Share

Bab 366

Author: Atieckha
last update Last Updated: 2026-01-14 22:34:49

“Kamu sangat cantik, Amel. Tubuhmu juga menarik. Beruntung Arkana punya istri cantik dan menarik sepertimu. Bukan begitu, Arkana?” Suara sang raja mafia membuat Arkana bingung untuk menanggapinya. Dia hanya tersenyum kecut.

“Pujian anda terlalu berlebihan, Tuan,” balas Amel.

“Saya bicara jujur. Kamu memang menarik.”

Amel tersipu mendapat pujian dari sang raja mafia. Artinya fisiknya memang sangat menarik. Setelah ini Arkana harus mengakui kalau Amel sangat cantik. Selera seorang raja mafia tidak mungkin sembarangan.

“Maukah kau tidur denganku, Amel?” tanya MR Mark lagi.

Arkana berdiri kaku di tempatnya. Ulu hatinya terasa sakit karena bingung bercampur dengan rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Permintaan Mr. Mark barusan masih terngiang jelas di benaknya.

Permintaan yang sama sekali tidak ada dalam rencana awalnya, permintaan yang menyentuh bagian paling sensitif dalam hidupnya sebagai seorang pria dan sebagai seorang suami.

Selama ini Arkana selalu merasa mamp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 372

    CeklekAmel masuk ke dalam kamar yang ditempati dirinya dan Arkana. Arkana menatap istrinya penuh selidik.“Udah puas?” Tanyanya ketus.“Kenapa kamu jadi marah? Bukankah harusnya bagus kalau Mr. Mark mau pilih aku? Bukankah dengan begitu semua rencana kita lancar, kita bisa kaya raya dan membeli banyak saham Wijaya Group. Kalau cuma kayak gini aja kamu baper keterlaluan sih bagi aku,” ujar Amel marah.Arkana terdiam. Di satu sisi apa yang Amel katakan itu benar adanya. Tapi di sisi lain harga dirinya sebagai laki-laki seperti diinjak-injak. Harusnya Amel bilang tidak, walaupun pada akhirnya sang raja mafia akan memaksa untuk tetap memintanya melayani hasrat pria itu. Tapi ini nyatanya Amel sendiri yang bilang dia mau melayani hasrat Bos mereka. Demi apapun darah Arkana mendidih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan beberapa orang anak buah Mr. Mark juga mengalami perasaan yang sama seperti yang Arkana rasakan.“Kalau kamu bersikap kayak anak kecil seperti ini, aku lebih baik tingg

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 371

    “Mom, nanti Nia bobo sama Mommy dan Daddy?” Nia agak lesu. Bahkan dia ndak sempat ribut dengan Kevin. Kevin udah berusaha mengganggu Nia tapi gadis kecil itu tampak males bergerak. Setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga. “Iya, sayang. Nia masih sakit jadi harus sama Mommy dulu Bobonya. El dan Dika bobo di kamar, nanti Dika bobo di kasurnya Nia,” jelas Luna. Nia mengangguk patuh.“Biasanya anak kembar sakitnya barengan. Ini kok yang satu sakit satunya nggak?” tanya Kevin.“El udah sakit, Mbah,” celetuk Dika. Semua orang tertawa terbahak-bahak. Tadi depan yang ngasih tahu Dika untuk memanggil Kevin dengan sebutan Mbah. Tentu saja Dika percaya dan terus memanggil Kevin dengan sebutan Mbah.Kevin memutar bola mata malas, lalu menarik tangan Dika dan menggelitik tubuh anak gempal itu. Tawanya memenuhi ruang keluarga di kediaman keluarga Wijaya. El berusaha menolong Dika. Malah satu kali gerakan Kevin mengangkat tubuh El dengan satu tangan.“Eh aku malah diterbangin sama Mbah.

