Share

Bab 50

Author: Author Marr
last update publish date: 2026-09-03 19:42:07

Aku menatap layar ponsel lama setelah mengirim pesan itu.

"Father, bisakah kita juga selesai?"

Tidak ada balasan langsung. Hanya centang satu yang berubah menjadi dua. Lalu beberapa menit kemudian, ponsel bergetar. Panggilan masuk dari Nathaniel.

Aku menatap nama itu di layar, jari gemetar di atas tombol. Aku tidak mengangkat. Biarkan berdering sampai habis. Beberapa detik kemudian, panggilan masuk lagi. Kali ini aku menolak.

Nathaniel terus menelepon. Empat kali. Lima kali. Aku akhirnya memat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 160 - TAMAT

    Pernikahan kami tidak dilangsungkan secara terburu-buru. Kami kembali menjalani masa pendekatan, belajar mengenal satu sama lain sebagai dua orang yang telah tumbuh dan berubah. Nathaniel mulai menghadiri sesi konseling pasangan bersamaku, bukan karena kami sedang menghadapi pertengkaran besar, melainkan karena kami ingin memastikan bahwa keputusan kami dibangun di atas komunikasi yang sehat dan kepercayaan.Kami juga membicarakan masa lalu dengan jujur.Nathaniel tidak memaksaku pindah ke London. Sebaliknya, dia bersedia membagi waktunya antara London dan Boston hingga kami menemukan pengaturan yang paling baik bagi keluarga kami.Dia juga tidak meminta agar aku meninggalkan pekerjaanku atau kehidupanku sendiri.Aku tetap menjadi diriku.Dan dia belajar mencintai perempuan yang sekarang berdiri di hadapannya, bukan sekadar mengenang perempuan yang pernah dinikahinya bertahun-tahun lalu.Enam bulan setelah Nathaniel pulih sepenuhnya, dia mengajakku makan malam di sebuah restoran kec

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 159

    Seminggu kemudian, dokter mengizinkan Nathaniel menerima lebih banyak pengunjung.Aku datang bersama Louis pada pagi hari.Nathaniel sedang duduk bersandar di tempat tidur ketika kami memasuki ruangan. Wajahnya sudah tidak sepucat sebelumnya, meskipun dia masih terlihat lelah."Dad!"Louis berlari menghampirinya, lalu berhenti sebelum memeluknya dengan hati-hati.Nathaniel tertawa kecil."Kau datang lagi, juara kecil.""Aku datang setiap hari!""Kalau begitu, aku harus cepat sembuh agar bisa mengajakmu jalan-jalan."Louis mengangguk penuh semangat.Aku meletakkan tas di kursi, kemudian membantu Nathaniel merapikan bantalnya."Kau terlihat lebih baik."Nathaniel menatapku. "Aku merasa lebih baik.""Dokter bilang kau masih harus beristirahat.""Aku tahu.""Jangan keras kepala."Dia tersenyum."Kau masih sama."Aku mengangkat alis. "Dan kau masih suka mengabaikan nasihat orang lain."Nathaniel tertawa pelan, kemudian meringis karena gerakan itu membuat tubuhnya terasa sakit.Aku segera m

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 158

    Sera's POV"Terima kasih."Suara Nathaniel terdengar begitu lemah hingga aku hampir tidak bisa mendengarnya.Aku menggenggam tangannya lebih erat, takut jika aku melepaskannya, dia akan kembali menghilang dari hadapanku."Jangan berterima kasih kepadaku. Kau harus beristirahat."Nathaniel menatapku dengan mata yang masih sayu. Dia mencoba menggerakkan kepalanya, tetapi langsung meringis kesakitan."Jangan bergerak!" seruku panik.Dia tersenyum samar. "Kau masih suka memarahiku."Aku terdiam.Bahkan setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, Nathaniel masih sempat melontarkan candaan.Air mataku kembali mengalir."Kau hampir membuat kami kehilanganmu! Apa kau tahu betapa takutnya aku ketika menerima telepon itu? Aku bahkan tidak bisa berpikir dengan benar. Aku hanya ingin segera sampai di sini."Senyum Nathaniel perlahan menghilang."Sera...""Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di antara kita selama ini. Aku tidak peduli pada masa lalu kita. Aku hanya tidak ingin Louis ke

