Home / Romansa / Orang Ketiga di Rumah / Celine Semakin Mengganggu Pikiran Rayhan

Share

Celine Semakin Mengganggu Pikiran Rayhan

Author: Violet Rapuh
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-18 12:34:20

Celine mengangkat Raka dan membawanya duduk di pinggir ranjang sambil mengayun-ayunkan pelan tubuh Raka agar Raka kembali tertidur.

“Celine dimana Alisha, kenapa dia tidak ada di kamarnya ? Dan aku juga sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tidak juga terlihat.”

Demi menghilangkan rasa gugupnya Rayhan terpaksa berpura-pura bertanya kepada Celine mengenai keberadaan Alisha.

“Eemm Itu pak anu .. eee ibu ... ibu sedang ke rumah temannya. Iya ibu ke rumah temannya karena ada sesuatu yang harus
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Orang Ketiga di Rumah   Kekhawatiran Celine

    Pagi hari, Rayhan terbangun lebih awal daripada biasanya. Dia duduk di tepi tempat tidur sambil memeriksa ponselnya. Ada satu pesan dari Celine yang masuk menjelang tengah malam, tetapi belum sempat dibalasnya, karena tadi malam dia sudah sangat mengantuk.“Besok kita harus bicara, pak. Aku tidak mau terus-menerus merasa takut setiap kali bu Alisha bertanya tentang pacarku.”Pesan dari Celine tadi malam. Dan Rayhan menghela napas panjang, setelah membaca pesan dari Celine tersebut.Rayhan memahami kegelisahan Celine. Semakin lama, kebohongan mereka semakin sulit dikendalikan. Namun, dia juga belum siap menghadapi kemungkinan Alisha mengetahui hubungan mereka.Rayhanpun akhirnya mengetik sebuah balasan.“Nanti siang kita bertemu. Aku akan mengatur waktunya.”Isi pesan balasan Rayhan untuk Celine.Setelah mengirim pesan tersebut, Rayhan segera bangkit dan bersiap untuk mandi.Tiga puluh menit Rayhan berada di kamar mandi, dan ketika keluar dari kamar mandi, dia mendapati Alisha

  • Orang Ketiga di Rumah   Kecurigaan Alisha

    Sejak kejadian di toko beberapa hari lalu, Rayhan dan Celine semakin berhati-hati.Mereka tidak lagi berani bertemu sesering sebelumnya. Bahkan ketika saling mengirim pesan, keduanya selalu memastikan tidak ada orang lain yang berada di dekat mereka. Yang lebih penting setiap kali habis berkirim pesan, semua percakapan dihapus, untuk mencegah diketahui oleh Alisha.Namun justru sikap terlalu berhati-hati itulah yang mulai membuat Alisha merasa ada sesuatu yang berbeda.Pagi itu, Alisha sedang menyiapkan sarapan ketika Rayhan turun dari kamar."Mas, sarapan dulu." Ucap Alisha yang sedang merapikan beberapa sarapan di atas meja makan."Iya."Rayhan duduk di meja makan.Celine juga baru saja datang dari belakang rumah setelah membantu beberapa pekerjaan."Pagi, bu Alisha." Ucap Celine begitu masuk ke ruang makan."Pagi, Celine."Celine mengambil tempat duduknya. Alisha memperhatikan mereka berdua secara bergantian.Entah mengapa, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Bukan karen

  • Orang Ketiga di Rumah   Hampir Ketahuan.

    Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, tetapi bagi Rayhan dan Celine, semuanya terasa berbeda.Sejak kejadian di hotel, keduanya semakin sering mencari kesempatan untuk bertemu tanpa diketahui Alisha.Mereka sadar bahwa sedikit saja kesalahan bisa membuat rahasia mereka terbongkar, bahkan Alisha bisa saja mengusir Celine dari rumah.Siang itu, Rayhan sedang berada di kantor ketika ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Celine.“Pak, nanti sore ada waktu?”Rayhan tersenyum tipis. Dia melihat sekeliling sebelum membalas.“Ada. Kenapa?’Beberapa detik kemudian, balasan dari Celine masuk.“Aku ingin bertemu.”Rayhan terdiam sejenak. Kemudian dia mengetik.“Kita ketemu di tempat biasa. Jangan terlalu lama. Aku khawatir Alisha curiga karena aku pulang terlambat terus.”Ceine pun langsung membalas pesan Rayhan.“Baik.”**Sore harinya, Rayhan tiba lebih dahulu di sebuah kafe yang cukup jauh dari rumah.Celine datang sekitar sepuluh menit kemudian.Dia mengenakan p

