Share

Bab 53

Author: Leona Valeska
last update Last Updated: 2025-09-12 23:55:31

Praangg!!

Suara kaca pecah bergema di ruang tamu rumah mewah milik Dio.

Vas bunga antik yang baru saja dilemparkannya hancur berkeping-keping di lantai marmer, air dan kelopak bunga mawar berserakan tak karuan.

“Brengsek!” teriak Dio dengan napas yang memburu hingga wajahnya merah padam. "Bajingan kau, Jason! Dari dulu hingga kini kau selalu membuatku marah!" pekiknya penuh dengan amarah.

Tangannya kemudian meraih bingkai foto yang tergantung di dinding, lalu menghantamkannya ke lantai hingga kayu pecah dan kaca berserakan.

Daryl, asisten pribadinya berdiri di sudut ruangan dengan wajah cemas.

Ia sudah terbiasa menghadapi amarah Dio, tapi kali ini jauh berbeda.

Amarah tuannya tampak meledak-ledak, tak terkendali, seolah ada bara yang menyala di dadanya dan siap membakar apa pun di sekitarnya.

“Tuan, tenangkan diri Anda dulu,” ujar Daryl hati-hati sambil melangkah setapak.

“Menghancurkan barang-barang tidak akan menyelesaikan masalah.”

“Diam, Daryl!” bentak Dio sambil meraih gelas kr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 308

    Usia kandungan Ariana telah memasuki bulan kedelapan. Perutnya kini tampak semakin membesar, membuat setiap gerakannya menjadi lebih lambat dan berhati-hati.Di kamar bayi yang telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu, Ariana tampak sibuk menata baju-baju mungil milik calon buah hatinya.Baju-baju itu tertata rapi di dalam lemari kecil berwarna putih, disusun berdasarkan ukuran dan jenis kelamin.Sesekali Ariana berhenti, mengusap perutnya yang mengeras, lalu menarik napas dalam sebelum kembali melanjutkan kegiatannya.Jason berdiri di ambang pintu kamar itu cukup lama. Ia menyandarkan tubuhnya pada kusen pintu, kedua tangannya terlipat di dada, matanya tak lepas dari sosok istrinya.Tatapan pria itu sarat oleh berbagai perasaan. Cinta, cemas, dan kekhawatiran yang sejak beberapa minggu terakhir semakin sering mengusik pikirannya.Dia lalu menghela napas panjang, suara napasnya terdengar cukup jelas hingga membuat Ariana menoleh.“Kenapa kau menghela napas seperti itu?” tanya Aria

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 307

    Jonas mengerutkan keningnya ketika pandangannya menangkap sosok Maria yang tengah duduk diam di ruang keluarga.Wanita itu tampak melamun, menatap kosong ke arah Lucas yang sedang bermain balok warna-warni bersama kakaknya, Ethan.Kedua anak itu tampak riang, sesekali tertawa kecil ketika balok yang mereka susun runtuh dan kembali dibangun.Namun, perhatian Maria sama sekali tidak tertuju pada mereka. Tatapannya jauh, seolah pikirannya melayang ke tempat lain yang tidak bisa dijangkau oleh siapa pun di ruangan itu.Jonas melangkah mendekat dengan langkah tenang. Ia berdiri di samping Maria, lalu menepuk pundak wanita itu dengan lembut namun cukup untuk menyadarkannya dari lamunan.“Jangan melamun seperti itu,” tegurnya dengan nada datar namun mengandung kepedulian.Maria tersentak kecil. Ia menoleh dan mendapati Jonas berdiri di sisinya. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang tampak agak dipaksakan. “Sejak kapan kau di sini?” tanyanya pelan.“Beberapa menit yang lalu,” jawab J