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 157

    Sera's POVAku masuk ke rumah dengan langkah gemetar. Louis sedang duduk di ruang tamu, bermain dengan balok-balok kayunya, ditemani Eleanor yang sedang membacakan buku cerita. Dia menoleh saat aku masuk, dan senyumnya langsung memudar ketika melihat wajahku."Mom? Kenapa?" tanyanya, berdiri dan berlari ke arahku.Aku berlutut, memeluknya erat. "Louis, sayang, kita harus pergi ke London.""London? Sekarang?""Iya. Ayahmu sakit. Dia di rumah sakit."Mata Louis membelalak. "Dia sakit? Kenapa?""Dia mengalami kecelakaan. Kita harus menjenguknya."Louis menatapku lama, lalu mengangguk pelan. "Aku mau lihat dia."Aku mencium keningnya, menahan air mata. "Ayo, kita siapkan barang-barangmu."Dua jam kemudian, kami sudah berada di pesawat. Louis duduk di sampingku, dengan wajah menempel di jendela.Aku menatap Louis, dan hatiku hancur. Dia baru berumur tujuh tahun. Dia baru saja mengenal ayahnya dan sekarang dia harus menghadapi kemungkinan bahwa ayahnya mungkin tidak akan pernah bangun.Aku

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 156

    Sera's POVKedatangan Derek benar-benar di luar dugaanku.Aku sedang duduk di beranda rumah Ayah, menikmati teh pagi, ketika sebuah mobil berhenti di depan gerbang. Aku mengangkat kepala, mengerutkan kening. Siapa yang datang sepagi ini?Pintu mobil terbuka, dan sesosok pria keluar. Aku terkesiap.Derek.Mantan suamiku. Pria yang pernah menghancurkan hidupku. Pria yang pernah berselingkuh, yang pernah menyakitiku, yang pernah membuatku merasa tidak berharga.Dia berjalan ke arahku dengan langkah yang hati-hati, masih sedikit kaku, tapi jauh lebih baik dari yang terakhir kulihat. Dia tersenyum tipis, senyum yang rapuh, senyum yang penuh dengan sesuatu yang tidak bisa kujelaskan."Sera," katanya."Derek."Dia berhenti di depan tangga beranda, tidak berani naik tanpa izinku. "Boleh aku bicara?"Aku ragu sebentar, lalu mengangguk. "Duduklah."Dia naik ke beranda dengan hati-hati, lalu duduk di kursi di seberangku. Kami duduk dalam keheningan yang canggung, tidak tahu harus berkata apa."K

  • Kau Selingkuhi Aku, Kubalas Dengan Pengkhianatan   Bab 155

    Sera's POVEnam bulan berlalu sejak pertemuan pertama Louis dan Nathaniel.Awalnya, aku mengira hubungan mereka akan berjalan canggung. Bagaimanapun, Louis baru mengenal Nathaniel, sementara Nathaniel harus mengejar waktu yang telah hilang selama empat tahun kehidupan putranya.Namun, aku salah.Nathaniel benar-benar berusaha.Dia menelepon Louis setiap Minggu malam, terkadang membacakan cerita sebelum tidur, terkadang mendengarkan putraku bercerita panjang lebar tentang teman-teman sekolahnya. Dia bahkan mulai menghafal nama semua teman Louis, meskipun aku sendiri terkadang kesulitan mengingatnya.Setiap beberapa minggu, Nathaniel datang ke Boston untuk menghabiskan waktu bersama putranya.Dia tidak lagi membawa hadiah mahal setiap kali berkunjung. Setelah beberapa kali melihat Louis lebih tertarik bermain bola daripada membuka kotak hadiah, Nathaniel akhirnya memahami bahwa putraku tidak membutuhkan barang-barang mewah.Louis hanya membutuhkan waktunya dan Nathaniel mulai memberikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status