  • Orang Ketiga di Rumah   Pagi Yang Menegangkan

    Pagi menjelang ketika Rayhan membuka mata. Dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar.Pikirannya masih teringat kejadian semalam. Pertemuannya dengan Celine di hotel yang berakhir menghabiskan waktu di ranjang.Kemudian dua puluh panggilan tidak terjawab dari Alisha.Rayhan segera meraih ponsel yang berada di meja samping tempat tidur. Layar ponselnya menunjukkan beberapa notifikasi. Dia kembali membuka daftar panggilan dan kembali melihat nama Alisha memenuhi layar.Rayhan menghela napas."Aku harus hati-hati."Dia kemudian menoleh ke samping. Alisha masih tertidur pulas, setelah tadi malam menunggu Rayhan.Wajah perempuan itu terlihat tenang. Sepertinya sama sekali tidak menyadari bahwa Rayhan baru saja memeriksa ponselnya.Rayhan turun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara Alisha."Mas ..."Panggil Alisha dan Rayhan langsung berhenti."Iya?"Alisha masih memejamkan mata."Mas sudah pul

  • Orang Ketiga di Rumah   Pulang Terpisah

    Setelah menyelesaikan hasrat bercinta, keduanya sudah merasa saling puas. Rayhan yang sejak tadi duduk di tepi ranjang akhirnya melirik jam tangannya."Sudah jam sepuluh."Celine yang sedang merapikan rambutnya ikut melihat jam."Sudah selarut ini?" Celine memastikan apa yang dikatakan oleh Rayhan itu benar "Iya."Rayhan menghela napas pelan. Dia kemudian berdiri dan mengambil jasnya."Kita harus segera pulang."Celine mengangguk. "Aku juga takut bu Alisha menunggumu."Rayhan tersenyum tipis."Makanya kita jangan terlalu lama di sini."Celine mengambil tasnya, lalu memeriksa ponsel."Aku pulang naik apa?" tanya Celine pada Rayhan."Naik taksi." Jawab Rayhan.Celine langsung menggeleng."Jangan. Sudah malam sekali." Celine menolak naik taksi."Aku bisa pesan taksi untukmu." Ucap Rayhan pada Celine."Tidak usah. Aku pesan ojek online saja."Rayhan langsung menggeleng."Jam segini?" pertanyaan Rayhan terdengar khawatir."Iya." Jawab Celine tegas."Aku tidak mau." Pro

  • Orang Ketiga di Rumah   Di Hotel Celine Menguasai Permainan

    Malam mulai turun ketika Rayhan akhirnya tiba di hotel yang sudah disepakati.Setelah memarkir mobil, Rayhan masuk melalui lobi dengan langkah tenang. Sesekali matanya melihat layar ponsel, memastikan tidak ada pesan dari Alisha.Rayhan menghela napas lega. Langkahnya kian pasti dengan penuh semangat dan bibirnya tidak berhenti tersenyum.Rayhan langsung duduk di lobby hotel setelah memesan kamar.Tidak berapa lama Rayhan melihat Celine datang dan langsung menghampiri Rayhan.Rayhan memberi kunci hotel dan meminta Celine untuk masuk lebih dulu.Sampai di depan pintu kamar Celine membuka dan masuk ke dalam.Tidak begitu lama terdengar pintu diketuk.TokTokTokBegitu pintu terbuka, sosok Rayhan berdiri di hadapannya."Maaf membuat kamu lama menunggu?" tanya Rayhan.Celine menggeleng."Baru beberapa menit."Rayhan masuk, lalu menutup pintu.Untuk beberapa saat, keduanya hanya saling memandang.Pertemuan mereka memang bukan yang pertama, tetapi berada berdua di sebuah k

  • Orang Ketiga di Rumah   Keluar Tapi Tanggung

    "Mas .. eeggghh ....” Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan. “Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.” Baru saja Rayhan akan

  • Orang Ketiga di Rumah   Mulai Tertarik Dengan Celine

    Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah

  • Orang Ketiga di Rumah   Perbedaan Celine & Alisha

    Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah

  • Orang Ketiga di Rumah   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status