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 370

    “Memangnya gak ada nama lain selain tembem?” tanya Kevin. Dia kembali tertawa melihat tingkah konyol dua bocah laki-laki di depannya ini. “Liat nih, Uncle. Pipinya Dika kayak bakpao, tembem.” El mencubit gemas pipi Dika.“Jangan digituin sakit nanti anak orang,” Kevin menjauhkan tangan keponakannya dari pipi Dika. Pipinya langsung merah akibat cubitan El. Tap Dika tak akan marah kalau yang melakukannya adalah El dan Nia. Tapi kalau orang lain maka akan dia sembur atau minimal akan digigitnya biar orang itu rabies.Sementara itu, Devan dan Luna sedang ngobrol di dalam kamarnya.“Jadi gimana, Dika, sayang, nginep di sini, kan?” tanya Devan setelah dia selesai mandi dan keluar dari kamar dengan rambut masih sedikit basah.“Iya, Mas. Yang jelas Pak RT sudah tahu kok. Maria yang sengaja menitipkan Dika di sini. Beliau juga bilang terima kasih karena kita mau membiarkan Dika bermain dengan anak-anak. Kasihan Dika, sejak punya pengasuh baru dia sedikit nggak terurus. Pak RT sampai tahu, lo,

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 369

    “Harusnya kita gak perlu kayak gini ya, Bi. Harusnya gak usah lapor-lapor segala kalau punya tetangga waras,” keluh Luna. Keduanya memilih untuk berjalan kaki menuju ke rumah Pak RT. Rumahnya ada di ujung jalan. Diantara seluruh penghuni di sana, hanya rumah keluarga Wijaya yang terbentang sangat luas dan panjang. Mereka menggabungkan 5 rumah sekaligus dijadikan satu hunian ketika kakeknya Devan di masa lalu ada di puncak karirnya. Sejak dulu keluarga Wijaya memang terkenal paling kaya raya dan paling royal setiap kali ada kegiatan apapun di lingkungan perumahan mereka ataupun jika ada tetangga yang punya hajatan mereka juga memberikan bantuan yang sangat banyak.“Sabar, Nyonya. Pokoknya yang waras ngalah,” jawab Bi Inem. Luna memeluk bahu pelayan kesayangan keluarga Wijaya. Pelayan yang selalu ramah dan setia pada majikannya. Pelayan yang sangat bisa diandalkan.Setelah sampai di rumah Pak RT, Luna segera menyampaikan niat kedatangannya. Dia juga memberikan rekaman CCTV pada Pak R

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 368

    Mendengar nama Maria disebut, Luna langsung bergegas keluar rumah. Langkahnya cepat, penuh rasa penasaran dan sedikit curiga. Dari kejauhan, ia melihat Maria masih berdiri di depan pagar dengan wajah tenang namun tampak canggung. Saat Luna keluar, para pengawal otomatis mendekat, menjaga jarak namun waspada, mengawasi setiap gerak-gerik Maria.“Ada apa, Maria?” tanya Luna begitu dekat, matanya langsung tertuju pada tas berukuran sedang yang dibawa wanita itu.“Bu Luna, saya boleh titip Dika beberapa hari di sini, nggak? Soalnya saya mendadak harus pulang. Orang tua saya sakit. Nggak sampai seminggu kok, Bu, saya balik lagi,” ucap Maria dengan nada meyakinkan. Wajahnya terlihat tulus, seolah memang benar sedang terburu-buru karena urusan keluarga.Luna mengerutkan dahi. “Kamu yakin mau menitipkan Dika di sini? Gimana nanti tanggapan kedua orang tuanya?” tanyanya dengan nada khawatir.“Pasti boleh kok, Bu. Saya yang nanti akan kasih tahu kedua orang tua Dika,” jawab Maria cepat.Namun L

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 367

    “Mom, mau susu,” rengek si cantik dengan suara kecil yang terdengar lemah. Hari itu Nia benar-benar manja dengan sang mommy. Sejak pagi, dia lebih banyak menempel pada Luna. Bahkan El dan Dika dibiarkannya bermain berdua tanpa ikut campur, sesuatu yang jarang sekali terjadi. Biasanya Nia selalu jadi yang paling ribut, paling heboh, dan paling nggak mau kalah kalau soal mainan. “Nia sakit, sayang?” tanya Luna sambil menoleh cepat. Ada rasa waswas yang langsung muncul di hatinya. Putrinya itu tidak pernah semanja ini tanpa alasan. Biasanya, kalau Nia mendekat dan merengek seperti ini, selalu ada sesuatu yang benar-benar mengganggunya. “Sakit kepala, Mom. Kayak ada yang cubit,” jawab Nia lirih. Wajahnya tampak pucat, matanya tidak secerah biasanya. “Astaga,” Luna refleks berseru pelan. Dia langsung menghentikan apa pun yang sedang dikerjakannya, lalu menghampiri gadis kecil itu. Dengan gerakan penuh kehati-hatian, Luna mengangkat tubuh Nia dan memangkunya, seolah takut anaknya semak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status