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 306

    Tengah malam telah lama berlalu ketika Jason perlahan membuka matanya.Cahaya lampu tidur yang redup masih menyala, memantulkan bayangan samar di dinding kamar.Dia menghela napas pelan, lalu secara refleks menoleh ke sisi kanan tempat Ariana biasanya terlelap. Namun, sisi ranjang itu kosong.Seprai tampak sedikit terlipat rapi, menandakan Ariana telah bangun cukup lama dan tidak sekadar beranjak sebentar.Dahi Jason mengernyit. Rasa kantuk yang tersisa seketika menguap, berganti dengan kegelisahan yang perlahan merayap.Dia lalu duduk dan menyandarkan punggung pada sandaran ranjang, lalu memanggil dengan suara yang masih berat karena baru terbangun.“Ariana?” panggilnya dengan pelan.Tidak ada jawaban.Jason mengulanginya, kali ini dengan nada sedikit lebih tinggi. “Ariana?”Kamar tetap sunyi. Hanya suara pendingin ruangan yang berdengung halus. Perasaan tidak nyaman mulai menyelimuti pikirannya.Tanpa menunggu lebih lama, Jason menyingkap selimut dan berdiri dari tempat tidur. Ia me

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 305

    Jason kini duduk di sebuah bangku kayu panjang di teras belakang rumah, tepat di hadapan Ethan dan Lucas yang sedang menikmati es krim masing-masing.Sore itu terasa hangat dan tenang. Angin berembus pelan, membawa aroma rumput basah setelah hujan ringan yang turun tidak lama sebelumnya.Jonas, yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari mereka, tersenyum puas melihat kedua bocah itu begitu lahap menikmati es krim yang ia belikan.Ethan duduk dengan sikap yang sudah mulai menunjukkan kedewasaan seorang anak yang hampir menginjak usia tujuh tahun.Tangannya memegang cup es krim dengan hati-hati, meski sesekali dia masih tampak terlalu bersemangat. Di sampingnya, Lucas yang baru berusia hampir tiga tahun tampak jauh lebih berantakan.Es krim vanila di tangannya mulai meleleh, meninggalkan noda putih di sekitar bibir dan pipinya. Namun, raut wajahnya begitu bahagia, seolah dunia hanya berisi rasa manis yang sedang ia nikmati.Jason menatap kedua putranya dengan senyum lembut. Ada rasa hangat

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 304

    Usia kandungan Ariana telah memasuki bulan keempat. Perutnya mulai menunjukkan perubahan yang semakin jelas, meskipun tubuhnya tetap tampak anggun dan terawat.Pagi itu, Ariana dan Jason berada di sebuah rumah sakit swasta dengan suasana yang tenang dan tertata rapi. Jason tampak jauh lebih gelisah dibandingkan Ariana.Sejak berangkat dari rumah, pria itu nyaris tidak berhenti berbicara, seolah rasa penasarannya tentang jenis kelamin bayi kembar yang sedang dikandung Ariana telah mencapai puncaknya.Di ruang pemeriksaan, Ariana berbaring dengan nyaman di atas ranjang pasien. Dokter kandungan yang menangani kehamilannya berdiri di samping, menyiapkan alat ultrasonografi.Jason berdiri di sisi Ariana, tangannya menggenggam jemari sang istri dengan erat, matanya terpaku pada layar monitor yang menampilkan gambaran samar kehidupan kecil di dalam rahim Ariana.“Tenang saja,” ujar dokter itu sambil tersenyum profesional. “Kita akan melihatnya sebentar lagi.”Ariana menarik napas perlahan, m

  • Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan   Bab 303

    Sore itu, taman kota tampak lebih ramai dari biasanya. Pepohonan rindang berdiri berjajar rapi, daunnya bergoyang pelan tertiup angin, sementara cahaya matahari yang mulai condong ke barat menyinari area taman dengan semburat keemasan yang hangat.Beberapa keluarga terlihat menikmati waktu bersama, anak-anak berlarian di atas rumput hijau, dan suara tawa sesekali terdengar, berpadu dengan kicau burung yang kembali ke sarangnya.Di salah satu sudut taman, Ariana duduk di atas tikar yang telah digelar rapi. Wajahnya tampak tenang, dengan senyum lembut yang hampir tak pernah lepas sejak mereka tiba.Kehamilannya kini mulai terlihat jelas, meskipun dia tetap berusaha bergerak dengan hati-hati dan penuh perhitungan.Di dekatnya, Ethan dan Lucas bermain bersama, ditemani Maria yang setia mengawasi setiap gerak mereka.Maria kini resmi menjadi pengasuh kedua bocah itu. Meski demikian, Ariana tidak sepenuhnya menyerahkan urusan Lucas kepadanya.Anak bungsunya itu baru berusia dua tahun, dan A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status