya matahari sore.Seumur hidupnya, Maria hanya mengenal hiruk-pikuk pasar, sudut-sudut dapur yang sempit, dan rutinitas di dalam pagar tinggi rumah Jason.Ia tidak pernah membayangkan bahwa dunia memiliki sisi seindah ini. Pemandangan panorama tepi pantai ini seolah menghapus sisa-sisa trauma yang ditinggalkan oleh ayahnya dan ancaman Ronald, meski hanya untuk sesaat.“Indah, bukan?”Suara berat dan lembut itu mengejutkan Maria. Sebelum dia sempat berbalik, sepasang lengan kekar sudah melingkar posesif di pinggangnya.Jonas menghampiri Maria dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu.Maria bisa merasakan detak jantung Jonas yang stabil dan tenang di punggungnya.

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 325

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela besar ruang makan kediaman Lubis, memantul di atas peralatan makan perak yang tertata rapi.Aroma kopi yang baru diseduh dan roti panggang hangat memenuhi ruangan. Namun, ada sesuatu yang terasa ganjil pagi itu.Ariana melangkah masuk dengan gaun rumahan yang elegan, namun langkahnya terhenti seketika.Matanya menyipit saat melihat sosok wanita yang sangat dia kenal sedang sibuk menata piring buah di atas meja. Maria.Wanita itu mengenakan pakaian rapi, namun wajahnya tampak sedikit pucat meski ada rona bahagia yang tersisa dari malam tadi.Ariana mengerutkan keningnya, melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia berjalan mendekat dan menyentuh pundak Maria lembut.“Maria? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Ariana heran.Maria sedikit terperanjat, lalu menoleh dengan senyum canggung. “Oh, selamat pagi, Ariana. Aku sedang menyiapkan sarapan. Lucas sebentar lagi bangun, dan aku harus memastikan bekal Ethan sudah s

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 324

    Mobil yang membawa Jonas dan Maria memasuki gerbang megah kediaman keluarga Lubis dengan pengawalan yang lebih ketat dari biasanya.Begitu turun, Jonas tidak membiarkan Maria berjalan sendirian. Dia menggandeng tangan istrinya dan menuntunnya melewati aula besar menuju sayap timur bangunan itu, area privat yang selama ini hanya dihuni oleh Jonas.Selama ini, Maria tinggal di kamar pelayan di bagian belakang. Namun hari ini, statusnya telah berubah.Jonas membukakan pintu ganda berbahan kayu ek yang berat, mempersilakan Maria masuk ke dalam dunianya.Maria menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Matanya membelalak, mulutnya sedikit terbuka karena tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.Kamar itu begitu luas, hampir seukuran seluruh rumah kecil ayahnya di pinggiran kota. Lantainya dilapisi marmer hangat dengan karpet bulu tebal yang tampak sangat lembut.Di tengah ruangan, sebuah ranjang berukuran king size dengan tiang-tiang ukiran klasik dan sprei sutra berwarna abu-abu gelap

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status